RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akan Kembali


__ADS_3

Sepertinya Durzo semakin tertarik dengan Xiao Ziya karna baru kali ini ada gadis seorang manusia biasa yang berani menantangnya. Biasnya para mangsa Durzo akan ketakutan hingga badan mereka mengigil dan wajahnya berubah menjadi pucat namun kali ini sangatlah menyenangkan. Par jasad gadis muda yang menjadi mayat hidup itu mulai mendekat ke arah Xiao Ziya taring tajam mereka sangat mirip dengan sesosok vampir.


"Baiklah kau yang menantangku." ucap Xiao Ziya yang mengreluarkan pedang hitam miliknya. Gadis itu melesat dengan cepat dan menyerang para mayat hidup tanpa ampun, semua tak tersisa jasad para gadis yang menjadi mayat hidup itu sudah terbelah menjadi banyak potongan tubuh.


Durzo menggertakkan giginya, boneka mayat hidup yang ia buat dengan susah payah dihancurkan begitu saja oleh gadis yang ada di hadapannya. Durzo mulai membacakan sebuah mantra sihir hitam kuno, sepertinya ia ingin membalas perbuatan Xiao Ziya.


"Kali ini kau tak kan lolos gadis sialan." ucap Durzo yang sangat marah ia mengarahkan tongkat sihirnya pada Xiao Ziya.


Xiao Ziya menghindar dengan cepat ternyata kilauan hitam yang keluar dari tongkat sihir pria itu dapat meledakkan apapun yang dilaluinya, suara ledakan yang sangat keras bahkan hingga terdengar oleh telinga Ratu Minxunzi. Sang ratu khawatie jika ada hal yang tak dinginkan terjadi sehingg ia secepat mungkin datang ke tempat suara ledakan itu berasal. Ratu Minxunzi menatap ke arah salah satu putranya yaitu Min Ronje yang ada di tempat kejadian.


"Apa yang sedang terjadi putraku?." tanya Ratu Minxunzi ada Min Ronje dengan raut wajah cemasnya.


"Adik Ziya sedang melawan Durzo." jawab Min Ronje dengan singkat dan membuat Ratu Minxunzi kehabisan kata kata.


Sang ratu lupa memberitaukan pada Xiao Ziya untuk tak datang di malam hari karna akan sangat berbahaya bagi keponakannya itu. Ratu Minxunzi berjalan mendekati Xiao Ziya dan menatap tajam ke arah Durzo yang ingin melukai keponakannya itu.


"Jangan ikut campur dengan urusan saya Yang Mulia Ratu Minxunzi." ucap Durzo yang meminta pada sang ratu agar tak ikut campur masalahnya dengan gadis sombong yang ada di hadapannya itu.


"Tentu saya akan ikut campur karna gadis ini adalah keponakan saya." ucap Ratu Minxunzi yang tak akan membiarkan Durzo menjadikan keponakannya sebagai santapan pria bajingan itu.


"Ahahah sungguh sangat menarik, pantas saja dia sedikit mirip denganmu." ucap Durzo yang tetap menginginkan Xiao Ziya.


"Bibi tenang saja saya sanggup menghadapi pria menjijikan ini." ucap Xiao Ziya dengan mata tajamnya. Samar samar aura kematian yang sangat pekat keluar dari tubuh gadis itu, tak ada pilihan lain selain melenyapkan pria bernama Durzo agar tak ada lagi gadis yang menjadi korbannya.


"Bagaimana bisa?." ucap Durzo yang tampaknya sangat terkejut karna gadis muda yang ada di hadapannya memiliki aura kematian yang pekat.


"Anggap saja hari ini anda tidak beruntung karna memilih lawan yang salah." ucap Xiao Ziya dengan senyuman tipis di wajahnya.


"Saya adalah penyihir hitam terkuat kedua setelah Ratu Minxunzi, gadis sepertimu tak akan mampu." ucap Durzo yang sedang membangun kepercayaan dirinya, tak mungkin ia mati begitu saja di tangan gadis yang masih sangat muda bukankah terdengar begitu konyol?.


Xiao Ziya menghentakkan pedang hitamnya beberapa kali ke tanah tiba tiba saja muncul sepasang pola sihir di bawah kaki Durzo dan di atas kepela pria itu. Dengan cepat Xiao Ziya membaca sebuah mantra yang bahasanya terdengar asing bagi orang orang yang tinggal di wilayah sihir hitam.


