RATU IBLIS

RATU IBLIS
69


__ADS_3

Tok...


...Tok... ...


^^^Tok...^^^


"Kak" panggil Reno mengetuk pintu kamar Hermione. Sekarang sudah jam 1 malam tapi Reno belum tertidur karena mengingat kejadian tadi.


"Udah tidur atau belun ya" ucap Reno, membuka perlahan pintu karena tidak dikunci.


Reno menutup kembali pintunya, dia melihat sekeliling tidak ada orang.


"Lah kak Dara kemana?" gumam Reno, dia lalu duduk disofa.


"Wangi kamar kak Dara enak banget" ucap Reno menghirup aroma kamarnya.


"Gara-gara kejadiam tadi aku jadi gak bisa tidur ditambah liat kak Dara bareng sama tu orang yang namanya Sakti" ucap Reno.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Reno langsung melihat kearah pintunya. Hermione keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimono


"Kak" Reno langsung berdiri melihat Hermione yang menggunakan handuk kimono, Hermione melihat kearah Reno.


"Lah kok Reno bisa disini, kenapa gue gak nyadar" batin Hermione.


"Kamu ngapain disini?" tanya Hermione, Reno hanya diam saja dia mendekati Hermione perlahan.


"Mati gue cuman pakai handuk, baru aja gue pulang dari rumah Sakti" batin Hermione, dia berjalan mundur.


"Reno" panggil Hermione.


"Hmm" balas Reno masih mendekati Hermione.


"Kamu mau ngapain?" tanya Hermione yang sudah tak bisa mundur lagi karena punggungnya sudah menempel didinding.


"Menurut kakak" sahut Reno menatap mata Hermione, tangan Reno mulai meraba tubuh Hermione.


"Reno kamu kok bisa ada disini?" tanya Hermione menahan tangan Reno.


"Aku gak bisa tidur makanya aku kesini, tapi pas kesini malah liat kakak baru selesai mandi" jawab Reno menarik pinggang Hermione supaya mendekat kearahnya.


Aroma tubuh Hermione semakin menyengat dihidung Reno, Reno mendekatkan wajahnya kearah leher Hermione lalu menghirup aroma tubuh Hermione rakus. Reno lalu mencium leher Hermione untuk meninggalkan bekas kepemilikannya.


"Sial kenapa harus dia sih" batin Hermione. Hermione lalu ingat ucapan Azazel jika umur Reno sudah 20 tahun maka dia akan disiksa selama 5 tahun dineraka baru bisa menjadi iblis.


"Sisa 4 tahun, gue masih ada waktu untuk menghalang supaya Reno gak disiksa nanti" batin Hermione lagi.


"Uh wangi sekali kakak ini" ucap Reno tak tahan dengan aroma tubuh Hermione yang menggoda. Hermione mendorong tubuh Reno lalu membenarkan handuk kimononya.


"Kenapa?" tanya Reno.


"Keluar cepet" perintah Hermione.


"Nggak" ucap Reno.


"Reno keluar" Hermione mendorong tubuh Reno kearah pintu, setelah sampai pintu Hermione membuka pintunya.


"Keluar" ucap Hermione, Reno hanya diam saja menatap Hermione.


"Reno keluar" ucap Hermione lembut.


"Nggak" ucap Reno menutup pintunya.


"Kenapa kakak menghindar dari aku?" tanya Reno datar sambil mendekati Hermione.


"Aku gak menghindar" jawab Hermione mundur.


"Kakak sekarang lebih memilih dekat sama yang lain dari pada aku" ucap Reno.


"Bang Dimas, Andre, sekarang orang yang namanya Sakti" ucap Reno menahan tubuh Hermione.


"Nggak ada aku milih deket sama orang" ucap Hermione.


"Kakak lebih memilih orang yang namanya Sakti dari pada aku, tadi aja saat Sakti itu datang kakak lebih milih sama dia dari pada aku yang jelas-jelas keadaan aku masih syok karena tenggelam ditarik sama sosok hantu itu" ucap Reno, Hermione hanya diam saja.


"Aku gak mau deket sama kamu karena itu demi keselamatan kamu Reno" batin Hermione.


