
Hermione dan Dimas sedang dalam perjalanan pulang kekotanya malam ini juga, Andre sudah pulang dari tadi siang.
"Aku aja yang nyetir" ucap Hermione yang berwujud Dara.
"Gak usah biar aku aja" ucap Dimas.
Hermione melihat kearah jendela dia membuka kaca mobilnya lalu dia tersenyum melihat kearah hutan yang sama sekali tak ada orang dan cahaya yang menerangi hutan, itu bagi penglihatan manusia bagi penglihatan Hermione disana ada para hantu yang sedang beraktivitas dimalam hari. Dimas merinding dan juga heran dengan Hermione yang senyum sendiri.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Dimas.
"Nggak" jawab Hermione. Dimas sedikit menambah kecepatannya karena merasakan auranya yang berubah dingin menusuk tulangnya. Hermione menutup kaca mobilnya lalu melihat kearah depan.
Tak jauh dari sana terlihat banyak sekali mobil yang berhenti karena ada kecelakaan. Dimas menghentikan mobilnya karena jalannya dipenuhi mobil yang berhenti ditengah jalan.
"Kok bisa kecelakaan kayak gini?" Dimas melihat sekeliling.
"Bisalah Mas" ucap Hermione.
"Karena kecelakaan ini 2 dunia dirugikan" ucap Hermione.
"Maksudnya?" Dimas tak paham dengan apa yang dibicarakan Hermione.
"Mobil itu menabrak pembatas dunia gaib dan manusia, saat malam seperti ini para penghuni dunia gaib sedang beraktivitas layaknya manusia pada umumnya, dan mobil itu tak sengaja menabrak pasar gaib mereka, untungnya mereka gak marah kalau marah bisa-bisa yang nabrak diikutin hantunya" ucap Hermione.
"Sini kamunya" ucap Hermione, Dimas mendekat kearah Hermione, Hermione mengusap wajah Dimas.
"Gimana bisa liat gak?" tanya Hermione, Dimas lalu melihat sekeliling dan terkejut karena melihat para hantu disana.
"Wih itu kok para hantu juga ada pasar ya" ucap Dimas.
"Iyalah" balas Hermione.
"Tapi serem pasar, pembeli dan penjualnya" ucap Dimas.
"Itu belatungnya gimana ya berserakan kayak gitu" ucap Dimas.
"Udah aku gak mau liat serem mana tadi diliatain sama mbak kunkun" ucap Dimas melihat kearah Hermione.
"Aduh astaga itu dibelakang kamu ada bapak poci" ucap Dimas menutup matanya. Hermione mengusap wajah Dimas kembali.
"Udah coba buka matanya" ucap Hermione, Dimas membuka matanya perlahan lalu melihat kanan dan kiri.
"Huh gini ya rasanya kalau bisa liat hantu" ucap Dimas.
"Kasian banget mereka mau belanja eh pasarnya malah ditabrak" ucap Dimas.
"Ya gitu deh" ucap Hermione. Dimas mulai menjalankan mobilnya.
"Yang nabrak rugi yang ditabrak juga rugi walaupun gaib tetep aja" ucap Dimas.
"Da dara" panggil Dimas gugup.
"Iya" jawab Hermione.
"I i itu dibelakang" ucap Dimas melihat kursi belakang menggunakan kaca spion.
"Kok aku masih bisa liat?" tanya Dimas gemetar.
"Dianya aja yang jail pengen liatin dirinya" jawab Hermione.
"Pergi lo" ucap Hermione melihat kearah belakang.
"Hihihihi" sosok hantu itu malah tertawa, Dimas langsung mengerem mendadak lalu memeluk Hermione.
__ADS_1
"Hihihi lelaki kok takut hihihi" ucap sosok kuntilanak berambut panjang acak-acakan, baju yang kotor dan ada noda darah, wajah tertutup rambutnya.
"Dara usir" ucap Dimas menyimpan wajahnya didada Hermione supaya tak melihat sosok hantunya.
"Pergi sana jangan ganggu" ucap Hermione.
"Hihihi gak ganggu kok cuman mau kenalan sama abang tampan ini" ucap sosok kuntilanak.
"Gak mau gue jelek kagak ada tampan pergi sana" ucap Dimas masih dengan posisi yang sama.
"Pergi atau gue" Hermione menunjukkan jari telunjuknya yang diatas jari terunjuk itu mengeluarkan api.
"Iya aku pergi hihihihi" ucap sosok itu lalu menghilang.
"Udah gak ada" ucap Hermione mengusap punggung Dimas, Dimas masih diam memeluk Hermione tubuhnya masih gemetar.
"Sama aku aja yang iblis kamu gak takut masa sama hantu kuntilanak takut" ucap Hermione.
"Beda, mau wujud kamu iblis atau manusia tetep cantik lah itu tadi ihh" ucap Dimas.
