RATU IBLIS

RATU IBLIS
Hutan Pasir Hitam


__ADS_3

"Pemimpin Kerajaan Bulan?" ucap sang jenderal dengan raut wajah kebingungan. Jadi gadis yang sedang berbincang bincang dengan Nona Yangrang adalah Nona Besar Xiao Ziya dari Kerajaan Bulan yang sangat terkenal itu? untunglah sang jenderal belum menyinggung perasaan gadis itu, jika tidak kemungkinan besar Kerajaan Ming Tuo akan hancur seperti Klan Mue.


"Ya, gadis ini adalah Nona Besar Xiao Ziya. Saya bertemu dengannya saat sampai di bagian terluar hutan jati, rencananya kami ingin mengunjungi pemukiman ini karna sudah menjadi bagian dari Kerajaan Bulan." jawab Yangrang dengan senyuman manis yang menghiasi wajah cantiknya.


Sang jenderal merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan, Pangeran Yanzi mengatakan pemukiman di tengah tengah hutan jati adalah sarang dari bandit hutan yang sering menjarah para pedagang ataupun bangsawan yang melintas namun di sisi lain Nona Yangrang menjadi saksi bahwa pemukiman itu adalah bagian dari Kerajaan Bulan. Jika mereka kembali ke Istana Kerajaan Ming Tuo tanpa mendapatkan apapun maka sang pangeran akan sangat marah, akan tetapi jika mereka nekat melakukan sesuatu pada pemukiman itu maka Nona Besar Xiao Ziya akan membunuh mereka semua tanpa ampun.


"Ada hal yang ingin saya tanyakan pada Anda Tuan Jenderal." ucap Xiao Ziya dengan wajah polosnya.


"Silahkan, saya akan menjawab pertanyaan Anda dengan jujur." ucap sang jenderal tanpa ragu ragu, selama ini Raja Ming Gu mengajari para jenderalnya untuk terus menjaga norma norma baik agar tak mencemarkan nama baik Kerajaan Ming Tuo.


"Bagaimana caranya Pangeran Yanzi mengetahui bahwa Nona Yangrang sedang diserang oleh sekelompok bandit jika sang pangeran tak ada di sini? jika pangeran meminta seseorang untuk mengawasi Nona Yangrang seharusnya orang itu memberi laporan yang akurat bukannya sebuah kepalsuan." ucap Xiao Ziya dengan sangat tepat hingga membuat sang jenderal dan seibu prajurit yang ikut bersamanya ikut bingung.


"Saya tak menanyakan hal itu pada Pangeran Yanzi karna sangat khawatir dengan keadaan Nona Yangrang." ucap sang jenderal dengan jujur, seharusnya ia menanyakan hal tersebut secara lebih detail pada Pangeran Yanzi.


"Maaf jika pendapat saya memulai hati kalian. Kemungkinan besar Pangeran Yanzi telah menyewa sekelompok orang untuk menyerang Nona Yangrang namun rencana sang pangeran gagal karna orang orang itu tak pernah sampai di wilayah hutan jati." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah santai meski ucapannya membuat sang jenderal terkejut.


Karna tak ingin gadis seperti Xiao Ziya ikut campur terlalu banyak mengenai masalah yang terjadi di wilayah Kerajaan Ming Tuo akhirnya sang jenderal meminta maaf atas kesalahpahaman yang telah terjadi, jenderal itu juga meminta Nona Yangrang untuk ikut kembali bersama dengan kelompok mereka akan tetapi Nona Yangrang menolak dengan tegas. Xiao Ziya dan Yangrang merasa ada yang tak beres dengan jenderal beserta pasukannya itu, mungkinkah mereka bersekongkol dengan Pangeran Yanzi?.


"Kedua orang tua Anda akan khawatir jika Anda tak kembali bersama kali Nona Yangrang." ucap jendral itu dengan nada bicara sedikit memaksa.


"Pergilah kalian semua sebelum saya kehabisan kesabaran." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah serius, ia sangat ingin membakar habis baju besi milik sang jenderal agar ia tak merasa sombong lagi dengan pangkatnya yang tak seberapa itu.


"Baiklah kami akan pergi sekarang juga, jika pemukiman ini terbukti bukan bagian dari Kerajaan Bulan maka kami akan kembali untuk menghancurkannya." ucap jenderal itu yang bergegas menaiki kuda coklat miliknya kemudian kembali ke wilayah Kerajaan Ming Tuo menggunakan jalan lain karna Hutan Pasir hitam yang ada di depan sana sangatlah menyeramkan.


