RATU IBLIS

RATU IBLIS
Yasmin Zee


__ADS_3

Xiao Ziya mengajak Wi Algi untuk pergi ke Klan Xiao karna tak mungkin gadis itu kembali ke Istana Kekaisaran Qiyu untuk saat ini, setelah beberapa saat berjalan akhirnya mereka sampai di gerbang masuk Klan Xiao. Para penjaga gerbang membungkukkan badan mereka saat Xiao Ziya masuk kedalam, Wi Algi hanya memandangi hal itu dengan keheranan.


Setelah itu Xiao Ziya membawa Wi Algi ke paviliun miliknya untuk sementara waktu pemuda itu akan tinggal disana bersama dengannya dengan begitu Xiao Ziya bisa mengawasi apa saja yang dilakukan oleh Wi Algi.


"Trimakasih karna adik Ziya bersedia menampung saya di sini walau adik Ziya mengetahui fakta bahwa saya adalah kakak laki laki dari gadis yang menghancurkan kehidupan anda." ucap Wi Algi yang merasa beruntung bisa bertemu dengan gadis sebaik Xiao Ziya.


Andai saja pemuda itu tau bahwa Xiao Ziya tak senaif dan sebaik yang ia bayangkan mungkin Wi Algi akan sangat kecewa, namun Xiao Ziya tak peduli tentang hal itu siapapun yang berani membuat masalah dengannya maka ia akan membalas berkali kali lipat.


Karna hari sudah malam Wi Algi memutuskan untuk mandi kemudian beristirahat sedangkan Xiao Ziya pergi kesebuah tempat untuk bertemu dengan Aron. Saat ini Xiao Ziya berada di atas atap rumah salah satu penduduk, setelah menunggu beberapa saat akhirnya Aron datang.


"Salam hormat saya pada nona muda." ucap Aron yang mengucapkan salam.


"Hari ini saya akan memberikan tugas pada gege, tolong awasi gerak gerik Wi Xume. Jika Kaisar Yan dan gadis itu membahas pernikahan mereka tolong beritau saya." ucap Xiao Ziya yang memperkirakan bahwa Wi Xume akan mendesak Xiao Yan untuk segera menikahinya dengan begitu posisi Wi Xume di Kekaisaran Qiyu aman.


"Baik saya akan menjalankan tugas dengan baik." ucap Aron yang tiba tiba saja menghilang. Setelah mendapat bantuan dari sang naga hijau kini kekuatan Aron meningkat dengan pesat.


Sedangkan di sisi lain orang orang dari dunia misterius sedang memilih kandidat terbaik untuk dikirim kedunia bawah dan menangkap Xiao Ziya. Setelah diskusi yang cukup panjang akhirnya Yasmin Zee yang terpilih untuk pergi kedunia bawah. Yasmin Zee adalah istri dari pemimpin generasi ketiga, meski sudah memiliki tiga orang anak namun Yasmin Zee tetap cantik dan karismatik selain itu ia sangat ahli menggunakan berbagai jenis senjata.


"Berhati hatilah istriku kau harus kembali dengan selamat." ucap Yanzuro Zee, pria itu sedikit tak rela melepas kepergian istrinya. Ia tak ingin hal buruk terjadi pada wanita yang sangat ia cintai namun ini adalah keputusan semua orang yang hadir dalam rapat.


"Tenanglah sayang aku akan kembali dengan selamat." ucap Yasmin Zee yang meyakinkan suaminya bahwa ia tak akan mati di dunia bawah nanti. Yasmin Zee pergi menggunakan portal yang telah disiapkan.


Xiao Ziya berjalan jalan di pusat kota Wilayah Kekaisaran Qiyu, gadis itu mampir kesebuah kedai untuk mengisi perutnya yang sedang lapar. Gadis itu memesan berbagai macam menu dan memakannya sendirian. Tiba tiba seorang wanita yang tampak sangat asing masuk kedalam kedai itu, Xiao Ziya merasa hal buruk akan terjadi akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari kedai tersebut setelah membayar.


Entah mengapa wanita itu mengikuti kemanapun Xiao Ziya pergi, karna merasa sangat risih akhirnya Xiao Ziya berhenti di sebuah jalan yang cukup sepi.


"Ada urusan apa anda mengikuti saya?." tanya Xiao Ziya dengan wajah datarnya.


Wanita yang sedari tadi mengikuti kemanapun Xiao Ziya pergi adalah Yasmin Zee ia tiba dengan cepat karna portal miliknya adalah portal kelas atas. Yasmin Zee tertawa dengan cukup kencang kemudian memandang Xiao Ziya dari atas hingga bawah.


"Ternyata gadis bernama Xiao Ziya ini sangat cantik, pantas saja jika kau terpilih menjadi bahwan uji coba penemuan baru kami." ucap Yasmin Zee dengan tatapan yang tak mengenakkan. Mendengar ucapan wanita yang ada di hadapannya membuat Xiao Ziya mengerti bahwa wanita itu satu komplotan dengan tiga pemuda yang ingin menangkapnya beberapa waktu lalu.


