
Pesta jamuan makan malam berjalan dengan penuh suka cita, semua orang masih menikmati pesta yang akan berakhir esok pagi itu. Ada beberapa prajurit yang menari nari kegirangan diiringi oleh musik yang diputar oleh salah satu penduduk. Walau terbagi menjadi sepuluh desa namun kebahagiaan yang terpacar terbagi dengan rata. Xiao Ziya sedang dusuk di salah satu kursi yang telah disiapkan gadis itu masih sesengukan akibat menangis terlalu lama tadi.
Kakak laki lakinya sedang menikmati pesta yang ada, Xiao Ziya menatap langit malam yang begitu indah dihiasi oleh bintang bintang dan rembulan. Xiao Ziya ingin seterusnya ia bisa merasa bahagia seperti ini. Mungkin itu adalah keinginan egois karna tak selamanya hidup manusia hanya akan merasakan bahagia karna terkadang duka akan datang dan memberi pelajaran yang bermakna.
"Master apa yang sedang anda fikirkan?." ucap salah seorang prajurit dari Kekaisaran Qiyu yang melihat Xiao Ziya sedang duduk sendirian.
"Ah saya hanya sedang melamun saja, mengapa paman ada di sini? bukankah teman teman prajurit paman yang lain sedang menikmati pesta?." tanya Xiao Ziya pada prajurit itu, Xiao Ziya ingat bahwa prajurit yang ada di hadapannya adalah salah satu prajurit yang ia sembuhkan.
"Saya menghampiri master karna ingin bertrimakasih karna master sudah berbaik hati pada prajurit rendahan seperti saya." ucap sang prajurit yang merasa sangat terharu dengan apa yang dilakukan oleh Xiao Ziya. Mungkin ia adalah salah satu orang yang beruntung karna bisa melayani seorang master yang sangat hebat dan baik hati.
"Itu sudah kewajibanku sebagai pemimpin kalian." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan senang. Prajurit itu pergi karna salah sasatu temannya memanggil.
Xiao Ziya mengambil makanan yang ada di sampingnya ia menikmati makanan itu. Tiba tiba air matanya menetas lagi, semuanya terjadi tanpa pernah ia sangka bahwa Sang Penguasa Alam Semesta begitu menyayanginya.
Semuanya berjalan dengan cepat pagipun telah tiba, pesta yang Xiao Ziya siapkan juga telah selesai semua prajurit yang ada di pesta semalam sudah kembali ke camp camp mereka masing masing untuk beristirahat. Ketika semua orang sedang terlelap dalam tidur mereka masing masing karna merasa lelah Xiao Ziya malah berada di salah satu pohon apel yang ada di rumah salah satu penduduk. Gadis itu tengah sibuk memetik apel dan memakannya langsung.
"Semua orang sedang beristirahat kenapa aku tak bisa memejamkan mata sesaat saja." ucap Xiao Ziya yang sedang menggigit sebuah apel dengan sangat kesal.
Karna sangat bosan Xiao Ziyapun berjalan jalan di sekitar Kekaisaran Lungzo, saat ini gadis itu sudah ada di wilayah para bangsawan. Terlihat suasananya sangat berbeda dengan suasana saat pertama kali ia memasuki wilayah para bangsawan.
"Master Ziya apa yang sedang anda lakukan di sini?." tanya Sunjie adik laki laki dari Muyen yang tak sengaja bertemu dengan Xiao Ziua saat ia baru saja keluar dari Kediaman Bangsawan Mung-e.
"Saya hanya sedang bosan saja sehingga memilih untun berjalan jalan kesekitar sini." ucap Xiao Ziya yang menjawabnya dengan jujur. sunjin tersenyum kemudian ikut berjalan jalan dengan Xiao Ziya.
Ia menatap Xiao Ziya dengan rasa penuh penasaran gadis itu bisa memiliki kekuasaan yang sangat luar biasa dan juga kekuatan yang sangat hebat, begitu beruntunynya kehidupan gadis yang ada di samping Sunjin itu.
"Master, bagaimana cara anda bisa menjadi sekuat ini?." tanya Sunjin yang ingin tau latihan apa saja yang telah dilakukan oleh Xiao Ziya sehingga bisa sehebat sekarang.
