
Saat ini Raja Artur dan para Jenderal Neraka masih mencari di mana Xiao Ziya berada, sangat sulit menemukan gadis itu di lapisan dunia yang tak mereka kenali seperti ini. Tanpa sadar Raja Artur berada di wilayah Kekuasaan Klan Yuang Yie, yang artinya ia sudah sangat dekat dengan Xiao Ziya.
"Lihatlah aku akan membunuh gadis itu dengan tanganku sendiri." ucap seorang gadis muda sembari melewati Raja Artur.
Raja Artur menengok ke belakang dan melihat gadis itu berjalan menjauh, entah mengapa ia merasa bahwa gadis itu memiliki hubungan dengan Xiao Ziya. Tanpa basa basi Raja Artur langsung mengejar sang gadis.
"Tinggu sebentar nak." teriak Raja Artur dengan suara lumayan keras, saat menoleh ternyata gadis itu Yie Munha sepertinya ia memiliki dendam dengan Xiao Ziya.
"Mengapa paman menghentikan ku, saat ini aku sedang kesal." ucap Yie Munha dengan ekspresi kesalnya, ia tak kenal dengan pria sok tampan yang ada di hadapannya itu.
"Tadi saya mendengar kau ingin menghabisi nyawa seseorang?." ucap Raja Artur secara terang terangan.
"Ada seorang gadis yang baru tiba di Klan Yuang Yie namun ia sudah mendapat perhatian dari banyak orang." ucap Yie Munha dengan dahi berkerut, ia masih mengingat saat kedua kakak laki lakinya lebih memilih membela gadis itu daripada adik kandung mereka sendiri.
"Ah ternyata begitu, jika saya boleh tau siapa nama gadis itu?." ucap Raja Artur, kemungkinan besar gadis yang sedang dibicarakan adalah Xiao Ziya. Dimana pun anak nakal itu berada ia pasti menimbulkan masalah dengan memancing kekesalan orang lain.
Yie Munha enggan menjawab pertanyaan pria asing yang ada di hadapannya, lagipula ia tak memiliki kewajiban untuk memberitahu nama orang yang akan ia bunuh. Yie Munha berjalan menjauh dari Raja Artur ia akan kembali ke Klan dan merencanakan semua esok pagi, di sisi lain Raja Artur tertarik dengan rencana gadis yang baru ia temui itu.
"Saya harus mengikutinya." ucap Raja Artur, pria itu secara sembunyi sembunyi mengikuti Yie Munha.
Saat ini Xiao Ziya sedang tertidur dengan pulas, gadis itu tidur sembari menyerap energi qi yang ada di sekitarnya. Xiao Ziya belum bisa bertemu dengan sang ibu karna ada masalah lain yang harus ia lakukan, gadis itu berencana menyerang Kerajaan Bulan dan menurunkan Raja Anling Zee dari tahtanya. Putri Jifana lebih layak menjadi seorang penerus tahta kerajaan daripada kakak laki laki gadis itu yang sama mengenalkannya seperti Raja Anling Zee, untuk berada di sekitar wilayah Kerajaan Bulan tentu Xiao Ziya membutuhkan rencana magang.
Hari berlalu dengan sangat cepat malam telah menjadi pagi, matahari mulai menampakkan sinarnya dengan samar samar. Xiao Ziya membuka matanya perlahan dan melihat ke arah jendela, gadis itu bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi dengan langkah sempoyongan. Setelah selesai mandi Xiao Ziya keluar dari kamar untuk berjalan jalan di sekitar Klan Yuang Yie. Baru saja ia menginjakkan kaki keluar dari kastil, gadis itu merasakan aura yang sangat familiar baginya.
"Mengapa kakak tua itu ada di sini?." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan.
Tak seharusnya Raja Artur berada di dunia manusia abadi bersama dengan dirinya karna Raja Artur harus mengurus alam neraka. Xiao Ziya mencoba mengabaikan keberadaan kakek tua menyebalkan itu, mungkin ia memiliki tugas tersendiri sehingga datang ke dunia manusia abadi.
Xiao Ziya tengah berjalan jalan di pasar terdekat ia melihat beberapa penjual makanan yang sangat menarik perhatiannya, gadis itu berencana membeli beberapa tusuk daging sapi pedas manis untuk sarapan hari ini. Belum sempat Xiao Ziya pergi ke kedai yang menjual daging sapi tusuk gadis itu dipanggil oleh seseorang.
"Adik Ziya." ucap Yie Munha dengan senyum manis yang ia buat buat. Xiao Ziya menatap gadis itu dengan keheranan bukankah kemarin Yie Munha sangat membencinya? lalu apa apaan tatapan gadis itu.
