
Sedangkan saat ini lima Jenderal Iblis milik Xiao Ziya telah membunuh para panatua yang merencenakan penyerangan terhadap Xiao Ziya, ada satu panatua Akademi Kekaisaran Qiyu yang masih selamat karna ia tak tau menau tentang apa yang terjadi. Saat itu panatua ketiga yaitu Xiao Mian menjalankan tugasnya untuk pergi ke wilayah utara sehingga setelah ia kembali nanti Xiao Mian akan menjadi satu satunya panatua dari Akademi Kekaisaran Qiyu.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah pergi dari akademi, gadis itu berjalan menyusuri jalan jalan kecil. Sepertinya Xiao Ziya tak bisa benar benar mengacuhkan gegenya.
"Hah semoga Aron segera kembali dan menemukan informasi tentang gadis itu." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah sedihnya.
Sedangkan saat ini di Istana Kekaisaran Qiyu sedang terjadi perseteruan antara Kaisar Yan dengan Jenderal Zue. Setelah rombongan kekaisaran kembali ke istana ada seorang mentri yang menceritakan kejadian di pesta penyambutan itu pada Jenderal Zue. Mendengar perlakuan Kaisar Yan yang sudah terlewat batas membuat emosi Jenderal Zue meningkat.
"Tenangkan dirimu jenderal, mengapa tiba tiba kau memukul saya?." ucap Kaisar Yan, ia sangat terkejut karna tiba tiba Jenderal Zue masuk kedalam ruang kerjanya kemudian memukul perut Kaisar Yan dengan kencang.
"Berani sekali lagi anda menyakiti adik saya, akan saya buat anda lumpuh selamanya." ucap Jenderal Zue yang mengancam Kaisar Yan. Sebagai Pangeran Kegelapan tentu ia menyembunyikan kekuatan yang ia miliki untuk menyetarakan hidup di dunia bawah, namun jika pemuda yang ada di hadapannya itu berani menyakiti Xiao Ziya maka ia tak akan tinggal diam.
"Saya adalah kaisar dan anda adalah seorang jenderal seharusnya anda ada di pihak saya." ucap Kaisar Yan yang tak terima mendengar ancaman dari Jenderal Zue.
"Anda perlu mengingat satu hal sedari awal Kekaisaran Qiyu adalah milik adik Ziya bukan milik anda." ucap Jenderal Zue, ia langsung keluar dari ruang kerja sang kaisar dengan raut wajah kesalnya.
Mendengar perkataan Jenderal Zue seketika Xiao Yan teringat bahwa kekuasaan yang ia miliki saat ini adalah pemberian dari adik perempuannya itu. Selain itu otoritas tertinggi masih dipegang oleh adiknya sehingga bisa saja Xiao Ziya meminta Xiao Yan turun dari tahta, jika hal itu benar benar terjadi maka mau tidak mau Xiao Yan harus meninggalkan posisinya sebagai kaisar.
"Hal seperti itu tak boleh terjadi." ucap Xiao Yan yang belum siap jika ia harus turun dari tahta sebelum menikah dengan Wi Xume.
Xiao Ziya berada di hutan perbatasan Kekaisaran Qiyu, gadis itu ingin menenangkan fikirannya di sana, Xiao Ziya berharap ia menemukan monster atau binatang buas yang bisa ia hajar hingga babak belur untuk mengurangi emosi yang sedang meluap luap. Saat Xiao Ziya sedang mengelilingi hutan tiba tiba Aron datang dan muncul di depannya.
"Hah untung saja saya tak terkena serangan jantung." ucap Xiao Ziya yang menatap ke arah Aron dengan malas.
"Maaf karna saya membuat nona terkejut, ada informasi penting yang ingin saya sampaikan." ucap Aron dengan raut wajah serius. Sepertinya pemuda itu mendapatkan informasi mengenai gadis bernama Wi Xume.
"Katakan informasi apa yang kau dapatkan?." tanya Xiao Ziya yang sudah sangat penasaran.
"Wi Xume merupakan salah satu nona muda dari keluarga bangsawan yang ada di Kerajaan Barat, menurut informasi yang saya dapatkan gadis itu adalah anak tidak sah kepala keluarga bangsawan Wi Yenzu dengan seorang wanita yang bekerja di rumah bordil. Posisi Wi Xume sangatlah rendah, ia bahkan tak mendapat perlakuan baik dari keluarganya. Sudah satu bulan gadis itu pergi meninggalkan rumah keluarga bangsawan Wi. Ada dua orang yang sangat di sayangi oleh gadis itu mereka adalah ibu dan juga kakak laki lakinya." ucap Aron yang memberikan semua informasi yang ia miliki.