"Maaf" ucap Hermione.


"Buat apa kakak minta maaf sama aku, aku bukan siapa-siapa kakak jadi kakak berhak ngapain aja" ucap Reno tersenyum kecil.


"Makasih kakak udah mau nyelamatin aku tadi" ucap Reno lagi.


"Gak perlu makasih" ucap Hermione.


"Yaudah aku mau kekamar lagi" ucap Reno berjalan pergi, Hermione hanya melihat Reno saja. Reno keluar dari kamar Hermione dengan perasaan yang campur aduk. Hermione menjentikkan jarinya, pintu langsung terkunci pakaian sudah terpasang dibadannya setelah itu dia menghilang dari kamar tersebut.


Hermione muncul diteras villa dengan botol vodka yang sudah tersedia dimeja. Hermione menatap langit malam yang dipenuhi bintang.


"4 tahun lagi dia bakal dibawa keneraka untuk disiksa baru dijadikan iblis" batin Hermione.


"Huh" Hermione menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


Hermione berjalan kearah pantai sambil membawa sebotol vodka ditangannya. Dia duduk diayunan yang ada dibawah pohon dekat villa.


Hermione meminum air vodka langsung dari botolnya lalu dia simpan botolnya dipasir. Dia terus menghembuskan nafas kasar. Tiba-tiba ada seorang pria muncul dihadapannya, Hermione menatap mata pria itu tajam.


"Phoenix" ucap Hermione.


"Hai anakku" ucap Phoenix yang berwujud manusia yang masih muda. Hermione langsung berdiri dari duduknya.


"Maaf saya bukan anak anda tuan Phoenix" ucap Hermione menyeringai.


"Kau ini dari dulu masih sama saja" ucap Phoenix.


Reno melihat itu dari balkon kamarnya, dia hanya bisa melihat saja tak bisa mendengar percakapannya.


"Kak Dara ngapain disitu, cepet banget udah disitu aja" ucap Reno pelan.


"Tidak sama, dulu dan sekarang itu sangat berbeda sangat sangat jauh berbeda" ucap Hermione, Phoenix tersenyum miring.


"Mana istri siluman sialan itu, dia yang memberi kekuatan padamukan membuat kau menjadi kuat seperti ini" ucap Hermione.


"Hei jaga bicaramu anak sialan" ucap Phoenix.


"Anda lebih sialan tuan Phoenix!" bentak Hermione menunjuk Phoenix. Andre berlari keluar dari villa, sedangkan sahabat iblis yang lain menunggu dibalkon kamar Evan dan Iliana.


"Wah anak jagoanku" ucap Phoenix.


"Cihhh gak sudi saya jadi anak anda" ucap Andre. Tiba-tiba datang seorang wanita cantik kearah mereka.


"Mawar istri siluman ularnya Phoenix" ucap Hermione menyeringai.


Wangi bau mawar tercium dihidung mereka semua termasuk Reno juga yang belum tidur sedangkan yang sudah tidur tak mencium aromanya.


"Dan Phoenix siluman kuda yang mendapatkan kekuatan dari Mawar" ucap Andre.


"Kau" geram Phoenix menunjuk Hermione dan Andre. Phoenix dan Mawar menjadi manusia yang masih sangat muda umurnya terlihat seperti masih 20 tahun.


Hermione dan Andre saling pandang dan menyeringai, mereka lalu melihat kearah Phoenix dan Mawar.


"Kenyataan" ucap Hermione.


"Tanpa Mawar kau sudah mati dari dulu tuan Phoenix" ucap Andre, Phoenix ingin memukul Andre tapi dengan cepat Hermione memegang tangan Phoenix lalu memelintirnya.


"Hei lepaskan tangan suamiku sialan" ucap Mawar ingin menyerang Hermione, Hermione langsung menedang perut Mawar.


"Mawar biar aku urus karena kamu gak akan bisa lawan dia" ucap Hermione.


"Iya kak" ucap Andre. Hermione menarik Mawar sedikit menjauh dari Andre dan Phoenix.


"Maju kau Mawar" ucap Hermione menyeringai.


"Jangan harap kau akan aku loloskan Hermione" ucap Mawar mulai menyerang Hermione, Hermione dengan mudah menghindar.


