RATU IBLIS

RATU IBLIS
Teman Teman Ziya


__ADS_3

Kedua puluh teman Xiao Ziya berusaha mencari barang berharga yang mereka miliki di dalam kamar masing masing sedangkan Anzu Zee menunggu di ruang tamu agar tak mengganggu privasi orang lain. Setelah beberapa saat mereka semua kembali ke ruang tamu dengan membawa beberapa berlian yang mereka simpan, Anzu Zee cukup terkejut melihat hal itu.


"Kalian semua memiki harta berharga?." ucap Anzu Zee dengan raut wajah terkejutnya yang sangat lucu, meski ia termasuk orang kaya namun ini pertama kalinya ia mengetahui fakta bahwa orang orang dari dimensi lain sangatlah kaya.


"Apakah batu batu ini bisa dijual?." tanya Xiao Yuna penuh dengan harapan, gadis itu membawa beberapa berlian berwarna hijau yang ia dapatkan dari temannya saat masih menjadi murid luar di Akademi Kekaisaran Qiyu.


"Benda itu memiliki harga yang tinggi, kalian semua bisa ikut dengan saya untuk menjualnya di sebuah toko." ucap Anzu Zee yang akan mengantar mereka ke toko berlian terbesar yang ada di Kota Cenzi.


"Baiklah kami semua akan ikut dengan paman." ucap Ruo Yogi dan Xiao Feng secara bersamaan, kedua pemuda itu tampak tak sabar untuk membeli beberapa barang yang mereka inginkan.


Di saat mereka semua pergi, ketiga mafia bersaudara masih berada di rumah untuk menunggu nona mereka bangun dan memberi laporan bahwa Anzu Zee sudah datang ke rumah dan membawa teman teman dari nona mereka untuk menjual berlian.


"Apa kalian berdua yakin pria itu tak akan macam macam pada teman nona?." tanya Zero yang merasa cemas jika Anzu Zee akan melakukan sesuatu pada teman Xiao Ziya jika tak ada yang mengawasinya.


Akhirnya ketiga mafia bersaudara itu membagi tugas, Hanz dan Zero akan pergi untuk mengawasi Anzu Zee demi keselamatan teman teman nona mereka sedangkan Kenzo akan tetap tinggal di rumah untum memberitahu informasi ini pada Xiao Ziya ketika gadis itu sudah bangun.


Di sisi lain Yanzuro Zee dan sang istri berada di rumah sakit mereka berdua masih bisa menahan racun milik Xiao Ziya untuk beberapa hari sedangkan ketiga anak mereka sudah meninggal beberapa waktu yang lalu.


"Gadis itu sungguh memuakkan, hanya karna ia bisa menggunakan kultivasi dan sihir ia ingin menghancurkan seluruh rencana ku." ucap Yanzuro Zee yang mengepalkan tangan karna merasa geram, seandainya ia terlahir istimewa seperti Xiao Ziya maka ia bisa melawan gadis itu.


Saat Yanzuro Zee tengah ribut dengan isi otaknya ada sebuah lubang cahaya berwarna biru tua yang muncul dihadapannya, dari lubang cahaya itu muncul seorang pria dengan rambut berwarna biru muda dan paras yang sangat tampan. Pria itu menatap ke arah Yanzuro Zee dan tersenyum tipis.


"Saya akan memberimu kekuatan untuk membalaskan dendam." ucap pria berambut biru muda itu.


Yanzuro Zee masih diam dan menatap ke depan, ia tak mengerti dari mana orang itu muncul. Apakah pria berambut aneh itu juga sama seperti Xiao Ziya yang memiliki kekuatan besar, namun mengapa ada orang asing yang ingin membantunya membalas dendam pada Xiao Ziya.


"Siapa anda?." tanya Yanzuro Zee yang perlu tau identitas orang tersebut, ia tak bisa mempercayai begitu saja kata kata dari orang yang tak dikenal.


"Saya adalah Raja Anling Zee dari Kerajaan Bulan yang ada di Dunia Manusia Badai." ucap pria berambut biru muda itu yang memperkenalkan diri pada Yanzuro Zee. Satu hal yang terasa begitu aneh mengapa mereka berdua memiliki marga yang sama?.


"Mengapa anda ingin membantu saya?." tanya Yanzuro Zee lagi.


"Karna gadis itu adalah musuh bagi beberapa kerajaan yang ada di dunia manusia abadi, alangkah baiknya ia mati sebelum menginjakkan kaki ke sana." ucap Raja Anling Zee dengan tatapan yang haus akan kekuasaan, dengan membunuh Xiao Ziya ia akan dengan mudah merebut wilayah kekuasaan Kerajaan Bintang Timur.