"Ada apa jiejie?." tanya Xiao Ziya dengan santai.
"Bisakah adik Ziya menemani saya sarapan di sebuah restoran yang tak jauh dari sini?." tanya Yie Munha dengan wajah memohon agar Xiao Ziya tak menolak permintaanya.
Xiao Ziya menyetujui permintaan Yie Munha meski Ziya curiga gadis itu telah merencanakan sesuatu yang tak baik, kali ini Xiao Ziya akan menemani gadis itu bermain. Raja Artur secara diam diam tetap mengikuti Xiao Ziya dan gadis yang ia temui malam tadi, akan ada pertunjukan seru yang akan ia saksikan.
Tak lama setelahnya Yie Munha dan Xiao Ziya sampai di sebuah hotel bintang lima, Yie Munha pergi ke lantai tiga karna ia sudah menyewa ruang VIP.
"Saya minta maaf atas sikap buruk saya kemarin." ucap Yie Munha saat mereka sudah berada di dalam ruang VIP.
"Itu bukan masalah besar saya sudah memaafkan jiejie." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis andalannya, Yie Munha tersenyum jahat secara diam diam agar tak diketahui oleh Xiao Ziya.
Setelah menunggu beberapa saat datang beberapa pelayan yang menyajikan makanan dalam jumlah banyak, Xiao Ziya melihat ke arah makanan makanan itu dengan binar mata bersemangat. Akhirnya ia bisa makan dengan gratis, meski makanan itu sudah di beri racun ia tak akan mati karna keracunan.
"Silahkan adik Ziya makan." ucap Yie Munha dengan wajah baik yang terlihat busuk itu. Xiao Ziya hanya tersenyum dan menahan rasa kesalnya, mengapa gadis di depannya sangat suka memancing emosi.
__ADS_1
Tanpa ragu ragu Xiao Ziya mengambil beberapa makanan yang ada di hadapannya, ia memakan semuanya tanpa ragu ragu. Yie Munha hanya melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang makan dengan lahap setelah semua makanan itu habis bisa di pastikan Xiao Ziya akan mati secara perlahan itulah rencana dari Yie Munha. Beberapa saat setelahnya semua makanan yang disajikan sudah habis dimakan oleh Xiao Ziya, Yie Munha cukup terkejut karna Xiao Ziya memiliki porsi makan yang sangat besar.
"Adik Ziya mari kita beristirahat sejenak di sini, kau telah memakan habis semuanya pasti sangat sulit untuk berjalan." ucap Yie Munha yang berusaha mengulur waktu agar Xiao Ziya tak pergi ke Klan Yuang Yie, ia takut rencananya ini akan diketahui oleh sang kakek bagaimanapun gadis yang ada di hadapannya adalah cucu kakeknya juga.
"Saya sudah terbiasa makan dalam porsi besar, saya akan segera kembali karna ada beberapa hal yang akan di diskusikan dengan kakek." ucap Xiao Ziya, gadis itu mencari sebuah alasan agar bisa segera kembali ke Klan. Ia tau bahwa saat ini Yie Munha sedang menahannya karna gadis itu ingin melihatnya mati perlahan akibat memakan semua makanan yang telah diberi racun bubuk.
"Ahahaha tak baik berjalan jalan ketika baru selesai makan, lebih baik adik Ziya duduk sebentar." ucap Yie Munha, ia tak akan membiarkan semua rencananya hancur berantakan.
Xiao Ziya tersenyum tipis kemudian ia kembali ke tempat duduknya semula, suasana menjadi hening tak ada pembicaraan antara kedua gadis itu. Yie Munha tengah sibuk menanti kematian adik sepupunya sedangkan Xiao Ziya tak sabar menampar kakak sepupunya yang sudah sangat kelewatan itu. Hampir setengah jam mereka berdiam diri dalam ruang VIP, Yie Munha merasa bingung karna tak ada reaksi apapun dari Xiao Ziya mungkinkah racunnya tak bekerja.
"Mengapa jiejie terlihat panik?." tanya Xiao Ziya dengan wajah polosnya, ia tersenyum miring kemudian berpindah tempat duduk di samping Yie Munha.
Yie Munha merasa tak nyaman dengan situasi saat ini seperti ada sesuatu yang salah, rencana yang ia susun dengan matang tak mungkin gagal begitu saja. Xiao Ziya masih melihat ke arah Yie Munha dengan tatapan polosnya kemudian gadis itu mencengkram pipi Yie Munha dengan kuat hingga Yie Munha kesakitan.
"Apa yang kau lakukan!." teriak Yie Munha dengan marah, mengapa adik sepupunya bertingkah aneh seperti itu.
