RATU IBLIS

RATU IBLIS
32


__ADS_3

Dimas pulang dari pemakaman Yoga, dia berjalan menuju mobil yang ada didepan gang. Gadis yang ada didesa itu menatap Dimas terpesona tapi Dimas hanya cuek saja.


"Carilah tumbal didesa itu, aku perlu santapan darimu" suara Hermione terdengar ditelinga Dimas.


"Baik istriku Hera" batin Dimas.


"Dia kayaknya bagus dijadikan tumbal, tubuhnya sexy pakaiannya terbuka cocok banget ini mah" batin Dimas melihat satu gadis.


"Pilihan yang bagus dia sangat cocok dineraka lapisan adikku" ucap Hermione.


"Kau bisa bermain beberapa minggu didesa itu bersamanya, Reno biar aku yang jaga" ucap Hermione.


"Baik Hera" batin Dimas.


"Hai" sapa Dimas kepada gadis yang dipilihnya untuk dijadikan tumbal.


"Hai juga" ucap gadis itu.


"Kenalin nama aku Dimas kalau kamu siapa?" tanya Dimas.


"Aku Sasa" ucap gadis tersebut.


"Sama nama yang cantik sama seperti orangnya" ucap Dimas membuat Sasa malu.


"Kalai gitu aku permisi dulu ya masih ada urusan" ucap Dimas.


"Ahh iya" ucap Sasa.


"Jangan mendesah didepanku nanti kau akan habis kumakan" bisik Dimas lalu pergi.


Sasa menatap punggung Dimas yang menjauh.


"Dari kota, kaya, tampan, aku akan mendapatkannya" batin Sasa.


"Aku harus bisa membuat dia meniduriku gimana pun caranya" batin Sasa.


.......


Perawat datang membawa sarapan untuk Reno.


"Ini sarapan dan obatnya untuk Tuan Reno Nona" ucap perawat.


"Ohh makasih ya" ucap Hermione tersenyum.


"Iya Non, saya permisi dulu" ucap perawat lalu pergi.


"Kamu harus sarapan dulu, biar aku suap" ucap Hermione.


"Gak mau, gak ada rasa" ucap Reno.


"Reno kamu harus minum obat" ucap Hermione.


"Gak mau kak gak enak" ucap Reno.


"Reno kamu tetap harus makan" ucap Hermione.


"Buka mulutmu aaa" ucap Hermione, Reno membuka mulutnya.


"Nah gitu dong" ucap Hermione, Reno mengunyah sambil cemberut.


"Biar cepat sembuh Reno" ucap Hermione menyuapi Reno lagi.


"Kakak gak sarapan?" tanya Reno setelah menelan makanannya.


"Gak kamu aja" ucap Hermione.


Tok...


...Tok......


^^^Tok...^^^


"Siapa diluar saya didalam?" ucap Hermione.


"Oranglah kak masa setan" jawab Reno.


"Siapa tau aja kitakan gak tau" ucap Hermione.

__ADS_1


Pintu terbuka memperlihatkan Andre yang masuk kedalam.


"Didalam mana nih?" tanya Andre.


"Hatimu" jawab Hermione.


"Sikakak gombal" ucap Andre.


"Gak sekolah?" tanya Reno.


"Gak males" jawab Andre.


"Nih kak pakaian kakak" ucap Andre menyimpan tas berisi pakaian Hermione.


"Siapa yang beresin itu?" tanya Hermione sambil menyuapi Reno.


"Akulah siapa lagi" jawab Andre.


"Kirain orang lain" ucap Hermione.


"Maunya siapa sih? Udahlah gak penting juga, eh kak aku ada berita" ucap Andre.


"Berita apa?" tanya Hermione.


"Drew kerumah" ucap Andre.


"Bagus dong suruh dia tinggal bareng kita aja" ucap Hermione.


"Drew itu yang kemarin ya?" tanya Reno.


"Iya" jawab Hermione.


"Kak belum selesai jangan dipotong" ucap Andre.


"Lanjut" ucap Hermione.


"Nah malam tadi tuh Ana kedapur karena haus, ternyata Drew juga ada didapur, nah pas mau balik kekamar mereka kan naik tangga tiba-tiba Ana kepleset untungnya Drew nangkap tubuh Ana" ucap Andre.


"Lebih bagus lagi berarti dia nolong Ana" ucap Hermione memotong.


"Kakak kebiasaan deh belum selesai" ucap Andre kesal karena dipotong.


"Pas nangkap tuh tubuh Drew gak seimbang dan ikut jatuh, posisi jatuh mereka Ana diatas tubuh Drew, pas mereka lagi gitu Evan keluar kamar dan ngeliat mereka berdua lagi bertimpa, yang jadi masalahnya Ana pakai baju yang perutnya keliatan sama pakai celana pendek ditambah lagi tu bibir gak sengaja nempel" ucap Andre, Hermione langsung menatap Andre.


