
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Yang Lu dan Mu Linze datang menghampiri Xiao Ziya, kedua orang itu tampak kelelahan karna menyiapkan dua ribu lima ratus budak yang dipesan Xiao Ziya dalam waktu yang singkat.
"Kami sudah menyiapkan budak yang nona pesan." ucap Mu Linze yang menatap Xiao Ziya dengan tatapan hormat.
"Tiga hari lagi saya akan datang kesini siapkan budak yang seharga dengan benda ini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah spirit stone berwarna merah miliknya.
Melihat spirit stone yang dipegang oleh Xiao Ziya membuat pengunjung lain menjadi sangat heboh, spirit stone merah yang bahkan belum pernah mereka lihat bisa berada di tangan seorang gadis kecil seperti Xiao Ziya, itu adalah hal yang sangat mengejutkan.
"Darimana anda mendapatkan harta yang sangat berharga ini." ucap Mu Linze yang hampir saja pingsan karna harga sebuah spirit stone merah sangatlah mahal bahkan seorang raja belum tentu bisa memilikinya.
"Saya hanya memiliki beberapa buah saja." ucap Xiao Ziya yang tak ingin mengatakan berapa banyak spirit stone merah yang ia miliki.
"Kami akan memberikan budak dengan harga yang pantas dengan batu itu." ucap Mu Linze yang menerima spirit stone itu dengan tangan yang gemetaran.
Yang Lu mengantar Xiao Ziya ke gerbang keluar pasar gelap di sana sudah ada dua ribu lima ratus budak dengan kondisi sehat namun banyak luka di tubuh mereka.
"Nona ini adalah pemilik baru kalian semua." ucap Yang Lu, perkataan dari pemuda itu membuat para budak terkejut bagaimana bisa mereka dibeli oleh seorang gadis yang sangat muda dan untuk apa gadis muda itu membeli dua ribu budak laki laki dan lima ratus budak perempuan.
"Trimakasih telah membeli budak pada kami, senang berbisnis dengan nona." ucap Yang Lu yang menjabat tangan Xiao Ziya. Xiao Ziya tersenyum tipis dan menyambut jabatan tangan dari Yang Lu.
Xiao Ziya dan dua ribu lima ratus budak miliknya sedang dalam perjalanan menuju benteng kota kecil milik Xiao Ziya. Ada beberapa budak yang menatap Xiao Ziya dengan tak suka sepertinya sebagian dari mereka ingin memberontak.
"Kami tak ingin mengikuti nona." triak salah satu budak yang terlihat masih muda. Perkataan sang pemuda juga memprovokasi budak yang lain.
"Kami ingin pulang ke rumah kami." triak budak yang lain.
Xiao Ziya yang mendengar triakan triakan protes dari para budak yang baru saja ia beli membuat gadis itu tersenyum miring.
"Kalian ingin pulang ke rumag kalian masing masing? apakah kalian sanggup mengembalikan apa yang saya tukar untuk menebus kalian semua." ucap Xiao Ziya yang menatap ke arah para budak dengan tatapan tajam dengan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Berapa ribu koin emas yang nona berikan untuk menebus kami." ucap salah satu budak yang ingin tau berapa ribu koin yang harus mereka berikan untuk mengembalikan koin yang sudah gadis muda itu berikan untuk membeli mereka.
"Satu buah pedang dan belati tingkat spiritual misteri, itu yang saya tukar untuk menebus kalian dan saya tak perlu koin emas." ucap Xiao Ziya yang masih menatap para budak itu dengan tajam.
Para budak yang mendengar bahwa gadis yang ada di hadapan mereka itu membeli dengan sebuah pedang dan belati tingkat misteri hanya bisa diam mematung tak bisa berkata apapun, sebuah senjata tingkat misteri bisa seharga ratusan ribu koin emas dan mereka semua tak memilik benda yang berharga seperti itu.
"Kau pasti hanya membual saja mana mungkin gadis sepertimu memiki senjata spiritual tingkat misteri." ucap salah seorang budak yang tak percaya bahwa Xiao Ziya memiliki senjata dengan tingkatan yang luar biasa.
__ADS_1
"Iya pasti nona hanya menipu kami saja." ucap seorang budak perempuan yang ikut berkomentar.
Xiao Ziya mengeluarkan lima pedang dengan tingkatan misteri dari cincin semestanya, para budak itu hanya melongo melihat lima pedang dengan tingkat misteri yang bahkan tak pernah mereka bayangkan akan bisa melihatnya.
"Benda semacam ini sudah sangat banyak dan menumpuk, jadi jika kalian tak tau apa apa lebih baik diam saja daripada kepala kalian terpisah dari badan. Akhirnya semua budak itu hanya bisa pasrah dan mengikuti kemanapun Xiao Ziya pergi.
