
Xiao Yan dan sang tabib keluar dari bagian dalam rumah itu untuk menemui Raja Artur yang masih menunggu di ruang tamu, Xiao Yan membungkukkan badan di depan Raja Artur dengan mengucapkan salam kemudian ia duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sang raja.
"Ada apa Yang Mulia Raja Artur? dimana adik saya sekarang, apakah dia baik baik saya?." tanya Xiao Yan sembari melihat ke sekeliling Raja Artur untuk menemukan keberadaan Xiao Ziya.
"Anda tenang saya Tuan Muda, Nona Ziya sedang ditangani oleh orang yang tepat. Saat ini kesadaran Nona Ziya masih belum stabil dan ia membutuhkan perawatan." jawab Raja Artur sembari tersenyum tipis.
"Kemana adik Ziya pergi? bagaimana cara saya menjawab pertanyaan dari ayah nanti jika ia datang berkunjung." tanya Xiao Yan dengan ekspresi bingung. Entah apa yang terjadi pada adiknya hingga kondisinya seperti itu.
"Dia di bawa pergi oleh pamannya, Anda pasti tau bahwa ibu Anda dan ibu Nona Ziya adalah dua orang yang berbeda. Nona Ziya di bawa oleh sang paman, atau bisa di bilang adik dari ibu kandung Nona Ziya." jelas Raja Artur pada Xiao Yan.
"Syukurlah jika adik berada di tandang yang tepat, meskipun begitu saya tidak bisa mengatasi masalah ini sendirian." ucap Xiao Yan dengan menundukkan kepalanya.
"Saya akan tetap berada di sini hingga Nona Xiao Ziya kembali, Anda tidak perlu merasa khawatir lagi Tuan Muda Xiao Yan karna semuanya akan baik-baik saja." jawab Raja Artur. Ucapnya itu membuat Xiao Yan lebih tenang, sangat sulit mempersiapkan semuanya sendirian apalagi sebuah wilayah kerajaan baru.
Di sisi lain tepatnya kastil tempa Lee Brian tinggal, pria itu berjalan menyusuri lorong kastilnya sembari menggendong tubuh Xiao Ziya yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Suasana gelap dan sunyi membuat kastil tersebut seperti sebuah tempat tak berpenghuni padahal banyak pelayan dan prajurit yang tinggal di dalam sana. Cahaya bulan satu satunya penerangan di kastil tersebut, setelah berjalan cukup lama akhirnya Lee Brian sampai di sebuah ruangan yang ia tuju.
"Buka pintunya." perintah Lee Brian pada seorang prajurit yang sedang berjaga di depan pintu masuk ruangan itu.
"Baik Tuan Lee Brian. Selamat datang kembali di Kastil Kematian, siapa gadis yang sedang Anda bawa?." sapa sang prajurit sembari menanyakan identitas gadis cantik yang dibawa oleh pemimpinnya.
"Dia adalah keponakan saya, selama dia tinggal di sini kalian semua harus menjaganya dengan baik." ucap Lee Brian dengan sorot mata tajam dan aura dingin yang keluar dari dalam tubuhnya.
"Siap laksanakan, kami akan menjaga keponakan Anda dengan baik." jawab para prajurit dengan zirah hitam yang mereka gunakan.
Lee Brian masuk ke dalam ruangan tersebut dan menutup kembali pintu ruangan itu. Lee Brian berjalan menuju ke arah sebuah tempat tidur yang sangat besar kemudian meletakkan tubuh Xiao Ziya di atas kasur dan menyelimuti tubuh gadis itu. Lee Brian menatap lekat wajah cantik gadis yang kini menjadi keponakannya itu, Lee Brian tersenyum hangat.
"Tidurlah yang nyenyak sayang, di kehidupan selanjutnya kita pasti bisa bersama lagi." gumam Lee Brian, ia mengecup kening Xiao Ziya kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.
Lee Brian pergi meninggalkan Xiao Ziya di dalam sebuah kamar yang sangat luas dengan nuansa warna hitam dan emas, jika dilihat lihat sepertinya kamar itu adalah kamar pribadi milik Lee Brian. Waktu terus berjalan hingga pagi datang, meskipun begitu tidak ada matahari yang menyinari dunia tempat tinggal para malaikat kematian hanya ada bulan saja sebagai penerang mereka. Xiao Ziya membuka matanya perlahan, kepalanya terasa sangat sakit namun ia berusaha untuk menahan rasa sakit itu.
"Dimana saya dan kamar siapa ini?." tanya Xiao Ziya pada dirinya sendiri seperti orang linglung. Gadis itu ingat dengan jelas kamar kamar yang ada di Istana Kerajaan Binglin sangat berbeda dengan kamar yang sedang ia tempati.
Xiao Ziya bangun dari tempat tidur, ia berjalan menuju pintu kamar tersebut. Saat pintu terbuka dengan lebar Xiao Ziya semakin terkejut karna tempatnya berada saat ini sangatlah asing.
