RATU IBLIS

RATU IBLIS
98


__ADS_3

Sudah 2 hari setelah kejadian itu Hermione belum sadar juga. Dimas selalu setia menunggu Hermione dirumah sakit.


"Racunnya mulai menghilang sedikit demi sedikit" ucap Iliana memegang tangan Hermione.


"Dimas jika kau lelah sebaiknya pulang dan istirahat kami akan menjaga Dara" ucap Julio.


"Nggak, aku akan menjaga Dara disini" ucap Dimas menggenggam tangan Hermione, Dimas merasakan ada pergerakan dari jari Hermione begitupun dengan Iliana yang memegang tangan Hermione yang sebelahnya. Mereka berdua fokus melihat tangan Hermione. Hermione membuka matanya perlahan.


"Egh" Hermione merasakan pusing dikepalanya. Mereka semua langsung melihat kearah wajah Hermione.


"Dara/kakak" ucap mereka.


"Hmm" balas Hermione.


"Masih sakit?" tanya Dimas yang dijawab gelengan pelan dari Hermione.


"Kakak sembuh totalnya 5 hari lagi" ucap Andre.


"Hmm" balas Hermione.


"Kau kenapa Ra?" tanya Dela.


"Tubuhku susah digerakkan termasuk mulut" batin Hermione.


"Ohh itu karena racunnya mulai menghilang jadi mungkin efek sampingnya kayak gitu" ucap Evan.


"Hmm" balas Hermione.


"Sarah dkk gimana?" tanya Hermione lewat batin.


"Udah dikubur" jawab Mona.


"Kalian ngomongin apa sih?" heran Dimas karena tidak bisa mendengar batin Hermione.


"Dara nanya Sarah dkk gimana ya dijawab udah dikubur" ucap Mona menjelaskan.


"Ohh" balas Dimas.


Malam harinya, Hermione sudah bisa menggerakkan tubuhnya.


"Jangan bikin aku panik lagi, kalau sakit bilang jangan ditutupin kebiasaan ih" ucap Dimas cemberut.


"Iya iya" jawab Hermione.


"Eh kapan bisa pulang?" tanya Hermione.


"Nanti 1 minggu lagi" jawab Andre.


"Lama banget" ucap Hermione.


"Nurut aja" ucap Dimas.


"Hah serah" ucap Hermione cemberut.


"Ini demi kebaikan kamu juga sayang" Dimas mengusap pipi Hermione lembut.


"Bosen Mas disini terus" ucap Hermione cemberut.


"Ihh gemesin banget sih kalau kayak gini" ucap Dimas mencubit pipi Hermione. Para iblis saling tatap mereka lalu menghilang dari sana untuk membiarkan Hermione dan Dimas berduaan.


"Ihh Dimas" Hermione mengusap pipinya.


"Makanya nurut jangan membantah" ucap Dimas.

__ADS_1


"Iya iya" ucap Hermione pasrah.


"Kalau ada masalah apa-apa bilang siapa tau aku bisa bantu" ucap Dimas.


"Iya" balas Hermione.


"Jangan iya iya doang dengerin dan lakukan juga" ucap Dimas.


"Iya ih bawel" ucap Hermione.


"Aku bawelnya juga karena kamu" ucap Dimas.


"Sini" Hermione menepuk ranjangnya supaya Dimas naik kesana.


"Itukan tempat kamu" ucap Dimas.


"Naik aja" ucap Hermione.


"Iya" Dimas naik keatas ranjangnya dan duduk disamping Hermione, Hermione memeluk Dimas dari samping.


"Kenapa hmm?" Dimas mengusap punggung Hermione.


"Pengen peluk aja" jawab Hermione, Dimas tersenyum lalu mengecup puncak kepala Hermione.


"Sayang gak?" tanya Hermione.


"Menurut kamu aku sayang gak?" bukannya menjawab Dimas malah balik bertanya.


"Sayang banget" jawab Hermione.


"Ihhh pdnya tapi benar sih hehehe" ucap Dimas, Hermione menengadahkan kepalanya melihat Dimas.


"Tuh kah" ucap Hermione.


"Kamu sayang gak?" tanya Dimas melihat Hermione.


"Kok gitu?" tanya Dimas cemberut.


"Ya nggak mau gimana lagi dong" ucap Hermione, Dimas melepaskan pelukan Hermione lalu mengalihkan pandangannya dengam bibir yang cemberut.


"Hei" Hermione menoel pipi Dimas, Dimas mengusap pipinya yang disentuh Hermione. Hermione mencoba memegang tangan Dimas tapi langsung ditepis oleh Dimas.