Setelah dua jam berjalan akhirnya mereka sampai di hutan dekat perbatasan Kekaisaran Qiyu, setelah masuk lebih dalam lagi terlihat sebuah benteng yang sangat tinggi dan lebar, para budak itu sangat penasaran bangunan apa yang ada di balik benteng tersebut.
Saat Xiao Ziya masuk kedalam benteng ada dua ratus pasukan khusus miliknya yang sedang berlatih dan lima ratus pasukan iblisnya yang sedang berlatih pedang, melihat kehadiran Xiao Ziya membuat mereka tampak senang.
"Selamat datang nona muda, kami sangat menanti kedatangan nona." ucap Sen Linju salah satu budak yang ia beli satu minggu yang lalu. Kini badan Sen Linju terlihat lebih baik daripada sebelumnya.
Dua ribu lima ratus budak yang ada di belakang Xiao Ziya hanya bisa melihat lihat kesekeliling yang terlihat sangat indah dan juga nyaman itu. Ternyata di balik sebuah benteng tinggi ada sebuah kota kecil yang sangat nyaman.
"Wah kota kecil ini milik nona itu." ucap Yang Linho salah seorang budak yang baru saja dibeli oleh Xiao Ziya.
"Baiklah berkumpul dan bentuk barisan, kelompok prajurit khusus dan pasukan iblis di sebelah kanan. Dan kalian yang baru saja ikut denganku disebalah kiri." ucap Xiao Ziya yang meminta mereka untuk berbaris dengan rapi dan teratur. Semua yang ada di sana menuruti perintah dari Xiao Ziya.
"Hari ini saya membeli dua ribu lima ratus budak, dan apakah kalian tau untuk apa saya membeli kalian semua?." tanya Xiao Ziya yang bertanya pada budak budak yang baru saja dibelinya, dan budak budak itu hanya menggeleng gelengkan kepala mereka.
Para budak saling melihat satu sama lain, mereka tampak sedang mempertimbangkan tawaran yang baru saja Xiao Ziya katakan dan pada akhirnya mereka mengangguk faham dan berjanji akan setia pada Xiao Ziya.
"Baiklah kalian maju satu persatu saya akan memberikan koin gaji bulanan kalian sekarang karna saya tau kalian perlu membeli makanan dan yang lainnya." ucap Xiao Ziya yang memberikan lima ratus keping emas pada masing masing orang, mereka berbaris dengan rapi dan mengambil satu kantong sesuai dengan instruksi Xiao Ziya. Setelah mendapatkan koin emas mereka kembali berbaris.
"Para pria kalian bisa memilih tempat tinggal sekarang satu rumah ada banyak kamar jadi satu kamar untuk satu orang, ingat hari ini kalian boleh istirahat tapi besok kalian harus berlatih. Dan bangunan dengan lantai yang sangar tinggi itu adalah tempat untuk makan." ucap Xiao Ziya yang tak lupa memperkenalkan tempat makan mereka semua yang memiliki ratusan lantai. Mereka juga tak perlu cemas jika bangunan itu akan rubuh karna bangunan sangatlah kokoh.
Setelah itu para pria dan pemuda memilih kamar mereka, sedangkan lima ratus budak wanita yang ada di sana sangat cemas mereka takut jika tugas mereka adalah melayani para pasukan khusus milik Xiao Ziya.
"Dan kalian para wanita, disini tugas kalian adalah memasak, dan jika ada prajurit yang akan melakukan tindakan senonoh pada kalian maka laporlan pada saya, akan saya pastikan kepala mereka akan lepas dari badan. Kalian juga bisa memilih tempat tinggal dan ingat tempat tinggal wanita yang bercat merah." ucap Xiao Ziya yang telah memberikan warna pada masing masing bangunan agar wanita dan pria yang bukan suami istri tak tinggal dalam satu rumah.
Setelah itu Xiao Ziya menatap kearah dua ratus prajurit khususnya, mereka berlatih dengan sangat keras sehingga bisa berkembang pesat.
"Kalian semua para pasukan khusus dan pasukan iblisku kalianlah yang akan melatih dua ribu calon prajurit baru. Selain itu saya sudah menyiapkan token khusus sebagai tanda pengenal kalian." ucap Xiao Ziya yang memberikan token berwarna setengah merah dan setengah biru itu pada lima ratus prajurit iblis, dua ratus prajurir khusus, dan juga kelima jenderal iblis. Walau memiliki warna yang sama namun terdapat ukiran yang berbeda di token itu.
