RATU IBLIS

RATU IBLIS
Zoe Menghilang


__ADS_3

Pagipun telah tiba Xiao Ziya mulai mengekerjap kerjapka matanya lalu gadis itu melihat kesekeliling tempat tidurnya namun ia tak menemukan bayi laki laki yang seharusnya masih tidur disampingnya itu. Xiao Zoe tiba tiba saja menghilang jelas hal itu membuat Xiao Ziya khawatir, dengan segera gadis itu mencari Xiao Zoe disekitar paviliunnya namun tak ada jejak dari Zoe. Apakah bayi itu merangkak keluar dari paviliun ataukan ada orang yang dengan sengaja menculik Xiao Zoe.


Namun sangat mustahil untuk Zoe merangkak keluar dari paviliun dikarnakan paviliun yang Xiao Ziya tinggali dikelilingi oleh tembok yang sangat tinggi sebagai pembatas antara paviliun satu dengan yang lainnya, besar kemungkinan ada seseorang yang menyusup kedalam paviliun Xiao Ziya dan mengambil Zoe ketika bayi itu sedang merangkak sendirian. Jika seperti itu mungkin saja saat ini Xiao Zoe sedang dalam bahaya.


"Aku harus segera menemukan adikku." ucap Xiao Ziya yang langsung bergegas pergi setelah mengganti baju. Gadis itu keluar dari paviliun dengan tergesa gesa.


Xiao Ziya sudah mencari di berbagai tempat namun belun ada tanda tanda keberadaan Xiao Zoe, saat melintasi paviliun penegakan hukum Akademi kekaisaran Xiao Ziya melihat ada banyak orang disana. Apa yang sebenarnya sedang terjadi. Karna merasa penasaran dan mungkin saja adiknya ada di sana akhirnya Xiao Ziya menerobos kerumunan itu untuk melihat dengan lebih jelas.


"Hiks tuan saya mohon belas kasih dari anda saya sudah kehilangan putra saya selama 3 bulan, gadis itu dan keluarganya sudah menculik putra saya yang manis ini." ucap seorang wanita yang sedang menangis tersedu sedu sembari menggendonh Xiao Zoe. Namun bayi itu tak mau diam dan terus saja merengek.


"Jika bayi itu adalah putramu mengapa ia menangis di dalam pelukanmu?." Ye Unni yang merupakan seorang wanita yang dipercaya untuk menjadi dewan ketertiban Akademi Kekaisara.


"Tentu saja adikku akan menangis jika digendong oleh seorang penipu." ucap Xiao Ziya yang langsung berjalan dan mengambil Zoe dari pelukan wanita asing itu.


"Sudah tidak apa apa jiejie ada di sini. Maaf atas keteledoran jiejie hingga kau diculik oleh orang itu." ucap Xiao Ziya yang merasa bersalah pada adik kecilnya, seketika Xiao Zoe berhenti menangis dan tersenyum ketika ada di pelukan Xiao Ziya.


Jelas bayi itu sangat tau siapa yang tulus menyayanginya dan siapa yang hanya berpura pura saja.


"Lihatlah bayi itu terlihat ceria di dalam pelukan nona Ziya." timpal Ye Unni yang merasa bahwa wanita yang mengadu tadi adalah seorang penipu.


"Tapi dia adalah putraku yang hilang tiga bulan lalu." ucap wanita itu dengan ektingnya yang sangat luar biasa.


"Oh benarkah? bagaimana cerita saat kau kehilangan putramu?." ucap Xiao Ziya yang bertanya dengan santai kemudian ia mengeluarkan sebuah kursi panjang yang cukup mewah dari cincin semestanya kemudian gadis itu duduk dengan memangku Xiao Zoe.


"A..aku kehilangan putraku tiga bulan yang lalu, saat itu aku sedang mencari buah dihutan bersama putraku lalu aku meletakkanya di keranjang saat akan memetik buah apel. Namun saat aku kembali putraku telah menghilang." ucap wanita itu dengan gugup, karna dia memang berbohong.

__ADS_1


Xiao Ziyapun tersenyum ketika mendengar penjelasan dari wanita itu, jelas itu sangat berbeda dengan kejadian saat ia menemukan Xiao Zoe dan bahkan ia sudah satu tahun bersama dengan bayi itu, bagaimana bisa ibunya malah mengatakan kehilangan anak itu tiga bulan yang lalu bukankah itu sangat konyol?.


"Tiga bulan kau bilang? aku sudah satu tahun yang lalu menemukan bayi manis ini tentu kau bukan ibunya, walaupun kau ibunya aku tak akan memberikan Zoe padamu." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya, semua orang bisa merasakan hal itu merasa bahwa gadis itu sedang marah.


"Aku ibunya aku berhak merawat anakku, aku mungkin lupa kapan dia menghilang. Namun kau harus mengembalikannya padaku." triak wanita itu dengan sangat histeris.


"Nona Ziya lebih baik kau kembalikan saja bayi itu pada ibunya." ucap Sin Bian yang merupakan seorang pria yang bertugas sebagai dewan keamanan Akademi Kekaisaran.


Xiao Ziya menunjukkan kartu identitas murid istimewa yang ia miliki, disana tercantum tulisan tak ada yang bisa ikut campur dengan urusan murid Xiao Ziya karna ia telah sangat berjasa pada akademi.