Setelah kepergian sang jenderal dan pasukannya, orang orang yang tinggal di pemukiman itu mulai keluar dari tempat persembunyiannya mereka untuk berterimakasih pada pemimpin dari Kerajaan Bulan yang telah menyelamatkan mereka. Luan Yu berdiri di hadapan Xiao Ziya lalu bersujud di bawah kaki gadis itu sebagai tanda terimakasihnya dan juga sebagai tanda bahwa pemukiman itu kini berada di bawah kepemimpinan Xiao Ziya.


"Berdirilah saya tak senang melihat orang lain berlutut di bawah kaki saya, pemukiman ini masih membutuhkan pemimpin dan saya tak bisa tinggal di sini karna ada banyak hal yang harus dilakukan, karna itu Tuan Luan Yu akan tetap menjadi pemimpin di bawah kekuasaan Kerajaan Bulan." ucap Xiao Ziya yang sudah memutuskan bahwa Luan Yu akan tetap menjadi pemimpin di pemukiman itu.


"Baik saya mengerti Nona Besar Xiao Ziya." ucap Luan Yu dengan senyuman bahagia.


Sebelum pergi dari sana Xiao Ziya mengibaskan tangan kemudian muncul pilihan karung beras, dua puluh karung gandung, sepuluh karung jagung, serta berbagaimacam binatang hidup seperti sapi, ayam, dan bebek. Semua orang yang tinggal di pemukiman itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan kagum, mungkinkah gadis itu seorang Dewi yang diutus untuk membantu mereka semua? di sisi lain Yangrang penasaran dari mana Xiao Ziya mengeluarkan serta menyimpan barang sebanyak itu karna terlalu banyak cincin serta gelang yang gadis itu pakai.

__ADS_1


"Semoga semua ini cukup hingga saya kembali ke Istana Kerajaan Bulan nanti." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis di wajah cantiknya.


"Kami semua sangat berterimakasih atas kebaikan Anda, bahan bahan makanan sebanyak ini sangat cukup hingga musim kemarau datang nanti." ucap Luan Yu.


"Ini sedikit uang yang bisa kalian belanjakan ke pasar terdekat untuk membeli pakaian ataupun keperluan rumah tangga yang lain." ucap Xiao Ziya, gadis itu dengan mudahnya mengeluarkan tiga peti besar berisikan koin emas, Yangrang hampir pingsan setelah melihat koin emas sebanyak itu.


"Bahan makanan ini sudah cukup untuk kami, kami tak bisa menerima semua koin emas pribadi Anda Nona Besar Xiao Ziya." ucap beberapa orang dengan sungkan, meskipun mereka serba kekurangan namun mereka tak tamak akan harta kekayaan.


"Ambillah jika tidak saya akan merasa sedih." balas Xiao Ziya dengan sedikit memaksa.


Akhirnya Luan Yu menerima semua pemberian dari Xiao Ziya untuk mewakili penduduk yang tinggal di pemukiman tersebut, mereka berpesan agar Xiao Ziya kembali dengan selamat karna dunia ini masih sangat membutuhkan gadis baik sepertinya. Xiao Ziya pergi meninggalkan pemukiman itu menuju hutan pasir hitam yang sudah tak jauh lagi.


"Kemana Anda akan pergi?." tanya Yangrang yang masih mengikuti Xiao Ziya dari belakang.


"Sebaiknya Nona Yangrang kembali ke Kerajaan Ming Tuo, perjalanan saya kali ini akan saya lakukan seorang diri." ucap Xiao Ziya yang tak ingin diganggu oleh gadis itu, bagaimanapun juga perjalanan menuju Desa Elnz sangatlah berbahaya dan ia tak ingin mengambil resiko dengan mengajak orang lain.


"Saya hanya ingin ikut dengan Anda, apakah kehadiran saya sangat menganggu?." tanya Yangrang dengan raut wajah sedih, akan tetapi ekspresi sedihnya itu tak dapat meluluhkan hati Xiao Ziya.


"Saya tak berani berada di dalam hutan sendirian ketika malam tiba, izinkan saya untuk terus mengikuti Anda." ucap Yangrang yang mulai menangis di samping Xiao Ziya seolah olah ia adalah gadis lemah yang tak berani berada di dalam hutan jati sendirian saat malam tiba.


Xiao Ziya memutar bola matanya kesal, seharusnya ia membiarkan gadis ini dihabisi oleh orang orang tadi jika mengetahui sedari awal sang gadis hanya akan menjadi benalu. Ingin rasanya Xiao Ziya memukul Yangrang hingga pingsan kemudian meninggalkan gadis itu di dalam hutan, akan tetapi tindakan itu terlalu berbahaya jika ada hewan buas yang menemukan tubuh Yangrang tergeletak tak berdaya di dalam hutan.