Setelah urusannya di sana selesai Xiao Ziya kembali ke Akademi kekaisaran Qiyu untuk melatih kemampuannya lagi. Kali ini ia tak berlatih di paviliunnya melainkan di lapangan khusus untuk betlatih.
Xiao Ziya mengeluarkan satu set panah dan busurnya, kali ini gadis itu berlatih untuk memanah. Panah yang dipegang oleh Xiao Ziya mengeluarkan aura berwarna biru terang.
__ADS_1
Sedangkan di pasar gelap saat ini terjadi kehebohan setelah mereka menerima dua senjata spiritual tingkat misteri dan sebuah spirit stone merah yang bisa dibilang barang yang sangat langka.
"Ini adalah benda benda yang sangat berharga, sebaiknya kita mencari informasi tentang nona Ziya." ucap Mu Linze yang meminta pada Yang Lu untuk mencari seseorang yang bisa menyelidiki siapa Xiao Ziya sebenarnya.
Yang Lu pergi menuju sebuah tempat disana ada sebuah kedai makan yang cukup mewah. Yang Lu melihat ke kanan dan ke kiri kemudian menghampiri seorang pria yang ia cari cari sedari tadi.
"Akhirnya saya bisa menemui Tuan Surien." ucap Yang Lu yang merasa sangat lega karna bisa bertemu dengan pria itu.
"Ada apa kau mencari saya?." ucap pria yang bernama Surien itu.
Surien adalah seorang penjual informasi yang sangat dicari cari oleh banyak orang, Surien adalah orang yang sering berkeliling ke berbagai belahan dunua bawah untuk mencari berbagai macam informasi yang bisa ia jual nantinya.
"Saya ingin membeli informasi dari tuan." ucap Yang Lu, ia memberikan dua ribu keping emas pada Surien.
"Baiklah informasi apa yang ingin anda beli dari saya." ucap Surien yang sangat tertarik karna bayaran yang diberikan sangat tinggi.
"Apa anda tau tentang nona Ziya?." tanya Yang Lu yang membuat Surien sangat terkejut karna pada akhirnya ada seseorang yang berani membeli informasi tentang Xiao Ziya.
"Ah Xiao Ziya putri dari Xiao Cunyu salah satu ketua Klan Xiao, dia juga adik dari Kaisar Yan kaisar dari Kekaisaran Qiyu. Selain itu Xiao Ziya adalah seorang master dari Akademi Kekaisaran Qiyu ia juga pemilik dari beberapa kerajaan yang ada di dunia bawah. Dikabarkan bahwa gadis itu memiliki banyak sekali sekutu bahkan dari dunia atas. Itu saja yang bisa saya sampaikan karna sangat sulit untuk mencari informasi tentang gadis itu." ucap Surien yang memberikan semua informasi melalui komunikasi batin agar tak bisa di dengar oleh orang lain.
"Trimakasih, saya permisi." ucap Yang Lu dia sangat puas dengan informasi yang didapatkan.
Sesegera mungkin Yang Lu kembali ke pasar gelap dan menyampaikan semua informasi yang ia dapatkan, terlihat Mu Linze sudah menunggunya. Mendengar semua informasi tentang Xiao Ziya membuat Mu Linze terkejut bukan main dan kali ini pria itu pingsan. Siapa yang sangka pelanggan vipnya adalah seorang gadis yang memiliki posisi yang lebih tinggi daripada seorang kaisar.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya masih berlatih panah, setelah selesai berlatih panah gadis itu berganti berlatih cambuk. Sebuah cambuk berwarna merah darah ia keluarkan dari cincin penguasa mutlaknya.
"Lihatlah adik Ziya sangat keras dalam berlatih." ucap Ruo Yogi yang juga sedang berlatih di lapangan itu.
"Gadis itu sangatlah kuat namun masih sangat giat berlatih, pantas saja ia semakin kuat setiap harinya." ucap Mue Along yang tak ingin kalah dengan semangat yang Xiao Ziya miliki.
Semangat latihan dari Xiao Ziya menular pada murid murid yang lain, para murid juga sedang berlatih dengan giat.
Ling An yang sedang melihat dari jendela ruang kerjanya hanya tersenyum senang saat melihat murid murid akademi sangatlah giat dalam berlatih, mungkin di masa depan mereka akan menjadi orang orang yang sangat hebat.
"Hah gadis itu memang luar biasa." ucap Ling An sembari melihat ke arah Xiao Ziya yang sedang mengayunkan cambuknya kesana kemari seperti seorang ahli .
Hai hai semuanya aku update lagi jangan lupa ya follow yang belum follow, vote yang masih punya tiket vote, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, dan tips koin.
__ADS_1