RATU IBLIS

RATU IBLIS
Berkunjung


__ADS_3

Disaat Ling An masih bingung dengan tujuan Xiao Ziya masuk ke paviliun seratus menara. Sedangkan Xiao Ziya sedang bersantai di atas sebuah pohon persik yang ada di halaman paviliunnya. Entah mengapa ada di atas sebuah pohon adalah kebiasaan yang tak bisa dihapuskan dari gadis itu.


"Hah pohon persik di paviliunku sangatlah luar biasa." ucap Xiao Ziya yang sangat kagum dengan pohon pohon persik yang ia miliki.


Saat gadis itu sedang bersantai tiba tiba ada sesuatu yang jatuh dari langit. Saat Xiao Ziya melihat dengan lebih jelas lagi ternyata itu adalah Ziloz entah apa yang anak dewa itu ingin lakukan sekarang.


"Aku dapat merasakan aura dari saudari Ziya namun dimanakah ia berada." ucap Ziloz yang menengok ke kanan dan kekiri untuk mencari keberadaan Xiao Ziya. Saat ia melihat lihat ke atas ia menemukan gadis yang sedang ia cari cari itu.


"Astaga apa yang kau lakukan di atas sana turunlah kau bisa jatuh." ucap Ziloz yang khawatir jika Xiao Ziya akan terluka, entah itu terjatuh ataupun tergores oleh ranting ranting pohon.


"Ada apa kau mencariku?." tanya Xiao Ziya dengan nada datar walau ia sudah menganggap Ziloz sebagai temannya namun tetap saja ia sangat kesal dengan para dewa yang sangat tak tau etika itu.


"Tentu saja karna aku ingin bermain dengan temanku." ucap Ziloz yang berniat untuk mengajak Xiao Ziya berjalan jalan.


Mendengar perkataan dari anak dewa itu Xiao Ziya langsung memasang wajah malasnya. Apa apaan pemuda yang ada di hadapannya ini mengapa ia tak bermain dengan putra putri para dewa yang ada di wilayah dewa sana. Mengapa ia harus jauh jauh datang ke dunia bawah hanya untuk berjalan jalan dan bermain dengannya.


"Apakah kau tak ingin berjalan jalan denganku?." ucap Ziloz yang menunjukkan raut wajah sedihnya yang membuat Xiao Ziya ingin memukul wajah yang selalu ia bangga banggakan itu.


"Baiklah kita akan berjalan jalan." ucap Xiao Ziya dengan malas kemudian loncat dari atas pohon persik.


Yin Yuer dan juga Lunzie Xu merasakan aura seorang dewa dengan samar samar mereka takut jika orang yang mengeluarkan aura dewa itu berniat untuk melukai nona Ziya. Dewi Yin Yuer dan juga Lunzie Xu keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya tanpa diminta.


Hal pertama yang ia lihat adalah seorang pemuda yang sedang berbincang bincang dengan nona mereka.


"Mengapa kalian sampai keluar?." tanya Xiao Ziya yang keheranan apa yang terjadi dengan pasangan kekasih itu.


"Maaf nona saya hanya merasa khawatir ketika merasakan aura tipis dewa yang ada di sekitar nona." ucap Dewi Yin Yuer yang merasa bersalah karna telah lancang didepan nonanya.


"Baiklah kakak dewi, oh iya aku ingin berjalan jalan kalian berdua juga bisa berjalan jalan di sekitar sini." ucap Xiao Ziya yang membuat Dewi Yin Yuer dan juga Lunzie Xu merasa sangat senang. Mereka berdua pergi dari paviliun Xiao Ziya yang ada di akademi dengan cara melesat keatas langit.


Setelah mereka berdua pergi Ziloz menatap Xiao Ziya dengan penasaran, siapa kedua orang tadi mengapa auranya sangar kuat, bahkan perempuan yang memanggil Xiao Ziya dengan sebutan nona itu memiliki aura seorang dewi yang sangat pekat.


"Siapa mereka tadi?." tanya Ziloz yang sangat ingin tahu dengan identitas kedua orang yang baru pergi tadi.