"Nggak pernah berhenti menyayangimu maksudnya" bisik Hermione. Dimas langsung melihat kearah Hermione dengan senyum dibibirnya, dia lalu mencium bibir Hermione berkali-kali. Setelah itu dia memeluk Hermione.


"Kiraim beneran gak sayang" ucap Dimas.


"Yakali aku gak sayang sama cowok sebaik dan seganteng ini" ucap Hermione.


"Aaa mengbaper" ucap Dimas menciumi seluruh wajah Hermione.


"Kamu milik aku, hanya milik aku" ucap Dimas menunjuk Hermione saat mengucapkan kata kamu lalu menunjuk dirinya sendiri saat mengucapkan kata aku.


Dimas menyimpan jari telunjuknya dikening Hermione lalu turun menelusuri setiap wajah Hermione. Jarinya berhenti dibibir Hermione yang tertutup rapat, mata mereka berdua saling tatap. Hermione membuka mulutnya perlahan Dimas memasukkan jarinya kemulut Hermione.


Hermione memegang pergelangan tangan Dimas, dia memainkan jari telunjuk Dimas dimulutnya. Tangan Dimas yang satunya masuk kedalam baju Hermione.


"Memainkan jariku didalam mulutmu saja hebat sekali apalagi yang lain" ucap Dimas, Hermione menggigit jari Dimas.


"Awh, tapi itu benarkan" ucap Dimas menggoda.


"Taulah males" Hermione melepaskan jari Dimas dari mulutnya, lalu menyingkirkan tangan Dimas dari tubuhnya.


"Eh jangan ngambek dong kan itu kenyataan" ucap Dimas memegang pinggang Hermione.

__ADS_1


"Serah" ucap Hermione.


"Lanjut ya" ucap Dimas.


"Nggak males" ucap Hermione.


"Yah jangan gitu dong" ucap Dimas.


"Bodo" ucap Hermione.


"Ih ayolah lanjut" ucap Dimas.


"Gak mau" ucap Hermione melepaskan tangan Dimas dari pinggangnya. Dimas menarik tubuh Hermione supaya mendekat.


"Harus mau" ucap Dimas mencium tulang selangka Hermione. Dimas menarik 2 kaki Hermione naik kepangkuannya. Dimas melihat kearah bawah tubuhnya, Hermione ikut melihat juga.


"Kau melihat apa?" tanya Hermione.


"Melihat itulah" ucap Dimas melihat juniornya menempel dimilik Hermione walaupun tertutup celana.


"Ih kau ini" ucap Hermione sedikit bergerak.


"Mph kau harus bertanggung jawab" ucap Dimas.


"Hei kenapa aku, tidak-tidak enak saja" ucap Hermione.


"Ya enaklah" ucap Dimas memegang pinggul Hermione lalu menggerakkannya.


"Kauhhh nakalhhh" ucap Hermione.


"Biarinhhh" balas Dimas lalu mencium bibir Hermione. Dimas membuka kancing baju Hermione dan Hermione juga seperti itu.


Tok...


...Tok......


^^^Tok...^^^


Hermione dan Dimas saling pandang, mereka berdua bengong karena ada yang mengetuk pintu.


"Siapa yang ngetuk?" tanya Dimas kesal.


"Dokter" jawab Hermione pindah dari pangkuan lalu membenarkan bajunya.


"Gak ada kerjaan tu dokter" Dimas turun dari ranjang sambil membenarkan bajunya, dia berjalan kearah pintu lalu membuka kuncinya setelah itu membuka pintunya.


"Silahkan masuk dokter" ucap Dimas sedikit menekan suaranya. Dokter yang tidak tau apa-apa heran dia masuk kedalam lalu menghampiri Hermione.


"Apakah ada yang sakit nona?" tanya dokter.


"Tidak" jawab Hermione. Dokter memeriksa kondisi Hermione.


"Keadaannya semakin membaik banyak-banyak istirahat ya nona, jika terjadi apa-apa langsung panggil saya saja, karena sudah selesai saya permisi masih ada pasien yang harus saya cek" ucap dokter lalu pergi.


Hermione merebahkan tubuhnya, Dimas naik keatas ranjang kembali.


"Gak mau dilanjutin?" tanya Dimas.


"Gak, disuruh istirahat kata dokter" jawab Hermione menarik selimutnya.


"Huh yaudah deh" ucap Dimas memeluk Hermione.


"Jangan lupa mimpiin aku, love you" ucap Dimas mengecup kening Hermione.

__ADS_1


"Love you too" ucap Hermione membalas pelukan Dimas.


Bersambung...


__ADS_2