
Karna merasa tak tenang akhirnya Raja Artur memutuskan untuk pergi ke dunia bawah untuk melihat bagaimana kondisi Xiao Ziya di sana, dengan menggunakan gerbang teleportasi ia sampai lebih cepat daripada biasanya. Raja Artur berada di sebuah pasar dekat Klan Xiao, ia berjalan dengan santai menuju Klan tersebut. Beberapa penjaga Klan Xiao yang sedang berpatroli menghentikan Raja Artur.
"Apa anda sudah membuat janji sebelumnya?." tanya salah seorang penjaga dengan sangat sopan, karna waktu sudah malam ia tak ingin ada orang asing yang masuk kedalam Klan Xiao lalu membuat keributan.
"Saya ingin bertemu dengan nona muda kalian." ucap Raja Artur tanpa basa basi lagi.
"Ah ternyata begitu, namun nona Ziya sudah satu Minggu tidak berada di klan." jawab sang penjaga yang membuat Raja Artur mengerutkan keningnya, ia sedang berfikir kemana gadis itu pergi.
"Jika saya boleh tau kemana nona kalian pergi?." tanya Raja Artur.
"Kami tidak mengetahui kemana nona muda pergi, silahkan masuk akan saya antar menuju paviliun tuan Xiao Cunyu." ucap pengawal itu yang mengizinkan Raja Artur masuk kedalam, mungkin pria itu memiliki hal penting yang ingin dikatakan pada nona muda.
Akhirnya Raja Artur masuk kedalam Klan Xiao diantar oleh seorang penjaga, setelah sampai di depan paviliun milik Xiao Cunyu penjaga itu mengetuk gerbang sebanyak tiga kali. Tak lama kemudian muncul seorang pelayan yang membukakan pintu gerbang.
"Ada keperluan apa hingga kau mengetuk gerbang semalam ini?." tanya sang pelayan dengan keheranan.
"Saya datang untuk mengantar tamu." ucap penjaga itu dengan melihat ke arah Raja Artur.
"Baiklah trimakasih." ucap sang pelayan. Ia meminta Raja Artur untuk masuk kedalam karna Tuannya yaitu Xiao Cunyu sedang berada di teras depan.
Raja Artur berjalan ke arah Xiao Cunyu yang sedang bersantai sambil menikmati secangkir teh hijau. Raja Artur menundukkan kepalanya kemudian memberi salam sebagai tanda penghormatan, melihat Raja Artur ada di depannya Xiao Cunyu langsung bangun.
"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja." ucap Xiao Cunyu, ia tau bahwa pria yang ada di hadapannya seorang raja namun ia tak tau di kerajaan mana pria itu memimpin.
"Saya ingin menanyakan keberadaan putri anda." ucap Raja Artur tanpa basa basi lagi.
"Putri saya sedang berada di dunia semesta tingkat rendah, dia pergi untuk memenuhi undangan." ucap Xiao Cunyu tanpa menyembunyikan apapun karna Raja Artur cukup dekat dan baik pada putri kesayangannya itu.
"Baiklah jika begitu saya pamit." ucap Raja Artur yang tiba tiba saja menghilang.
Xiao Cunyu menggelengkan kepalanya beberapa kali, mengapa orang orang yang ada di dekat putrinya memiliki kepribadian aneh. Jangan bilang pria itu jauh jauh datang ke Klan Xiao hanya untuk mencari tau dimana Xiao Ziya berada, lalu untuk apa ia menanyakannya.
Sedangkan Xiao Ziya sedang bermeditasi di atas tempat tidurnya ia perlu meningkatkan kekuatan jiwa dan mengisi energi qi yang mulai berkurang. Zier sang harimau kesayangan Xiao Ziya dengan setia menunggu nona mudanya dia akan menjaga tempat itu selama Xiao Ziya melakukan meditasi. Saat ini Xiao Ziya berada di dalam alam bawah sadar ia masuk, gadis itu melihat jika lautan spiritualnya semakin lebar, bunga bunga yang tumbuh semakin meninggi bahkan lebih tinggi dari dirinya.