Yanzuro Zee sedang mempertimbangkan apa yang pria itu tawarkan padanya, Yanzuro Zee tau di dunia ini tak ada yang gratis ia pasti harus membayar sesuatu demi mencapai tujuan balas dendamnya itu. Akan tetapi pria itu sudah bertekad untuk membalas dendam apapun yang terjadi, kekalahannya di hari kemarin harus terbayar dengan lunas bagaimanapun caranya.


"Baiklah saya akan menerima tawaran anda." ucap Yanzuro Zee.


"Baiklah kau bisa duduk bersila." ucap Raja Anling Zee yang meminta Yanzuro Zee untuk duduk bersila di atas tempat tidurnya. Tanpa basa basi Yanzuro Zee menuruti semua perkataan pria itu, ia merasakan ada kekuatan aneh yang masuk ke dalam tubuhnya dan menimbulkan rasa sakit luar bisa.


Yanzuro Zee pingsan karna tak mempu menahan rasa sakit yang ia rasakan, memasukkan kekuatan asing dalam tubuh manusia biasa memiliki efek samping yang cukup besar. Raja Anling Zee hanya memandang dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan, sepertinya ia tak tau kalau manusia biasa memang selemah itu. Setelah proses mengalirkan kekuatan milik Raja Anling Zee ke dalam tubuh Yanzuro Zee berhasil sang raja langsung menghilang dari tempat itu, dengan kekuatan yang diberikan oleh Raja Anling Zee setidaknya Yanzuro akan bertahan hidup hingga satu bulan kedepan seberapa banyak kekuatan yang diberikan padanya tak akan mampu menghapus racun milik Xiao Ziya.


Saat ini Anzu Zee dan kedua puluh teman Xiao Ziya sudah sampai di sebuah toko perhiasan yang sangat besar, di sana menjual berbagai macam perhiasan yang sangat cantik serta beberapa batu permata yang dipajang dalam lemari kaca. Xiao Yuna dan beberapa gadis lain sangat tertarik dengan barang barang yang dijual.


"Permisi ada yang bisa saya bantu?." ucap salah seorang pekerja di toko itu.


"Saya mengantar saudara saudara saya, mereka ingin menjual sesuatu pada kalian." ucap Anzu Zee, selama bekerja dengan Xiao Ziya ia akan mewakili beberapa kepentingan dari teman taman gadis itu.


"Silahkan masuk ke ruangan sebelah kiri jika anda dan saudara saudara anda ingin menjual sesuatu." ucap pekerja itu dengan sangat ramah, Anzu Zee menggiring kedua puluh orang teman Xiao Ziya menuju sebuah tempat khusus saat ada pelanggan yang ingin menjual sesuatu.


Saat masuk ke ruangan itu terasa interior yang sangat mewah dengan puluhan berlian serta bebatuan berharga yang dipajang, Anzu Zee meminta pada kedua puluh orang itu untuk duduk dengan rapi dan tak membuat keributan.


"Ternyata di sini juga banyak bebatuan seperti yang kita miliki." ucap Sin Bia yang masih senang melihat lihat beberapa berlian yang dipajang, namun ada beberapa berlian yang tak memiliki manik indah.


"Sangat disayangkan jika beberapa di antara bebatuan itu tak dapat di olah." ucap Xiao Xinzo.


"Bukankah tempat ini sangat luar biasa? ada banyak barang berkilauan yang mereka jual." ucap Xiao Yuna yang masih tertarik dengan benda benda yang di jual di toko ini .

__ADS_1


Setelah mereka semua menunggu beberapa saat akhirnya ada empat orang pria yang masuk kedalam ruangan itu, mereka adalah tim khusus yang akan menilai harga jual dari barang milik pelanggan. Keempat pria itu cukup terkejut karna ada banyak pelanggan yang ingin menjual barang ke toko mereka, semoga barang yang dibawa oleh orang orang itu tak mengecewakan.


"Saya dengar kalian semua ingin menjual sesuatu?." ucap salah satu dari tim penilai harga barang itu.


"Mereka ingin menjual berlian pada toko kalian." ucap Anzu Zee yang kembali mewakili teman teman Xiao Ziya.


"Baiklah tunjukkan berlian yang ingin kalian jual pada kami agar kami berempat bisa menentukan harganya." ucap seorang pria dengan senyuman manis.


