RATU IBLIS

RATU IBLIS
Menyembuhkan Para Penduduk


__ADS_3

Setelah sampai di istana utama Kerajaan Bintang Timur, Xiao Ziya mengajak Putri Beiling Zu untuk masuk ke dalam aula. Di dalam aula sudah ada puluhan penduduk Kerajaan Bintang Timur yang mengalami luka bakar ringan hingga parah, Putri Beiling Zu menatap ke arah mereka dengan tatapan bingung.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi? mengapa aula utama Kerajaan Bintang Timur dijadikan pos kesehatan?." tanya Putri Beiling Zu pada Xiao Ziya.


"Anda bisa bertanya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu untuk masalah ini, maaf saya tak bisa menjelaskan karna banyak pasien yang harus saya rawat." ucap Xiao Ziya pada kakak tirinya itu dengan senyuman tipis.


Putri Beiling Zu menganggukkan kepala kemudian ia pergi menemui sang ayah sedangkan Xiao Ziya mengeluarkan beberapa tanaman herbal untuk membuat obat. Ada beberapa tanaman herbal langka yang gadis itu gunakan, beberapa diantaranya memiliki harga jual sepuluh ribu koin emas untuk satu lembar daun. Beberapa tabib istana Kerajaan Bintang Timur yang ditugaskan untuk membantu mengobati para penduduk menatap ke arah tanaman tanaman herbal milik Xiao Ziya dengan mata silau.


"Darimana kau mencuri semua herbal langka ini!." bentak seorang tabib dengan sorot mata tajam, ia percaya gadis seperti Xiao Ziya tak akan memiliki cukup uang untuk membeli semuanya.


Xiao Ziya hanya diam dan fokus membuat pil serta obat oles untuk para korban, dalam tahap pembuatan obat diperlukan konsentrasi agar menghasilkan obat kualitas terbaik. Karna merasa diabaikan oleh gadis itu akhirnya sang tabib mencoba untuk mendekat ke arah Xiao Ziya, dengan sigap para prajurit yang ada di sana menghalang tabib itu.


"Lepaskan saya, saya yakin gadis itu mencuri persediaan herbal istana." ucap sang tabib yang ini malah memfitnah Xiao Ziya.


"Nona Xiao Ziya bukanlah gadis arogan sepertimu, lebih baik kau laksanakan saja tugas dari Yang Mulia Raja Yongling Zu tanpa mencampuri urusan nona kami." ucap para prajurit itu yang membela Xiao Ziya, meskipun gadis itu belum lama tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur para prajurit sudah bisa menilai bagaimana sifat dan kebiasaannya.


Tabib itu menatap tajam ke arah para prajurit, mengapa mereka sangat membela gadis asing itu daripada dirinya yang sudah mengabdi untuk Kerajaan Bintang Timur selama puluhan tahun. Sang tabib memilih untuk pergi menjauh dari Xiao Ziya, ia harus merencanakan sesuatu yang lebih matang lagi untuk mendapat semua herbal herbal langka itu secara gratis.


Di sisi lain saat ini Mue Linzong dan Mue Sanron sedang beristirahat di kamar tamu, mereka mendengar bahwa ada bencana yang sedang menimpa beberapa wilayah di Dunia Manusia Abadi dan langsung keluar kamar untuk melihat apa yang sedang terjadi. Ada banyak pelayan yang keluar masuk aula utama Kerajaan Bintang Timur dengan membawa air serta makanan, Mue Linzong menghentikan salah satu diantara mereka.


"Mengapa banyak pelayan yang keluar masuk aula utama?." tanya Mue Linzong dengan rasa penasaran tinggi serta bencana apa yang sedang menimpa wilayah Kerajaan Bintang Timur hingga membuat heboh satu istana.