"Dara, Andre"


"Dara, Andre"


"Dara, Andre"


Sahabat iblisnya berteriak memberi semangat, Reno melihat kesamping kearah asal suara.


"Mereka kok malah menyemangati bukannya menghentikannya" ucap Reno pelan.


Hermione terus menghindar dari serangan Mawar dia terus mundur dan mundur. Sedangkan Andre terus menghajar Phoenix bertubi-tubi.


"Kenapa kau menghindar ayo lawan aku" ucap Mawar, mereka sudah hampir sampai diteras villa.


"Dengan senang hati Mawar" ucap Hermione mulai membalas pukulan Mawar tanpa memberikan Mawar celah untuk melawan. Mawar terus mundur karena pukulan Hermione, dan Hermione terus maju.


"Dara aku padamu" teriak sahabat iblisnya. Karena teriakan itu semua penghuni villa terbangun.


"Hebat" ucap Reno pelan melihat Hermione melawan Mawar, Fadil langsung kebalkon dan dia melihat Reno berada disana.


Yang lain langsung keluar dari kamar masing-masing.


"Ada apa sih?" tanya Dimas.


"Kayaknya ada yang ribut" jawab Ariel.


"Ayo kita liat keluar" ajak Sarah. Mereka semua lalu keluar dari villa dan melihat Hermione dan Andre sedang berkelahi dengan orang yang tak dikenal.


"Lawan terus Ra Dre" teriak Evan. Dimas, Ariel dkk dan Sarah dkk berjalan melewati teras lalu melihat kearah atas.


"Astaga kalian yang teriak" ucap Dimas.


"Udah diem seru tuh" ucap Drew.


"Bioskop gratis woi" ucap Iliana.


"Seharusnya diberhentiin dong" ucap Ariel.


"Diem liatin aja tuh seru" ucap Julio melihat kearah Hermione dan Andre yang sedang menghajar Phoenix dan istrinya Mawar. Mereka lalu melihat kearah Hermione juga.


Hermione sedang memukul Mawar yang terbaring dipasir, sedangkan Andre sudah terkena beberapa pukulan dari Phoenix.

__ADS_1


"Dasar sialan lo" ucap Hermione terus memukul Mawar.


Phoenix melihat kearah Hermione dan Mawar sekilas lalu dia memukul Andre bertubi-tubi setelah itu dia tahan Andre.


"Lepasin Mawar atau adik kesayanganmu akan habis ditanganku" ucap Phoenix menahan tubuh Andre, Andre mengerjapkan matanya karena pusing.


Hermione menarik tubuh Mawar dan manahannya juga, dia melihat Phoenix datar, matanya terarah kepada botol vodkanya, dia mengambilnya sambil memegang tubuh Mawar. Hermione meminum habis air yang ada didalamnya setelah itu memecahkan botolnya.


"Lepasin atau saya tusuk dia" ucap Hermione menyimpan serpihan botol kaca yang tajam keleher Mawar.


"Tusuk aja tusuk" teriak Evan. Para teman manusianya langsung melihat kearah Evan tapi Evan tak menghiraukan.


"Lempar tuh kelaut" teriak Iliana.


"Jambak rambutnya sampai botak" teriak Julio.


"Patahin kakinya" teriak Mona.


"Bunuh aja anying" teriak Drew.


"Lukain muka cantiknya woi" teriak Dela.


Andre tersenyum mendengar teriakan sahabatnya itu. Dia melirik sebentar Phoenix yang menahan tubuhnya.


"Kalian gak bisa menghilang karena ada manusia yang menonton disini" ucap Hermione menyeringai.


Phoenix mendorong tubuh Andre, Hermione menahan tubuh Andre dengan sebelah lengannya karena Andre belum seimbang.


Hermione mendorong tubuh Mawar kearah Phoenix, Phoenix dengan sigap menahan tubuh Mawar. Setelah itu dia maju karena ingin menyerang Hermione.


"Mundur" bisik Hermione, Andre mengangguk pelan lalu mundur. Hermione melempar serpihan botol kaca kesembarang arah.


"Beraninya kau menyakiti Mawar istriku" ucap Phoenix.


