RATU IBLIS

RATU IBLIS
77


__ADS_3

Matahari sudah tenggelam, adzan untuk menandakan sholat magrib sudah terdengar. Para ibis sedang berada dikamar Hermione mereka berkumpul supaya mereka tidak kepanasan mendengar suara adzan.


"Gimana udah dibilang sama Bayu dkk kalau malam ini kita akan ambil Sarah dkk?" tanya Hermione.


"Udah" jawab Evan.


"Yang jadi pertanyaannya adalah Sarah dkk udah hamil belum?" tanya Iliana.


"Udah" jawab Hermione.


"Ratu kita ini" ucap Dela.


"Lahirnya dimana?" tanya Drew.


"Disini" jawab Hermione.


"Kapan?" tanya Mona.


"Besok" jawab Hermione.


"Cepet banget" ucap Andre.


"Kalau ditunda, nanti keburu pulang dari sini" ucap Evan.


Tok...


...Tok......


^^^Tok...^^^


"Udah siap belum Ra? Kita mau lanjut nyari Sarah dkk" ucap Dimas dari luar kamar.


"Udah, bentar lagi aku keluar duluan aja" ucap Hermione.


"Ok" ucap Dimas.


"Juru kunci datang sekitar jam 11 malam, nanti dia bakal bantu nyari Sarah dkk tapi lewat rumahnya, bersikap seperti biasanya kalian akan tahan dari doa-doa yang dia bacakan" ucap Hermione.


"Siap ratu" ucap mereka semua.


Mereka keluar dari kamar tersebut bersama lalu berjalan keluar villa karena yang lain berada disana.


"Pak Komar sedang diperjalanan kesini, beliau mungkin bisa membantu kita mencari teman kalian tapi sepertinya beliau sampai tengah malam" ucap petugas.


"Kita mencari teman kalian seperti tadi saja kelompoknya tapi beda jalur, kita harus hati-hati karena tadi sempat gerimis jadi jalannya pasti akan licin ditambah lagi kita mencari mereka malam" ucapnya lagi.


"Iya" jawab mereka.


Mereka kembali berjalan naik untuk mencari Sarah dkk. Banyak kendala untuk sampai keatas salah satunya terpeleset. Belum apa-apa baju mereka sudsh kotor karena jatuh terus, ditambah malah hujan membuat jalannya semakin licin.


"Kok serem ya Ra?" bisik Dimas.


"Malam jumat Mas biasalah" bisik Hermione.


"Astaga ini malam jumat pantesan" bisik Dimas.


"Aku ngerasa banyak yang liatin kita" bisik Dimas.


"Memang hebat ya kamu sekarang bisa ngerasain keberadaan mereka, mau liat mereka gak aku bisa bantu kamu" bisik Hermione.


"Nggak jangan, gak mau Ra takut" bisik Dimas cepat.


"Kita berpencar disini, semoga malam ini kita bisa menemukan teman kalian dalam keadaan sehat semuanya" ucap petugas.


"Amin" balas mereka. Mereka langsung berpisah menjadi 2 bagian.


Suasana disana sangat mencekam, hanya ada suara air yang jatuh dari langit dan suara langkah kaki mereka, keadaan disana sangat gelap hanya ada cahaya senter mereka saja.

__ADS_1


3 petugas terus berdoa didalam hati membuat Andre, Evan dan Iliana risih Hermione langsung membuat mereka tahan dengan doa 3 petugas tersebut.


Tiba-tiba didepan mereka ada benda putih terbang melintas dari pohon satu kesatunya lagi.


"Aaaa" teriak mereka, sebenarnya para iblis itu tidak takut saja tapi mereka harus berakting supaya tak membuat curiga.


Dimas langsung memeluk Hermione yang ada disampingnya, Andre naik kepunggung Evan, Iliana memeluk Evan, Reno dan Ariel saling berpelukan, 3 petugas mengusap dada mereka berusaha menenangkan diri mereka.


Kresek...


Kresek...


Kresek...


Seperti apa sesuatu disemak-semak membuat mengeluarkan suara seperti itu.


"Apaan tuh?" tanya Ariel memeluk Reno.


"Kagak tau" jawab Reno yang sama memeluk Ariel.


"Jangan lari nanti bisa-bisa kita terpisah" ucap petugas 1. 3 petugas berbalik melihat kebelakang kearah Hermione dan yang lainnya.


"Aduh pak itu anu aduh itu pak" ucap Dimas pindah kebelakang tubuh Hermione sambil memeluknya, Dimas menunjuk belakang 3 petugas itu. Reno dan Ariel melihat kearah belakang tubuh 3 petugas tersebut.


"Astaga, pulang gue mau pulang" ucap Reno semakin memeluk Ariel erat.


