RATU IBLIS

RATU IBLIS
Pergi Memenuhi Undangan


__ADS_3

Xiao Ziya dan yang lain hanya melihat kepergian pasangan suami istri itu, entah sampai sekarang Xiao Ziya belum mengerti hal apa yang menarik dari Wi Xume selain kata kata manisnya yang membuat keracunan itu.


"Sebaiknya adik Ziya tak perlu memikirkan hal ini. Suatu saat nanti gegemu akan mengerti seberapa berharganya dirimu dibanding wanita murahan itu." ucap Min Ronje yang sudah menahan kekesalan nya sedari lama.


"Saya memang tak terlalu memikirkan hal ini." ucap Xiao Ziya dengan helaan nafas yang berat. Semua yang ada di sana tau bahwa ini masalah yang berat untuk gadis itu.


"Sebaiknya kita makan sekarang, saya sudah hampir pingsan kelaparan." ucap Al Denzi secara natural, karna perkataan pemuda itu suasana menjadi lebih ceria.


"Ternyata kau bisa pingsan juga." ucap Al Ergan, ia menahan tawanya yang hampir pecah.


Merekapun menikmati makanan dengan sedikit sedagurau. Xiao Ziya melihat semua kakak kakaknya itu satu persatu, untunglah banyak orang yang menyayanginya.


"Saat kalian kembali nanti saya tak bisa mengantar kepergian kalian." ucap Xiao Ziya yang akan pergi ke dunia semesta tingkat rendah malam nanti. Ia tak bisa menunda masalahnya yang satu ini karna mereka bisa menjadi ancaman bagi penduduk dunia bawah.


"Apa yang ingin kau lakukan adik?." tanya Min Ronje yang merasa penasaran, mungkin ada masalah besar.


"Saya harus pergi ke dunia semesta tingkat rendah untuk memenuhi undangan mereka." ucap Xiao Ziya sambil mengunyah daging asap miliknya.


Karna perkataan Xiao Ziya itu membuat para kakak laki laki Xiao Ziya tersedak, mengapa gadis itu ingin pergi ke sana? bahkan sebagian dari mereka tak tau bahwa di alam semesta ini ada lapisan dunia semesta tingkat rendah, yang mereka ketahui hanya sampai di dunia dewa dan dunia neraka saja.


"Apakah itu tempat yang jauh?." tanya Winzuro yang merasa penasaran karna nama dunia itu sangat asing baginya.


"Mungkin tak terlalu jauh jika menggunakan teleportasi." jawab Xiao Ziya secara sederhana. Siapa yang tak tau jika teleportasi adalah salah satu ilmu sihir yang sangat praktis dan mempersingkat waktu perjalanan.


"Apa itu berbahaya untukmu? jika iya sebaiknya kau tak pergi kesana." ucap Min Ronje yang tak ingin melihat adik sepupunya terluka. Mungkin setelah kembali nanti ia akan mencari informasi dan menanyakan beberapa hal pada ibunya.


"Ini sudah kewajiban saya, entah berbahaya ataupun tidak saya akan tetap pergi kesana." ucap Xiao Ziya dengan tegas karna ini menyangkut keselamatan banyak orang.


Masih teringat jelas di benak Xiao Ziya bahwa orang orang dari dunia semesta tingkat rendah yang datang mencarinya bisa menggunakan senjata moderen, ia khawatir jika mereka juga memiliki senjata nuklir yang dapat menghancurkan dunia bawah dalam hitungan detik saja. Xiao Ziya tak pernah menyangka bahwa di peradaban kuno ini ia akan menemui hal hal familiar dalam dunia moderen sungguh misteri luar biasa yang harus ia pecahkan.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua selesai makan, para tamu Xiao Ziya kembali ke paviliun sedangkan Xiao Ziya dan Min Ronje pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu.


Setelah sampai di istana Xiao Ziya dan Min Ronje langsung masuk kedalam aula utama Kekaisaran, di sana sudah ada Kaisar Zue dan beberapa Mentri lainnya. Entah apa yang sedang mereka bahas namun wajah Kaisar Zue terlihat sedikit buruk.