"Mengapa bunga ini bisa lebih tinggi daripada saya?." ucap Xiao Ziya dengan kebingungan, bunga mawar biasa tak akan bisa melakukan hal seperti ini.
Saat Xiao Ziya sedang sibuk melihat lihat bagaimana perkembangan alam spiritualnya, ada sesosok cahaya putih yang masuk dan mendekat ke arahnya. Cahaya putih itu berubah menjadi pria tua, ia kakek dari Xiao Ziya.
"Ternyata kau baik baik saja cucuku." ucap sang pria tua dengan ekspresi wajah bahagia, sudah lama ia tak mengunjungi cucunya itu.
"Salam hormat saya pada kakek." ucap Xiao Ziya sambil membungkukkan badan, entah mengapa ia merasakan energi yang lebih kuat daripada Raja Artur dari sang kakek.
"Ada berita buruk yang harus kakek sampaikan padamu." ucap pria tua itu dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.
"Ada apa kek?." tanya Xiao Ziya dengan wajah khawatir, ia berharap agar ibunya baik baik saja di sana sampai ia bisa bertemu dengan sang ibu.
"Ayah tirimu mulai melakukan pergerakan, sepertinya dia sedang mencarimu. Berhati hatilah karna kakek merasakan aura membunuh dari pria itu." ucap sang pria tua yang tak ingin cucunya mati begitu saja di tangan sang menantu.
Meski kehadiran Xiao Ziya tak diinginkan oleh pihak sang suami namun keluarga dari ibu Ziya selalu menerima kehadiran gadis itu. Mereka tau lahirnya Xiao Ziya karna kesalahan yang dilakukan oleh ibunya, akan tetapi Xiao Ziya layak untuk memperjuangkan hidupnya dan mendapat kasih sayang yang sepantasnya ia dapatkan.
"Baiklah kakek saya akan berhati hati." ucap Xiao Ziya dengan senyuman cantiknya.
"Kami semua akan menunggu kehadiranmu cucuku. Selesaikan semua urusan mu yang ada di sini lalu pergilah ke Dunia Manusia abadi untuk bertemu dengan keluargamu yang lain." ucap pria tua itu yang tiba tiba menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
__ADS_1
Xiao Ziya menghela nafasnya, kapan urusannya selesai jika banyak orang yang menginginkan kematiannya setiap saat?, sepertinya hanya ada satu jalan yang bisa gadis itu tempuh menjadi lebih kuat dari sebelumnya agar bisa melindungi dirinya sendiri karna semesta memiliki banyak rahasia entah berapa lapisan dunia yang ada dan harus ia jelajahi.
"Baiklah mari fokus pada meditasi terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya yang mulai berjalan di atas lautan spiritualnya, setelah sampai di titik tengah ia langsung bersila dan memfokuskan dirinya pada pelatihan mental dan mengisi energi qi.
Malam terasa begitu panjang hingga akhirnya pagipun datang dan Xiao Ziya baru menyelesaikan meditasinya, kini tubuh gadis itu terasa lebih ringan, dan bugar.
"Terimakasih karna telah menjaga saya semalaman." ucap Xiao Ziya yang tersenyum pada Zier.
"Sudah tugas Zier untuk menjaga nona muda." ucap sang harimau, mungkin ia hewan paling beruntung diantara yang lain karna diperlakukan seperti keluarga oleh Xiao Ziya.
Xiao Ziya bangun dari tempat tidurnya, ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan keringat yang menempel di badan. Hari ini ia menggunakan sebuah kaos santai berwarna hitam, sebuah celana dengan size yang kebesaran dan topi.
"Bukankah ini sangat keren?." ucap Xiao Ziya di depan kaca, ia sangat menikmati pakaian pakaian moderen yang ada di tempat ini. Andai saja rambutnya sepanjang dulu sebelum berreingkarnasi pasti ia akan lebih senang lagi.