"Saya Xiao Ziya memberikan hukuman pada pria bernama Durzo yang telah menghilangkan banyak nyawa gadis tak berdosa dan menjadikan mereka sebagai mayat hidup. Untuk itu jiwanya akan hancur dan tak akan pernah bisa berreingkarnasi." ucap Xiao Ziya dengan matanya yang berwarna merah, saat ini gadis itu sedang menggunakan kuasanya sebagai junjungan muda dari neraka yang diperbolehkan untuk memberikan hukuman pada seseorang.


Durzo berteriak dengan kencang karna seluruh tubuhnya seperti terbakar selain itu jiwanya perlahan lahan mulai lenyap. Semua orang yang ada di sana menatap keheranan ke arah Xiao Ziya mereka sedang bertanya tanya siapa gadis itu dan apa statusnya mengapa ia dengan mudah melenyapkan Durzo yang terkenal sangat jahat dan sulit untuk ditegakkan oleh hukum yang ada di wilayah Sihir hitam.


"Nikmatilah hukumanmu, kau telah salah memilih lawan." ucap Xiao Ziya yang tersenyum dengan sinis kemudian gadis itu melihat ke arah Ratu Minxunzi yang masih terdiam dan tak mengedipkan matanya itu.


"Bibi apa anda baik bain saja?." tanya Xiao Ziya yang membuat Ratu Minxunzi langsung tersadar dari lamunanya.


Setelah itu Xiao Ziya diajak pergi ke istana oleh Ratu Minxunzi dan juga tuan muda Min Ronje, setelah sampai di istana Kerajaan Sihir Hitam Xiao Ziya diantarkan oleh seorang pelayan menuju kamar tamu. Karna hari sudah sangat larut bibinya meminta pada gadis itu untuk beristirahat.


Saat ini Ratu Minxunzi sedang ada di ruang kerjanya bersama seorang penasehat yang selalu ada di sisinya. Sang ratu tau bahwa keponakannya itu sangatlah kuat dan memiliki masa depan yang hebat namun ia tak menyangka bahwa di usia yang masih muda keponakannya itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.


"Keponakanku itu memang bukan gadis biasa." ucap Ratu Minxunzi yang tersenyum saat membayangkan bagaimana bahagianya kakak perempuan sang ratu saat bertemu dengan putri kandung yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Benarkah keponakan anda sehebat itu?." tanya sang penasehat Ratu Minxunzi yang sepertinya ragu ragu.


"Kau akan tau setelah melihatnya nanti." ucap sang ratu yang tak ingin berdebat dengan penasehatnya itu karna akan sangat menguras waktu dan juga tenaga.


Waktupun berjalan dengan sangat cepat, pagi telah tiba dan Xiao Ziya baru saja terbangun dari tidur lelapnya. Gadis itu langsung membersihkan diri dan berganti pakaian dengan sebuah gaun berwarna biru muda dengan jubah hitam.


Xiao Ziya keluar dari kamar dan menengok kesana kesini, ia tak tau dimana ruang makan berada karna ini adalah kali pertama ia akan makan bersama dengan keluarga dari bibinya. Xiao Ziya berjalan mengelilingi lorong Istana Sihir Hitam hingga bertemu dengan seorang pemuda yang sepertinya juga putra dari bibinya.


"Permisi apakah anda tau dimana ruang makan berada?." tanya Xiao Ziya dengan sopan pada pemuda yang ada di hadapannya itu.


"Mengapa kau mencari ruang makan yang ada di istana ini?." tanya pemuda itu yang menatap ke arah Xiao Ziya.


"Tentu saja saya ingin makan." ucap Xiao Ziya dengan wajah kesalnya karna pertanyaan pemuda itu sangatlah tak masuk akal untuknya.


Tiba tiba seseorang berlari ke arah Xiao Ziya dan menepuk pelan punggung gadis itu dari belakang, ternyata orang itu adalah Tuan Muda Min Ronje yang sedari tadi mencari keberadaan adik sepupunya itu.


"Hey saya sudah mencarimu sedari tadi." ucap Min Ronje dengan wajah merajuknya mungkin ia sedikit kelelahan saat mencari Xiao Ziya.