"Ada apa ini?." tanya Xiao Ziya yang ingin tau apa yang sedang terjadi di sana.


Beberapa Mentri merasa terkejut dengan kedatangan Xiao Ziya. Hal yang sedang mereka perdebatkan adalah jaminan untuk Xiao Yan yang telah memimpin Kekaisaran Qiyu selama beberapa tahun. Sepertinya ada beberapa Mentri di Kekaisaran Qiyu yang memihak pada Xiao Yan.


"Mereka menuntut saya untuk menjadikan Xiao Yan paling tidak menjadi seorang jenderal ataupun penguasa di sebuah wilayah kecil." ucap Kaisar Zue dengan jujur karna Xiao Ziyalah yang memiliki hak untuk memutuskan semua ini.


"Kalian menuntut hal ini pada Kaisar Zue?." tanya Xiao Ziya yang menatap beberapa menterinya dengan tatapan tajam.


"Kami ingin keadilan untuk Kaisar Yan, bukankah ia sangat berjasa untuk Kekaisaran Qiyu?." ucap salah satu Mentri yang ada di bidang kemiliteran.

__ADS_1


"Apakah pengampunan atas nyawanya itu kurang? atau kalian memang sudah bosan hidup?." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi dan membuat para Mentri itu gemetaran. Xiao Ziya tak pernah bermain main dengan kata kata yang ia ucapkan.


Jika gadis itu sudah memiliki niat untuk menghancurkan maka tempat itu akan benar benar hancur, jika ia memiliki niat untuk membunuh maka tak akan ada yang tersisa.


"Kami hanya ingin keadilan saja." ucap salah satu Mentri yang masih berani angkat bicara di depan Xiao Ziya.


"Jika wilayah Kekaisaran Qiyu dalam bahaya siapa yang turun tangan secara langsung? apakah itu Kaisar lama yang kalian sanjung sanjung?. Jika saya tau kalian akan seperti ini sebaiknya saya membiarkan keluarga kalian terkena lava panas dari gunung merah." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis.


Para Mentri yang ada di pihak Xiao Yan gelagapan, mereka tak bisa menjawab apapun karna faktanya saat Kekaisaran Qiyu dalam kekacauan maka Xiao Ziyalah yang akan turun tangan secara langsung.


"Bukankah ia juga bekerja untuk Kekaisaran Qiyu?." ucap Mentri lain dengan nada yang cukup tinggi.


"Sekarang saya ingin menanyakan sesuatu pada Mentri keuangan Kekaisaran Qiyu. Apakah mantan kaisar kita digaji?." tanya Xiao Ziya dengan santai.


"Xiao Yan memiliki gaji perbulannya sebanyak dua puluh ribu koin emas." ucap Mentri Keuangan Kekaisaran Qiyu.


"Lalu apakah saya mempunyai gaji selama saya menjaga keamanan wilayah Kekaisaran Qiyu? apakah saya pernah menyentuh harta kekaisaran?." tanya Xiao Ziya lagi, para menteri yang ada di pihak Xiao Yan berkeringat dingin.


"Tidak, nona besar tak pernah meminta gaji ataupun upah atas apa yang telah nona lakukan. Nona besar juga membantu perkembangan ekonomi Kekaisaran Qiyu tanpa pamrih." ucap sang Mentri Keuangan Kekaisaran Qiyu.


Semua yang ada di pihak Xiao Yan terdiam, mereka tak bisa mengelak ataupun membela Xiao Yan lagi. Jika mereka melakukan hal itu artinya mereka siap untuk mengakhiri hidup mereka.


Akhirnya para mentri pamit kembali ke ruang kerja mereka masing masing. Kaisar Zue tersenyum ke arah adik perempuannya itu.


"Itu bukanlah hal yang sulit, saya harap anda bisa lebih tegas lagi karna anda adalah kaisar." ucap Xiao Ziya yang memberi masukan pada Kaisar Zue.


