RATU IBLIS

RATU IBLIS
Ambisi


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka sampai di depan paviliun yang Xiao Ziya tinggali selama berada di akademi, Xiao Xun berusaha untuk memanggil manggil adiknya dan ia berfikir kemungkinan besar adiknya itu masih tidur.


Setelah beberapa saat yang di tunggu tunggupun datang, seorang gadis keluar dari dalam paviliun dan membuka gerbang, Xiao Ziya saat itu masih sangat mengantuk sehingga sebagian matanya masih terpejam.


"Apakah kau masih tidur? maaf kami membangunkanmu hari ini ada tamu yang ingin mengunjungimu." ucap Pangeran Kegelapan yanh merasa sedikit tak enak pada Xiao Ziya.


Andai saya orang orang dari Kerajaan Xingmen itu bisa sedikit bersabar, dan tak membuat kegaduhan pagi pagi buta untuk bertemu dengan Xiao Ziya mungkin Pangeran Kegelapan akan mengantar mereka ke akademi siang nanti. Walau mereka baik dan tak berniat buruk seperti orang orang sebelumnya namun tetap saja orang orang Kerajaan Xingmen itu menyebalkan.


"Salam saya pada kalian semua." ucap Xiao Ziya sambil sedikit membungkukkan badannya.


Xiao Ziyapun mempersilahkan mereka semua untuk masuk kedalam paviliun, gadis itu meminta mereka untuk menunggu sejenak karna ia ingin mandi.


"Kita sudah mengganggu waktu istirahat nona Ziya." ucap Raja Xi Yunzo yang merasa tak enak pada Xiao Ziya.


"Bukankah semua murid akademi bangun pagi, mengapa nona Ziya masih tertidur?." ucap Permaisuri Xi Wunji yang merasa tindakan Xiao Ziya memanglah aneh, di saat murid murid lain sibuk berlatih dan melakukan banyak kegiatan di luar Xiao Ziya lebih memilih untuk tidur.


"Adikku selalu tidur ketika ia memiliki waktu untuk melakukannya." ucap Xiao Xun yang tau saat ini adiknya sedang kelelahan, pergi ke dunia peri sendirian bukanlah hal yang mudah. Tak banyak manusia yang mendapatkan izin untuk masuk ke dunia peri. Namun entah bagaimana adiknya itu bisa melakukan hal tersebut.


Akhirnya Xiao Ziya datang sembari membawa benerapa cemilan dan minuman.


"Ada keperluan apa hingga pagi pagi begini Raja dan Permaisuri Kerajaan Xingmen datang menemuiku." ucap Xiao Ziya dengan sopan kemudian ia duduk di samping Pangeran Kegelapan.


"Kedatangan kami tentu saja untuk meminta bantuan pada nona untuk menyembuhkan putra saya." ucap Permaisuri Xi Wunji.


Xiao Ziyapun melihat ke arah Xi Sihu yang sedang melihatnya dengan tatapan yang menyiratkan kerinduan. Sepertinya anak itu begitu dekat dengan Xiao Ziya. Xiao Ziyapun merentangkan kedua tangannya dan di sambut oleh Xi Sihu yang turun dari pangkuan permaisuri dan berlari untuk memeluk Xiao Ziya.


"Apakah kau merindukanku?." tanya Xiao Ziya pada Xi Sihu yang terlihat begitu senang ketika memeluk Xiao Ziya.


Melihat itu pemikiran gila Permaisuri Xi Wunji semakin menjadi jadi.


Xiao Ziya mulai memeriksa kondisi pangeran Xi Sihu, untung saja anak laki laki yang manis itu kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Xiao Ziya membawa Xi Sihu masuk ke sebuah ruangan kemudian Xiao Ziya menidurkannya di sebuah ranjang yang kosong lalu menempatkan beberapa jarum emas di titik titik yang masih terdapat racun.


"Ini akan sedikit sakit tapi aku yakin kau bisa menahannya." ucap Xiao Ziya yang mulai menyalurkan energi Qinya ke jarum jarum emas itu.


Xi Sinhu langsung memejamkan matanya karna rasanya lebih sakit daripada sebelumnya, seluruh badannya bergetar hebat dan tiba tiba saja ia memuntahkan seteguk darah yang berwarna hitam pekat.


"Ah akhirnya racun itu keluar juga." ucap Xiao Ziya yang kemudian mencabut jarum jarum perak itu dari tubuh Pangeran Xi Sihu.


Setelah selesai Xiao Ziya mengembalikan Pangeran Xi Sihu pada permaisuri.