"Saat ini aula utama Kerajaan Bintang Timur digunakan sebagai pos kesehatan untuk para penduduk yang mengalami luka bakar akibat terkena air hujan merah darah, Nona Ziya memerintahkan kami untuk menyiapkan makanan serta minuman untuk para korban." ucap pelayan itu yang langsung pamit pada Mue Linzong dan Mue Sanron karna masih banyak tugas yang harus ia lakukan.


Mue Linzong dan Mue Sanron saling menatap satu sama lain, mengapa Xiao Ziya yang memberikan perintah pada para pelayan? bukankah itu tugas dari Yang Mulia Raja Yongling Zu. Mungkinkah gadis itu memiliki niatan untuk menarik simpati dari penduduk Kerajaan Bintang Timur dan membuat para penduduk berada di pihaknya ketiga pergantian pemimpin suatu hari nanti. Artinya Xiao Ziya sebagai anak tiri dari Raja Yongling Zu memiliki ambisi untuk naik tahta menjadi seorang ratu, membayangkan hal itu membuat Mue Linzong dan Mue Sanron merasa sangat kesal. Kedua orang tua itu bergegas pergi menuju aula utama untuk melihat bagaimana situasi di sana, mereka berdua juga berencana menggagalkan niat Xiao Ziya untuk menarik simpati para penduduk.


Pintu masuk aula utama terbuka kemudian masuklah Mue Linzong dan Mue Sanron, keduanya melihat ke sekitar aula untuk menemukan dimana Xiao Ziya berada. Setelah menemukan gadis itu mereka berdua langsung menghampiri dengan tatapan tajam dan raut wajah yang membuat siapapun muak.

__ADS_1


"Mengapa gadis tanpa keterampilan sepertimu mengobati para penduduk yang sedang terluka, kau hanya akan menambah rasa sakit mereka." ucap Mue Sanron dengan tatapan sinis.


"Daripada saya hanya melihat dan mengomentari apa yang sedang orang lain lakukan, lebih baik saya membantu sebisa saya." jawab Xiao Ziya dengan sangat tepat dan membuat Mue Sanron merasa tertampar.


"Kau berani menyindir ku secara terang terangan." ucap Mue Sanron dengan wajahnya yang berkerut akibat menahan kemarahan.


"Saya tak sedang menyinggung siapapun, jika Anda merasa tersinggung berarti Anda melakukan kesalahan." jawab Xiao Ziya dengan santai, gadis itu tak menengok sama sekali ke arah dua pengganggu tersebut ia hanya fokus mengolesi salep pada beberapa pasiennya.


"Kalian berdua lebih baik pergi, sedari tadi hanya nona muda ini yang melayani kami dengan sungguh sungguh." ucap beberapa penduduk Kerajaan Bintang Timur yang sudah mendapat perawatan dari Xiao Ziya. Ajaibnya luka bakar di tubuh mereka sembuh dengan sangat cepat, mereka tak lagi merasakan kesakitan yang menyiksa.


"Cih, kalian hanya di tipu saja oleh gadis ini. Mana mungkin gadis sepertinya memiliki kemampuan alkemis." ucap Mue Linzong, pria tua itu sangat membenci keberadaan Xiao Ziya di Kerajaan Bintang Timur.


Raja Yongling Zu dan Putri Beiling Zu datang menghampiri kedua orang tua pengganggu itu, sang Raja meminta pada Mue Linzong dan Mue Sanron agar tak mengganggu Xiao Ziya dalam mengobati semua pasien yang ada. Sang raja juga sudah menegur tabib yang ingin menjatuhkan nama Xiao Ziya dengan menuduh gadis itu telah mengambil persediaan tanaman herbal milik Istana Kerajaan Bintang Timur, kenyataanya tanaman herbal yang Xiao Ziya miliki tak pernah ada di gudang persediaan Kerajaan Bintang Timur.


"Adik Ziya sedang berusaha mengobati banyak pasien, jika kalian berdua tetap mengganggunya maka saya terpaksa mengusir kalian." ucap Putri Beiling Zu dengan tegas, sebagai kakak yang baik ia akan membela sang adik ketika dalam masalah seperti ini.


