
Hari terus berlalu, sekarang adalah hari dimana pesta untuk menyambut mahasiswa/i baru. Diacara itu mereka membawa orang tua/wali mereka juga, ini pertemuan Hermione dan Aroon kembali setelah sekian lama tidak ketemu. Andre dan yang lainnya ikut diacara itu sebagai tamu paling terhormat disana. Reno dan Fadil juga ada disana karena ikut dengan Dimas.
"Kok kalian ada disini?" tanya Dimas saat sudah memarkirkan mobil dan menghampiri Andre bersama yang lainnya. Reno, Fadil, Ariel dkk, dan orang tua/wali Ariel dkk masuk kedalam aula yang sudah dihias terlebih dahulu.
"Kau tidak tau ternyata" ucap Julio.
"Emang apa?" tanya Dimas.
"Kita ini tamu terhormat disini" ucap Drew.
"Liat kita aja pakai jas dan pasangan kita pakai dress" ucap Evan.
"Yang lain juga pakai beginian Evan" ucap Iliana menjitak kening Evan.
"Kau tau tidak siapa yang punya ni kampus?" tanya Andre.
"Katanya sih pemilik kampusnya beda lagi karena udah dibeli, jadi gak tau siapa yang sekarang punya kampus ini" jawab Dimas.
"Tuh yang punya" ucap Mona menunjuk Hermione menggunakan bibirnya. Dimas langsung melihat Hermione yang ada disampingnya, Hermione yang dari tadi sedang memainkan kukunya melihat kearah Dimas.
"Apa?" tanya Hermione.
"Kamu pemilik kampus ini?" tanya Dimas.
"Hmm iya hehe" jawab Hermione.
"Buat apa kamu beli kampus ini?" tanya Dimas.
"Supaya kau aman" jawab Dela.
"Hah maksudnya apa sih?" heran Dimas.
"Tanya aja kepada Dara, yang aku tau Dara membeli kampus ini supaya jika ada masalah denganmu dia bisa membantumu" jelas Dela.
"Dimas Dara acaranya akan segera dimulai" ucap salah satu mahasiswa tiba-tiba datang.
"Ok ok duluan aja masuknya" balas Dimas, mahasiswa itu masuk terlebih dahulu.
"Ayo masuk" ajak Hermione lalu masuk kedalam meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
"Kebiasaan" ucap Iliana. Mereka semua lalu masuk kedalam aula dan duduk dikursi yang sudah disiapkan, mereka memilih duduk dipaling belakang.
"Kamu beli kampusnya kapan?" tanya Dimas berbisik.
"Saat pertama aku masuk kekampus ini hehe" jawab Hermione.
"Astaga kamu ini" ucap Dimas mengacak-acak rambut Hermione.
"Jangan diginiin dong" Hermione merapikan rambutnya kembali.
"Hehehe" Dimas hanya terkekeh dengan ekspresi tanpa dosa.
Tak lama kemudian acaranya dimulai, sebagai pembukaan ada perkenalan dosen-dosen yang mengajar setelah itu membacakan aturan-aturan yang harus ditaati dikampus ini dan seterusnya. Tiba-tiba ada dari jurusan kedokteran menghampiri Dimas dan Hermione.
"Dara, Dimas ikut gue ada pemberitahuan penting untuk kita yang jurusan kedokteran" ucap mahasiswa itu.
"Ok" balas Dimas dan Hermione. Mereka berdua mengikuti mahasiswa itu sebelum pergi mereka pamit kepada yang lain terlebih dahulu.
Reno masih cuek kepada Hermione dan para iblis lainnya, dia malas berurusan dengan mereka walaupun sebenarnya didalam hatinya masih tertulis nama Dara tapi dia berusaha membuang perasaan itu jauh-jauh. Ariel yang melihat perubahan Reno terhadap Hermione heran tapi dia tak mau bertanya.