Akhirnya kedua puluh teman Xiao Ziya itu menunjukkan berlian berlian yang mereka miliki, semua berlian yang mereka pegang sangatlah indah dan memiliki nilai yang tinggi. Keempat anggota tim penilai harga sampai terkejut melihat begitu banyak berlian murni dengan nilai tinggi yang mereka miliki, jika sudah begini mereka berempat harus segera melapor pada bos besar agar sang bos tak kehilangan pelanggan yang berharga.


"Kami akan pergi untuk menemui bos kami, kalian bisa menunggu di sini sebentar." ucap keempat pria itu, mereka langsung pergi meninggalkan ruang khusus tersebut.


Xiao Bin, Xiao Feng, dan Xu Ho saling berpandangan secara tak sengaja mungkin ketiga pemuda itu belum mengerti apa yang sedang terjadi, atau mungkin mereka mengira berlian yang mereka miliki tak laku untuk dijual.


"Kalian tenang saja." ucap Anzu Zee yang bisa melihat raut khawatir dari wajah teman teman nonanya.


"Berlian kami bisa dijual?. lalu mengapa keempat paman itu pergi dengan cepat." ucap Xiao Yuna yang mulai ragu, ia ingin pergi dari tempat itu namun Anzu Zee memintanya untuk bersabar karna semua butuh proses yang cukup panjang.


Setelah menunggu beberapa menit muncul seorang pria menggunakan baju yang sangat rapi serta beberapa wanita di belakang pria tersebut membawa koper berisikan yang untuk membayar berlian berlian milik teman teman Xiao Ziya itu, setelah mendengar dari keempat anggota tim penilai harga tentu sang pria langsung meminta pada para asistennya untuk mengambil uang ke bank terdekat.


"Maaf karna membuat kalian menunggu cukup lama, saya harus mengambil uang terlebih dahulu." ucap pria itu dengan ramah dan sopan, akhirnya transaksi jual beli antara mereka mulai berlangsung dan sang pria sangat puas dengan berlian berlian yang ia dapatkan hari ini.


Anzu Zee mengawasi percakapan antara pria pemilik toko itu dengan beberapa teman nona mudanya ia tak akan membiarkan teman teman dari nonanya itu di tipu dengan harga rendah. Di tempat lain Xiao Ziya baru saja membuka matanya perlahan karna ada sinar matahari yang masuk melalui celah celah jendela, ia melihat kesekitar kamarnya dan mata gadis itu tertuju pada sebuah jam dining.


"Bagaimana aku bisa bangun selambat ini." ucap Xiao Ziya sambil menguap dan meregangkan tubuhnya, ia berjalan ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya agar terasa lebih segar.


Setelah selesai mandi dan menggunakan pakaian Xiao Ziya langsung turun kebawah untuk bertemu dengan taman tamannya yang lain, saat sampai di lantai satu tak ada siapapun di sana Xiao Ziya mulai mencari ke beberapa sudut rumah.


"Kemana mereka semua pergi?." ucap Xiao Ziya dengan kebingungan.


"Ternyata pria itu sudah bekerja, baiklah saya akan mempercayakan mereka pada kalian tiga mafia bersaudara. Meskipun Anzu Zee saat ini bekerja dengan saya namun kalian tetap harus mengawasinya." ucap Xiao Ziya yang memberi sebuah tugas pada ketiga mafia bersaudara itu.


"Keselamatan teman teman anda adalah keselamatan kami." ucap Kenzo.


"Saya akan pergi untuk mengurusi beberapa hal, kau bisa tinggal di sini ataupun pergi menyusul dua saudaramu yang lain. Dan terimakasih sudah menjaga teman serta saudara saya tanpa menunggu perintah dari saya." ucap Xiao Ziya yang merasa senang dengan cara kerja ketiga mafia bersaudara itu. Xiao Ziya langsung pergi meninggalkan rumah karna ia harus melihat bagaimana kondisi api di gedung pemerintahan saat ini, jika api itu belum juga padam maka akan terjadi keributan di sekitar sana.


Xiao Ziya melesat dengan sangat cepat untuk mempersingkat waktu akhirnya ia sampai di depan gedung pemerintahan yang masih terbakar api putih miliknya, kerumunan penduduk semakin banyak karna mereka penasaran mengapa api itu tak bisa dipadamkan.


"Kembali." ucap Xiao Ziya yang memanggil api putih miliknya itu untuk kembali masuk kedalam tubuhnya, sang api putih menuruti perintah dari pemiliknya ia langsung masuk kedalam tubuh Xiao Ziya.