"Mereka pasangan bucin yang ku selamatkan." ucap Xiao Ziya yang asal ceplas ceplos karna ia malas meladeni rasa penasaran dari Ziloz.

__ADS_1


Setelah selesai berbincang merekapun berjalan keluar dari paviliun Xiao Ziya, aura yang tak biasa yang dikeluarkan oleh Ziloz membuatnya menjadi pusat perhatian.


"Siapa pemuda yang sedang berjalan bersama nona Ziya." ucap salah seorang murid yang mulai bergosip yang tidak tidak tentang Xiao Ziya dan Ziloz.


"Pemuda itu begitu tampan dan auranya sangat luar biasa." ucap murid lain yang jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat paras Ziloz.


Mungkin Xiao Ziyalah satu satunya wanita yang tak tertarik dengan paras Ziloz yang menurutnya biasa biasa saja itu. Xiao Ziya yang disetiap kegiatannya dikelilingi oleh pria tampan membuat gadis itu mulai terbiasa.


"Kau dengar ada yang bilang bahwa aku tampan, apa kau tak ingin mengakuinya?." ucap Ziloz yang kini mirip dengan raja Artur ketika ia sedang narsis.


"Haih biasa saja, sekali lagi kau seperti itu maka aku tak akan lagi menjadi temanmu." ucap Xiao Ziya yang mulai merasa kesal.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di pasar yang ada di dekat Akademi Kekaisaran Qiyu, sepertu biasa suasana pasar sangat ramai para pedangang mulai menjajakan dagangan mereka.


Xiao Ziya melihat kesebuah kedai baru yang pedagangnya tak asing, gadis itu masuk untuk memastikan apakah tebakannya benar ataukah salah.


"Ah bibi, bagaimana bibi bisa ada di sini?." tanya Xiao Ziya pada seorang wanita paruh baya yang pernah ia temui ketika berada di Wilayah Kekaisaran Binzo. Perempuan itu adalah penjual roti isi daging yang menjadi langganan Xiao Ziya.


"Saya pindah karna suami saya bekerja sebagai prajurit di kekaisaran ini." ucap perempuan itu dengan senang karna ia bertemu lagi dengan Xiao Ziya yang sangat ramah padanya itu.


Ziloz yang melihat kilauan binar mata Xiao Ziya saat memesan roti isi daging membuatnya tersenyum. Seorang gadis yang sangat kuat seperti Xiao Ziya bisa begitu senang dengan hal hal sepele seperti itu.


"Apa yang sedang kau lihat." ucap Xiao Ziya.


"Benarkah kau tak ingin menjadi calon istriku." ucap Ziloz yang sepertinya sudah kehilangan akalnya. Pertanyaan yang membuat Xiao Ziya sangat kesal.


"Tidak, saya tak ingin menikah dengan anda." ucap Xiao Ziya dengan serius dan penuh dengan penekanan.


Ziloz hanya bisa memendam nyeri di hatinya karna ia memang tak bisa memaksa gadis itu untuk menyukainya. Tak lama kemudian tiga puluh roti isi yang Xiao Ziya pesan sudah siap gadis itu segera membayar dan pamit untuk lanjut berjalan jalan.


"Untuk apa roti isi sebanyak itu?." tanya Ziloz yang keheranan.


"Umm entahlah." ucap Xiao Ziya yang masih berjalan dengan suasana hati yang riang.


Baru saja Ziloz merasa senang karna bisa berjalan jalan dengan Xiao Ziya tiba tiba ia mendapat pesan telepati dari sang ayah, ayahnya yaitu Dewa Hiloz memintanya untuk pulang seger.

__ADS_1


"Ah sepertinya aku harus kembali, sampai jumpa dilain waktu." ucap Ziloz yang langsung melesat keatas langit.


Xiao Ziya akhirnya bisa bernafas dengan lega, kehadiran Ziloz yang mendadak itu tentu saja menggangu waktu senggang yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Gadis itu berjalan menuju perbatasan bagian barat disana ada beberapa prajurit yang sedang patroli.