"Anak anda hanyalah seorang selir dan ibu saya adalah seorang ratu." jawab Putri Beiling Zu dengan tatapan tajam, orang tua dari seorang selir tak memiliki otoritas apapun dan tak berhak ikut campur dalam masalah internal wilayah Kerajaan Bintang Timur.


"Sepertinya Ratu Junyi Zu tak bisa mendidik anak anaknya dengan baik, Tuan Putri Beiling Zu harus bersikap sopan pada seseorang yang lebih tua dari Anda." ucap Mue Linzong, sepertinya keduanya ingin menjatuhkan nama Ratu Junyi Zu melewati Putri Beiling Zu.


"Seseorang akan dihormati ketika mereka bisa memperlakukan orang lain dengan baik, usia hanyalah angka sedangkan kedewasaan dapat dilihat dari sikap. Jika kalian merasa sudah cukup berumur seharusnya kalian berdua tak mengganggu generasi muda seperti kami. Saya yakin Tuan Putri Beiling Zu memiliki alasan tersendiri hingga memperlakukan Tuan Mue Linzong dan Nyonya Mue Sanron seperti itu, berkaca itu sangat penting." cela Xiao Ziya sembari meminumkan pil pada pasien berikutnya. Pasien dengan luka bakar ringan akan diolesi salep khusus buatan Xiao Ziya, sedangkan pasien dengan luka bakar berat akan mendapatkan pil tingkat tinggi untuk membantu penyembuhan mereka.


Para penduduk Kerajaan Bintang Timur yang berada di aula utama hanya mendengarkan perdebatan itu, mereka tak berani berkomentar ataupun mengatakan sesuatu karna akan berakibat fatal. Para penduduk juga sudah mengetahui bagaimana tabiat dari dua orang dari Klan Mue itu, mereka berdua selalu merasa tak puas dengan diangkatnya putri mereka menjadi seorang selir.


"Anak haram seperti mu tak pernah diajari sopan santun!!!." triak Mue Sanron dengan sangat kencang, kali ini ia akan memberitahu semua orang tentang identitas Xiao Ziya sebagai putri dari Ratu Junyi Zu dengan seorang pria dari dunia bawah.


Wajah Xiao Ziya menunjukkan perubahan ekspresi yang sangat drastis, gadis itu benar benar marah pada Mue Sanron dan Mue Linzong. Xiao Ziya meminta pada beberapa pasien untuk sedikit menjauh darinya agar tak terluka, para pasien hanya menuruti perkataan dari gadis itu. Xiao Ziya berdiri dan membalikkan badan menghadap ke arah Mue Linzong, Mue Sanron, Raja Yongling Zu, dan juga Putri Beiling Zu. Wajah gadis itu benar benar memerah karna manahan amarah yang meluap luap dari hatinya, mengapa orang orang itu sangat suka menyebutnya dengan julukan anak haram.

__ADS_1


Tangan Xiao Ziya menggenggam dengan sangat erat, muncul asap hitam yang kemudian membentuk sebuah pedang, itu adalah cara lain untuk memanggil pedang hitam milik Xiao Ziya. Raja Yongling Zu menelan ludahnya dengan kasar karna tau bahwa saat ini Xiao Ziya sedang dalam mode serius, jika sudah seperti ini tak akan ada yang bisa menghentikan gadis itu. Entah bagaimana cara Raja Yongling Zu menyelamatkan mertuanya dari amukan Xiao Ziya, di satu sisi ia tak ingin hubungan antara Kerajaan Bintang Timur dan Klan Mue menjadi hancur namun di sisi lain ia lebih takut jika Xiao Ziya menyatakan perang antara Kerajaan Bintang Timur dengan Kerajaan Bulan.


"Saya tak akan menahan diri lagi, lawan saya jika kalian berdua masih ingin hidup. Perisai pelindung diaktifkan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman miring, seketika muncul perisai pelindung berwarna emas yang membatasi antara anggota Keluarga Kerajaan Bintang Timur dengan para penduduk yang sedang diobati oleh para tabib.