"Kalian dari jurusan kedokteran harus ada perwakilan untuk membawakan sebuah pertunjukkan diatas panggung bertujuan menghibur yang lain terserah mau menampilkan apa nyanyi, nari, atau semacamnya. Jika ingin nyanyi harus ada yang yang memainkan alat musiknya, kalian pernahkan belajar musik waktu dulu. Jurusan yang lain sudah ada perwakilan sisa jurusan kedokteran saja yang belum" ucap dosen.
"Paling cuman bisa main gitar sama piano" ucap mahasiswa 1
"Kan ada jurusan musik kok kita ikut nampilin juga?" ucap mahasiswi 2.
"Kenapa mendadak sih pak gak bilang dari beberapa hari yang lalu kan bisa latihan dulu" ucap mahasiswa 2.
"Dara sama Dimas bisa nyanyi, mereka berdua juga bisa main gitar" ucap mahasiswa 3.
"Kalian diskusikan ini terlebih jika sudah ada perwakilan panggil bapak, bapak masih ada yang harus diurus, pokoknya harus ada perwakilan" ucap dosen lalu pergi.
"Main gitar gue sih bisa" ucap mahasiswa 2
"Piano bisa gue" ucap mahasiswa 1.
"Bass gue bisa" ucap mahasiswa 3.
"Nyanyi siapa? Drum siapa?" tanya mahasiswi 2.
__ADS_1
"Dimas sama Dara bisa nyanyi suara mereka juga bagus, gimana kalian mau gak nyanyi?" tanya mahasiswa 1.
"Terserah kalian" jawab Hermione dan Dimas kompak.
"Kalau drum siapa?" tanya mahasiswi 3. Mereka semua salinh tatap lalu mengangkat kedua bahunya sambil menggeleng tanda tidak bisa.
"Gue pernah belajar main drum tapi gak bisa-bisa" ucap mahasiswa 1.
"Sama gue juga padahal pas liat orang kayak mudah pas gue coba susah" ucap mahasiswa 3.
"Terus drum siapa?" tanya mahasiswa 1.
"Gue aja" ucap Hermione yang lain langsung melihat kearah Hermione.
"Ohh iya gue pernah gak sengaja liat lo diruang musik lagi main drum pas istirahat, gila bagus banget" ucap mahasiswa 2.
"Yaudah berarti udah semua ya, tapi nanti gimana Dara main drum terus nyanyi, tempat drumkan biasanya dipaling belakang " ucap mahasiswi 3.
"Kita bilang kebapak aja suruh pindahin kedepan drumnya sejajar dengan Dimas" ucap mahasiswa 4.
"Eh gue main gitar juga ya kayak gimana gitu kalau cuman nyanyi aja" ucap Dimas.
"Siap" ucap mahasiswa 2.
"Lagu apa yang bakal kalian tampilkan?" tanya mahasiswi 1. Mereka lalu melihat kearah Dimas dan Hermione. Hermione melihat Dimas, Dimas menaikkan kedua bahunya.
"Noah, khayalan tingkat tinggi, hmm gimana?" usul Hermione.
"Wah kesukaan gue noah, boleh tuh" ucap mahasiswa 1.
"Setuju" ucap mereka.
"Yaudah kalian yang mewakilkan latihan dulu sana keruang musik gue sama yang lain mau bilang sama bapak dulu, yang gak mewakilkan kembali duduk gabung sama yang lain" ucap mahasiswi 1.
Yang mewakilkan pergi keruang musik untungnya ruang musik sepi tidak ada orang yang latihan jadi mereka bisa latihan dengan nyaman. Hermione memainkan drumnya masih santai, karena hanya latihan.
"Untung dulu jauh sebelum kenal Dimas pernah kuliah dan masuk kedalam semua jurusan yang ada termasuk jurusan musik walaupun jurusan musik udah beberapa tahun yang lalu atau mungkin udah belasan tahun lalu ntahlah aku lupa" batin Hermione.
Bersambung...
__ADS_1