RATU IBLIS

RATU IBLIS
Batu Hitam


__ADS_3

Batu hitam yang ada di arena bukanlah batu biasa, ketika seorang kultivator memukulnya menggunakan tenaga dalam batu itu akan mengeluarkan warna sesuai dengan kekuatan orang tersebut. Warna putih adalah untuk orang yang tak memiliki kualivitasi dan di masa depan orang itu akan tetap menjadi orang biasa. Warna hijau adalah warna tahap awal orang yang bisa memicu warna ini di masa depan dia bisa mencapai kekuatan jenderal. Warna biru adalah warna tahap dua orang yang bisa memicu warna ini di masa depan dia bisa mencapai kekuatan kaisar langit. Warna ungu adalah warna tahap tiga orang yang bisa memicu warna ini kelak akan mencapai kekuatan tahap alam dewa tingkat dasar , untuk seseorang yang tinggal di dunia bawah tahap alam dewa sudah sangat tinggi.


Warna pink adalah warna tahap empat orang yang bisa memicu warna ini di masa depan bisa berada di kekuatan alam dewa tahap menengah dan kemungkinan bisa masuk ke dunia tengah dan menjadi lebih kuat lagi. Warna Merah adalah warna tahap lima, orang yang memicu warna ini di masa depan akan sampai di alam dewa tingkat akhir dan bila beruntung orang itu bisa masuk ke dunia atas. Warna pelangi adalah warna tahap enam, sampai saat ini tercatat hanya 4 orang dari alam bawah yang dapat memicu warna tersebut dan sekarang mereka ber empat sudah berada di dunia atas. Warna hitam adalah warna yang tak pernah di capai oleh orang orang dari dunia bawah, orang yang bisa memicu warna ini memiliki masa depan yang tak terbatas bahkan dewapun tak bisa menghalanginya.


"Baiklah karna kalian semua sudah mengerti bagaimana peraturan kali ini maka kita mulai saja." ucap Yin Mierou yang susah memulai acara.


"Maaf ketua siapa yang akan naik ke atas arena terlebih dahulu." tanya seorang murid luar baru yang merasa bingung. Entah mengapa sepertinya ketua Yin Mierou tak fokus kali ini.


"Maaf saya lupa menyampaikannya, bebas siapapun yang ingin naik duluan semoga kalian memiliki bakat yang bagus hingga direkrut menjadi murid pribadi oleh para guru yang hadir, selain para guru yang saya sebutkan tadi ternyata setelah saya lihat lihat banyak guru dan master lain yang ada di antara para penonton semoga sukses." ucap Yin Mierou sambil tersenyum, pantas saja dia tak fokus ternyata sedang mengamati orang orang yang hadir.


"Kakek menurutmu warna apa yang akan di picu oleh nona Xiao Ziya?" tanya Yuan Zie yang sedang menonton di kursi bersama penonton lain.


"Paling tidak gadis kecil nakal itu akan memicu warna merah." ucap Raja Artur yang masih melihat Xiao Ziya.


Kali ini yang maju terlebih dahulu adalah Yin Pixu gadis itu masih saja tak sabaran, dia mengumpulkan semua tenaga dalam dan di pusatkan pada kepalan tangannya.


Baaam.


Suara yang tercipta dari pukulan Yin Pixu pada batu hitam itu, tak lama kemudian muncul warna biru.


"Bisa memicu warna biru sudah lumayan untuk gadis sepertimu." ucap Yin Mierou.


"Cih ku kira paling rendah aku bisa memicu warna ungu." ucap Yin Pixu yang sepertinya kecewa dengan hasil yang tak sesuai dengan keinginanya.


Setelah itu Yin Pixu turun dari arena dan kembali ke kursinya. Lalu Luo Taxu naik ke atas arena dia melakukan hal yang sama seperti peserta sebelumnya, kali ini Luo Taxu hanya bisa memicu warna ungu saja. Waktu sudah berlalu 12 peserta sudah naik dan menguji rata rata warna yang mereka picu adalah ungu. Terlihat raut wajah yang sedikit kecewa dari para guru yang hadir, Seleksi yang lalu ada seorang murid yang berhasil memicu warna merah entah seleksi saat ini akan ada kejadian semacam itu atau tidak.


"Sepertinya kali ini kita tak akan memilih murid pribadi jika bakat masa depan mereka hanya setingkat cahaya biru saja." ucap Bei Enji yang awalnya berharap tinggi namun harus pupus jika seperti ini terus.

__ADS_1


"Belum ada setengah murid baru yang mencoba mengapa kau sudah pesimis seperti itu ayolah." ucap Wen Ciyang yang menyemangati temannya.


Saat ini giliran Xiao Xinzo yang naik ke atas arena untuk menguji kekuatannya, dia berhasil memicu warna pink pada batu hitam.


"Hei bagaimana pria dari Klan Xiao itu bisa memicu warna pink?." ucap Yin Juho yang sedikit iri dengan pencapaian Xiao Xinzo.