"Apakah di tempat anda tak ada gadis cantik sehingga anda datang untuk menangkap saya?." tanya Xiao Ziya dengan nada bicara kasihan yang sengaja ia buat buat.

__ADS_1


Yasmin Zee merasa kesal mendengar ejekan dari Xiao Ziya. Bagaimana gadis itu bisa beranggapan jika di dunia yang ia tempati tak ada gadis cantik mereka hanya tak ingin menculik warganya sendiri.


"Tentu di sana banyak gadis cantik namun kami tak ingin menyakiti mereka." ucap Yasmin Zee yang membuat Xiao Ziya tertawa.


"Karna anda ingin menculik saya jadi saya harus melindungi diri saya sendiri." ucap Xiao Ziya dengan senyum miring yang menghiasi wajah cantiknya.


Tanpa basa basi lagi Yasmin Zee mengeluarkan senapan laras panjang ia menembak ke arah Xiao Ziya sebanyak lima kali secara berturut turut sangat disayangkan karna gadis itu dapat menghindarinya dengan baik. Tak sampai di situ saja Yasmin Zee menembak Xiao Ziya hingga pelurunya habis, wanita itu mengganti senjata dengan sebuah pistol biasa ia mengambil tiga peluru khusus yang dapat melumpuhkan para kultivator. Suara tembakan demi tembakan terdengar begitu nyaring para penduduk Kekaisaran Qiyu tak berani mendekat. Sebuah peluru khusus milik Yasmin Zee berhsil mengenai jantung Xiao Ziya.


"Ahahaha ini adalah kekalahanmu gadis kecil." ucap Yasmin Zee yang tertawa senang karna berhasil mengenai gadis itu.


Namun tak ada reaksi apapun pada tubuh Xiao Ziya gadis itu terlihat baik baik saja tak ada darah yang mengalir dari luka tembak itu. Peluru khusus itu keluar dari tubuh jantung Xiao Ziya, Yasmin Zee terkejut bukan main seharusnya gadis itu menjadi lumpuh namun tak terjadi apapun.


"Bagaimana bisa kau baik baik saja ini tidak mungkin." ucap Yasmin Zee yang merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Anda kira saya kultivator biasa??." ucap Xiao Ziya yang berusaha untuk menahan gelak tawanya.


"Jadi siapa kau? mengapa sangat sulit menangkapmu?." ucap Yasmin Zee yang kebingungan apakah informasi yang para petinggi dapatkan mengenai gadis ini kurang lengkap?.


"Apa apaan ini, apa yang ingin kau lakukan." ucap Yasmin Zee yang begitu ketakutan karna menurutnya kekuatan milik gadis itu lebih besar dari seorang dewa yang pernah ia temui.


"Saya akan membiarkanmu kembali dengan selamat asal kau menjawab beberapa pertanyaan dari saya." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara serius, dengan cepat Yasmin Zee menganggukkan kepalanya karna yang terpenting ia bisa kembali dengan selamat dan melaporkan apa yang baru saja ia alami.


"Darimana kalian berasal?." ucap Xiao Ziya yang sangat penasaran karn ketiga orang pemuda dan wanita yang ada di hadapannya memiliki aura yang serupa. Jika dilihat lebih jelas lagi mereka adalah manusia biasa yang tak bisa menyerap energi qi, tidak bisa menggunakan sihir, maupun energi spiritual. Bisa dibilang wanita yang ada di hadapannya hanya mengandalkan kemampuannya dalam menggunakan berbagai macam senjata moderen.


"Kami berasal dari sebuah lapisan dunia bernama dunia semesta tingkat rendah, bisa dibilang kami adalah manusia biasa yang memiliki ambisi untuk menguasai lapisan dunia yang lain. Namun kami terlahir tanpa akar sihir maupun kemampuan untuk menyerap energi Qi sehingga orang orang yang tinggal di dunia semesta tingkat rendah diajarkan untuk menggunakan berbagi macam senjata." ucap Yasmin Zee yang hanya memberikan beberapa informasi mengenai tempat tinggalnya ada banyak rahasia yang tak bisa ia katakan pada Xiao Ziya dan tentu saja gadis itu menyadarinya.


"Lalu saya akan digunakan sebagai bahan uji coba apa?." tanya Xiao Ziya yang masih belum bisa terima jika orang orang dari dunia semesta tingkat rendah mencarinya hanya untuk bahan uji coba penemuan mereka yang baru.


"Seorang profesor yang ada di dunia kami berhasil menciptakan sebuah robot penghancur dengan kekuatan yang luar biasa, namun robot itu harus diisi dengan seorang kultivtor muda dengan kekuatan hebat untuk menggerakkannya. Kami semua memilih anda sebagai kandidat terbaik diantara yang lain." ucap Yasmin Zee yang memberikan sedikit penjelasan karna ia yakin nantinya Xiao Ziya akan tertangkap.