"Teruslah berlatih, makan makanan yang enak, dan juga turun langsung dalam pertarungan." ucap Xiao Ziya dengan singkat. Ketika mendengar gadis itu mengucapkan makan makanan yang enak Sunjin sedikit bingung apa hubungannya menjadi kuat dengan makan makanan yang enak.
Melihat pemuda yang ada di sampingnya yang sedang kebingungan membuat Xiao Ziya tersenyum tipis. Ada ada saja tingkah dari Sunjin.
"Apakah ada yang tak kau mengerti?." tanya Xiao Ziya yang merasa kasian karna bisa jadi pemuda itu akan merasa pusing karna terlalu memikirkan perkataan Xiao Ziya.
"Apa hubungannya makan makanan enak dengan menjadi kuat?." tanya Sunjin yang membuat tawa dari Xiao Ziya pecah.
"Tentu saja ada hubungannya karna dengan makan makanan yang enak saya akan merasa senang." ucap Xiao Ziya yang menjawab kebingungan dari Sunjin. Namun sepertinya pemuda itu masih saja belum mengerti.
"Sudahlah lupakan saja saya ingin berjalan jalan lagi." ucap Xiao Ziya yang melanjutkan berkeliling di wilayah para bangsawan.
Saat melintasi kediaman Bangsawan Yuo-Liu ada seorang pemuda dan gadis yang tiba tiba saja menghampiri Xiao Ziya dan Sunjin. Ternyata mereka berdua adalah Zoen dan Yinya putra dan putri dari Keluarga Bangsawan Yuo-Liu.
"Ternyata ini gadis yang menjadi adik dari pria pria tampan semalam." ucap Yinya yang sepertinya iri dengan Xiao Ziya yang memiliki banyak laki laki yang begitu menyayanginya.
"Ada keperluan apa kalian menemui saya?." tanya Xiao Ziya yang bertanya secara baik baik dan tak terpancing dengan ucapan Yinya yang sedikit membuat kesal.
__ADS_1
"Kami ingin meminta agar nona mau mengangkat keluarga kami menjadi keluarga kekaisaran." ucap Zoen yang mengutaran maksut dari tindakan mereka yang tiba tiba saja menghampiri Xiao Ziya.
"Saya sudah memutuskan siapa yang akan mengisi posisi itu dan keputusan saya tak bisa di ubah." ucap Xiao Ziya yang tak ingin meladeni mereka berdua.
Xiao Ziya dan Sunjin melanjutkan jalan jalan mereka yang tertunda. Sedangkan Zoen dan Yinya merasa sangat kesal karna diabaikan oleh Xiao Ziya. Jika saja ayah mereka menjadi kaisar dari Kekaisaran Lungzo maka mereka akan menjadi pangeran dan putri kekaisaran.
"Apa yang harus kita lakukan kak?." tanya Yinya yang masih ingin menjadi seorang putri kekaisaran.
"Kita akan merundingkan ini dengan ayah." ucap Zoen yang masuk kembali kedalam Kediaman Bangsawan Yuo-Liu.
Entahlah mengapa ada ada saja orang yang suka membuat masalah dengan Xiao Ziya, apakah gadis itu perlu menyebarkan seribu kertas selebaran yang berisi tentang apa saja yang akan terjadi pada mereka yang berani mengganggunya sehingga tak ada lagi orang bodoh yang mencari masalah dengannya.
"Master Ziya baik baik saja?." tanya Sunjin yang ingin memastikan bahwa gadis yang ada di depannya itu baik baik saja dan tak sedang kesal.
"Saya baik baik saja tak perlu khawatir. Ah iya nanti siang ajak semua anggota keluargamu untuk pergi ke istana Kekaisaran Lungzo karna kami semua akan kembali ke kekaisaran dan kerajaan masing masing." ucap Xiao Ziya yang memang ingin segera pulang.
Entah bagaimana nasib Xiao Muer yang masih terkurung di paviliun ayahnya sendiri dengan kondisi yang begitu mengenaskan apakah ia sudah mati atau masih sanggup bertahan hidup.
"Baiklah saya akan memberitaukan hal ini pada ayah." ucap Sunjin yang merasa sedih karna Master Ziya harua segera kembali ke Kekaisaran Qiyu.
"Kalau begitu saya pamit, trimakasih telah menemani saya berjalan jalan." ucap Xiao Ziya yang ingin kembali ke istana Kekaisaran Lungzo.