"Salam hormat kami pada nona Ziya, ada keperluan apa nona datang kedaerah perbatasan?." tanya salah seorang pemimpin prajurit yang langsung menghampiri Xiao Ziya.


"Saya hanya ingin memberikan ini hehehe, tolong dibagikan pada yang lain." ucap Xiao Ziya yang memberikan tigapuluh potong roti isi daging yang baru saja ia beli.


"Trimakasih atas kebaikan nona." ucap pemimpuin prajurit itu yang langsung membagikan roti isi daging itu pada yang lainnya.


Setelah selesai Xiao Ziya kembali ke akademi untuk beriatirahat ia juga harus mempersiapkan dirinya untuk melakukan ujian paviliun seratus menara esok hari.


Hari yang sudah dinanti nantikan oleh Xiao Ziya akhirnya tiba gadis itu sudah siap dengan balutan baju berwarna biru tua dan celana hitam.


"Sepertinya aku harus sarapan terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang pergi menuju kantin untuk menghilangkan rasa laparnya.


Setelah sampai di kantin Xiao Ziya memesan beberapa makanan dan juga buah buahan segar. Setelah selesai ia segera pergi menuju paviliun seratus menara, disana sudah banyak murid yang berkumpul bahkan ada beberapa petinggi akademi. Cepat sekali kabar Xiao Ziya akan mengikuti ujian paviliun seratus menara.


"Adik Ziya semangat apapun hasilnya adik sudah sangat hebat." triak Xiao Yuna yang menyemangati Xiao Ziya agar ia bisa tetap bersemangat apapun hasilnya nanti.


"Semangat adik ipar." triak Muyen yang juga ikut ikut kekasihnya untuk mendukung Xiao Ziya.


Xiao Ziya tersenyum cerah dan melangkah untuk menemui Ling An, kepala akademi itu menjelaskan Xiao Ziya hanya bisa masuk kedalam paviliun seratus menara paling lama satu bulan setelah itu pintu paviliun akan kembali terbukan dan gadis itu harus keluar dari sana. Xiao Ziya langsung menyetujui peraturan yang diberikan oleh Ling An setelah ia berdiskusi dengan para petinggi.


"Trimakasih atas kesempatan yang telah anda berikan." ucap Xiao Ziya yang dengan tulus bertrimakasih pada Ling An, gadis itu memberikan sebuah kotak kayu pada Ling An dan memintanya untuk membuka nanti setelah ia berada di ruang kerja.


Akhirnya Xiao Ziya masuk kedalam paviliun seratus menara, semua yang ada di sana berharap semoga Xiao Ziya baik baik saja karna ujian di paviliun seratus menara sangat lah sulit.


Saat memasuki lantai pertama yang ia lihat adalah sebuah ruangan kosong tanpa ada apapun di sana, namun Xiao Ziya merasakan sebuah ancaman dari berbagai sudutnya. Setelah mengamati dengan teliti di ruangan kosong itu terdapat banyak jebakan yang berbahaya. Xiao Ziya mulai berjalan dengan santai sembari menghindari berbagai jebakan tersembunyi. Ujian di lantai satu bukanlah masalah bagi gadis itu karna sangat mudah untuk melewatinya.


"Ini masih permulaan mungkin di tahap tahap selanjutnya akan sangat sulit." ucap Ling An yang melihat lantai pertama paviliun menyala tandanya Xiao Ziya berhasil melalui lantai pertama dengan sangat cepat.


"Dulu saat saya ada di dalam sana butuh seharian untuk memahami lantai satu." ucap Panatua Yin Feling yang merasa bahwa Xiao Ziya bukanlah gadis biasa dengan waktu kurang dari lima menit gadis itu sudah berhasil melewati lantai pertama.


Hai hai semua aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga baik baik saja. Jangan lupa follow aku ya yang belum follow, jangan lupa vote ya yang belum vote, jangan lupa juga kasih gift apa aja ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share, tips

__ADS_1


__ADS_2