
Lee Brian tersenyum tipis mendapatkan Omelan dari keponakan kesayangannya itu. Ia memang bersalah karena lupa memberi makan pada Piter karna terlalu sibuk dengan pekerjaan yang ada, untunglah Ziya sudah terbiasa merawat binatang pengikutnya dengan baik dan bisa memahami Piter.
"Saya ceroboh membiarkan Piter kelaparan dan hampir menyerang mu, lantas apa yang sedang kau lakukan disini keponakan ku?. Bukankah saya memintamu untuk beristirahat?." tanya Lee Brian sembari menatap Xiao Ziya dengan tatapan penuh kasih sayang.
"Saya hampir mati kelaparan karna terlalu banyak beristirahat tanpa makan sesuap nasi, karna itu saya memasak dan makan disini." jawab Xiao Ziya.
"Astaga mengapa kau tak meminta pelayan untuk datang ke kamar dan menyajikan makanan? saat ini kondisimu belum pulih." keluh Lee Brian yang tak mengerti lagi dengan jalan fikiran keponakannya.
"Tolong perhatikan kesehatan Anda Nona Xiao Ziya agar pamanmu tidak khawatir seperti ini. Masih banyak hal yang harus pamanmu lakukan, bukan hanya mengurus mu saja." tegur Su Mingji dengan nada lembut namun kata katanya mengandung artian yang berbeda
Xiao Ziya menatap ke arah wanita yang sedang bergelayut di tangan sang paman dengan tatapan jijik, apakah wanita itu tidak bisa bersikap biasa saja?. Lee Brian yang mulai merasa risih dengan kelakuan Su Mingji berusaha untuk menjauh dari wanita itu.
Su Mingji menunjukkan ekspresi wajah sedih seperti ia sedang dilukai oleh Lee Brian. Xiao Ziya hanya melihat interaksi keduanya sembari memakan beberapa makanan yang masih tersisa di atas piring. Setelah beberapa saat akhirnya Ziya selesai makan dan ia berniat untuk mengembalikan piring kotor itu ke dapur.
"Saya pergi sebentar untuk mengembalikan piring di dapur." ucap Xiao Ziya yang berdiri dari kursi taman kemudian berjalan menuju dapur sembari membawa satu nampan penuh berisikan piring kotor.
"Saya ingin mengambil air minum dan menemani keponakan Anda di dapur, tunggulah kami kembali Tuan Lee Brian." ucap Su Mingji, ia berlari menyusul Xiao Ziya yang mulai menjauh.
Ziya sudah masuk ke dalam dapur, ia meletakkan beberapa piring kotor dan mulai mencucinya agar tidak memberatkan para pelayan besok pagi. Saat Ziya sedang mencuci piring Su Mingji masuk ke dalam dapur, ia mengambil gelas kemudian mengambil air minum dan mulai meminumnya.
"Menjauhlah dari tunangan saya, kau bahkan tidak setara dengannya." tegur Su Mingji dengan tatapan sinis.
"Apakah Anda merasa tersaingi dengan kehadiran saya disini?. Memangnya siapa Anda hingga memberikan perintah seperti itu?." tanya Xiao Ziya sembari tersenyum miring.
"Cih kau itu parasit dalam hubungan kami berdua, Kaisar Langit yang telah mengatur pertunangan saya dengan Tuan Lee Brian. Jangan harap Anda dapat menghancurkan acara pertunangan nanti." bentak Su Mingji pada kalimat terakhir yang ia ucapkan.
"Humm bagaimana ya. Saya merasa tidak tega jika paman memiliki calon istri yang memiliki sifat iri dengki seperti Nyonya Su Mingji. Masih banyak wanita baik di luar sana yang cocok bersanding dengan paman saya." sindir Xiao Ziya.
Su Mingji berdecak kesal, ia rasa Xiao Ziya akan mempengaruhi acara pertunangannya nanti apalagi Lee Brian sangat menyayangi gadis itu. Su Mingji khawarij pendapat dari Ziya akan menjadi keputusan mutlak yang akan dituruti calon tunangannya.