"Salam hormat kami pada Nona Muda. Apakah Nona ingin makan? kami akan memanggilkan pelayan untuk melayani Anda." ucap para prajurit itu dengan sopan.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, dimana ini?." tanya Xiao Ziya pada para prajurit. Ia dapat merasakan aura kematian samar samar dari tubuh prajurit itu.
"Saat ini Nona Muda sedang berada di tempat tinggal Tuan Lee Brian, semalam tuan membawa Nona Muda dalam kondisi tidak sadarkan diri." jawab salah seorang prajurit.
"Lalu dimana paman Lee Brian saat ini, saya ingin bertemu dengannya." ucap Xiao Ziya.
"Mari saya antar menuju ruang kerja Tuan Lee Brian." jawab salah seorang prajurit yang berjalan mendahului Xiao Ziya dan bertugas menjadi pemandu gadis itu.
Xiao Ziya berjalan di belakang sang prajurit sembari menoleh ke kanan dan ke kiri, hingga sekarang Ziya belum bisa memahami dunia seperti apa yang ditinggali oleh pamannya itu. Setelah berjalan melalui beberapa lorong dan melintasi sebuah taman dipenuhi mawar hitam akhirnya Xiao Ziya dan si prajurit sampai di depan sebuah ruangan.
"Ini adalah ruang kerja Tuan Lee Brian, silahkan Nona Muda meminta izin sendiri pada Tuan untuk masuk ke dalam. Saya permisi terlebih dahulu." ucap sang prajurit yang bergegas pergi meninggalkan Xiao Ziya di depan ruangan itu.
Tok tok tok...
Suara pintu ruang kerja Lee Brian yang diketuk oleh Xiao Ziya, cukup lama gadis itu menunggu hingga terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu. Pintu ruangan itu terbuka lebar dan menunjukkan wajah dingin Lee Brian yang sedang menatap bingung ke arah Xiao Ziya.
"Salam saya pada paman Lee Brian." ucap Xiao Ziya dengan senyum ramah.
"Masuklah kedalam, tidak baik berdiri di luar ruang kerja saya terlalu lama." ucap Lee Brian dengan nada bicara ketus.
"Duduklah." perintah Lee Brian pada Xiao Ziya untuk duduk di sebuah kursi yang telah disediakan. Tanpa mengatakan apapun Xiao Ziya langsung duduk dan menutup mulutnya rapat-rapat.
Atmosfer di dalam ruang kerja Lee Brian sangatlah dingin hingga menusuk ke dalam kulit Ziya, gadis itu sedikit menggigil akan tetapi Lee Brian hanya menatapnya dengan tatapan tidak peduli. Setelah puas menatap ke arah Xiao Ziya beberapa detik, Lee Brian kembali duduk di kursi ruang kerjanya.
"Ada apa?." tanya Lee Brian.
"Apa yang sebenarnya terjadi hingga paman membawa saya pergi dari dunia bawah ke tempat ini?." tanya Xiao Ziya tanpa basa basi.
"Fase kedua sebagai Ratu para Iblis telah terbuka dan kau hampiri diluar kendali. Untunglah saya datang tepat waktu jika tidak kemungkinan besar Raja Artur akan mati di tangan penerusnya sendiri." jawab Lee Brian. Pria itu tidak melihat ke arah Xiao Ziya disaat mereka sedang berbincang satu sama lain, pandangan Lee Brian tertuju pada tumpukan berkas yang ada di hadapannya.
"Astaga saya sampai tidak mengingat hal itu. Saya sangat berterimakasih atas bantuan yang paman Lee Brian berikan." ucap Xiao Ziya dengan tulus.
Lee Brian hanya diam ia tidak berniat untuk membalas ucapan dari keponakannya itu. Mendapatkan perilaku dingin dari sang paman membuat suasana hati Xiao Ziya sedikit memburuk, pikiran gadis itu mulai mencari tau penyebab dari kemarahan pamannya itu.
"Mungkin kehadiran saya di tempat ini membuat paman Lee Brian terganggu, saya benar-benar berterimakasih atas bantuan yang telah paman berikan. Saya permisi terlebih dahulu, sampai jumpa paman." pamit Xiao Ziya. Gadis itu bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan keluar dari ruang kerja Lee Brian. Xiao Ziya memutuskan untuk turun kembali ke dunia bawah entah bagaimanapun caranya, Ziya juga tidak ingin terus berada di kastil itu dan merepotkan sang paman.
__ADS_1
Xiao Ziya berjalan menyusuri kastil yang sangat luas itu, ia sedang mencari dimana gerbang utama kastil tersebut. Dari arah berlawanan muncul seorang pria dengan wajah tampan dan rambut berwarna merah darah, pria itu adalah salah satu malaikat kematian yang menjadi bawahan Lee Brian.
"Bukankah gadis manusia itu keponakannya pemimpin? apa yang sedang ia lakukan dengan mondar mandir kesana kemari." ucap sang malaikat kematian, karna merasa penasaran iapun berjalan mendekat ke arah Xiao Ziya.