"Jika Nona Yangrang seorang penakut, mengapa Anda mengambil misi ini sendirian tanpa ditemani siapapun?. Hanya karna saya membantu Anda tadi bukan berarti saya merasa senang Anda selalu berada di sekitar saya." ucap Xiao Ziya dengan tegas.


"Mengapa sikap Anda berubah drastis seperti ini Nona Ziya? apakah Anda tadi hanya berpura pura dihadapan banyak orang agar dianggap pemimpin yang baik?." ucap Yangrang yang membuat Xiao Ziya semakin kesal.


"Berkah Dewa Hiloz tak akan pernah turun lagi untuk para penyihir api yang ada di Kerajaan Ming Tuo." ucap Xiao Ziya, gadis itu menggunakan kuasanya sebagai Dewi Agung untuk memutuskan hubungan antara Dewa Hiloz dengan para pengikut yang ada di Kerajaan Ming Tuo. Dengan begitu orang orang dengan sihir api akan kehilangan kekuatan mereka, para pengikut dewa biasanya mendapat kekuatan ketika mendapat pengajuan dari dewa tersebut itulah jalan pintas untuk menjadi penyihir ataupun seorang kultivator, namun tak semua orang bisa melakukan hal tersebut.


"Memangnya siapa Anda, hingga bisa memutuskan berkah dari Dewa Hiloz untuk wilayah Kerajaan Ming Tuo." ucap Yangrang.


Karna tak ingin berlama lama mendengar kalimat kalimat menyebalkan yang keluar dari mulut Yangrang akhirnya Xiao Ziya memutuskan untuk melesat pergi menuju Hutan Pasir hitam, gadis dengan segala kemewahan yang diberikan secara instan oleh orang tuanya selalu memiliki sikap menyebalkan seperti itu. Yangrang menggerutu kesal karna ditinggalkan oleh Xiao Ziya padahal gadis itu hanya ingin lebih dekat dengan Ziya saja. Karna malam sudah sangat larut suasana di dalam hutan jati terasa begitu mencekam, Yangrang ingin menyalakan sihir apinya sebagai penerang. Gadis itu merapalkan berapa mantra yang telah ia kuasai namun anehnya tak ada api yang muncul dari telapak tangan gadis itu, apa yang sedang terjadi? mengapa sihir apinya tiba tiba menghilang begitu saja.

__ADS_1


Kerajaan Ming Tuo dikenal sebagai kerajaan dengan jumlah penyihir api terbanyak di Lapisan Dunia Manusia Abadi karna hampir seluruh penduduknya memiliki hubungan yang baik dengan Dewa Hiloz, selain itu para penduduk memiliki kemampuan alami yaitu sihir tanaman yang membuat mereka dapat menumbuhkan berbagai macam tanaman dengan tingkatan sesuai kemampuan masing masing. Karna itulah Kerajaan Ming Tuo menjadi penghasil pangan terbesar yang ada di seluruh Lapisan Dunia Manusia Abadi, apakah menghilangnya berkat dari Dewa Hiloz akan berpengaruh pada kehidupan penduduk Kerajaan Ming Tuo?.


"Mana mungkin ucapan Nona Xiao Ziya menjadi kenyataan? apa yang harus saya jelaskan pada Yang Mulia Raja Ming Gu nantinya." ucap Yangrang, gadis itu merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan selanjutnya. Mungkinkah aktingnya barusan membuat Xiao Ziya merasa kesal hingga gadis itu melakukan sesuatu sebagai balasan? Yangrang hanya berharap ia akan bertemu dengan Xiao Ziya lagi untuk menanyakan hal tersebut. Yangrang pun berjalan menuju ke arah lain untuk kembali ke wilayah Kerajaan Ming Tuo, sebenarnya Hutan Pasir Hitam berbatasan langsung dengan Kerajaan Ming Tuo namun banyak misteri yang tersimpan di dalam hutan itu hingga orang orang lebih memilih jalan alternatif yang lain.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya baru saja menginjakkan kakinya ke Hutan Pasir Hitam, gadis itu merasakan tekanan yang cukup kuat dari sebuah tempat yang ada di dalam hutan tersebut selain itu Xiao Ziya merasakan aura yang cukup familiar baginya. Lunzie Xu sang kalajengking iblis yang sempat menjadi Jenderal Neraka sebelum ia memutuskan untuk turun ke dunia bawah untuk menjaga tanah kosong tempat kekasihnya dikurung merasakan aura yang sangat ia kenal ketika nona mudanya menginjakkan kaki ke wilayah Hutan Pasir Hitam.


"Saya merasakan aura yang sangat familiar di sini Nona Besar." ucap Lunzie Xu dari dalam cincin semesta milik Xiao Ziya.