"Baiklah trimakasi karna sudah bekerja dengan keras, sekarang kau bisa beristirahat." ucap Xiao Ziya yang meminta pada Aron untuk kembali ke rumahnya, sedangkan Xiao Ziya akan menyiapkan sebuah rencana untuk membalas perbuatan Wi Xume.
"Kisahmu memang menyedihkan tapi kau berani menghancurkan keluarga saya." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan jahat gadis itu merubah wajahnya menjadi seperti Wi Xume kemudian melesat menuju Kerajaan Barat.
Perjalanan Xiao Ziya ke Kerajaan Barat sedikit lebih lama gadis itu tiba di perbatasan Kerajaan Barat saat pagi tiba, para prajurit penjaga wilayah perbatasan mengenali wajah Wi Xume sehingga mereka mempersilahkan gadis itu untuk masuk.
"Mari kita mulai." ucap Xiao Ziya yang sudah siap untuk menjalankan perannya sebagai Wi Xume.
Gadis itu berjalan dan mencari rumah Keluarga Bangsawan Wi, setelah berkeliling cukup lama akhirnya Xiao Ziya menemukan rumah itu. Saat ingin masuk kedalam para penjaga menahan Wi Xume palsu dengan alasan kepala keluarga sudah melarangnya untuk menginjakkan kaki di sana.
Dengan sebuah tatapan tajam yang mematikan Xiao Ziya membuat para penjaga gerbang itu gemetaran, mereka merasa bingung bagaimana Wi Xume yang sebelumnya hanyalah gadis lemah bisa memiliki tekanan sekuat itu.
"Silahkan masuk nona muda maaf atas kelancangan kami." ucap para penjaga gerbang kediaman keluarga Bangsawan Wi yang tak berani menghalangi gadis itu lagi.
Saat Xiao Ziya yang saat itu menyamar sebagai Wi Xume masuk kedalam para pelayan yang melihatnya menjadi heboh dan berlari menjauh sepertinya para pelayan itu ingin melapor tentang kembalinya Wi Xume ke kediaman.
__ADS_1
Wi Yenzu saat itu sedang berada di ruang kerjanya ia merasa sangat terganggu saat ada keributan di luar pria itupun membuka pintu ruang kerjanya dan ingin melihat apa yang sedang terjadi. Betapa terkejutnya Wi Yenzu saat melihat Wi Xume sudah berada di depan ruang kerjanya.
"Mengapa kau kembali?." tanya Wi Yenzu dengan tatapan tajam, sepertinya informasi yang Aron berikan sangat akurat Wi Xume dibenci oleh ayah kandungnya sendiri.
"Ini rumah saya jadi saya akan kembali kesini." ucap Wi Xume palsu dengan wajah polosnya seolah olah tanpa sadar ia sudah menentang sang ayah.
"Beraninya kau menjawab, gadis hina sepertimu tak layak tinggal di Kediaman Keluarga Bangsawan Wi." ucap Wi Yenzu yang ingin menampar gadis yang ada di hadapannya itu, dengan cepat Wi Xume palsu yang diperankan oleh Xiao Ziya menghindar.
Wi Yenzu semakin kesal karna gadis tak berguna itu berani melawannya, gadis memalukan yang seharusnya pasrah saja saat ia pukuli menjadi sangat pembangkang.
"Pergilah temui ibumu saya muak melihat wajah sok polosmu itu." ucap Wi Yenzu yang kembali masuk kedalam ruang kerjanya ia tak ingin melihat wajah putrinya.
Xiao Ziya tersenyum licik kemudian naik kelantai atas untuk bertemu dengan ibu dari gadis menyebalkan ini. Saat sampai di lantai atas Xiao Ziya bertemu dengan wanita yang sangat mirip dengan Wi Xume bahkan aura menjijikan mereka sama persis.
"Ibu saya sangat merindukanmu." ucap Wi Xume palsu yang memeluk Wi Zeji dengan erat. Karna mendapat pelukan secara tiba tiba tentu wanita itu terkejut dan mendorong Wi Xume palsu dengan cukup kencang.
"Mengapa ibu mendorong saya?." tanya Wi Xume palsu dengan ekspresi sedihnya.
Ketika sadar gadis yang ia dorong adalah putrinya sendiri Wi Zeji merasa bersalah dan membantu putrinya itu untuk berdiri. Sebagai seorang ibu Wi Zeji merasa ada yang tidak beres dengan sosok gadis yang ada di hadapannya. Putrinya memiliki sorot mata lembut dan polos sangat berbeda dengan sorot mata tajam yang ia lihat saat ini.