"Saya merasa senang karna bisa mengantar nona berjalan jalan." ucap Sunjin yang merasa senang karna bisa akrab dengan seorang master yang sangat hebat.
Xiao Ziya melesat pergi dengan kecepatan yang luar biasa hingga Sunjin tak bisa menebak seberapa cepag gadis itu melesat.
Setelah sampai di istana Kekaisaran Lungzo, Xiao Ziya masuk kesebuah kamar untuk beristirahat sejenak ia sedikit lelah karna kejadian kejadian akhir akhir ini yang cukup menguras emosi dari gadis itu.
"Kemana adik Ziya mengapa ia belum kelihatan?." ucap Xiao Yan yang sedang mencari cari dimana adiknya berada.
"Mungkin dia masih beristirahat sebaiknya kau tak mengganggunya." ucap Pangeran Kegelapan yang menyarankan agar Xiao Yan tak menggangu waktu istirahat Xiao Ziya.
"Baiklah baiklah aku tak akan mengganggunya." ucap Xiao Yan yang tak jadi pergi ke kamar sang adik dan memilih untuk melihat kesekeliling istana Kekaisaran Lungzo.
Hari sudah siang semua orang yang mendapat undangan dari Xiao Ziya sudah berkumpul di aula utama istana Kekaisaran Lungzo. Sedangkan Xiao Ziya masih terbangun dari tidur lelapnya melihat matahari yang sudah diatas kepala membuat Xiao Ziya terkejut dan langsung mempersiapkan diri.
Setelah selesai beriap siap dan penampilannya sudah rapi dengan seragam masternya gadis itu segera pergi menuju aula utama Kekaisaran Lungzo, disana sudah ada banyak orang yang berkumpul. Xiao Ziya masuk dan seperti biasanya kedatangan gadis itu menarik perhatian semua orang.
"Selamat siang semuanya maaf atas keterlambatan saya." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf karna ia terlambat datang. Semua orang merasa tak masalah dengan keterlambatan gadis itu karna ia hanya terlambat beberapa menit saja.
"Jadi saya mengumpulkan kalian para bangsawan dan kepala desa yang ada di Kekaisaran Lungzo untuk membahas beberapa hal penting." ucap Xiao Ziya yang mulai membuka pembahasan pertemuan kali ini.
"Saya mengumpulkan kalian di sini karna saya akan mengumumkan siapa yang akan menjadi kasiar, namun sebelum itu saya meminta sepuluh kepala desa yang sudah membantu saya menyiapkan pesta semalam untuk maju kedepan." ucap Xiao Ziya yang meminta untuk para kepala desa untuk maju kedepan.
Xiao Ziya memberikan sebuah peti kayu besar pada masing masing kepala desa, peti kayu itu berisi lima ribu koin emas sebagai hadiah atas partisipasi seluruh warga desa yang sangat antusias menyiapkan pesta.
__ADS_1
Sepuluh kelapa desa itu menerima hadiah dari Xiao Ziya penuh dengan suka cita, yang diberikan gadis itu lebih dari apa yang ia janjikan. Dengan koin koin emas itu mereka yakin bisa mengembangkan desa mereka.
"Trimakasih nona karna sudah menghargai jerih payah kami semua." ucap para kepala desa yang kemudian kembali ke tempat mereka masing masing.
Sekarang saat yang ditunggu tunggu dimana Xiao Ziya akan mengumumkan siapa yang akan mengisi posisi kaisar dan keluarganya diangkat menjadi keluarga kekaisaran. Para keluarga bangsawan sedang berusaha tenang siapapun pemimpinnya mereka akan terima kecuali kedua keluarga bangsawan yang sempat bertengkar.
"Baiklah dengan pertimbangan yang sangat teliti saya Xiao Ziya akan mengangkat Murong Xu menjadi kasiar selanjutnya." ucap Xiao Ziya yang membuat keluarga para bangsawan merasa terkejut.
Anggota Keluarga Bangsawan Mung-e juga merasa sangat terkejut karna mereka tak pernah menyangka jika Master Ziya akan memilih keluarga merekalah yang akan meneruskan kepemimpinan di Kekaisaran Lungzo.
"Kepada paman Murong Xu silahkan maju kedepan." ucap Xiao Ziya yang saat ini sudah memegang mahkota kaisar di tangannya.