"Ya nona terlihat jauh lebih cantik daripada biasanya." ucap Zier yang memuji kecantikan Xiao Ziya, ia senang melihat nonanya bisa bahagia seperti itu.
"Mari kita berjalan jalan." ucap Xiao Ziya yang mengajak Zier untuk berjalan jalan di sekitar apartemen.
Xiao Ziya dan Zier berjalan di taman yang tak jauh dari apartemen mereka tinggal, di sana banyak penduduk setempat yang membawa hewan peliharaan mereka untuk bersantai. Zier tampak menikmati pemandangan itu meski ia berbeda dengan hewan hewan lain yang ada di sana, untunglah tak ada orang yang membuat ulah lagi. Di sisi lain saat ini Raja Artur sudah berada di perbatasan wilayah dunia semesta tingkat rendah, sepertinya ia sangat khawatir dengan keselamatan Xiao Ziya sehingga datang untuk mencari gadis itu.
Sama seperti Ratu Min Xunzi sebelumnya, Raja Artur mendapat hambatan ketika ingin masuk kedalam karna tak memiliki undangan. Pria itu menatap tajam ke arah para penjaga wilayah perbatasan, ia berkata bahwa ingin mencari seseorang.
"Mohon menunjukkan undangan anda terlebih dahulu." ucap sang penjaga, ia tak ingin melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Jadi kalian ingin melarang saya masuk? apa kalian ingin bertarung?." ucap Raja Artur dengan serius, ia tak ingin membuang buang waktu dengan para penjaga yang menyebalkan ini.
Beberapa penjaga saling berpandangan satu sama lain, pria yang ada di hadapan mereka tak sedang bermain main. Para penjaga tak mengetahui identitas pria itu, apakah ia salah satu pemimpin di sebuah lapisan dunia ataukah bukan sehingga sangat sulit untuk memberi izin masuk.
"Baiklah tolong tunjukkan token tanda pengenal anda." ucap salah seorang penjaga wilayah yang mengambil tindakan agar suasana tak menjadi kacau.
"Untuk apa Yang Mulia datang ke wilayah kami? jika anda datang hanya untuk meluluh lantahkan wilayah ini kami harap anda mengurungkan niatan itu." ucap salah seorang penjaga dengan wajah ketakutan.
"Bukankah sudah saya katakan dari awal, saya datang untuk mencari seseorang." ucap Raja Artur dengan wajah datar, mengapa orang orang itu terlihat sangat bodoh mereka bisa lupa apa yang baru saja ia katakan.
"Siapa yang sedang anda cari." ucap sang penjaga wilayah lagi untuk memastikan pria ini tak sedang berbohong.
"Xiao Ziya." ucap Raja Artur masih mencoba untuk bersabar dan menjawab semua pertanyaan tak penting itu.
"Baiklah silahkan masuk, jangan membuat keributan di wilayah kami." ucap para penjaga secara serempak, mereka mengizinkan Raja Artur untuk masuk.
"Saya tidak akan membunuh orang yang tak bersalah." ucap Raja Artur yang masuk kedalam wilayah dunia semesta tingkat rendah dengan langkah santai, ia melihat kesekeliling dan semuanya tampak berbeda dari alam neraka.
Karna wajah Raja Artur yang sangat tampan membuat para gadis memandang ke arahnya, mungkin di dunia semesta tingkat rendah tak ada seorang pemuda ataupun pria yang sanggup menyamai ketampanan Raja Artur. Ada beberapa dari gadis itu yang jatuh pingsan karna tak bisa menahan diri saat melihat pria yang sangat tampan.
"Darimana pria itu berasal, apakah dia sudah memiliki istri? walau dia sudah beristri aku rela menjadi yang kedua." ucap seorang gadis yang sedang duduk di luar restoran.
"Sepertinya dia baru saja masuk ke wilayah ini." ucap gadis lain yang menyadari kehadiran Raja Artur sedari awal.