"Saat pertemuan pertama kita, Anda membanggakan diri telah menjadi tunangan paman Lee Brian namun pada kenyataannya kalian belum terikat dalam hubungan itu." sindir Xiao Ziya lagi dengan senyuman lebar dan rasa puas di dalam hatinya.
Xiao Ziya telah selesai mencuci piring kotor dan dia beranjak pergi dari dapur, melihat hal itu Su Mingji tak tinggal diam. Wanita itu menarik kerah baju Ziya hingga gadis itu tertarik mundur kebelakang.
"Bisakah Anda tidak bersikap kasar ketika bertemu dengan orang baru?. Saya bukanlah gadis gatal yang ingin menghancurkan hubungan orang lain. Namun sebagai keponakan Paman Lee Brian tentu saya tidak setuju dengan pertunangan yang akan kalian langsungkan." ucap Xiao Ziya dengan aura berwarna biru yang keluar dari tubuhnya. Karna aura itulah Ziya terlepas dari cengkraman Su Mingji.
"Pertunangan ini akan tetap terjadi meskipun gadis sialan seperti mu tidak menyetujuinya." tegas Su Mingji sembari mendorong tubuh Xiao Ziya kebelakang.
Xiao Ziya tersenyum mungkin ini saatnya gadis itu menunjukkan bakat akting yang sangat luar biasa. Tubuh Ziya terdorong jauh kebelakang hingga terbentur sebuah pohon yang berjarak beberapa meter dari pintu dapur.
Bruak.....
Suara benturan yang sangat kencang. Lee Brian yang tadinya sedang duduk tenang di kursi taman sembari menatap langit malam langsung terkejut setelah mendengar suara itu. Khawatir sesuatu terjadi antar Xiao Ziya dan Su Mingji, pria itu berlari menuju sumber suara.
__ADS_1
Setelah sampai Lee Brian melihat Xiao Ziya yang terduduk lemas bersandar dibawah pohon dalam kondisi punggungnya terluka. Lee Brian berlari menghampiri keponakannya itu.
"Sa.... saya tidak melakukan apapun padanya Tuan Lee Brian. Keponakan Anda jatuh sendiri akibat terpeleset." ucap Su Mingji yang sedang membela dirinya meskipun Lee Brian belum menanyakan apapun.
"Diamlah!! saya tidak sedang bertanya ataupun berbicara dengan Anda." bentak Lee Brian yang sedang memastikan kondisi punggung keponakannya.
Tangan Lee Brian menggenggam erat saat mengetahui ada dua tulang rusuk Ziya yang retak akibat benturan keras itu. Tidak mungkin luka yang dialami oleh keponakannya akibat jatuh terpeleset.
"Siapa yang telah melakukan hal ini padamu? katakan pada paman." perintah Lee Brian sembari. mengusap rambut Ziya perlahan.
Xiao Ziya mengarahkan pandangannya pada Su Mingji sebagai pertanda bahwa wanita itulah yang sudah membuatnya seperti ini. Lee Brian mengikuti kemana arah yang Ziya Lihat, dan diapun menatap penuh kemarahan ke arah Su Mingji.
"Beraninya kau menyakiti keponakan ku!!" triak Lee Brian dengan penuh kemarahan hingga Su Mingji terpental kebelakang dan menabrak dinding dapur.
Lee Brian tak peduli bagaimana kondisi Su Mingji setelah terpental beberapa meter dan menabrak dinding dapur dengan cukup kencang yang terpenting adalah membawa Xiao Ziya kembali ke kamar dan mengobati punggung gadis itu.
Tubuh Xiao Ziya dibopong oleh pamannya, setelah itu sang paman membawa Xiao Ziya pergi dari tempat itu menuju kamar yang berada di bangunan tengah kastil.
Piter dan Zier melihat nona mereka sedang dibopong oleh Lee Brian, merekapun berlari untuk mengejar keduanya dan memastikan apa yang sedang terjadi pada Nona Muda Xiao Ziya.
Su Mingji masih terduduk di dapur dalam kondisi tubuh yang terasa lemas, ia mencoba berdiri beberapa kali namun tetap gagal karna kakinya terasa sakit. Su Mingji menatap tajam ke arah pintu keluar dapur, ia mengucapkan sumpah serapah akan menghancurkan Xiao Ziya nanti.