"Bagaimana kondisi putraku ?." tanya Raja Xi Yunho yang berharap semua racun yang ada pada putra kecilnya itu sudah menghilang.

__ADS_1


"Sekarang Pangeran Xi Sihu sudah baik baik saja, anda tak perlu khawatir lagi." ucap Xiao Ziya yang membuat suasana lebih tenang.


"Trimakasih nona Ziya sudah menyembuhkan adik kami." ucap Pangeran Xi Mingu dan Pangeran Xi Binxi secara bersama sama.


"Sebagai balasan nona sudah menyembuhkan putra saya, bagaimana jika saya menjodohkan nona dengan salah satu pangeran yang ada di Kerajaan Xingmen." ucap Permaisuri Xi Wunji yang sangat ingin Xiao Ziya menjadi bagian dari Kerajaan Xingmen.


Menurut Permaisuri Xi Wunjin, Xiao Ziya adalah seorang gadis yang berbakat selain itu pengetahuannya tentang ilmu pengobatan juga sangat tinggi, jika ia bisa menjadikan Xiao Ziya sebagai menantu Kerajaam Xingmen maka mereka akan dalam kemakmuran.


"Maaf namun saya tidak bisa menerima tawaran permaisuri." ucap Xiao Ziya yang menolaknya secara baik baik.


"Mengapa nona Ziya menolaknya? kami akan memberikan sebagian kekayaan kami pada nona." ucap Permaisuri Xi Wunji lagi yang sepertinya tidak mengerti ucapan Xiao Ziya tadi.


"Sudahlah jangan memaksa nona Ziya, dia berhak atas pilihan hidupnya sendiri." ucap Raja Xi Yunzo yang merasa tindakan permaisurinya sedikit berlebihan.


Xiao Xun dan Pangeran Kegelapan hanya bisa menonton saja karna mereka tak ingin ikut campur dengan urusan adik mereka, Xiao Ziyapun akan merasa tak senang ketika orang lain ikut campur dalam urusannya tanpa ia minta.


"Kekayaan yang saya miliki cukup untuk membangun sebuah kekaisaran sendiri jadi saya tak membutuhkannya." ucap Xiao Ziya sembari menatap Sinis ke arah Permaisuri Xi Wunjin, sejak pertama kali datang ke istana Xingmen Xiao Ziya sudah menduga bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi.


"Kau sudah menyembuhkan putraku dan ini balasan kami untukmu. Jika nona Ziya tak menerimanya saya akan menganggap hal tersebut sebagai hinaan." ucap Permaisuri Xi Wunji yang masih saja keras kepala.


"Bukankah saya yang seharusnya berkata demikian? saya yang menyembuhkan putra anda dan jika saya ingin saya bisa menghilangkan nyawanya juga." ucap Xiao Ziya yang mulai menatap dingin ke arah Permaisuri Xi Wunji yang sangat tak tau diri itu.


Xiao Ziya benar benar berusaha untuk bersabar agar tak memukul permaisuri itu, dia ingin menghabisinya sekarang namun ia tak ingin membuat masalah untuk saat ini.


"Raja Yunzo saya harap anda bisa membawa istri anda pergi." ucap Xiao Ziya yang sudah mengepalkan tangannya, dari sela sela kepalan tangan itu terpancar aura membunuh yang begitu kuat.


"Maafkan sikap permaisuri, mungkin ia hanya ingin memiliki menantu yang cantik." ucap Raja Xi Yunzo yang semakin tak enak hati pada Xiao Ziya.


Raja Xi Yunzo dan kedua putranya berusaha untuk membawa permaisuri keluat dari paviliun milik Xiao Ziya, namun sang permaisuri malah membuat kegaduhan.


"Lepaskan aku, aku ingin nona Ziya menjadi menantuku dan aku tak akan pergi sebelum ia menjelaskan alasan ia menolak tawaranku." ucap Permaisuri Xi Wunji dengan suara yang begitu kencang hingga di dengar oleh beberapa murid akademi yang sedang berlalu lalang di depan paviliun akademi.


"Itu hak saya untuk menerima atau menolak tawaran dari orang lain." ucap Xiao Ziya dengan nada dinginnya.


Xiao Xun dan Pangeran Kegelapan sangat berharap bahwa permaisuri itu bisa segera pergi jika tidak ia akan kehilangan kepalanya.


"Namun putra putraku sangat cocok bersanding dengan anda mereka memiliki semuanya." ucap Permaisuri Xi Wunji yang masih bersikeras tak ingin pergi. Raja dan kedua pangeran kewalahan karna permaisuri terus saja memberontak.