"Mengapa kau tampak sedikit berbeda putriku?." tanya Wi Zeji yang penasaran apa yang sudah putrinya itu alami hingga terjadi perubahan besar.
Xiao Ziya yang sedang menyamar menjadi Wi Xume menceritakan kedekatannya dengan Kaisar Yan dari Kekaisaran Qiyu, ia juga menceritakan bahwa sebentar lagi ia akan menikah dengan Kaisar Yan dan menjadi seorang ratu. Wi Yeji menunjukkan eskpresi yang sulit untuk diartikan saat mendengar cerita itu.
"Tak mungkin tiba tiba seorang Kaisar mau menikah denganmu?." tanya Ei Zeji yang curiga jika putrinya itu melakukan sesuatu yang tak benar.
"Bukankah sangat sulit mendapatkan restu dari keluarga sang kaisar." ucap Wi Zeji yang penasaran apa saja yang telah dilakukan oleh putrinya itu untuk mendapatkan restu dari orang tua kaisar.
Wi Xume palsu mengajak wanita itu untuk masuk ke kamarnya agar tak banyak orang yang mendengar apa yang sudah ia lakukan. Dengan polosnya Wi Zeji menuruti perkataan putri palsunya itu tanpa menaruh rasa curiga sedikitpun. Saat ini mereka berdua sudah ada di sebuah kamar.
"Ceritakan pada ibu apa yang sudah kau lakukan?." tanya Wi Zeji lagi ia sangat senang jika putrinya bisa menjadi seorang ratu di Kekaisaran Qiyu.
"Karna tak mendapatkan restu dari adik perempuan sang kaisar saya membuat hubungan antara kakak beradik itu menjadi hancur. Lagipula Kaisar Yan sangatlah naif ia lebih memilih saya daripada adiknya sendiri." ucap Wi Xume palsu dengan sebuah senyuman bahagia.
"Anak ibu memang sangat luar bisa. Lakukanlah apapun yang kau mau jika perlu buat Kaisar dan adiknya itu saling membenci." ucap Wi Zeji yang begitu bangga dengan apa yang dilakukan oleh putrinya. Xiao Ziya tercengang mendengar jawaban wanita gila yang ada di hadapannya.
Ia mengambil sebilah pisau di dalam cincin semesta kemudian menatap ke arah Wi Zeji dengan bahagia. Dengan satu kedipan mata pisau yang tadinya ada di genggaman Wi Xume palsu kini sudah menancap di jantung Wi Zeji.
"Kalian benar benar wanita yang menjijikan." ucap Xiao Ziya yang masih dalam penyamaran.
"Apa yang kau lakukan putriku." ucap Wi Zeji dengan kesadaran yang sudah hampir menghilang.
Xiao Ziya merasakan bahwa ada seseorang yang sedang berjalan mendekat, ini adalah waktu yang tepat.
"Mengapa ibu ingin menghalangi rencanaku, ibu tau bahwa aku sudah sangat menderita di sini. Kalian semua memang pantas mati." triak Wi Xume palsu, ia mencabut pisau yang menancap di jantung Wi Zeji. Saat itu juga kakak laki laki Wi Xume melihat semuanya dan langsung berlari ke arah sang ibu.
__ADS_1
"Sialan apa yang kau lakukan pada ibu." ucap Wi Algi dengan tatapan marahnya.
Xiao Ziya yang sedang menyamar menjadi Wi Xume merasa sangat puas, ia berjalan mendekat ke arah pemuda itu kemudian menarik kerah bajunya dan melempar ke balkon.
"Kalian semua harus mati." ucap Wi Xume palsu yang seperti orang gila. Wi Algi tak mengerti apa yang terjadi pada adik perempuannya itu.
"Sadarlah saya ini gegemu." ucap Wi Algi yang berusaha untuk menenangkan adik perempuannya.
Wi Xume palsu kembali menarik kerah pemuda itu kemudian mereka berdua loncat dari atas balkon. Setelah mereka ada di luar kediaman Keluarga Bangsawan Wi tiba tiba saja Kediaman Keluarga Bangsawan Wi terbakar dengan api yang sangat besar. Para penduduk sekitar berusaha untuk memadamkan api namun api itu semakin membesar.
Wi Xume palsu tersenyum puas ia menarik tangan Wi Algi kemudian membawanya ke hutan perbatasan antara Kerajaan Barat dengan Kekaisaran Qiyu.
