RATU IBLIS

RATU IBLIS
Keinginan Yue Agze


__ADS_3

Saat ini Xiao Ziya sudah sampai di depan gerbang Akademi Wunyeng, ia meletakkan peti mati yang berisi jasad Pemimpin Akademi Wunyeng tepat di depan gerbang masuk. Para penjaga gerbang bertanya pada Xiao Ziya siapa yang berada di dalam peti mati itu. Xiao Ziya memulai dramanya ia menampakkan wajah sedih kemudian menetaskan air mata.


"Tuan Yinji mati karna menyelamatkan nyawa muridnya." ucap Xiao Ziya dengan air mata yang bercucuran di pipinya. Mendengar apa yang dikatakan oleh Xiao Ziya tentu membuat para penjaga gerbang terkejut.


Para penjaga gerbang itu langsung berlari mendekat ke arah peti mati dan membukanya, benar yang ada di dalam sana adalah jasad dari pemimpin akademi mereka. Dengan cepat penjaga gerbang itu berlari menuju ruang kepala akademi ia melaporkan apa yang sedang terjadi, mendapat laporan seperti itu pemimpin akademi langsung berlari ke gerbang depan untuk melihat kebenarannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi mengapa pemimpin akademi bisa tewas seperti ini." ucap Kepala Akademi Wunyeng yang terkejut melihat jasad yang ada di hadapannya. Ia menatap sendu ke arah Xiao Ziya sepertinya kepala akademi ingin mendengar penjelasan dari Xiao Ziya karna gadis itu yang membawa jasad pemimpin akademi.


"Dia mengorbankan nyawanya demi Zinren." ucap Xiao Ziya yang masih menetaskan air mata.


Zinren yang saat itu tepat berada di belakang Xiao Ziya juga menangis, ia sangat menyesal karna menggunakan ilmu hitam dalam pertandingan tempo lalu yang membuat kondisinya kritis. Walau sekarang ia sudah sembuh namun ia harus membayar dengan kehilangan orang orang yang mennyayanginya.


"Apa? pemimpin akademi seperti ini hanya untuk seorang murid jenius." ucap kepala akademi yang sedikit tak percaya dengan apa yanh diceritakan oleh Xiao Ziya karna ia sangt tau sifat pemimpin akademi yang sangat arogan ia tak mungkin mau berkorban untuk orang lain apalagi jika hanya sebatas murid saja.


"Kedua orang tua Zinren juga meninggal, sebenarnya pemimpin akademi hanya menjaga formasi ritual namun karna ia tak kuat menahan tekanan sihir yang besar akhirnya pemimpin akademi menjadi korban." ucap Xiao Ziya yang menambah eskpresi sedihnya. Mendengar penjelasan dari Xiao Ziya membuag kepala akademi percaya dan tak merasa curiga lagi.


"Ini semua salahku, jika saja aku mau mendengarkan perkataanmu waktu itu." ucap Zinren yang sangat terpukul dengan kejadian ini.


Kepala akademi meminta beberapa penjaga gerbang untuk mengangkut peti mati itu menuju lapangan utama Akademi Wunyeng, sedangkan kepala akademi akan memberitaukan berita duka ini pada seluruh penghuni Akademi Wunyeng.


Tok tok tok


Suara pintu kelas murid jenius yang diketuk oleh kepala akademi, para murid jenius yang sedang dalam pembelajaran meminta salah satu dari mereka untuk membukakan pintu.


"Permisi saya ingin mengganggu waktu pembelajaran kalian sebentar." ucap kepala akademi yang masuk kedalam kelas murid jenius.


"Ada apa kepala akademi? apakah ada hal penting yang ingin anda sampaikan?." ucap Wonyong Gu yang penasaran mengapa kepala akademi tiba tiba saja masuk dan mengganggu jam pembelajaran mereka.


"Dengan berat hati saya menyampaikan bahwa pemimpin akademi telah tiada." ucap Kepala Akademi Wunyeng dengan wajah yang tertunduk.


Mendengar perkataan kepala akademi seperti tersambar petir di siang hari, para murid jenius sangat terkejut, bagaimana bisa pemimpin akademi meninggal? bukankah tadi pagi ia masih baik baik saja apakah ada seseorang yang dengan sengaja membunuhnya?.


"Bagaimana bisa hal ini terjadi pada pemimpin akademi?." ucap Xu Banzi dengan nada tinggi, sepertinya pemuda itu sedang terbawa emosi.


"Kalian pergilah ke lapangan utama, saya akan menjelaskan semuanya di sana." ucap kepala akademi yang pergi dari ruang kelas murid jenius ia masih harus memberitaukan kabar ini pada murid murid yang lain.

__ADS_1


Setelah semuanya berkumpul di lapangan utama Akademi Wunyeng termasuk Xiao Ziya yang juga ada di sana. Kepala akademi mengumumkan kematian pemimpin akademi secara resmi ia juga menjelaskan alasan mengapa pemimpin akademi bisa mati.