Malam semakin larut, saat ini Lee Brian sedang berada di dalam kamar utama dan mengobati punggung keponakannya yang mengalami luka goresan dan beberapa tulang rusuk retak. Lee Brian menyalurkan energi spiritual pada Xiao Ziya agar dapat menutup retakan pada tulang rusuk gadis itu.
" Maaf karna paman tidak dapat menjaga mu dari wanita jahat itu." gumam Lee Brian dengan rasa bersalah yang memenuhi hatinya.
"Dia tidak pantas kau sebut dengan Nona, umurnya sudah lebih dari seratus tahun. Dia lebih cocok dipanggil dengan sebutan nenek tua." ucap Lee Brian sembari berdecak kesal.
Xiao Ziya tertawa pelan mendengar ucapan dari pamannya yang sedang mengata-ngatai calon tunangannya sendiri. Xiao Ziya tau bahwa sang paman tidak setuju dengan pertunangan itu namun semuanya telah diatur oleh Kaisar Langit.
"Jangan bertunangan dengannya paman, saya tidak ingin memiliki seorang bibi yang jahat seperti itu." ucap Xiao Ziya setelah itu ia ambruk ke kasur dan langsung tertidur pulas.
Lee Brian menatap ke arah keponakannya yang sudah tertidur, ia menyelimuti tubuh Ziya dengan sebuah selimut yang sangat tebal setelah itu ia berjalan keluar dari dalam kamar.
Di luar kamar sudah ada Piter dan Zier yang sedang menunggu dengan perasaan cemas, mereka ingin tau apa yang terjadi pada Nona Xiao Ziya hingga harus dibopong seperti tadi.
"Apa yang terjadi pada Nona Muda? apakah wanita jahat itu melukainya?." tanya Piter sembari menatap tajam ke arah Tuannya.
"Yah begitulah, saya sangat keberatan menyetujui permintaan Kaisar Langit untuk bertunangan dengannya. Ziya juga tidak suka jika harus memiliki seorang bibi yang jahat." ucap Lee Brian yang merasa frustasi.
"Nona Muda saya adalah gadis yang baik, tolong jangan membuatnya tersiksa seperti ini Tuan. Jika Anda tidak bisa menjaganya dari wanita jahat itu, kembalikan saja Nona Ziya ke Dunia Bawah." mohon Zier dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin nona muda baik baik saja tanpa perlu menderita seperti ini, orang orang yang ada di dunia tempat nonanya berada memiliki kekuatan yang tinggi dan sulit untuk dihadapi.
"Saya akan menjaganya hingga sembuh, setelah itu saya akan mengembalikannya ke Dunia Bawah. Maaf atas kejadian hari ini, saya benar-benar teledor." ucap Lee Brian yang meminta maaf pada Zier.
__ADS_1
Setelah percakapan yang cukup panjang Lee Brian meminta izin untuk kembali mengerjakan beberapa tugasnya yang tertunda akibat kedatangannya Su Mingji ke kastilnya secara tiba-tiba. Piter dan Zier memutuskan untuk tidur di luar pintu kamar nona muda mereka untuk berjaga-jaga agar tidak ada orang jahat yang masuk kedalam.
Waktu terus berjalan dan hari semakin larut, semua orang mulai terlelap dalam tidur mereka sembari menunggu pagi datang. Saat ini semua keluarga Xiao Ziya yang sedang menunggu di Istana Kerajaan Binglin sedang merasa khawatir dengan kondisi gadis itu, dan kapan Xiao Ziya akan kembali pada mereka.
"Kapan adik mu akan kembali?" tanya Xiao Cunyu pada putra pertamanya.
"Saya tidak tau kapan adik akan kembali, dan dimana paman Lee Brian tinggal. Selama adik baik baik saja di sana, kita tidak perlu terlalu khawatir seperti ini." jawab Xiao Yan sembari mrnghela nafas pasrah.
"Sepertinya Lee Brian dapat menjaga adikmu dengan baik, ayah akan mencoba untuk lebih tenang." ucap Xiao Cunyu.