"Mengapa kau melakukan semua ini, bahkan kau membunuh ibu." ucap Wi Algi yang sangat marah pada adik perempuannya.
"Ibu menghalangi rencana saya untuk menikah dengan Kaisar dari Kekaisaran Qiyu sehingga ia pantas mati." ucap Wi Xume palsu dengan wajah polos yang dibuat buat.
"Saya akan pergi menemui kaisar itu dan mengatakan betapa busuknya gadis yang ingin ia nikahi." ucap Wi Algi yang sudah tak bisa mentolerir perbuatan adiknya itu. Jika karna seorang kaisar ia rela membunuh ibunya maka ia akan mengagalkan pernikahan itu.
"Karna gege juga bersikeras melarang saya maka saya terpaksa melakukan ini." ucap Wi Xume palsu yang memukul punggung Wi Algi dengan sangat kencang hingga pemuda itu pingsan.
Setelah Wi Algi pingsan Xiao Ziya kembali dalam wujud aslinya, gadis itu sudah menjalankan setengah dari rencana yang ia buat kini Xiao Ziya tinggal menjalankan rencananya yang lain.
Xiao Ziya pergi ke desa yang dekat dengan perbatasan Kekaisaran Qiyu, gadis itu mengganti pakaian yang ia gunakan dengan seragam Master Akademi Kekaisaran Qiyu. Setelah merubah penampilannya gadis itu berjalan santai melewati gerbang perbatasan, para prajurit menundukkan kepala mereka sebagai tanda hormat. Setelah itu Xiao Ziya memburu beberapa hewan buas yang ada di hutan itu, setelah selesai ia berjalan menuju lokasi Wi Algi pingsan.
Dengan wajah cemasnya Xiao Ziya berjalan mendekati pemuda itu sambil membawa hewan buruannya. Xiao Ziya mengambil sebuah botol yang berisi cairan putih, Xiao Ziya meminumkannya pada Wi Algi.
Sambil menunggu pemuda itu bangun Xiao Ziya mencari kayu bakar dan membuat perapian ia juga membakar daging hewan buruannya. Kini hari sudah malam Wi Algi merasakan sakit di sekitar punggungnya ia membuka matanya perlahan.
Hal pertama yang Wi Algi lihat adalah seorang gadis asing yang sedang menghangatkan diri diperapian. Pemuda itupun bangun dan mendekat ke arah Xiao Ziya.
"Ah ternyata tuan sudah bangun." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tulusnya.
"Trimakasih karna anda telah menyelamatkan saya." ucap Wi Algi yang membungkukkan badannya sebagai tanda trimakasih.
"Bagaimana tuan bisa pingsan di tengah hutan seperti ini?." tanya Xiao Ziya yang berpura pura tak tau tentang apa yang telah terjadi pada pemuda itu.
Wi Algi menceritakan semua yang terjadi padanya, walau ia merasa sedikit canggung pada Xiao Ziya. Mendengar cerita dari Wi Algi membuat Xiao Ziya meneteskan air matanya.
"Gara gara gadis itu saya kehilangan kakak tertua saya." ucap Xiao Ziya dengan air mata yang mengalir dengan deras. Wi Algi terkejut karna adik perempuannya juga menghancurkan hidup orang lain.
"Apa yang telah ia lakukan padamu nona?." tanya Wi Algi yang ingin tau hal jahat apa yang sudah adiknya lakukan.
Xiao Ziya menceritakan semua yang ia alami, kehancuran keluarganya dan kakak laki laki pertamanya yang lebih memilih gadis itu daripada adiknya sendiri. Cerita Xiao Ziya benar benar menguras emosi hingga Wi Algi meremas tangannya dengan kuat.
"Sekarang siapa yang akan melindungi saya jika Yan gege membenci saya." ucap Xiao Ziya dengan sangat pasrah. Wi Algi merasa bahwa pemuda bernama Xiao Yan itu sangatlah bodoh membuang adik yang sangat mencintainya demi seorang gadis gila seperti Wi Xume.
__ADS_1
"Biar saya saja yang menggantikan posisi gegemu itu." ucap Wi Algi yang akan merasa sangat beruntung jika memiliki adik seperti Xiao Ziya.
Hai hai guys aku update lagi nih, gimana kabar kalian? jangan lupa jaga kesehatan ya. Follow buat yang belum, vote karna itu wajib ya guys, gift hadiah apa aja makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian biar mereka juga ngerasain ketegangan yang kalian rasain pas baca novel ini. Atau kalian punya anggota keluarga yang baca novel Ratu Iblis juga?? kalau ada coba ceritain di kolom komentar karna author pengen tau.