"Hah, saya tau semua yang kau rencanakan jiejie." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi yang sangat menyeramkan. Tubuh Yie Munha seketika lemas mendengar perkataan adik sepupunya itu, dari kapan Xiao Ziya mengetahui rencananya.
"Lepaskan aku, kakek akan sangat marah jika wajahku rusak nanti." ucap Yie Munha yang sedang mengancam Xiao Ziya.
"Hahaha, kakek akan lebih marah jika mengetahui cucu kesayangannya ini terkena racun karna di jebak oleh cucunya yang lain." ucap Xiao Ziya dengan tawa iblis yang sangat menyeramkan, Ziya melepaskan cengkraman tangannya pada wajah Yie Munha.
"Kau tak punya bukti jika akulah yang melakukan semua itu." ucap Yie Munha dengan senyum penuh kemenangan, semua butuh bukti dan Xiao Ziya tak memiliki bukti apapun jadi kakeknya tak akan percaya lagipula gadis itu tak menunjukkan tanda tanda bahwa ia keracunan.
"Coba lihat saja nanti." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat keluar dari restoran itu, ia bergegas menuju Klan Yuang Yie untuk memberi pelajaran pada Yie Munha.
Xiao Ziya sampai di Klan Yuang Yie wajah gadis itu menjadi sangat pucat, Xiao Ziya sedang meracuni dirinya sendiri menggunakan racun yang cukup mematikan. Beberapa penjaga gerbang masuk Klan Yuang Yie sangat khawatir melihat kondisi salah satu cucu dari pemimpin mereka itu.
"Apa yang terjadi padamu nona Ziya?." tanya salah seorang penjaga gerbang yang menghampiri Xiao Ziya.
"Tolong panggilkan kakek, saya sudah tak bisa berjalan lebih jauh lagi." ucap Xiao Ziya yang langsung terduduk di tanah, gadis itu sangat lemas sampai tak bisa berdiri lagi.
Tanpa bertanya apa apa lagi beberapa penjaga gerbang masuk Klan Yuang Yie pergi menemui pemimpin mereka sedangkan penjaga gerbang yang lain menjaga Xiao Ziya.
"Apa yang sedang terjadi padamu nona?." tanya penjaga gerbang yang lain.
"Saya tadi di ajak makan bersama dengan Yie Munha jiejie, tentu saya tak akan menolak ajakan jiejie. Karna sangat lapar saya memakan semua makanan yang di sajikan di sana, saya tak tau jika jiejie sudah bersekongkol dengan pihak restoran agar menaruh racun di semua makanan yang saya makan. Pantas saja Yie Munha tak mencicipi makanan yang ia pesan." ucap Xiao Ziya dengan air mata yang membasahi pipinya, gadis itu sedang memainkan peran dengan sangat baik.
Di tempat lain para penjaga gerbang sedang mengetuk pintu ruang kerja Yie Gu namun tak mendapat respon apapun, seorang pelayan yang tak sengaja lewat memberitahukan bahwa saat ini pemimpin mereka sedang berada di ruang rapat bersama ketua yang lain. Tanpa berlama lama lagi para penjaga gerbang berlari menuju ruang rapat mereka tak bisa menghiraukan kondisi nona baru mereka itu.
"Salam kami pada pemimpin dan ketua, maaf karna menggangu rapat kalian." ucap kedua penjaga gerbang itu dengan sopan.
"Apa yang terjadi?." tanya Yie Gu dengan tatapan kesal, ia sangat tak suka jika ada yang mengacau saat rapat penting berlangsung.
"Nona Ziya baru saja kembali dalam kondisi wajah yang sangat pucat saat ini nona menunggu kedatangan pemimpin karna ia tak bisa berjalan." ucap kedua penjaga gerbang itu secara serentak .
Yie Gu langsung terkejut mendengar kabar itu begitupun dengan ketua Klan Yuang Yie yang lain, mereka langsung bergegas pergi ke gerbang depan.
__ADS_1
Sedangkan di gerbang depan sudah ada Yie Munha yang menyusul Xiao Ziya, ia tak tau apa yang sebenarnya terjadi bukankah gadis itu baik baik saja mengapa sekarang terlihat lemah tak berdaya.
"Ayo pergi bersamaku." ucap Yie Munha yang menarik tangan Xiao Ziya dengan kasar, beberapa penjaga gerbang masuk berusaha menjauhkan Xiao Ziya dari Yie Munha.
"Jangan halangi aku, kalian hanyalah pekerja di sini." teriak Yie Munha dengan sangat kencang, ia tak ingin sang kakek dan ayahnya datang kemudian menyalahkannya atas kondisi yang menimpa Xiao Ziya.