Sin Bian hanya bisa meneguk ludahnya dengan kasar ternyata gadis itu benar benar tak bisa disentuh oleh hukum di Akademi Kekaisaran.


Xiao Yuna, Xiao Xun, Xiao Xinzo, dan Xiao Feng baru saja datang di tempat itu dan langsung menghampiri Xiao Ziya mereka sempat bertanya pada seorang murit yang ada di sana. Tentu mereka sangat panik, bukan panik karna Xiao Ziya akan terluka namun panik jika gadis itu marah besar.


"Adikku kita bisa membicarakan ini baik baik." ucap Xiao Xun yang sedang mencoba untuk membujuk adiknya.


"Aku sudah sangat marah apakah aku akan tinggal diam ketika seorang penipu ingin mengambil adik tercintaku? tentu saja tidak." ucap Xiao Ziya sambil memberikan senyum yang penuh dengan arti.


Xiao Yuna tau saat ini saudarinya benar benar sudah marah dan tak bisa dicegah lagi, akhirnya ia meminta pada saudaranya yang lain untuk menjauh dan tak mengganggu urusan Xiao Ziya kali ini.


"Sudahlah kita terlambat datang dan saudariku benar benar marah." ucap Xiao Yuna dengan pasrah begitupun dengan yang lainnya.


"Kembalikan putraku aku akan membawanya pulang ke klan Bi dan merawatnya dengan baik." ucap wanita itu yang ternyata bernama Bi Linxi salah satu anggota Klan Bi.


Xiao Ziya sempat menundukkan kepalanya sebentar ia berjalan kearah Xiao Yuna dan menitipkan Zoe, kemudian gadis itu kembali duduk dan ia masih menundukkan kepalanya. Namun saat gadis itu mengangkat kepala bola matanya berubah menjadi semerah darah dan sangat tajam.

__ADS_1


"Memberikan adik tercintaku padamu? hey kau harus tau kau sedang berhadapan dengan siapa. Daripada memberikannya padamu bukankah lebih baik aku menghancurkan klan sialanmu itu." ucap Xiao Ziya dengan nada yanh sangat mengerikan seperti nada kematian bagi wanita itu.


"Katakan padaku siapa yang menyuruhmu melakukan ini !!!!! haruskah aku membakarmu terlebih dahulu agar kau mau mengaku." ucap Xiao Ziya yang sudah tak terkendali lagi.


Bi Linxi sangat tak menyangka bahwa yang ia hadapi bukanlah gadis polos yang baik dan lugu, namun seorang gadis cantik berparas malaikat yang bisa menjadi seorang iblis. Jika ia tau ini dari awal maka ia tak akan menuruti permintaan pemuda itu walaupun dibayar dengan harga yang tinggi.


"Apa kau tak mendengarku? cepat JAWAB!!!." triak Xiao Ziya yang sangat memekikkan telinga. Kedua dewan yang ada di sana saja hampir tumbang saat merasakam aura hebat yang keluar dari tubuh Xiao Ziya.


"Tuan muda... Tuan muda Xu Yuan yang memintaku melakukannya." ucap Bi Linxi dengan nada yang bergetar.


Seketika Xiao Ziya menancapkan belati di kedua lengan Bi Linxi, gadis itu masih menatap tajam kearah wanita yang hendak mengambil adiknya itu.


"Pergilah sebelum aku berubah fikiran." ucap Xiao Ziya yang membiarkan Bi Linxi untuk pergi.


Karna tak ingin mati sia sia di sana akhirnya Bi Linxi lari dengan sekuat tenaga, ia tak memperdulikan kedua lengannya yang masih terluka da mengeluarkan darah segar.


"XU YUAN keluar kau pengecut, seperti inikah sikap murid unggulan dari Akademi Kekaisaran." triak Xiao Ziya yang menggema bahkan terdengar hingga keluar akademi.


Gadis itu benar benar marah dan siapa yang bisa meredakannya, jika tidak maka Xu Yuan akan dalam masalah yang besar. Saat ini Xu Yuan sedang berada di ruangan kepala akademi karna ia merasa Xiao Ziya tak akan berani untuk datang kesana.


"Mengapa kau bersembunyi di ruang kerjaku." ucap Ling An dengan nada tinggi. Jika pemuda yang ada di hadapannya itu ingin mencari kematian sebaiknya ia tak ada di ruangannya jika tidak nyawanya juga akan terancam.


"Saya minta maaf karna telah membuat keributan dan membuat Nona Ziya marah. Saya ingin meminta perlindungan dari kepala akademi." ucap Xu Yuan dengan seenak jidatnya ia kira kepala akademi bisa mengatasi kemarahan Xiao Ziya? tentu saja tidak bahkan kepala akademi hampir dibuat pingsan oleh gadis itu.


"Amarah nona Ziya aku tak bisa mengatasinya, kaisarpun tidak." ucap Ling An dengan jujur pada muridnya itu. Xu Yuan hanya bisa terdiam ketika mendengar perkataan kepala akademi. Lalu siapa yang bisa meredakan amarah gadis itu?.

__ADS_1


**Hai hai semua akhirnya aku update lagi nih wwkwk maaf ya sibuk banget akutuh sampe gc ku aja ga keurus.


Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate, and share ya guys**


__ADS_2