Suasana di dalam kastil pemimpin malaikat kematian sangatlah sunyi, dinginnya malam membuat aura disana sedikit lebih mencekam. Meskipun begitu Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya tanpa merasa terganggu sedikitpun.
Waktu terus berjalan dan akhirnya pagipun datang. Sama seperti hari sebelumnya tak ada cahaya matahari yang menyinari dunia tempat tinggal para malaikat kematian karna itulah Xiao Ziya masih tidur dan enggan untuk bangun.
Sedangkan di sisi lain saat ini seluruh penghuni kastil dan beberapa malaikat kematian dibuat kewalahan karena harus menyelesaikan persiapan mereka untuk menyambut anggota tangan kanan Sang Pencipta dan Kaisar Langit.
Tok tok tok.....
Suara pintu kamar utama yang diketuk oleh seorang pelayan. Pelayan tersebut ditugaskan Lee Brian untuk membangunkan Ziya dan membantu gadis itu bersiap sebelum acaranya dimulai.
Sudah lima kali si pelayan mengetuk kamar yang ditempati oleh Ziya namun belum ada jawaban apapun dari dalam. Si pelayan berinisiatif untuk mendobrak pintu kamar itu namun aksinya dihentikan oleh Piter dan Zier yang meraung dengan kencang.
"Jangan lancang mengganggu Nona Muda yang masih tertidur, kembalilah ke tempat mu." ucap Piter dengan tatapan marah.
"Saya mendapatkan perintah dari Tuan Lee Brian untuk membangunkan Nona Muda dan membantunya bersiap siap sebelum para tamu datang. Tuan Lee Brian ingin Nona Ziya bergabung dalam acara hari ini." jelas si pelayan agar ia tak terus menerus ditatap tajam oleh macan hitam dan harimau bersurai emas yang ada di depannya itu.
"Ketuk pintu secara perlahan dan panggil nama Nona Muda, kau perlu mengutarakan alasan mu karna telah mengganggu waktu tidurnya." ucap Zier yang memberitahukan pada si pelayan bagaimana cara yang benar untuk membangunkan nona mudanya.
Tok... tok...tok.
"Permisi Nona Xiao Ziya, saya mendapatkan perintah dari Tuan Lee Brian untuk membangunkan Anda dan membantu Anda untuk bersiap sebelum para tamu datang." ucap si pelayan dengan nada halus.
Xiao Ziya yang tadinya sedang tertidur pulas kini perlahan-lahan mulai membuka mata. Ia bangun dari tempat tidur kemudian berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Saat pintu terbuka Ziya yang masih mengantuk bertatapan dengan si pelayan yang sedang tersenyum lembut.
"Mari saya bantu Anda untuk bersiap siap, sebentar lagi Kaisar Langit dan beberapa anggota sayap kanan akan datang." ucap si pelayan.
"Anggota sayap kanan? saya belum pernah mendengar hal itu sebelumnya." tanya Xiao Ziya dengan rasa penasaran.
"Meraka adalah manusia terpilih yang menjadi tangan kanan Sang Pencipta Alam Semesta dan bertugas untuk menebar kebaikan di beberapa lapisan dunia. Mungkin istilah sayap kanan sangat asing bagi Nona Muda. Mari saya bantu Anda bersiap sekarang." ucap si pelayan yang hendak masuk ke dalam kamar namun langsung dihalangi oleh Xiao Ziya.
"Saya bisa bersiap sendiri, katakan pada paman bahwa saya akan segera datang." balas Xiao Ziya.
"Baiklah saya permisi terlebih dahulu, kali ini Anda bisa menggunakan gaun panjang untuk menghadiri pertemuan." ucap si pelayan sembari membungkukkan badannya, setelah itu iapun bergegas pergi meninggalkan Ziya.
__ADS_1
"Hah.... mengapa saya harus ikut serta dalam acara ini?. Sudahlah lebih baik saya bersiap sekarang." gumam Xiao Ziya sembari masuk kembali ke dalam kamar. Gadis itu juga tidak lupa untuk menutup pintu.
Hai hai semua author balik lagi, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.