"Mengapa gadis itu yang mengantarkan jasad pemimpin akademi?." ucap Wonyong Gu yang curiga pada Xiao Ziya, bisa saja gadis itu yang membunuh pemimpin akademi dan ia membuat sebuah rencana seolah oleh pemimpin akademi mati karna gagal menjaga formasi sihir saat ritual berlangsung karna pemimpin akademi adalah seorang kuktivator yang kuat. Selain itu mengapa Xiao Ziya tak menyelamatkan pemimpin akademi jika ia ada di tempat kejadian.


"Bagaimana bisa saya tak ada di sana jika mereka melakukan ritual di halaman belakang Istana Kerajaan Hitam." ucap Xiao Ziya yang mengatakan sebuah fakta yang benar adanya.


"Namun mengapa kau tak membantu kepala akademi saat itu?." ucap Sungi Ling yang keheranan.


"Karna ritual yang mereka lakukan sangatlah terlarang dan saya tak ingin terlibat di dalamnya." ucap Xiao Ziya yang membuat sebuah alibi yang kuat agar tak ada lagi yang mengajukan pertanyaan pertanyaan aneh seperti itu.


"Bukankah yang dilakukan nona sangat kejam, seharusnya anda membantu pemimpin akademi." triak Wonyong Gu yang tak bisa menerima kenyataan bahwa salah satu guru yang telah mengajarinya banyak hal mati begitu saja.


"Bukankah saya juga akan kehilangan nyawa jika ikut campur dalam hal ini? saya tak begitu dekat dengan pemimpin akademi mengapa saya harus mempertaruhkan nyawa saya?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum penuh arti ke arah Wonyong Gu, pemuda itu langsung terdiam karna ia tak tau ingin mengatakan apa lagi.


"Sudahlah jangan menyalahkan nona Xiao Ziya terus menerus. Seharusnya pemimpin akademi sudah tau konsekuensi jika ia gagal melakukan ritual itu." ucap Al Denzi yang membela Xiao Ziya, melakukan ritual penumbalan untuk menyelamatkan nyawa orang lain bukanlah keputusan yang bijak karna selalu ada bayaran yang berat untuk hal itu.


"Jika saja Zinren tak keras kepala waktu itu maka hal seperti ini tak akan terjadi." ucap Xiao Sunjin yang ingat bahwa semua ini adalah kesalahan pemuda bernama Zinren yang telah membangkitkan sesosok iblis.


"Jaga ucapanmu, teman kami tak melakukan kesalahan apapun dalam hal ini." teriak Wonyong Gu yang membela Zinren. Ia tau bahwa saat ini temannya sedang merasa tertekan karna telah kehilangan orang tuanya apalagi jasad orang tuanya menghilang.


"Lebih baik kita makamkan saja jasad pemimpin akademi, kalian tak perlu bertengkar biarkan pemimpin akademi pergi dengan tenang." ucap kepala akademi yang menengahi pertengkaran itu. Akhirnya semua pihak diam para guru Akademi Wunyeng sedang menyiapkan pemakaman untuk pemimpin akademi.


Setelah upacara pemakaman pemimpin akademi selesai Xiao Ziya langsung pergi menuju kantin yang ada di akademi karna ia merasa lapar. Kondisi kantin Akademi Wunyeng sangat sepi mungkin semua murid sedang tak selera makan, setelah memesan makanan Xiao Ziya mencari tempat yang ingin ia duduki.


"Ini pesanan nona, saya dengar pemimpin akademi telah tiada?." ucap seorang wanita yang merupakan pemilik kantin tersebut.


"Ia memang pantas mendapatkannya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kemudian menyantap makanan yang ia pesan. Entah mengapa mendengar berita kematian pemimpin akademi tak membuat pemilik kantin itu merasa sedih.


Setelah selesai makan Xiao Ziya langsung membayar pesanannya itu, ia bergegas pergi dari Akademi Wunyeng. Saat berjalan di jalanan yang cukup sepi Xiao Ziya merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari aura yang ia rasakan Xiao Ziya tau bahwa yang mengikutinya adalah Yue Agze, entah apa yang ingin dilakukan oleh pemuda itu sehingga mengikuti Xiao Ziya secara diam diam.


Xiao Ziya berhenti di sebuah pemukiman penduduk yang cukup ramai, ia menengok kebelakang dan tak menemukan apapun. Xiao Ziya melanjutkan langkahnya, suara derap kaki yang samar samar terdengar kembali.


"Apa yang ingin dilakukan oleh anak itu sehingga membuntutiku." ucap Xiao Ziya yang sedikit merasa risih, karna biasanya Yue Agze akan langsung mengatakan apa yang ingin ia lakukan.


Tiba tiba saja ada sesuatu yang melesat mendekat ke arahnya, ternyata Yue Agze ingin menikam Xiao Ziya dari belakang. Apa apaan ini mengapa tiba tiba pemuda itu menyerang Xiao Ziya? bukankah sebelumnya hubungan mereka baik baik saja. Dengan segera Xiao Ziya menghindar dan menatap pemuda itu dengan tajam.