Dengan seketika api yang membakar gedung pemerintahan padam hal itu membuat penduduk sekitar semakin bingung, namun mereka tak bisa melakukan apapun selain menerka nerka apa yang telah terjadi.


"Ini sebuah keajaiban." ucap salah seorang penduduk.


"Kita harus masuk kedalam untuk mengevakuasi para korban." ucap penduduk lain yang percaya bahwa di dalam sana masih banyak korban kebakaran yang tak selamat.


Saat beberapa pemuda dan pria masuk kedalam gedung pemerintahan untuk menyelamatkan korban mereka dikejutkan dengan bagian dalam gedung yang masih utuh tanpa ada bekas terbakar sama sekali. Yang ada di fikiran mereka saat ini adalah api biasa tak akan mampu melakukan hal seperti ini. Setelah satu jam berada di dalam sana mereka menemukan puluhan jasad yang hangus terbakar dan tak diketahui indentitasnya.


"Bagaimana cara kita mengenali mereka?." ucap salah seorang warga yang tengah kebingungan.


"Petugas keamanan kota tak kunjung datang saat keadaan genting seperti ini." ucap seorang wanita paruh baya yang merasa kesal, para petugas keamanan kota sangat lambat dalam mengatasi hal genting.


"Mereka pasti anggota pemerintahan yang masih berada di dalam gedung saat kebakaran terjadi." ucap Xiao Ziya dengan santai, entah mengapa gadis itu kini menjadi pusat perhatian banyak orang. Mereka tau hanya orang orang tertentu yang bisa masuk kedalam gedung pemerintahan namun mengapa gadis itu sangat yakin bahwa para jenazah itu adalah anggota pemerintahan yang masih berada di dalam gedung?.


"Bagaimana kau mengetahuinya nak?." tanya seorang pria tua, ia samar samar mengingat wajah gadis yang sedang tersenyum padanya itu.


"Dilihat dari pakaian mereka." ucap Xiao Ziya dengan singkat.

__ADS_1


Para jasad korban kebakaran itu memakai pakaian sejenis pakaian yang digunakan oleh pekerja kantoran jadi sudah jelas bahwa mereka semua anggota pemerintah, karna alasan itu juga Xiao Ziya tak dicurigai lagi oleh sang pria tua itu.


"Ya perkataan gadis itu benar, lebih baik kita serahkan masalah ini pada pihak berwajib." ucap beberapa orang yang memberikan saran karna akan sangat berbahaya jika penduduk sipil terlalu banyak ikut campur dalam masalah pemerintahan.


Tak lama setelah itu datang beberapa mobil petugas keamanan kota, mereka langsung meminta para penduduk untuk pergi dari tempat kejadian karna akan dilakukan pemeriksaan di sana. Saat semua orang pergi Xiao Ziya masih berdiri di tempatnya semula sambil memandang ke arah gedung, ada beberapa petugas keamanan kota yang menghampiri gadis itu dan memintanya untuk pulang ke rumah.


"Nak ini bukan tempat bermain jadi pulanglah." ucap seorang pria dengan wajah menyebalkan, melihat wajah pria itu membuat Xiao Ziya ingin memukul hidungnya hingga bengkong.


"Saya datang bukan untuk bermain." jawab Xiao Ziya dengan singka, padat, dan jelas.


"Pulanglah sebelum kami mengambil tindakan kasar padamu karna telah menghalangi tugas." ucap beberapa orang yang tak suka dengan keras kepalanya Xiao Ziya.


"Kalian datang terlambat dan masih berani mengancam orang lain, sungguh hal yang memalukan." sindir Xiao Ziya pada para petugas keamanan kota, mereka datang saat api sudah padan dan semua korban sudah dievakuasi di luar gedung lalu apa gunanya para petugas keamanan kota itu.


"Cepatlah pergi kami tak punya banyak kesabaran untuk mengurus gadis sepertimu!!." bentak seorang petugas keamanan yang tak bisa menahan emosinya, karna bentakan itu Xiao Ziya menjadi terkejut dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kau ingin mati juga?." tanya Xiao Ziya dengan nada di dingin, gadis itu mengeluarkan sebuah belati kembar dari dalam cincin semesta.


"Jangan bermain main dengan benda tajam seperti itu, kau akan membahayakan nyawa orang lain." ucap para petugas keamanan secara serempak.


"Saya memang ingin menghilangkan nyawa seseorang." ucap Xiao Ziya dengan senyum menyeramkan, para anggota keamanan kota merinding mendengar perkataan gadis itu meski beberapa di antara mereka hanya menganggap ucapan dari Xiao Ziya hanyalah lelucon anak kecil belaka.