Mue Linzong dan Mue Sanron melihat ke arah sihir pelindung yang sangat kokoh itu, untuk apa Xiao Ziya membuat pembatas sekuat ini? mungkinkah gadis itu benar benar serius ingin menghabisi mereka berdua?. Mue Linzong menggenggam pedangnya dengan erat, ia akan melindungi sang istri dengan segenap jiwa dan raga.


"Tak ada yang boleh menyentuh istri saya, jika Anda ingin melukainya maka lewati dulu mayat saya." ucap Mue Linzong dengan berani menantang Xiao Ziya.


"Baiklah saya menerima tantangan Anda." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju Mue Linzong, gadis itu tak memberikan Mue Linzong untuk melakukan serangan balik.


Mue Linzong berusaha menangkis setiap serangan dari Xiao Ziya, gerakan pedang gadis itu selalu berubah ubah dalam beberapa serangan. Xiao Ziya mempercepat langkahnya dan menajamkan setiap serangannya hingga Mue Linzong mulai kewalahan menahan gadis itu, perlahan lahan pria itu melangkah mundur dan mencari celah untuk menyerang balik.


"Seribu bayangan pedang." ucap Xiao Ziya, gadis itu mengeluarkan salah satu jurus yang ia pelajari saat berada di Dunia Manusia Abadi ini. Sebuah jurus berpedang tingkat tinggi yang tak mudah untuk dihafalkan oleh semua orang, Xiao Ziya mendapat jurus itu ketika menyusuri perpustakaan Kerajaan Bulan.


Energi qi yang ada di sekitar Xiao Ziya berkumpul menjadi satu kemudian membentuk energi pedang, setelah energi pedang terkumpul mereka memecah diri menjadi seribu bagian dengan kekuatan yang sama. Dalam sekejap mata munjul seribu pedang yamg berada di atas Xiao Ziya, pedang pedang itu diarahkan ke Mue Linzong dan membuatnya kelabakan.


"Tak akan ku biarkan kau menyakiti suamiku!!!" triak Mue Sanron dari arah belakang, tiba tiba saja wanita itu membuat sebuah perisai dari energi qi yang ia miliki. Mue Sanron berusaha menahan gempuran seribu aura pedang milik Xiao Ziya yang terus menghujaninya tanpa ampun. Karna energi qi milik Mue Sanron terus berkurang secara drastis, wanita tua itu memuntahkan darah dalam jumlah banyak kemudian pingsan.


"Istri Anda telah tumbang demi menyelamatkan nyawa Anda. Apakah Tuan Mue Linzong masih ingin melanjutkan pertarungan ini?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman miring yang terlihat sangat jahat.


"Hari ini saya mengakui kekalahan saya, namun di lain hari saya akan mengalahkan Anda." ucap Mue Linzong dengan tatapan tajam.


Xiao Ziya tersenyum tipis, gadis itu melesat ke arah Mue Linzong kemudian memotong tangan kiri dan tangan kanan pria itu. Semua orang yang melihat kejadian itu langsung memejamkan mata mereka, para penduduk tentu tak sanggup melihat adegan yang sangat mengerikan itu. Xiao Ziya memang gadis yang baik namun jika ada seseorang yang mengganggunya maka ia tak akan segan segan untuk memberi pelajaran pada mereka.


"Arghh gadis sialan, apa yang kau lakukan pada kedua telapak tanganku." triak Mue Linzong penuh dengan amarah, mata pria itu tiba tiba berubah menjadi hitam secara keseluruhan. Xiao Ziya menatap ke arah Mue Linzong dengan tatapan bingung, apa yang sudah dilakukan oleh pria tua itu hingga memiliki kutukan yang sangat mengerikan.


Hai semuanya maaf cuma bisa ngetik dikit karna hari ini author lagi banyak kegiatan. Alhamdulillah masih bisa up hehe, Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2