"Baiklah saya akan mengingatnya, ah iya apa yang membuat kalian berdua datang kesini?." tanya Kaisar Zue yang hampir lupa menanyakan maksud kedatangan Xiao Ziya dan Min Ronje datang menemuinya.


"Saya akan pergi selama beberapa bulan, saya mempercayakan keamanan kekaisaran pada anda. Saya harap anda tak akan mengecewakan saya seperti kaisar sebelumnya. Saya mengerti bagi kalian para pria yang sudah menginjak usia dewasa percintaan adalah hal yang wajar, namun saya tegaskan sekali lagi anda adalah seorang kaisar yang memiliki tanggung jawab besar. Walaupun saya menyayangi anda seperti keluarga saya sendiri namun saya tak pernah takut kehilangan seorang penghianat." ucap Xiao Ziya yang memberikan nasehat pada Kaisar Zue. Tentu sang kaisar terkejut dengan perkataan adik perempuannya itu, benarkah gadis yang ada di hadapannya itu adalah seorang gadis yang masih berusia dua belas tahun?.


"Baik saya tak akan pernah mengkhianati atau mengecewakan adik Ziya, saya juga akan meminta adik untuk mencarikan pasangan yang tepat untuk saya." ucap Kaisar Zue dengan membungkukkan badannya.


"Saya akan mencarikan gadis yang cantik wajahnya dan juga sifatnya. Gege tunggu saja hingga saya kembali." ucap Xiao Ziya dengan senyum manisnya itu.


"Jika anda memerlukan bantuan anda bisa menghubungi kami dari Sekte Sihir Hitam." ucap Min Ronje yang siap membantu kapanpun saat dibutuhkan.


"Terimakasih atas niat baik kalian semua, saya sangat tersanjung." ucap Kaisar Zue dengan penuh wibawa.


Xiao Ziya dan Min Ronje berpamitan pada Kaisar Zue. Mereka kembali ke Klan Xiao, karna ada banyak hal yang harus Xiao Ziya kemas sebelum pergi ke lapisan dunia semesta tingkat rendah.


Malam pun tiba kabar tentang kepergian Xiao Ziya sudah didengar oleh semua ketua Klan Xiao. Mereka semua berpesan pada gadis itu agar kembali dengan selamat tanpa goresan sedikitpun, Xiao Cunyu dan Zoe merasa sangat sedih karna harus berpisah dengan Xiao Ziya selama beberapa bulan kedepan. Xiao Cunyu khawatir jika orang orang dari dunia semesta tingkat rendah memperlakukan putrinya dengan buruk.


"Semuanya saya pamit, jaga diri kalian dengan baik dan jangan khawatir pada saya karna saya bisa menjaga diri dengan baik." ucap Xiao Ziya dengan menundukkan kepalanya, semua anggota Klan Xiao dan tamu Xiao Ziya melambaikan tangan mereka melepas kepergian Xiao Ziya.

__ADS_1


Xiao Ziya membaca mantra teleportasi tingkat tinggi agar segera sampai di lapisan dunia semesta tingkat rendah, setelah Xiao Ziya menghilang semua orang yang ada di Klan Xiao kembali ke paviliun mereka masing masing.


Berita tentang kepergian Xiao Ziya sampai di telinga Wi Xume, gadis itu merasa sangat senang karna dengan kepergian Xiao Ziya ia bisa pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk menggoda Kaisar Zue. Sedangkan Xiao Yan saat ini sedang berada di luar wilayah Kekaisaran Qiyu karna ia memerlukan bantuan dari sekutunya yang ada di wilayah kerajaan lain. Wi Xume yang masih berada di dalam kamar penginapan merias wajahnya semaksimal mungkin walau tak ada perubahan apapun, ia juga menggunakan gaun terbagus yang ia miliki karna untuk menggoda seorang Kaisar dibutuhkan totalitas yang sangat tinggi.


Setelah merasa dirinya sudah sangat cantik, Wi Xume keluar dari kamar dan pergi ke Istana Kekaisaran Qiyu. Wi Xume memilih melewati gerbang belakang karna ia yakin para prajurit penjaga gerbang depan tak akan mengizinkannya untuk masuk.