"Saya tau jiejie tak suka dengan kehadiran saya di sini, namun saya tak menyangka jiejie tega meracuni saya seperti ini." ucap Xiao Ziya dalam isak tangisnya.
"Diamlah, kau hanya pengganggu yang tak layak berada di sini." ucap Yie Munha, ia mendorong Xiao Ziya hingga terdorong kebelakang.
"Cukup nona Munha, meski kami hanya seorang pekerja namun apa yang anda lakukan sudah terlewat batas." ucap para penjaga gerbang yang membela Xiao Ziya.
"Sialan akan ku bunuh kalian bersama dengan gadis ini." ucap Yie Munha yang mengangkat pedangnya kemudian berusaha menyerang para penjaga gerbang.
"Sudah hentikan jiejie, tak cukupkah kau sudah meracuni saya seperti ini." ucap Xiao Ziya dengan cukup kencang karna ia mendengar langkah kaki beberapa orang yang sedang berjalan menuju gerbang depan.
"Selama gadis busuk sepertimu masih hidup aku tak akan puas, racun itu hanya permulaan saja lain kali tak akan ku biarkan kau kabur." ucap Yie Munha dengan angkuh, ia tak menyadari bahwa perkataannya tadi sudah di dengar oleh sang kakek dan anggota Klan Yuang Yie yang lain.
Xiao Ziya memuntahkan darah segar dalam jumlah yang sangat banyak, Yie Gu dan Yie Laingfu panik dan berlari ke arah gadis itu. Yie Munha terkejut dengan kedatangan sang kakek dan ayah ke gerbang depan, jarak antara gerbang depan dan kastil utama sangatlah jauh.
"Apa yang kau lakukan pada cucuku!!!." teriak Yie Gu dengan sangat marah, ia menatap penuh kebencian ke arah Yie Munha.
"Saya baik baik saja kakek ini hanya sedikit sakit." ucap Xiao Ziya yang kembali memuntahkan seteguk darah namun kali ini berwarna hitam. Yie Gu akhirnya mengerti jika cucu kesayangannya sudah di racun oleh Yie Munha.
"Cepat panggilkan tabib terbaik yang kita miliki." teriak Yie Gu yang tak bisa memikirkan apapun lagi. Baru saja ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Xiao Ziya namun cucunya yang lain berulah dan ingin membunuh gadis itu.
"Ayah tak pernah mengajarkanmu untuk meracuni orang seperti ini ditambah lagi dia adik sepupumu." ucap Yie Laingfu yang terlihat sangat kecewa pada putrinya itu, tindakan Yie Munha kali ini sudah sangat keterlaluan bagaimana jika Xiao Ziya mati? apa yang harus ia katakan saat bertemu dengan kakak pertamanya nanti.
"Gadis itu telah merebut semuanya dariku ayah, kedatangannya hanya memberi bencana bagiku." ucap Yie Munha, gadis itu sedang membela diri dengan alasan yang sangat aneh.
"Diamlah!!!!." teriak Yie Gu yang tak ingin mendengar alasan apapun dari mulut Yie Munha.
"Cepat bawa cucuku ke ruang perawatan." ucap Yie Gu yang meminta tolong pada penjaga gerbang yang sedang bertugas, tanpa berlama lama mereka langsung membopong Xiao Ziya ke ruang kesehatan untuk mendapat pertolongan.
Raja Artur yang melihat dari jauh juga panik karna gadis nakal itu mengambil sebuah resiko yang sangat besar, semoga saja penerusnya itu baik baik saja.
Plak.
Satu tamparan mendarat di pipi Yie Munha gadis itu sangat jahat dan membuat sang ayah tak habis fikir lagi.
"Ayah tak pernah memiliki seorang putri seperti dirimu." ucap Yie Laingfu dengan sorot mata kecewa.
"Bawa gadis ini ke penjara bawah tanah, cambuk ia seratus kali. Jangan berhenti meski gadis ini kesakitan." ucap Yie Gu pada beberapa prajurit yang ikut datang bersamanya tadi.
"Tolong jangan lakukan itu padaku kakek, aku adalah kebanggan Klan Yuang Yie ini." ucap Yie Munha yang meminta ampun pada sang kakek.
"Kau hanya seorang gadis manja yang tak mengerti cara memperlakukan orang lain. Saya sangat malu memiliki cucu seperti dirimu." ucap Yie Gu dengan tatapan kesal, apa yang terjadi hari ini sepenuhnya kesalahan Yie Munha. Ia akan pergi ke restoran yang telah bersekongkol dengan gadis itu dan membakarnya.
__ADS_1
Hai hai semua akhirnya author update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Makasih udah stay dan setia nunggu author. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.