"Udah gak ada Mas" ucap Hermione, Dimas melepaskan pelukannya lalu melihat kearah kursi belakang.
"Huh untung aja ada kamu kalau gak ada kamu aku gak sampai rumah" ucap Dimas melihat kearah depan.
"Hihihihi" sosok kuntilanak itu ternyata ada didepan mobil.
"Aaaaa" Dimas memeluk Hermione kembali.
"Tolongin dong, masa aku bisa liat yang kayak gituan" ucap Dimas.
"Woi mbak kun lo tau ga gue siapa" ucap Hermione.
"Kamu iblis hihihihi" jawab sosok hantu itu.
"Nggak hihihi" jawab sosok mbak kun. Hermione melihat Dimas yang masih memeluk dirinya dengan menutup wajahnya. Hermione mengubah bagian wajahnya dengan wujud iblis saat menjadi ratu. Sosok itu terkejut melihat wajah Hermione yang berubah.
"Pergi sekarang dan jangan ganggu Dimas lagi" ucap Hermione, sosok itu langsung menghilang. Hermione mengubah wujudnya kembali menjadi Dara.
"Udah pergi dijamin sekarang dia gak bakal tunjukin dirinya lagi kekamu" ucap Hermione.
"Tetep aja takut" ucap Dimas masih memeluk Hermione.
"Kita udah sampai rumah kamu" ucap Hermione.
"Hah kita kan masih dijalan sepi" ucap Dimas.
"Makanya liat dong" ucap Hermione, Dimas melihat sekeliling tapi dengan posisi masih memeluk Hermione.
"Lah kok bisa" ucap Dimas melepaskan pelukannya.
"Bisalah kan kamu sama aku pulangnya" ucap Hermione.
"Ayo masuk ini juga udah malam" ucap Dimas.
"Gak deh aku mau langsung pulang" ucap Hermione.
"Ihh temenin aku ya please" ucap Dimas.
"Hmm yaudah deh" ucap Hermione.
"Nah gitu dong" ucap Dimas lalu keluar mobil diikuti oleh Hermione juga.
"Ada siapa nih kok ada motor?" tanya Dimas melihat ada motor dihalaman rumahnya.
__ADS_1
"Fadil itu" jawab Hermione.
"Kok kamu tau terus?" tanya Dimas merangkul pinggang Hermione sambil berjalan.
"Lupa ya aku siapa" ucap Hermione.
"Ohhh astaga bener juga ya hehehe" ucap Dimas. Dia lalu mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Reno.
"Kok udah pulang aja?" tanya Reno.
"Eh masuk pasti capek nih" ucap Reno.
"Banget" ucap Dimas melangkah masuk.
"Kak ayo masuk" ucap Reno.
"Ohh iya duluan aku ambil barang dulu" ucap Hermione.
"Mau aku bantu?" tanya Reno.
"Gak usah No" ucap Hermione melangkah kedalam mobil, dia lalu membuka bagasi dan mengeluarkan 2 koper yang 1 koper isinya oleh-oleh dan satu lagi pakaian Dimas.
"Biar aku bantu" Reno langsung mengambil alih salah satu kopernya.
"Keras kepala banget" ucap Hermione.
"Hehehe" Reno menjadi canggung dengan Hermione.
Mereka berdua masuk kedalam rumah, Dimas sedang merebahkan dirinya disofa Fadil sedang duduk dilantai dengan buku ditangannya.
"Eh astaga lupa kalau koper masih didalam mobil" ucap Dimas langsung mengambil koper dari tangan Hermione.
"Eh kak Dara" ucap Fadil melihat Hermione berdiri disana.
"Lagi apa?" Hermione mendekati Fadil.
"Ngerjain tugas kak sekalian belajar karena besok ada ulangan harian" jawab Fadil.
"Rajin banget" ucap Hermione.
"Kalau ada tugas sama ulangan aja kak rajinnya kalau gak ada jangan harap belajar megang buku aja nggak" ucap Fadil.
"Lo doang gua sih gak" ucap Reno.
"Nggak sekali" ucap Dimas.
"Iya itu maksudnya" ucap Reno.
"Maa gue balik aja ya, ngapain juga gue nginep kayak jauh aja rumah gue" ucap Hermione.
"Udah malam Ra, jarak dari sini kerumah lo kan memang jauh" ucap Dimas.
"Nginep aja, Fadil juga nginep" ucap Reno.
"Sibuk gue masih ada urusan lain" ucap Hermione.
"Baru sampai masa udah ada urusan lagi nanti sakit kak kalau terlalu capek" ucap Reno.
"Udahlah kak nginep aja" ucap Fadil.
"Huh iya deh" ucap Hermione pasrah.
"Nah gitu dong" ucap Dimas tersenyum.
__ADS_1
Bersambung...