
Jam menunjukkan pukul 10 malam tapi pak Komar belum sampai juga, sedari tadi Hermione sudah sadar dari pingsannya. Dia disuruh Dimas dan yang lainnya istirahat dikamar.
Dimas masuk kedalam kamar Hermione, terlihat Hermione sedang duduk sambil memainkan ponselnya, Dimas menutup pintu lalu berjalan kearah Hermione.
"Kenapa kamu bisa pingsan sih Ra?" Dimas duduk disamping ranjang, Hermione langsung melihat kearah Dimas.
"Eh kapan kamu masuk?" Hermione menyimpan ponselnya dimeja.
"Tadi" jawab Dimas.
"Jawab pertanyaan aku, jangan bohong" ucap Dimas menatap mata Hermione.
"Tadi aku liat keberadaan pak Komar dengan wujud iblis makanya wujud manusia aku jadi pingsan, ternyata jalannya macet karena ada kecelakaan terus belum ada polisi yang ngurus lagi, jadi aku bantu ngurusnya" ucap Hermione.
"Baik banget sih kamu mau ngurus kecelakannya" ucap Dimas mencubit pipi Hermione.
"Makin sayang aku sama kamu" ucap Dimas tersenyum.
"Hah makin sayang, adudududuuuh mengsenang nih aku, eh apaan sih" batin Hermione yang hanya didengar olehnya saja.
"Bisa aja" ucap Hermione tersenyum. Dimas mendekatkan wajahnya perlahan.
"Kok jadi deg-degan ya, biasanya juga sama yang lain kagak tuh" batin Hermione.
"Aduh dikit lagi ayo dong cepet sampe, ini sisa beberapa senti lagi lho berasa masih 1 km" batin Hermione.
Cup... Akhirnya yang ditunggu-tunggu Hermione tiba, Dimas memasukkan lidahnya kemulut Hermione, dia lalu memindahkan tubuh Hermione kepangkuannya.
Hermione mengedipkan sebelah mata melihat kearah pintu, seketika pintunya terkunci rapat. Hermione mengalungkan tangannya dileher Dimas, tangan Dimas masuk kedalam baju Hermione dia mengusap punggung Hermione.
"Hmm" Dimas melepaskan ciumannya karena tau Hermione kehabisan nafas. Mereka berdua mengambil nafas sebanyak-banyaknya, Dimas menggerakkan sedikit Hermione supaya mereka tidak ada jarak lagi.
Tangan Dimas masih mengusap punggung mulus Hermione, matanya menatap mata Hermione.
"Cantik" ucap Dimas, pengait br4 Hermione terlepas itu karena perbuatan Dimas. Dia lalu melempar br4nya kesembarang arah.
"Sangat tidak sopan kau ini" ucap Hermione.
"Aku suamimu terserah aku dong mau ngapain aja sama kamu" ucap Dimas tersenyum.
"Kita ini mau nyari Sarah dkk" ucap Hermione.
"Pak Komar belum datang santai saja" ucap Dimas.
"Aku juga sudah lama tak melakukannya" ucap Dimas lagi mengangkat baju kaos yang digunakan Hermione.
"Wah pemandangan yang bagus" ucap Dimas tak berkedip.
"Hei matamu" ucap Hermione menurunkan bajunya kembali.
__ADS_1
"Sayang kenapa dengan dirimu" Dimas mengangkat baju Hermione lagi dan Hermione menurunkannya lagi, Dimas mengangkat lagi dan Hermione menurunkan lagi beberapa kali mereka melakukan seperti itu.
"Dara" ucap Dimas seperti memohon.
"Nggak" ucap Hermione. Dimas langsung mencium bibir Hermione lembut, Dimas juga sedikit menggerakkan-gerakkan tubuh Hermione.
"Jangan sekarang Dimas, aku udah ganti aura kamu jadi positif masa aku harus ganti lagi nanti, walaupun aura aku saat ini positif tetap aja kalau kita melakukannya aura kamu bakal jadi negatif" batin Hermione.
Dimas mengangkat baju Hermione, dia lalu melepaskan ciumannya dan pindah kebenda kenyal milik Hermione.
"Astaga kecolongan gue karena sibuk ngebatin" batin Hermione.
"Mas nanti orang kesini" ucap Hermione, Dimas tak memperdulikannya.
"Awh jangan digigit" ucap Hermione.
"Maaf" ucap Dimas melepaskan sebentar lalu melanjutkan lagi.
Hermione sedikit mencengkram baju Dimas untuk menahan nafsunya.
Tok...
...Tok......
^^^Tok...^^^
"Ra pak Komar katanya udah datang, kita semua mau kerumahnya, lo nyusul aja ya" ucap Evan dari luar kamar.