"Aku penasaran dengan warna apa yang akan dipicu oleh Xiao Ziya, bukankah gadis itu sangat kuat. Aku yakin dia sanggup memivu warna merah." ucap Muyen sambil melihat Xiao Ziya yang ada di kursi paling ujung.


Kali ini banyak peserta yang mampu memicu warna pink pada batu hitam itu. Harapan dari para guru murid luar mulai muncul, walau kemungkinan itu sangat kecil namun tak ada salahnya.


Xiao Bin naik ke atas arena, dia mulai menyerang batu hitam dengan sekuat tenaga. Warna merah kali ini warna merah benar benar muncul dan orang yang memicu warna itu adalah Xiao Bin.


"Dia akan menjadi muridku." ucap Su Kirin secara sepontan, guru murid luar yang lain hanya menatapnya dengan sedikit sinis.


"Bisakah kau diam terlebih dahulu, semua peserta belum selesai menguji kampuan mereka." ucap Su Kirin yang sedikit tak suka dengan sikap Su Kirin.


"Sudahlah kalian tak perlu bertengkar." ucap Sin Gu yang merupakan seorang guru agung yang ada di posisi tiga.


"Aku penasaran warna apa yang bisa di picu oleh gadis Klan Xiao itu." ucap Yin Feng yang merupakan pangeran ketiga Kekaisaran Qiyu.


"Sebenarnya ada masalah apa kau dengan adikku, mengapa kau selalu menyindirnya." ucap Xiao Xun yang sedang sedikit emosi.


"Sudah sudah sesama murid inti dilarang saling bertarung." ucap Yu Azof yang sedang menengahi permasalahan antara kedua pria tersebut.


Kali ini giliran Yin Wiyan yang naik ke atas aren, Yin Wiyan adalah pangeran ke enam. Pantas saja saat ia naik ke atas arena dia menjadi pusat perhatian semua orang.


"Warna apa yang akan dipicu oleh pangeran ke enam." ucap salah satu orang biasa yang menonton.

__ADS_1


"Paling tidak dia bisa memicu warna merah sama dengan kakak kakaknya yang sudah menjadi murid inti." jawab yang lain.


Pangeran Yin Wiyan mulai memukul batu hitam itu dan benar saja dia berhasil memicu warna merah. Para pangeran yang kini menjadi murid inti tengah menyombongkan hal tersebut.


"Bakat keturunan kaisar memang tak bisa di bandingkan dengan Klan Xiao kecilmu itu." ucap Pangeran Yin Cui dengan nada mengejek. Xiao Xun benar benar mencoba untuk menahan diri.


"Bukankah Xiao Bin tadi juga memicu warna merah lalu apa bedanya dengan klan temanku." ucap Ling Fuen yang mulai tersulut emosinya. Entah sejak kapan para pangeran menjadi se sombong ini padahal dulunya mereka sangat baik.


"Tentu saja berbeda, tak usah menyamakan Kekaksaran kami dengan Klan Xiao yang kecil dan buruk itu." ucap Yin Jinyi dengan nada yang sedikit tinggi. Perkataannya dapat di dengar jelas oleh Xiao Ziya yang ada di kursi pertama murid baru.


Gadis itu benar benar tak bisa menahan emosinya, Kekaisaran sepertinya ingin berperang dengannya.


"Diam !!!!." triak Xiao Ziya dengan suara lantang , gadis itu berdiri sambil menunjuk ke arah salah satu pangeran.


"Apa maksutmu meneriaki ku seperti itu." ucap Pangeran Yin Jinyi yang tak terima.


"Kalian para pangeran berani beraninya menghina Klan Xiaoku. Akan ku pastikan kalian akan menyesalinya." ucap Xiao Ziya dengan siluet merah dimatanya.


"Sudahlah saudariku lebih baik kau naik menguji kekuatanmu." ucap Xiao Yuna yang berusaha mengalihkan fokus Xiao Ziya.


"Kau saja yang duluan jiejie, aku akan melakukannya di paling akhir." ucap Xiao Ziya yang masih melihat para pangeran dengan tatapan tajam.


Xiao Yunapun naik ke atas arena dan memukul batu hitam itu, cahaya berwarna merah berhasil ia picu. Setelah itu Xiao Feng juga naik dan dia berhasil memicu cahaya berwarna merah. Klan Xiao memiliki bibit bibit yang sangat baik.


"Apakah kalian bisa melihat itu, Klan Xiao kami memang tak bisa dibandingan dengan bakat keturunan kekaisatan karna kami memang jauh lebih baik dari kalian." ucap Xiao Ziya yang ternyata masih tak terima dengan hinaan tadi.


**Hai hai semua apa kabar kalian? semoga baik ya akhirnya bisa up lagi alhamdulillah semoga nanti sore aku bisa up satu eps lagi ya.

__ADS_1


Jangan lupa vote sebanyak banyaknya, komen, like, rate, share.


Vote hari minggu tutup ya karna ga akan keitung**


__ADS_2