"Permisi dapatkah saya masuk kedalam? saya adalah wanita panggilan yang dipesan oleh Kaisar Zue." ucap Wi Xume dengan suaranya yang lembut dan terdengar manis.


Para penjaga gerbang belakang saling berpandangan satu sama lain. Mereka tak terlalu mengingat wajah Wi Xume karna sepanjang hari mereka hanya menjaga gerbang belakang.


"Baiklah silahkan masuk nona." ucap seorang penjaga gerbang yang mengizinkan Wi Xume untuk masuk kedalam Istana.


Wi Xume membungkukkan badannya kemudian masuk kedalam halaman belakang Istana Kekaisaran Qiyu, ia berjalan dengan seanggun mungkin, para pelayan melihat ke arah Wi Xume dengan heran, entah mengapa wajah gadis itu sangat familiar bagi mereka. Setelah mencari tau keberadaan Kaisar Zue, Wi Xume langsung masuk kedalam ruang kerja Kaisar Zue tanpa mengetuk pintu.


"Kau? mengapa kau bisa masuk kesini?." tanya Kaisar Zue yang sangat terkejut, ia rasa penjagaan sudah diperketat bagaimana bisa wanita ular itu menembus keamanan.


"Saya datang untuk melayani Kaisar Zue." ucap Wi Xume yang menurunkan sedikit lengan gaunnya.


Kaisar Zue sudah sangat kesal ia melemparkan sebuah buku yang cukup tebal hingga membuat Wi Xume terjatuh kebelakang dengan luka memar di lengan kanannya.


"Kau kira wanita murahan sepertimu layak berada di sampingku? enyah kau sebelum aku membunuhmu di sini." ucap Kaisar Zue dengan tegas, namun Wi Xume tetaplah wanita keras kepala yang tak ingin mendengar ancaman dari sang kaisar.


Wi Xume berdiri kemudian berjalan mendekati Kaisar Zue, wanita itu duduk di pangkuan Kaisar Zue dan berusaha untuk menggodanya. Bukannya tergoda Kaisar Zue malah merasa sangat jijik pada wanita itu.


"Pergilah sebelum saya benar benar membunuhmu di sini." ucap Kaisar Zue yang mengeluarkan sebuah belati dari laci meja kerjanya.


Wi Xume cukup terkejut dengan tindakan sang kaisar, mengapa sangat sulit menaklukkan kaisar baru ini. Apakah dirinya kurang cantik atau penampilannya yang kurang menarik apapun masalahnya Wi Xume tak akan berhenti mengganggu Kaisar Zue hingga sang kaisar jatuh hati padanya.


Kaisar Zue sudah sangat muak, ia melempar tubuh Wi Xume hingga membentur tembok dengan sangat keras.


"Berhentilah menggodaku karna itu sungguh menggelikan." ucap Kaisar Zue dengan suara yang cukup keras.


"Bukankah saya sangat cantik? saya juga belum disentuh oleh Xiao Yan." ucap Wi Xume dengan air mata berlinangan.


"Prajurit singkirkan wanita menjijikkan ini dari hadapan saya." ucap Kaisar Zue yang meminta beberapa prajurit yang ada diluar ruang kerja masuk kedalam.


"Kami siap menerima perintah dari Kaisar Zue." ucap beberapa prajurit itu dengan tegas dan menatap tajam ke arah Wi Xume. Mereka ingat dengan wajah wanita murahan itu.


"Masukkan wanita ini kedalam penjara, jangan bebaskan ia hingga suaminya datang." ucap Kaisar Zue.


Akhirnya para prajurit menyeret paksa Wi Xume dan memasukkannya kedalam penjara. Kaisar Zue benar benar tak menyangka bahwa Wi Xume lebih rendah daripada apa yang ia bayangkan.


Hai hai guys aku update lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya guys. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian juga ya guys.

__ADS_1


__ADS_2