Xiao Ziya tersenyum dengan senyuman menyeramkan, gadis itu mengambil sebuah pil berwarna biru cerah dan mendekat ke arah Yasmin Zee. Lalu gadis itu membuka mulut Yasmin Zee dengan paksa kemudian memasukkan pil yang ia pegang, dengan terpaksa Yasmin Zee menelam pil itu.


"Benda apa yang kau masukkan kedalam mulutku barusan?." tanya Yasmin Zee yang sangat khawatir jika Xiao Ziya meracuninya.

__ADS_1


"Itu adalah racun es abadi yang dapat mengendalikan tubuh anda. Saat anda memberitaukan apa yang anda ketahui mengenai saya hari ini maka pil itu akan membuat tubuh anda membeku kemudian pecah." ucap Xiao Ziya yang memberitau apa yang ia berikan pada wanita itu.


Yasmin Zee merasa sangat tak berdaya jika ia tak memberitaukan informasi yang ia dapatkan maka sia sia saja perjuangan pemerintah dunia semesta tingkat rendah untuk menguasai dunia seutuhnya. Namun jika ia memberitaukan apa yang ia ketahui maka ia akan mati dan tak bisa bersama sama dengan keluarganya lagi, ini adalah pilihan sulit untuk Yasmin Zee.


"Semua pilihan ada di tangan anda." ucap Xiao Ziya, ia pergi meninggalkan Yasmin Zee yang masih kebingungan. Gadis yang ia hadapi lebih licik daripada seorang ratu ular sekalipun.


Yasmin Zee memutuskan untuk kembali namun sebelum itu ia melukai beberapa anggota tubuhnya agar ia bisa membuat sebuah alasan saat ditanya mengapa gagal membawa pulang Xiao Ziya. Setelah selesai melukai dirinya sendiri Yasmin Zee membuka portal untuk sampai ke dunia semesta tingkat rendah. Benar saja saat baru sampai di rumahnya banyak orang yang menantikan kepulangannya agar tak mendapat banyak pertanyaan Yasmin Zee berpura pura pingsan dan membuat semua orang merasa panik.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sudah berada di atas atap Istana Kekaisaran Qiyu, setelah melihat situasi sangat aman gadis itu masuk kedalam sebuah kamar. Ya kamar itu adalah kamarnya sendiri namun saat ini ditempati oleh Wi Xume.


"Gadis ini benar benar seorang parasit rendahan." ucap Xiao Ziya yang menatap jijik ke arah Wi Xume yang sedang tidur di atas ranjang miliknya.


Xiao Ziya membuka jendela kamarnya kemudian membaca mantra kuno untuk memanggil ratusan ular kecil yang ada di sekitar istana. Setelah ia selesai membaca mantra ratusan ular berwarna merah datang dan masuk kedalam kamarnya melalui jenderla yang terbuka.


"Ganggulah gadis ini hingga ia tak bisa tidur untuk jangka waktu yang lama." ucap Xiao Ziya yang memberi perintah pada ular ular kecil berwarna merah itu.


Setelah menjalankan rencananya Xiao Ziya keluar dari kamar dan melesat menuju Klan Xiao untuk beristirahat di paviliun miliknya.


"Saatnya untuk tidur." ucap Xiao Ziya yang merebahkan diri di atas tempat tidurnya yang sangat nyaman, lalu gadis itu memejamkan mata .


Sedangkan saat ini Wi Xume merasakan ada benda menggeliat di kaki dan tanggannya, karna merasa sangat terganggu akhirnya Wi Xume bangan dan melihat apa yang sedang merambat di tubuhnya itu. Betapa terkejutnya Wi Xume mendapati ratusan ular kecil berwarna merah memenuhi kamarnya.


Gadis itu ingin berteriak namun suaranya tertahan, ia hanya bisa meringkuk ketakutan menunggu seseorang datang untuk menyelamatkannya. Beberapa ular merah itu melilit leher Wi Xume hingga gadis itu kesulitan untuk bernafas.


Waktu terasa berjalan begitu lambat namun tak ada yang datang, pagipun tiba semua ular merah yang ada di kamar Wi Xume telah pergi dan gadis itu pingsan karna merasa ketakutan. Kaisar Yan berjalan menuju kamar Wi Xume untuk membangunkan gadis itu.


Tok tok tok.


Suara pintu kamar Wi Xume yang diketuk oleh Kaisar Yan. Karna tak mendapat jawaban Kaisar Yan merasa khawatir dan membuka pintu kamar itu dengan paksa, setelah berhasil ia langsung masuk kedalam kamar.


"Sayang bangunlah." ucap Kaisar Yan, ia mengguncang tubuh Wi Xume pelan untuk membangunkan gadis itu. Karna tak kunjung bangun Kaisar Yan meminta pelayan untuk memanggilkan tabib istana.


Hai semua author back lagi nih, jangan lupa jaga kesehatan kalian ya. Follow buat yang belum, vote ya guys karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2