"Ayo kesana supaya cepet ketemu Sarah dkknya" ucap Dimas, dia menahan nafsunya itu karena ingin lanjut mencari Sarah dkk. Wajah mereka berdua memerah karena menahannya.
"Ayo" Hermione langsung beranjak dari pangkuan Dimas, dia menurunkan bajunya lalu mengambil br4 yang dilempar Dimas. Dia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
Evan dan teman-teman yang lainnya kerumah pak Komar bersama petugas yang memberitahu kepada mereka kalau pak Komar sudah pulang.
Pak Komar duduk diteras rumahnya sambil membaca doa-doa, dia sedang mencoba mengeluarkan Sarah dkk dari alam gaib tersebut.
Yang lain hanya diam saja menunggu pak Komar selesai membaca doa. Dari kejauhan terlihat Hermione dan Dimas berjalan kearah mereka.
Dimas menggenggam tangan Hermione erat, mereka berdua sesekali saling lirik.
"Udah dibilangin juga sama aku mau nyari Sarah dkk" bisik Hermione.
"Iya iya ini semua salah aku" bisik Dimas.
Hermione dan Dimas sampai ditempat pak Komar, Hermione melihat adik dan sahabatnya mulai tak bisa menahan doa yang dibacakan pak Komar dalam hati. Dia lalu membantu mereka supaya bisa bertahan lebih lama lagi.
Hening... Tak ada percakapan saja sekali diantara mereka semua.
Ditempat Sarah dkk, mereka bertiga berlari menjauh dari Bayu dkk karena melihat wajah Bayu dkk yang berubah menyeramkan.
__ADS_1
"Berhenti hah hah capek" ucap Santi, mereka lalu berhenti berlari.
"Ini gimana Rah hiks hiks?" tanya Wawa.
"Gue takut hiks" ucap Santi.
"Lo pikir gue gak takut, muka mereka serem banget" ucap Sarah yang bergetar.
"Eh ada cahaya ayo kita kesana" ucap Sarah melihat ada sedikit cahaya.
Cahaya itu memang sengaja dikirim oleh pak Komar supaya Sarah dkk bisa keluar dari sana.
"Ayo cepet sebelum mereka datang" ucap Wawa.
Sarah dkk berlari kearah cahaya tersebut, Bayu dkk melihat Sarah dkk dari jauh, mereka tersenyum miring.
"Mereka sudah hamil, ayo kita pulang" ucap Bayu.
"Yaiyalah hamil kita gas terus" balas Riki.
"Bener ditambah kita kasih ramuan kemereka dan ratu membaca mantra untuk mereka supaya cepet hamil" ucap Sen.
Mereka lalu pulang alam gaib, dialam gaib ada rumah ilustrasi mereka, mereka tinggal disana bersama.
.......
"Sebentar lagi mereka datang" ucap pak Komar membuka matanya melihat Hermione dan yang lainnya datar. Pak Komar melihat mata mereka satu per satu, tak ada yang aneh dari mereka semua karena Hermione sudah menutup kejadian dimana Ariel dkk suka meniduri wanita.
"Sudah menikah jadi tidak masalah" batin pak Komar saat melihat Evan, Julio dan Drew bersama pasangannya masing-masing yaitu Iliana, Mona, dan Dela.
"Eh itu" Fadil menunjuk kearah dimana terlihat ada 3 orang berlari keluar dari kegelapan.
"Sarah, Wawa, Santi" ucap Ariel dkk pelan saat melihat kearah yanh ditunjuk Fadil.
Benar saja Sarah dkk berlari kearah mereka, setelah sampai mereka langsung memeluk Ariel dkk. Baju mereka sudah kotor karena tadi terjatuh saat berlari menghindar dari Bayu dkk.
"Hiks hiks hiks" suara tangisan Sarah dkk, Ariel dkk bingung harus berbuat apa ingin bertanya takut salah tanya jadi mereka memilih mengusap punggung Sarah dkk untuk sedikit menenangkan mereka.
Pak Komar mengode kepetugasnya supaya mengambil air untuk mereka semua, para petugasnya yang tau maksud kode pak Komar langsung menjalankan tugasnya.
Tiba-tiba perut Sarah dkk sedikit membuncit, Sarah dkk langsung melepaskan pelukannya Ariel dkk yang merasakan perut Sarah dkk tadi heran.
"Kok perut aku" Santi mengusap perutnya heran, kaget, takut bercampur aduk.
"Perut aku kenapa?" tanya Wawa.
"Kok kayak gini sih?" tanya Sarah.
"Kalian hamil anak arwah pendaki itu" ucap pak Komar membuat para manusia disana terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Apa hamil?!" ucap Sarah dkk kaget, yang lain tidak bisa berkata-kata lagi.
Bersambung...