"Jadi endingnya mereka berantem deh" ucap Hermione memberi Reno minum karena makanannya sudah habis.


"Betul sekali" ucap Andre.


"Kok lo tau kejadiannya?" tanya Reno.


"Karena gue ada ditempat kejadian" jawab Andre.


"Lo gak bantu ngejelasin" ucap Reno.


"Mau dijelasin panjang lebar juga dia tetep cemburu" ucap Andre.


"Biasanya juga dia gak cemburu" ucap Hermione.


"Drew dulu sahabat kita tiba-tiba jadi musuh kita dan sekarang baru jadi sahabat kita lagi eh malah ada kejadian kayak gitu" ucap Andre.


"Paling juga ntar malam balik kayak biasanya" ucap Hermione.


"Nih obatnya" Hermione memberikan obat kepada Reno.


"Makasih" Reno mengambil dan memakannya setelah itu dia minum.


"Yaiyalah kalau gak balik kayak biasanya dia gak bisa emm emm emm" ucap Andre.


"Em em em apa?" tanya Reno.


"Anak kecil gak perlu tau" jawab Andre.


"Udah gede gue dibilang anak kecil" ucap Reno.


"Udah jangan berantem, dek pergi sana gantiin kakak meeting" ucap Hermione.


"Meeting sama siapa dulu, terus meeting masalah apa butik atau perusahaan atau apa?" tanya Andre.

__ADS_1


"Kerja sama butik sama orang Thailand" jawab Hermione.


"Widih Thailand waduh kacau dah" Andre membayangkan wanita yang keturunan orang Thailand.


"Dia laki jangan mikir aneh-aneh deh" ucap Hermione, Andre langsung memasang wajah malas.


"Laki, Thailand kagak seru" ucap Andre.


"Eh apa laki orang Thailand?" Andre melihat Hermione dari atas kebawah.


"Ok Andre gantiin jangan ketemu lelaki itu awas aja aku gak mau sampai itu terjadi" ucap Andre.


"Jam berapa, kapan, dimana, sama siapa?" tanya Andre.


"Jam 9, hari ini, direstoran hotel Abadi, sama tu orang lah mau sama siapa lagi lo" jawab Hermione.


"Restoran hotel" Andre bengong memikirkan kalau kakaknya kesana.


"Siap kak aku akan kesana sekarang, kakak disini aja jagain tu bocah bye" ucap Andre mencium pipi Hermione lalu pergi.


Hermione menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah Andre.


"Kakak punya butik?" tanya Reno.


"Punya" jawab Hermione langsung melihat kearah Reno.


"Ohhh" balas Reno.


"Eh kakak udah mandi?" tanya Reno.


"Belum, kan tadi nungguin bajunya makanya belum mandi" jawab Hermione.


"Belum mandi aja masih cantik apa lagi udah mandi" ucap Reno.


"Apaan sih gombal" ucap Hermione tersenyum.


"Serius kak gak gombal" ucap Reno.


"Terserah kamu, kakak mau mandi dulu" ucap Hermione lalu mencari pakaian yang ada ditasnya.


"Kagak ada akhlak emang tu bocah" ucap Hermione melihat pakaian yang ada didalam tas.


"Kenapa kak?" tanya Reno.


"Oh gak kok No" ucap Hermione membawa tasnya kedalam kamar mandi bersama dengan dirinya.


.........


Andre sudah berada direstoran hotel, dia menunggu orangnya sambil memainkan ponselnya.


"Hello" sapa seseorang kepada Andre, Andre mengangkat kepalanya melihat orang yang menyapanya.


"Tuan Andre" ucap orang itu.


"Ya, kamu Tuan Aroon" ucap Andre.


"Iya saya Aroon" ucap orang itu yang bernama Aroon.


"Silahkan duduk" ucap Andre.


"Terima kasih" ucap Aroon.


"Ganteng, masih muda, sombong, kaya, pelit, serakah, abis lo kalau ketemu sama kakak gue" batin Andre.


"Bagus gak suka nidurin wanita tapi tetep aja masuk kedalam kriteria jika ingin disiksa dineraka, walaupun bukan neraka lapisan gue" batin Andre.


"Tuan kenapa termenung?" Aroon melambaikan tangannya dihadapkan wajah Andre.


"Eh tidak ada, emm jangan panggil tuan aku masih anak sekolahan" ucap Andre.


"Tidak enak jika memanggilmu nama" ucap Aroon.


"Dienakkin aja" ucap Andre.


"Apanya yang dienakin bego" batin Andre.


"Hmm baiklah kita mulai saja" ucap Aroon.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2