__ADS_1


"Mengapa kau melakukan ini?." tanya Xiao Ziya pada Yue Agze tanpa basa basi, gadis itu menginginkan sebuah penjelasan.


"Karnamu sekarang saya hidup sendirian." triak Yue Agze penuh dengan kemarahan. Bukankah sebelumnya pemuda itu baik baik saja dan tak meminta pada Xiao Ziya untuk membiarkan keluarganya tetap utuh?.


"Jadi kau merasa kesepian sekarang? lalu jika kau berhasil membunuhku apa yang ingin kau lakukan?." tanya Xiao Ziya lagi, gadis itu ingin tau apa yang sedang direncanakan oleh Yue Agze.


"Saya akan membenaskan ibu dan kedua saudari saya yang ada di penjara." ucap Yue Agze, ia mengungkapkan apa yang ingin ia lakukan jika berhasil membunuh Xiao Ziya. Mungkin pemuda itu lupa bahwa penjagaan di Istana Kerajaan Hitam sangatlah ketat dan ia belum layak untuk membunuh Xiao Ziya.


"Saya akan mengeluarkan mereka, apapun yang terjadi padamu nantinya jangan harap saya bersedia membantu. Ini keputusanmu sendiri jadi kau juga yang harus menanggung resikonya." ucap Xiao Ziya yang kemudian menarik tangan Yue Agze.


Xiao Ziya melesat dengan cepat menuju penjara yang ada di ruang bawah tanah Istana Kerajaan Hitam. Penjaga penjara membukakan akses agar Xiao Ziya dan Yue Agze dapat masuk kedalam. Mereka berdua menyusuri lorong lorong penjara hingga sampai di sebuah sel yang menjadi sel tahanan bagi ibu dan kedua saudari Yue Agze.


"Mengapa kalian berdua datang kesini." ucap Yue Yinha yang muak melihat wajah Xiao Ziya serta putranya yang tak berguna itu.


"Hari ini kalian akan dibebaskan, bertrimakasihlah pada pemuda yang ada di samping saya ini." ucap Xiao Ziya yang menatap sekilas ke arah Yue Agze. Gadis itu meminta pada prajurit yang bertugas untuk menjaga penjara untuk membuka sel tahanan ibu dan kedua saudari Yue Agze.


"Sekarang mereka sudah bebas, nikmatilah hidupmu dengan baik." ucap Xiao Ziya yang menepuk pundak Yue Agze kemudian ia memilih untuk pergi dari sana. Xiao Ziya pergi ke ruang kerja sang ayah untuk melaporkan apa yang baru saja ia lakukan.


Xiao Ziya mengetuk pintu ruang kerja Raja Zeus, sang raja mempersilahkan putrinya untuk masuk kedalam.


"Salam saya pada Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam pada ayah angkatnya itu.


"Salam hormat saya pada nona Xiao Ziya." ucap Raja Zeus yang membalas salam dari putrinya dengan lebih sopan karna kedudukan mereka yang jauh berbeda.


"Hari ini saya membebaskan Yue Yinha dan kedua putrinya sesuai dengan keinginan Yue Agze. Hari ini pemuda itu menghianati saya dan ingin menikam saya dari belakang, ia mengatakan bahwa hidupnya sekarang terasa sepi." ucap Xiao Ziya yang memberitaukan alasan mengapa ia membebaskan Yue Yinha dan kedua putrinya itu, Raja Zeus menganggukkan kepalanya ia tak merasa keberatan dengan apa yang Xiao Ziya lakukan karna itu adalah hak mutlak dari putrinya.


"Mengapa kau tak membunuh penghianat itu ?." ucap Raja Zeus yang mersa penasaran karna biasanya Xiao Ziya tak akan segan segan membunuh para penghianat yang menghianatinya.


"Ada hukuman yang lebih kejam daripada kematian, biarkan ia merasakannya sendiri." ucap Xiao Ziya yang sepertinya sudah tau apa yang akan terjadi ketika ibu dan kedua saudari Yue Agze dibebaskan dari penjara dan kembali ke Kediaman Keluarga Bangsawan Yue Funzi.


"Putriku memang luar biasa." ucap Raja Zeus yang percaya sepenuhnya dengan apa yang direncanakan oleh Xiao Ziya.


Yue Agze, ibu dan kedua saudari perempuannya akhirnya sampai di Kediaman Bangsawan Yue Funzi. Dengan segera Yue Yinha pergi ke kamarnya berada di penjara yang gelap dan pengap membuat wanita itu merasa tersiksa. Sedangkan kedua putrinya memilih untuk mandi dan membersihkan diri mereka yang terasa sangat lengket.


"Setelah lama berada di dalam penjara tentu ibu dan kedua kakak perempuanku sudah menjadi lebih baik, sekarang aku tak akan kesepian lagi." ucap Yue Agze yang mengira bahwa ibu dan kedua kakak perempuannya sudah menjadi lebih baik daripada sebelumnya, pasti mereka juga akan memperlakukan Yue Agze dengan baik juga.

__ADS_1


Hai hai semuanya author balik lagi gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya, jangan lupa follow yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share.


__ADS_2