"Ah maaf Ronje gege saya sedang mencari ruang makan namun tak kunjung menemukannya." ucap Xiao Ziya yang meminta maaf pada pemuda itu karna ia merasa tak enak hati padanya.


"Kau mengenal gadis ini?." tanya pemuda yang ada di sana dan mendengar pembicaraan adiknya dengan seorang gadis asing.


"Ah ni adalah Xiao Ziya adik sepupu kita semua." ucap Min Ronje yang memperkenalkan Xiao Ziya dengan sangat antusias pada kakak laki lakinya itu.


Pemuda itu adalah Min Wungi putra kedua dari Ratu Minxunzi, sifatnya yang cenderung cuek dan dingin membuat pemuda itu sedikit kesulitan ketika harus berbincang bincang dengan orang baru seperti adik sepupunya yang kini ada di hadapannya itu.


"Saya juga senang bertemu dengan adik, perkenalkan saya Min Wungi putra kedua dari sang ratu." ucap Min Wungi yang memperkenalkan dirinya pada Xiao Ziya.


Namun anehnya Min Ronje menatap kakak laki lakinya itu dengan tatapan tak percaya seperti ia sedang melihat sebuah keajaiban dunia yang sangat langka.


"Wah ini kali pertama kau berbicara sebanyak itu." ucap Min Ronje dengan binar mata senangnya.


"Diamlah kau." ucap Min Wungi yang tak ingin reputasinya rusak di hadapan adik sepupu perempuannya yang sangat menggemaskan itu.


"Kalian ini kenapa?." ucap Xiao Ziya dengan tawa lirihnya karna tingkah kedua pemuda itu benar benar diluar ekspetasinya.


"Kau membuatku kesal Ronje." ucap Min Wungi yang menarik tangan Xiao Ziya dan membawa gadis itu menuju ruang makan, sedangkan Min Ronje berjalan di belakang mereka berdua karna tak ingin kena amukan kakak laki lakinya yang sedang kesal itu.


Akhirnya mereka tiba di ruang makan istana Kerajaan Sihir hitam di sana sudah ada keluarga kerajaan lain yang menantikan kedatangan Xiao Ziya, tadinya mereka berfikir Xiao Ziya masih tidur namun kenyataanya gadis itu tengah diganggu oleh kedua putra Ratu Minxunzi.


"Salam saya, perkenalkan saya Xiao Ziya." ucap Xiao Ziya yang memberikan salam untuk semua orang kemudian gadis itu memperkenalkan dirinya.


"Ah jadi ini putri dari kakakmu?." tanya Raja Min Lunxi ia adalah suami dari Minxunzi.


"Benar bukankah ia sangat menawan." ucap Ratu Minxunzi yang menatap kearah Xiao Ziya dengan tatapan hangat.

__ADS_1


Semua orang mempersiahkan Xiao Ziya untuk memilih ingin duduk di mana karna masih banyak kursi yang kosong. Gadis itu memilih untuk duduk di antara Tuan Muda Min Wungi dan seorang pemuda yang belum ia kenal.


"Baiklah mari kita mulai sarapannya, pelayan tolong sajikan makanannya." ucap Ratu Minxunzi yang meminta agar para pelayan yang bekerja dibagian dapur menata makanan yang mereka buat di atas meja makan. Berbagai macam hidangan di dajikan dihadapan Xiao Ziya tentu gadis itu ingin mencicipi semuanya.


Setelah semua makanan dihidangkan mereka mulai mengambil apa yang ingin mereka makan, di depan Xiao Ziya sudah ada dua piring yang dipenuhi oleh makanan selera makan gadis itu memang sangat luar biasa.


"Apakah kau selalu makan sebanyak itu adik sepupu?." tanya pemuda yang duduk di sebelah kanan Xiao Ziya, Xiao Ziya menolehkan kepalanya dan melihat kearah pemuda itu.


"Makan adalah jalan ninjaku." ucap Xiao Ziya yang membuat pemuda itu kebingungan.


"Apa maksutnya?." tanya pemuda itu yang meminta penjelasan dari Xiao Ziya. Sebelum menjawab gadis itu terlebih dahulu menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Makan makanan yang enak adalah suatu hal yang membahagiakan untuk saya." ucap Xiao Ziya yang menjawab dengan apa adanya.