"Itu belum cukup dengan apa yang kau lakukan kepada keluargaku" ucap Hermione datar, Andre yang mendengar itu langsung melihat kearah Hermione dia lalu mengingat kejadian dimana dirinya dan Hermione bersatu.


Phoenix langsung menyerang Hermione, Hermione membalas serangan Phoenix. Tanpa sengaja Hermione menginjak serpihan botol kaca yang ada dipasir membuat telapak kakinya luka.


Karena dia sedang menjadi manusia jadi dia merasakan sakitnya, Hermione langsung menendang tubuh Phoenix supaya menjauh, setelah itu dia mengambil serpihan botol kaca yang menancap ditelapak kakinya.


Phoenix mengambil kesempatan itu untuk menyerang Hermione tapi langsung dihalang oleh Andre. Hermione ikut membantu Andre, Mawar juga turun tangan dan terjadilah pertarungan sengit tersebut.


"Sialan keren banget" ucap Evan.


"Keren apaan kasian itu bego" ucap Dimas dari bawah.


"Nggak ditolongin nih" ucap Ariel.


"2 lawan 2 woi, gak boleh main curang" ucap Iliana.


"Lo sebenarnya kawan siapa sih kok seperti gak mau nolongin Dara sama Andre" ucap Dimas, Iliana menatap Dimas tajam.


"Ini perintah dari mereka sendiri" ucap Iliana datar membuat teman manusianya bergidig.


Hermione terjatuh yang dibawahnya ada serpihan botol kaca membuat punggungnya berdarah.


"Akh anj1ng" ucapan itu keluar saat Hermione jatuh kepasir. Dia langsung berdiri lalu menyerang Phoenix dan Mawar brutal.


Tiba-tiba angin kencang datang, membuat pasir beterbangan, mereka semua yang menonton langsung menutup matanya. Hermione langsung mengeluarkan api yang ukuran kecil dan menyerang mereka, sedangkan Andre dialah yang membuat angin itu berhembus kencang dan membuat seperti badai pasir.


Phoenix dan Mawar langsung menghilang pergi, angin berhenti seketika, Hermione dan Andre saling pandang lalu tersenyum mereka bertos ria ala kakak dan adik itu.


Setelah itu Andre sedikit berjongkok didepan Hermione, Hermione langsung lompat naik kepunggung Andre. Andre melangkah kearah villa, yang ada dibalkon langsung keluar kamar dan menuruni tangga untuk bisa berada dilantai 1.


Andre menurunkan Hermione dari gendongannya, Dimas langsung memeluk Hermione.


"Awh" Hermione memukuk kepala Dimas pelan, Dimas langsung melepaskan pelukannya.


"Maaf" ucap Dimas lalu melihat tangannya yang terkena darah.


"Kakak gak apa-apa, itu tadi siapa, kenapa jam segini kakak belum tidur, kenapa masih diluar, kenapa kakak bisa berantem sama mereka, kakak ada salah apa sama mereka?" tanya Ariel bertubi-tubi karena panik.


"Satu-satu Ariel" ucap Hermione.


"Yang pertama nggak apa-apa kok, kedua mau nyantai, ketiga karena ingin melihat bintang, keempat karena ada masalah kecil, kelima hmm ntahlah kakak gak tau salahnya" jawab Hermione tersenyum.


"Nggak apa-apa gimana itu berdarah kayak gitu" ucap Reno menarik tangan Hermione, Hermione berjalan pincang karena kakinya masih sakit.


"Jangan ditarik gitu kaki kak Dara berdarah" ucap Ariel mengikuti Reno dari belakang lalu memapah Hermione diikuti Reno juga.


"Siapa sih yang mukulin?" tanya Dimas saat Reno, Fadil, Ariel dkk dan Sarah dkk masuk bersama Hermione.


"Sejenis kami" jawab Julio.


"Ohh terus itu gimana lukanya?" tanya Dimas.


"Tinggal ting aja kita mah" ucap Dela.


"Ayo masuk" ucap Drew. Mereka lalu masuk kedalam villa kecuali Andre.


"Phoenix kau harus mati" ucap Andre pelan sambil mengepalkan tangannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2