"Mungkinkah di dunia luar banyak pria tampan seperti itu? jika bisa aku ingin berkeliling dunia." ucap gadis lain yang sedang memegangi dadanya karna terasa sangat sesak.
Raja Artur hanya diam dan tak menanggapi respon aneh dari para gadis itu, jika Xiao Ziya ada di sampingnya saat ini maka ia akan meledek para gadis yang sedang memujinya. Raja Artur terus berjalan tanpa arah yang pasti, ia tak tau dimana Xiao Ziya tinggal selama berada di tempat itu. Lagipula dunia semesta tingkat rendah sangat membingungkan, mereka menaiki besi yang berjalan dengan kecepatan tinggi, mereka juga memiliki bangunan tinggi yang entah berfungsi sebagai tempat apa.
"Kemana aku harus mencari gadis nakal itu." ucap Raja Artur yang melihat kesekitar, ia ingin bertanya pada orang orang yang sedang berlalu lalang namun popularitas Xiao Ziya di dunia semesta tingkat rendah mungkin tak seperti di lapisan dunia atas, dunia bawah, maupun alam neraka sehingga banyak yang tak mengenali gadis itu.
__ADS_1
Raja Artur memutuskan untuk beristirahat di sebuah tempat yang cukup teduh, ia sedang berfikir tentang dimana Xiao Ziya tinggal. Tiba tiba Raja Artur ingat sesuatu, Xiao Ziya selalu membuat keributan dimanapun ia berada karna gadis itu sangat sensitif ketika ada orang yang menghina atau membuat masalah dengannya. Raja Artur bangkit dari duduk nya dan mulai mencari petunjuk.
"Permisi nona." ucap Raja Artur pada seorang wanita paruh baya yang sedang membawa barang belanjaan.
"Ada apa pria tampan?." tanya wanita paruh baya itu dengan wajah berseri seri. Baru kali ini ia melihat pria yang sangat tampan, jika suaminya tau maka ia akan sangat cemburu.
"Apakah akhir akhir ini ada seorang gadis yang sering membuat masalah?." tanya Raja Artur langsung pada intinya.
Wanita itu tampak sedang mengingat ingat apakah ada masalah yang terjadi akhir akhir ini, ia ingat bahwa di restoran tadi malam ada seorang gadis yang membunuh beberapa orang. Mungkin gadis itu yang sedang dicari oleh sang pria tampan, akan sangat disayangkan jika pria setampan ini mati begitu saja di tangan seorang gadis.
"Ah saya ingat semalam ada gadis yang membunuh beberapa orang di restoran." ucap wanita paruh baya itu dengan wajah ketakutan ia masih mengingat jelas bagaimana sang gadis membunuh.
"Bisakah anda memberitau dimana tempat itu ?." ucap Raja Artur yang merasa senang karna ia akan segera bertemu dengan Xiao Ziya.
"Sebelumnya saya ingin memberi saran agar anda berhati hati dengan gadis itu, jika anda ingin menemuinya anda bisa pergi ke gedung berwarna silver itu." ucap sang wanita yang menunjuk hotel tempat Xiao Ziya tinggal.
"Baiklah trimakasih atas peringatannya." ucap Raja Artur yang langsung pergi karna ingin segera menemui penerusnya itu.
Gadis yang sedang dicari cari oleh Raja Artur sedang sarapan di sebuah tempat makan lesehan, gadis itu memesan nasi pecel dan es teh manis sedangkan Zier sudah dimasukkan kembali ke dalam cincin semesta untuk beristirahat. Beberapa orang yang ada di warung menatap Xiao Ziya dari atas hingga bawah, walau pakaian gadis itu tampak sederhana namun mereka tau harganya lumayan mahal mungkin cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka selama satu bulan.
"Permisi nak." ucap seorang wanita tua dengan pakaian compang camping, tubuh yang lumayan bau dan mengganggu pelanggan lainnya.
"Ada apa nek?." tanya Xiao Ziya dengan senyuman manis tanpa ada rasa risih sama sekali.