Pemuda itu tertawa pelan mendengar jawaban adik sepupunya, ia adalah Tuan Muda Min Xome putra pertama dari Ratu Minxunzi. Ini sungguh luar biasa baru kali ini ia melihat seoarang gadis makan dengan banyak tanpa berfikir panjang. Kebanyakan gadis akan menjaga pola makan mereka agar berat badan mereka tidak naik.


"Pantas saja pipimu sangat bulat." ucap Tuan Muda Min Xome yang meledek Xiao Ziya.


Gadis itu tetap menikmati makananya dengan tenang, ia tak ingin meladeni kakak sepupunya yang menyebalkan itu. Memangnya kenapa jika pipinya bulat toh hal itu tak akan merugikan orang lain, mungkin saat pulang kedunia bawah nanti pipi bulatnya itu akan dicubit habis habisan oleh teman dan keluarganya.


"Sudahlah kau jangan terus terusan mengganggu adik sepupumu yang sedang makan." ucap Raja Min Lunxi yang memberi peringatan pada putra pertamanya.


Setelah itu sarapan bersama pun berakhir, ketiga putra dari Ratu Minxunzi dan juga Ling Zungze mengajak Xiao Ziya untuk pergi ketaman belakang. Setelah sampai di taman belakang keempat pemuda itu memberikan hadiah yang telah mereka siapkan secara mendadak untuk Xiao Ziya.


"Wah ini semua untuk saya?." tanya Xiao Ziya dengan binar mata yang bahagia.


"Tentu ini adalah hadiah ulang tahunmu serta hadiah pertemuan kami dengan adik sepupu." ucap Tuan Muda Min Xome yang mewakili adik adiknya yang lain.


"Semoga nona suka dengan hadiah yang saya berikan." ucap Ling Zungze yang berharap hadiahnya yang tak seberapa itu diterima dengan baik oleh Xiao Ziya.


"Saya akan membukanya setelah sampai di rumah." ucap Xiao Ziya yang saat ini sedang melihat kedalam cincin semestanya apakah ada sesuatu yang biasa ia berikan pada keempat pemuda yang telah memberinya hadiah itu.


Xiao Ziya mendapati beberapa pedang dengan tingkat kaisar langit, gadis itu mengambil empat pedang dengan warna yang berbeda kemudian memberikan masing masing satu pedang. Mendapatkan senjata spiritual dengan tingkat yang tinggi tentu membuat keempat pemuda itu merasa senang.


"Ini untuk kami?." tanya Tuan Muda Min Ronje yang memandangi pedang yang ia genggam dengan senang.


"Tentu saja untuk kalian." ucap Xiao Ziya yang menepuk jidatnya pelan mengapa anggota Kerajaan Sihir hitam memiliki sikap yang sangat absud seperti ini.


"Baiklah baiklah trimakasih atas hadiahnya adik Ziya." ucap Min Xome yang tak ingin membuat adik sepupunya merasa kesal.


Xiao Ziya menghabiskan waktu selama dua hari di sana, dan ini adalah saatnya bagi gadis itu untuk kembali ke dunia bawah dan bertemu dengan keluarga yang sangat ia rindukan.


Sedangkan saat ini di dunia bawah tepatnya di Kekaisaran Qiyu sedang ada sebuah masalah yang membuat semua rakyat Kekaisaran Qiyu menjadi tak tenang. Kemarin saat Kaisar Yan sedang berpergian dengan salah satu jenderalnya tiba tiba sang jenderal diserang dan Kaisar Yan diculik oleh seseorang hingga saat ini para prajurit dan beberapa warga sedang mencari keberadaan Kaisar Yan.


"Siapa yang menculik Yan gege dan mengapa orang itu menculik Yan gege." ucap Xiao Xun yang saat ini sedang menyusuri hutan untuk mencari kakak laki lakinya itu.

__ADS_1


"Semoga putraku baik baik saja, lekaslah kembali putriku dunia bawah akan semakin kacau tanpa kehadiranmu." ucap Xiao Cunyu yang merasa banyak sekali kejadian aneh setelah putrinya itu pergi. Mungkin setelah Xiao Ziya kembali nanti semua akan kembali dengan normal karna hanya gadis itu yang bisa memimpin dunia bawah dengan baik dan tegas.


Hai hai guys aku update lagi gimana kabar kalian semoga sehat terus, ini aku nulisnya udah ku paksain karna badanku panas gitu.Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komem buat ninggalin jejak, share.


__ADS_2