"Apakah putramu ada yang sebanding denganku?." ucap Xiao Ziya yang mulai tak ingin menjaga kata katanya lagi. Perempuan keras kepala seperti Permaisuri Xi Wunji ingin berdebat dengan gadis super keras kepala seperti Xiao Ziya apa yang akan terjadi nantinya.


"Tentu saja putraku sangat tampan, dan ia memiliki pengaruh di berbagai kerajaan." ucap Permaisuri yang mulai menyombongkan putranya dihadapan Xiao Ziya.

__ADS_1


"Apakah putramu memiliki ini." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan beberapa token dengan derajat yang sangat tinggi. Permaisuri tertegun melihat itu semua.


"Itu pasti hanya barang palsu." ucap permaisuri yang tak ingin mengakui bahwa gadis yang ada di hadapannya itu lebih hebat dan lebih berkuasa.


"Dan satu lagi apakah di antara para pangeran itu memiliki binatang kuat yang mengabdi pada mereka jika tidak lupakan saja niat anda untuk menjodohkan saya dengan mereka." ucap Xiao Ziya yang sudah sangat kesal. Ia tau ucapannya sedikit keterlaluan namun permaisuri yang ada di hadapannya itu begitu menyebalkan.


Akhirnya sang permaisuri kalah karna tak ada pangeran yang memiliki binatang gaib, binatang sihir, binatang buas, ataupun binatang iblis yang mau menjadi pengikut mereka.


"Baiklah kau memang benar pangeran pangeranku tak ada yang memilikinya, namun seberapa banyak kekayaanmu hingga menolak tawaranku." ucap permaisuri Xi Wunji yang masih saja berusaha agar skor mereka sama.


Xiao Ziyapun mengibaskan tangannya kemudian keluar gunungan koin emas yang menjulang sangat tinggi hingga bisa dilihat oleh murid murid lain yang sedang berlatih dan juga Ling An yang sedang melihat keluar jendela ruang kerjanya.


"Apakah itu koin emas milik nona Ziya." ucap Ling An yang rasanya ingin pingsan pagaimana seorang gadis kecil seperti Xiao Ziya memiliki koin emas sebanyak itu.


Permaisuri Xi Wunjipun terjatuh di tanah ia tak mengira kekayaan yang dimiliki Xiao Ziya lebih dari apa yang mereka miliki di istana Xingmen. Padahal apa yang diperlihatkan Xiao Ziya saat ini hanya sepuluh persen dari semua koin emas yang ia miliki.


Karna tak ingin ada kesalah fahaman dengan pihak akademi akhirnya Xiao Ziya memasukkan semua koin emas itu kedalam cincin semestanya lagi.


"Itu sudah cukup untuk menolak tawaran anda." ucap Xiao Ziya.


"Adik maaf kami telah mengganggu waktu istirahatmu, kami akan kembali sekarang." ucap Pangeran Kegelapan yang menggunakan kekuatannya untuk membawa permaisuri Xi Wunji dengan paksa jika tidak permaisuri gila itu akan mengucapkan kata kata yang membuat Xiao Ziya semakin marah.


Sekarang hanya tersisa Xiao Ziya, Xiao Xun, dan juga Ling Fuen. Ling Fuen sepertinya masih terkejut saat melihat gunungan koin emas yang setinggi tadi.


"Hey jangan pingsan di paviliun adikku." ucap Xiao Xun pada sahabatnya itu.


"Ah mengapa adikmu sangat kaya seperti itu." ucap Ling Fuen yang merasa semua yang terjadi hanyalah mimpi.


Xiao Ziya hanya menggeleng gelengkan kepalanya saat mendengar perkataan dari Ling Fuen, semua kekayaan yang ia miliki adalah hasil dari keja kerasnya sendiri. Xiao Ziya melempar sekantung kecil koin emas pada Ling Fuen.


"Ambillah dan biarkan aku kembali tidur." ucap Xiao Ziya yang langsung masuk kedalam kamarnya untuk tidur lagi.


Ling Fuen gemetaran saat melihat sekantung koin emas ada di tangannya, ia benar benar ingin pingsan. Jiwa miskinnya seakan meronta ronta.


"Ini untukku?." ucap Ling Fuen yang masih kebingungan.


"Iya itu untukmu, mari kita pergi agar adikku bisa tidur dengan nyenyak." ucap Xiao Xun yang menarik tangan Ling Fuen untuk segera pergi.


**Hai hai semua pembacaku maaf author lagi lag otaknya jadi baru bisa up sekarang.


Jangan lupa vote, like, komen, rate, share**.

__ADS_1


__ADS_2