Beberapa anggota petugas keamanan kota menghampiri Xiao Ziya dan mencoba untuk menyeret gadis itu keluar dari arena gedung pemerintahan, beberapa dari mereka menarik tangan Xiao Ziya cukup kencang namun gadis itu tak bergeser sedikitpun. Xiao Ziya hanya diam di tempat sambil menunggu hal apa yang ingin mereka lakukan padanya, sepuluh menit waktu terbuang dengan sia sia hasilnya tak ada yang bisa mengusir gadis itu.


"Mengapa kau sangat berat." ucap beberapa petugas keamanan kota dengan wajah kesal.


"Saya tidak berat, kalian saja yang terlalu lemah." jawab Xiao Ziya dengan perkataan pedas yang membuat siapapun merasa kesal dengan gadis itu.


"Apa yang ingin kau lakukan di sini? mengapa kau tak membiarkan kami menjalankan tugas?." tanya seseorang dengan pelan agar tak memancing amarah dari Xiao Ziya.


"Saya datang untuk mengurus beberapa berkas tentang pengalihan kepemimpinan." jawab Xiao Ziya, perkataanya sulit untuk dipercaya.


"Memangnya siapa yang akan duduk di kursi pemimpin?." tanya salah seorang petugas keamanan kota, ia merasa penasaran dengan pemimpin baru dari dunia semesta tingkat rendah.


"Saya." jawab Xiao Ziya lagi dengan nada dingin, ia tak suka karna mereka terlalu banyak bertanya.


Tanpa mengatakan apapun lagi Xiao Ziya masuk kedalam gedung pemerintahan, para petugas keamanan kota tak berani menghalanginya karna bagi mereka tempramen Xiao Ziya sangatlah buruk. Setelah Xiao Ziya masuk kedalam ada beberapa anggota pemerintahan yang selamat dari kebakaran itu datang untuk membantu Xiao Ziya mengurus berkas berkas mengenai pemindahan kepemimpinan.


"Mari kita kembali, gadis itu bukanlah orang yang bisa kita usik sembarangan." ucap beberapa petugas keamanan kota yang memilih untuk kembali ke tempat mereka bekerja.


Di sisi lain Yanzuro Zee baru saja sadar dari pingsannya, pria itu pingsan selama tiga jam. Hal pertama yang Yanzuro Zee rasakan adalah tubuhnya menjadi kuat, ia juga bisa mengendalikan benda benda sekitar menggunakan fokus otak.


"Ahahaha sungguh luar biasa, ku kira semuanya hanyalah mimpi akan tetapi pria itu benar benar datang." ucap Yanzuro Zee, ia sangat senang karna akan segera keluar dari rumah sakit dan membalas dendam pada Xiao Ziya.


Seorang dokter masuk kedalam ruang rawat inap Yanzuro Zee, sang dokter ingin memeriksa bagaimana kondisi pasiennya itu. Alangkah terkejutnya dokter itu saat melihat sang pasien sudah tak berada di dalam kamarnya, bukankah racun yang ada di tubuh sang pasien menyebabkan kelumpuhan? bagaimana ia bisa kabur dari rumah sakit.


"Panggil petugas keamanan segera, kita kehilangan seorang pasien." teriak sang dokter dengan sangat keras.


Akhirnya pencarian Yanzuro Zee dimulai para penjaga rumah sakit berkeliling di sekitar untuk memastikan apakah pria itu masih ada di sekitar rumah sakit ataukah tidak.


Ditempat lain tepatnya sebuah bangunan tua yang masih layak untuk dihuni, ada seorang pria yang sedang tersenyum dengan sangat lebar sembari melihat keluar jendela. Pria itu adalah Yanzuro Zee yang berhasil kabur dari rumah sakit, ia tak ingin kabar mengenai kesembuhannya sampai di telinga Xiao Ziya dan membuat gadis itu datang untuk mengincar nyawanya lagi.


"Balas dendam ku akan dimulai." ucap Yanzuro Zee dengan seringai seramnya.


Entah bagaimana kehidupan Xiao Ziya untuk beberapa hari ini karna ia akan mendapat banyak masalah yang di sebabkan oleh Yanzuro Zee, tak ada yang tau bagaimana cara pria itu membalas dendam atas kerugian yang ia dapatkan.


Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, jangan lupa jaga kesehatan kalian ya guys. Follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke teman teman kalian ya. Love you all.

__ADS_1


__ADS_2