"Nak usir saja wanita tua itu, dia sangat mengganggu dengan baunya yang busuk." ucap salah seorang pelanggan yang merasa terganggu dengan kehadiran pengemis tua itu.
"Diamlah saya tidak sedang berbicara denganmu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajamnya, pelanggan itupun diam dan tak berani mengatakan apapun.
"Nenek ingin makan namun tak memiliki uang sepeserpun." ucap nenek tua itu dengan sangat jujur dan Xiao Ziya bisa melihat kejujuran dari matanya.
Xiao Ziya mengambil beberapa lembar uang dari tas yang ia bawa lalu memberikannya pada nenek pengemis itu, Xiao Ziya mengatakan agar nenek tersebut membeli pakaian yang layak dan memesan makanan yang enak di restoran jika uang itu habis nenek itu dipersilahkan untuk mencari Xiao Ziya di apartemennya.
"Trimakasih atas kebaikannya, semoga apa yang kau inginkan terkabul nak." ucap nenek tua itu yang pergi dengan raut wajah bahagia, uang yang diberikan oleh Xiao Ziya senilai dua puluh juta rupiah.
Para pengunjung warung pecel itu sampai melamun melihat nominal uang yang sangat besar diberikan secara cuma cuma untuk seorang nenek tua, apa gadis itu tak berfikir jika sang nenek bisa saja membohonginya.
"Hai nak lebih baik kau berhati hati untuk kedepannya, uangmu akan habis jika kau terus seperti itu. Lagipula bisa saja sang nenek berbohong padamu." ucap seorang pria yang sedang menasehati Xiao Ziya. Xiao Ziya melihat ke arah pria itu kemudian tersenyum penuh arti.
"Saya tau nenek itu tidak berbohong, dia telah membesarkan lima anak dan berhasil membuat mereka menjadi pengusaha sukses, namun sangat disayangkan anak anaknya sangar tak tau malu. Bukankah begitu tuan?." ucap Xiao Ziya yang membuat pria itu terkejut, entah bagaimana cara Xiao Ziya bisa tau jika pria yang sedang menasehatinya salah satu anak dari nenek pengemis.
"Apa yang sedang kau katakan." ucap pria itu dengan marah, ia tak terima direndahkan oleh seorang gadis.
"Hay tuan coba berfikir lah bagaimana jika anak anda nanti melakukan hal yang sama?." ucap Xiao Ziya, ia mengambil nasi pecel dan es teh manis yang ia pesan kemudian mencari tempat duduk.
Pria itu tampak terdiam beberapa saat, ia mengingat beberapa kejadian yang pernah ia alami saat masih bersama dengan ibunya. Sang ibu selalu mencari uang untuk menyekolahkan ia dan keempat saudaranya yang lain, sang ibu yang rela menahan lapar agar anak anaknya bisa makan dengan kenyang. Pria itu sadar mereka memang tak terlahir dari keluarga kaya raya, namun ibu mereka selalu memberi semua yang mereka butuhkan. Sekarang ibunya sudah tua dan ditelantarkan oleh kelima anaknya yang sukses, ibunya menjadi seorang pengemis untuk bisa memakan sesendok nasi.
Xiao iya kembali melirik ke arah pria itu.
"Tuan, tolong perlakukan ibu anda sebagai seorang manusia, bangsa iblis saja sangat menghormati orang tua mereka." ucap Xiao Ziya yang ingat bagaimana penduduk alam neraka yang sangat damai, tak ada orang tua yang terlantar di sana.
Pria itu menangis, ia pergi dari warung tersebut untuk mencari kemana nenek pengemis tua itu pergi. Semua pengunjung menatap Xiao Ziya dengan kagum, seorang gadis muda yang sangat pemberani.
"Paman tolong satu porsi lagi saya sangat lapar." ucap Xiao Ziya yang menatap ke arah piring kosong yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
Hai hai semua gimana kabar kalian semoga baik baik aja ya guys, jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ya juga ya.