"Ada yang bisa saya bantu Nona Muda?." tanya malaikat kematian berambut merah itu sembari tersenyum ke arah Xiao Ziya.
Dengan segera Ziya membalikkan badannya dan menatap ke arah seorang pria yang memiliki aura hampir mirip dengan milik sang paman.
"Bisakah Tuan menunjukkan dimana letak gerbang utama kastil ini? saya tidak menemukannya dimanapun." tanya Xiao Ziya dengan ekspresi wajah yang sangat lucu. Tanpa sadar ia membuat sang malaikat kematian berambut merah merasa gemas.
"Panggil saya Min Yuzang. Meskipun saya telah hidup lebih lama dari Nona Muda Xiao Ziya namun Anda adalah keponakan dari Pemimpin Lee Brian, artinya di tempat ini posisi Nona Ziya jauh lebih tinggi daripada saya." jelas malaikat kematian bernama Min Yuzang itu. Ia merasa tidak nyaman dengan sebutan Tuan yang Xiao Ziya berikan padanya.
"Jadi dimana tempat gerbang utama kastil ini berada Yuzang Gege?." tanya Xiao Ziya. Gadis itu merasa tidak nyaman jika harus memanggil sang malaikat kematian dengan sebutan namanya saja.
Min Yuzang menunjuk ke arah atas dan refleks mata Xiao Ziya mengikuti ke arah yang ditunjuk oleh malaikat kematian berambut merah itu. Mata Xiao Ziya membelalak dengan lebar saat menemukan letak gerbang utama kastil milik pamannya itu, bagaimana sebuah gerbang bisa melayang di atas langit? pantas saja Xiao Ziya tidak menemukannya meskipun ia telah berkeliling kesana-kemari.
"Apa yang ingin Nona Ziya lakukan dengan menanyakan letak gerbang utama kastil ini? apakah Anda merasa tidak nyaman berada di tempat tinggal paman Anda sendiri?." tanya Min Yuzang. Aura yang dipancarkan oleh dunia tempat para malaikat kematian tinggal sangat berbeda dengan lapisan dunia yang lain, selain itu kadar oksigennya juga sangat rendah.
"Sepertinya paman Lee Brian yang merasa terganggu dengan kehadiran saya di sini. Sebaiknya saya kembali ke dunia bawah dan tidak mengganggu pekerjaan paman, tolong sampaikan rasa terimakasih saya pada paman Lee Brian. Saya permisi terlebih dahulu Yuzang Gege." setelah mengatakan hal itu Xiao Ziya langsung membentangkan sepasang sayap elang miliknya, ia terbang menuju gerbang utama kastil milik Lee Brian.
"Sial, apa yang pemimpin lakukan hingga membuat adik Ziya merasa tidak nyaman." gerutu Min Yuzang. Perasaanya sangat senang ketika Xiao Ziya memanggil dengan sebutan Gege, seolah olah ia memiliki adik perempuan yang sangat manis.
Min Yuzang mempercepat langkahnya menuju ruang kerja sang pemimpin, ia harus menanyakan secara langsung apa yang sedang terjadi antara paman dan keponakan perempuan itu. Di sisi lain Xiao Ziya sudah sampai di depan gerbang utama Kastil tempat tinggal Lee Brian, beberapa prajurit yang sedang berjaga membungkukkan badan mereka kemudian membukakan pintu gerbang untuk Xiao Ziya.
"Selamat tinggal Nona Muda, sampai jumpa lagi. Jangan lupa untuk datang mengunjungi pemimpin kami." ucap para prajurit itu, mereka rasa Xiao Ziya bukanlah gadis yang buruk.
"Sampai jumpa semuanya, maaf karna kemampuan saya saat ini masih sangat terbatas dan tidak bisa keluar masuk dimensi dunia yang kalian tempati kapanpun saya mau. Saya pamit." ucap Xiao Ziya.
Gadis itu terbang menyusuri setiap sudut dunia tempat para malaikat kematian tinggal. Ternyata rumah yang mereka tempati hampir sama dengan rumah manusia biasa pada umumnya, yang membedakan hanyalah suasana serta aura yang terpancar dari segala penjuru.
"Aura kematian di tempat ini terlalu pekat, saya khawatir tidak dapat terbang terlalu lama. Sebaiknya saya cepat pergi menuju perbatasan lapisan dunia." gumam Xiao Ziya sembari mempercepat laju terbangnya.
Meskipun Xiao Ziya sangat mendominasi ketika ia datang ke berbagai lapisan dunia, namun kali ini ia merasakan sensasi yang berbeda. Untuk pertama kalinya Xiao Ziya merasakan tekanan yang sangat kuat dan membuat tubuhnya terasa lelah, jika dibandingkan dengan para malaikat kematian yang tinggal di tempat itu mungkin saja Xiao Ziya bukanlah apa apa.
"Ini terasa semakin berat, ayolah jangan menjadi lemah seperti ini." ucap Xiao Ziya yang sedang menyemangati dirinya sendiri.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.