"Anda merasakannya juga, apakah Dewi Yin Yuer juga merasakan aura tersebut?." tanya Xiao Ziya pada Dewi Yin Yuer, gadis itu ingin memastikan apakah hanya ia dan sang kalajengking iblis saja yang merasakan aura tersebut.


"Saya tak dapat merasakan apapun Nona Besar, sepertinya tempat ini cukup berbahaya." ucap Dewi Yin Yuer dari dalam cincin semesta milik Xiao Ziya, wanita itu hanya merasakan aura kematian yang padat dan juga hawa dingin yang mencekam.


"Tak banyak tanaman yang tumbuh di wilayah ini, bahkan tanaman yang ada di sini sedikit mirip dengan tanaman yang ada di alam neraka." ucap Xiao Ziya, gadis itu mencoba untuk menebak apa yang sebenarnya terjadi pada wilayah itu hingga dijuluki dengan sebutan Hutan Pasir Hitam.


Xiao Ziya masuk lebih dalam lagi kedalam hutan tersebut, gadis itu semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam sana. Mungkinkah hutan tersebut menyimpan rahasia yang berhubungan dengan alam neraka? atau hanya perasaan Xiao Ziya saja. Saat gadis itu sedang kebingungan mencari apa yang ada di dalam hutan tersebut, tiba tiba pasir di sekitarnya berputar dan berusaha menghisap Xiao Ziya ke dalam. Kali ini Xiao Ziya tak melawan karna hatinya yakin ada tempat tersembunyi di bawah hamparan pasir hitam itu, akhirnya Xiao Ziya tersedot kedalam hingga membuat Lunzie Xu dan Dewi Yin Yuer merasa khawatir dengan Nona Besar mereka.


Semakin dalam Xiao Ziya masuk kedalam pasir tersebut semakin gadis itu merasa tenang, hingga saat ini Xiao Ziya masih bisa bernafas seperti biasa karna ia telah melapisi tubuhnya dengan gelembung sihir penuh dengan oksigen. Setelah beberapa saat berlalu tubuh Xiao Ziya jatuh kebawah, untunglah ia tak merasa sakit sama sekali.


"Sebuah kerajaan tersembunyi, sungguh rahasia yang sangat menarik." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh semangat, gadis itu tak sabar membongkar rahasia yang ada di balik semua ini.


Xiao Ziya berdiri kemudian melihat ke sekitarnya, gadis itu baru menyadari bahwa ia terjatuh di sebuah tempat yang sangat mirip dengan pasar namun orang orang yang ada di dana memiliki bentuk tubuh aneh. Setengah badan mereka manusia dan setengahnya lagi kalajengking berwarna hitam, Xiao Ziya memilih untuk berjalan menuju istana kerajaan yang tak jauh dari tempatnya berdiri. Di sepanjang jalan banyak manusia setengah kalajengking yang menatap tajam ke arah Xiao Ziya, mereka seperti ingin menghabisi gadis itu.


"Apa yang sedang kalian lihat." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata berwarna merah darah.


Para manusia setengah kalajengking itu langsung menundukkan kepala mereka karna merasa takut dengan sorot mata tajam Xiao Ziya, entah mengapa mereka seperti sedang ditatap langsung oleh Raja Artur sang pemimpi alam neraka. Setelah mereka semua tak mengganggu Xiao Ziya, gadis itu mempercepat langkahnya untuk sampai di istana.


"Maaf manusia dilarang masuk ke dalam, Raja Yonze Xu melarang kami membiarkan manusia masuk ke dalam Kerajaannya." ucap beberapa prajurit kalajengking yang menghentikan langkah Xiao Ziya.


"Buka gerbangnya sekarang." ucap Xiao Ziya dengan penampilan yang sudah berubah. Mata serta rambut gadis itu berubah warna menjadi merah darah, sebuah tanduk kecil muncul di kepala gadis itu, serta api yang menyala nyala menghiasi rambut panjang Xiao Ziya.


Karna tekanan yang sangat kuat akhirnya para prajurit kalajengking terpaksa membukakan gerbang dan membiarkan gadis manusia aneh itu untuk masuk ke dalam istana, biarkan Raja Yanze Xu yang memberi pelajaran padanya. Sedangkan di dalam istana tersebut terdapat seorang pemuda dengan wajah yang cukup tampan sedang duduk di atas singgasana berwarna hitam legam, tiba tiba pemuda itu merubah wujudnya menjadi kalajengking ketika mencium bau manusia yang semakin dekat dengannya.

__ADS_1


Hai semuanya malam ini author update dua chaper, jadi author kalau nulis itu diadakan ya guys ga ada yang namanya nabung chaper karna banyak kegiatan di real life juga. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2