"Aaaaa pulang aja yok malam jumat ini" ucap Ariel.


"Apasih kalian ini, kalau kita pulang teman kalian gimana" ucap petugas 3.


"Coba liat belakang kalian ada apa" ucap Andre cengengesan.


"Si mbak cantik banget" ucap Hermione.


"Pak pocinya juga ganteng Ra" ucap Evan.


"Apalagi anaknya gemesin ya, eh kamu gak ngambil duit kok malah disini sih" ucap Iliana.


"Astagfirullah setan" ucap 3 petugas.


"Hihihihihi" tawa mbak kun.


"Suara pocong gimana ya" tanya pak poci.


"Manaku tau hihihi" jawab mbak kun.


"Suara tuyul juga gimana ya lupa aku" ucap bocil botak.


"Masa lupa sih cil, mau nanti diajarin sama kita?" ucap Evan.


"Enak aja kita abang aja sana" ucap Reno.


"Jangan ganggu, kita gak kesini mau nyari temen kita bukan mau pingsan karena ketemu kalian" ucap Andre.


"Kalian liat temen kita gak?" tanya Iliana.


"3 cewek itu ya kak" ucap bocil botak.


"Iya liat gak ciyul?" tanya Hermione.


"Ciyul apa kakak cantik?" tanya bocil botak.


"Bocil tuyul hehehe" jawab Hermione cengegesan.


"Ih bagus namanya" ucap bocil botak.


"Masa dia aja sih kita juga mau kali dikasih nama panggilan kayak gitu" ucap pak poci.

__ADS_1


"Pota" ucap Hermione.


"Artinya apa neng abang gak tau?" ucap pak poci.


"Pocong tampan" ucap Hermione.


"Makasih neng geulis" ucap pak poci.


"Saya gak dikasih nama mbak" ucap mbak kun.


"Kunca, kuntilanak cantik" ucap Hermione.


"Emang udah cantik dari lahir mbak hihihihi" ucap mbak kun.


"Jangan ketawa dong" ucap Iliana.


"Gimana kalian liat gak udah dikasih nama bagus masa gak mau bilang" ucap Andre.


"Mereka bareng mas Bayu, mas Riki dan mas Sen" jawab mbak kun.


"Mereka siapa?" tanya Evan.


"Na nama i itu bu bukannya nama arwah pendaki" ucap petugas 1.


"Memang hihihi" ucap mbak kun.


"Yaudah kita pamit dulu ya semoga kalian ketemu sama mereka dadahh" ucap pak poci.


"Kakak cantik makasih namanya bagus banget aku suka" ucap bocil botak.


"Iya sama-sama hehe" ucap Hermione.


"Selamat mencari hihihihi" ucap mbak kun seketika itu mereka bertiga menghilang dari sana. Tubuh para manusia bergetar hebat.


"Wah tremor nih" ucap Andre.


"Lo boleh aja tremor tapi turun dong dari punggung gue berat tau gendong lo" ucap Evan.


"Maaf refleks" ucap Andre langsung turun.


"Ihh lo apaan meluk-meluk" ucap Ariel langsung melepaskan pelukannya saat sadar posisi dirinya seperti apa.


"Eh anda duluan ya yang meluk" ucap Reno.


"Yaelah bareng perasaan gue" ucap Iliana melepaskan pelukannya.


3 petugas masih diam mematung dengan kaki bergetar, Dimas memeluk Hermione dari belakang dengan kepala yang disembunyikan dipunggung Hermione.


"Mon maaf terbalik ya, seharusnya cewek berlindung dicowok lah ini cowok berlindung dicewek" ucap Evan melihat Dimas dan Hermione yang asa disampingnya.


"Takut Van" ucap Dimas kepalanya melihat sekeliling sudah tidak ada sosok seram lagi, dia lalu melepaskan pelukannya dan pindah kesamping Hermione.


"Takut sama yang begituan" ucap Evan.


"Pak kok diem aja" ucap Evan menepuk pundak 3 petugas bergantian.


"Astagfirullah" kaget mereka.


"Kita pulang sekarang nanti aja nunggu pak Komar datang, bahaya kalau kita lanjut lagi" ucap petugas 1.


"Iya mereka dibawa sama arwah pendaki kita gak bisa buat apa-apa sebelum pak Komar datang" ucap petugas 2.


"Terus yang lain gimana pak" ucap Ariel.


"Nanti mereka akan nyusul" ucap petugas 3.


"Yaudah ayo pak serem nih" ucap Reno.

__ADS_1


Akhirnya mereka memilih pulang, Iliana mengabarkan para iblis yang lain lewat batin.


Bersambung...


__ADS_2