Murong Xu maju kedepan, Xiao Ziya menyematkan mahkota itu di kepala Murong Xu dan sekarang ia resmi menjadi Kaisar dari Kekaisaran Lungzo.
"Walaupun anda kini telah menjadi kaisar dan memimpin wilayah ini namun kekuasaan tertinggi masih ada di tangan saja. Semua keuntungan yang anda dapatkan selama menjadi kaisar adalah milik anda yang saya inginkan adalah anda bisa menjadi kaisar yang bijaksana, tegas, dan peduli pada rakyat anda. Jika dalam masa pemerintahan anda ada penyelewengan yang anda lakukan maka saya bisa mencabut posisi anda. Murong Xu apakah anda bisa berjanji pada saya." ucap Xiao Ziya yang sedang melantik Murong Xu untuk menjadi seorang kaisar.
"Saya Murong Xu siap menjalankan tugas saya dengan baik, dan berjanji akan memimpin Kekaisaran Lungzo dengan baik. Jika saya melakukan penyelewengan dengan sengaja saya bersedia diturunkan dari tahta kekaisaran." ucap Murong Xu yang menerima gelar yang diberikan oleh Xiao Ziya dan ia juga berjanji akan memenuhi tugasnya sebagai seorang kaisar.
Semua orang yang hadir di sama bertepuk tangan dengan gemuruh. Kaisar baru telah ditentukan pililah Master Ziya juga sangat bagus karna walau Murong Xu seorang bangsawan namun ia sering berbincang bincang dengan rakyat biasa.
"Mengapa harus dia yang menjadi kaisar. Murong Xu hanyalah keluarga bangsawan kecil." ucap Yuorungzo yang tak bisa terima dengan keputusan Xiao Ziya.
"Harusnya pilihan anda itu antara kami berdua." ucap Lu Mog yang juga tak bisa menerima keputusan dari Xiao Ziya.
"Diamlah, keputusan saya mutlak dan tak bisa diubah selain saya yang ingin mengubahnya." ucap Xiao Ziya yang tak ingin menanggapi orang orang yang gila akan kekuasaan itu.
Setelah pengangkatan kaisar baru, Xiao Ziya dan yang lainnya berpamitan untuk kembali ke kekaisaran dan kerajaan mereka masing masing sebelum para prajurit dari kekaisaran Binzo, Kerajaan Daun Perak, dan Kerajaan Xingmen pergi Xiao Ziya memberikan seratus keping emas pada masing masing prajurit dan satu spirit stone merah pada para anggota kerajaan yang memimpin mereka.
Mendapatkan hadiah yang sangat besar membuat mereka semua merasa senang. Akhirnya ketiga pasukan kerajaan itu kembali ke kerajaan dan kekaisaran mereka masing masing. Kini tinggal pasukan Kekaisaran Qiyu dan juga Kerajaan Hitam yang masih ada di sana.
"Adik Ziya kami akan pergi, ku harap kau segera berkunjung." ucap Pangeran Anz yang tak ingin berpisah dari Xiao Ziya.
"Lain kali panggil kami ketika ada kejadian seperti ini, kami berdua juga kakak laki lakimu." ucap Pangeran Zeeling yang meminta Xiao Ziya untuk mengabarinya.
Sebelum mereka pergi Xiao Ziya memberikan dua spirit stone hitam pada kedua pangeran dan satu batu spirit binatang iblis pada masing masing prajurit.
Mendapatkan hadiah yang sangat berharga membuat prajurit dari Kerajaan Hitam merasa sangat bertrimakasih pada Xiao Ziya.
"Tunggu saja aku akan segera kesana gege." ucap Xiao Ziya yang ternyenyum sebelum kedua kakak laki lakinya itu pergi.
**Hai hai semua pembacaku pasti kalian kaget karna tiba tiba cover novel ku berubah, jadi aku dibikinin cover eksklusif sama Noveltoon dan dipasang langsung sama mereka, semoga kalian ga bingung ya pas nyari novelku wkwkwk.
Jangan lupa follow aku yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun ya guys, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate, share**.
__ADS_1
imut kan hayo tebak ini siapa? siapa yang punya mata api dan mata es ??? lalalala uhuy ini visual masa kecilnya yang imut.