
Xiao Ziya tak menanggapi dengan serius bentakan yang Xiao Yuza berikan kepadanya, ia tau bahwa tempramen orang tua itu tak akan pernah berubah walau semakin hari sikapnya semakin baik. Ziya memilih untuk diam sambil menunggu ayah angkatnya datang.
Benar saja tak lama kemudian salah satu murid Klan Xiao yang ditugaskan untuk menjaga gerbang masuk klan melapor, ia mengatakan bahwa ada banyak orang yang sedang berkumpul di depan Klan Xiao dan salah satu dari mereka berucap ingin menemui Xiao Ziya.
"Baiklah aku akan kesana untuk menyambut kedatangan ayah angkatku dan juga pasukan yang ia bawa." ucap Xiao Ziya dengan santai kemudian berjalan keluar dari aula utama dan pergi menuju gerbang masuk Klan Xiao.
Sedangkan kondisi di gerbang masuk klan sudah kondusif. Raja Zeus dan kedua putranya tampak sudah tak sabar ingin bertemu dengan Xiao Ziya.
"Salam hormat ayah." ucap seorang gadis sambil membungkukkan badan di hadapan Raja Zeus. Mendengar suara gadis kecil yang memanggilnya ayah membuat Raja Zeus merasa sangat senang.
"Putri kecilku yang cantik, ku kira kau akan melupakan ayah angkatmu ini." ucap Raja Zeus yang seperti sedang membuat sebuah drama, untung saja Xiao Ziya sudah terbiasa dengan keadaan seperti itu.
Xiao Ziya sangat senang melihat ayah angkat dan dua saudara laki lakinya baik baik saja, sedangkan anggota Klan Xiao dan perwakilan dari Sekte Bambu Perak hanya bisa terdiam menyaksikan semua itu.
"Baiklah silahkan ayah dan gege masuk kedalam terlebih dahulu, aku akan mengantar prajurit yang kau bawa menuju tempat yang telah ku siapkan untuk prajurit yang dibawa oleh sekutuku.
" Baiklah adik jangan lama lama karna gege masih sangat merindukanmu." ucap Pangeran Anz dengan wajah bahagianya.
Akhirnya Raja Zeus dan kedua putranya di sambut oleh anggota Klan Xiao yang lain, sedangkan Xiao Ziya mengarahkan 7000 prajutit itu ke bukit belakang paviliunnya, di sana Ziya sudah menyiapkan puluhan ribu tenda dan suplay makanan.
"Maaf bisakah salah satu jenderal kalian menghadap padaku, aku ingin membicarakan sesuatu." ucap Xiao Ziya dengan sopan.
Akhirnya ada salah seorang pemudan yang maju dan menghadap pada Ziya.
"Hormat saya nona Ziya, saya adalah salah satu jendral muda dari Kerajaan Hitam." ucap pemuda itu dengan sopan.
"Baiklah aku ingin anda membagi para prajurit menjadi beberapa kelompok, misalnya kelompok pemanah, penyerang, dan kelompok pertahanan. Setelah itu mereka bisa tinggal di tenda manapun dan mengambil makanan yang sudah saya sediakan, selain itu di sini ada 500 pasukanku ku harap kalian bisa akur." jelas Xiao Ziya dengan singkat, setelah dirasa mereka semua mengerti Xiao Ziyapun kembali ke klan.
Di dalam aula utama Klan Xiao saat ini suasananya sangat hening, karna tak ada yang berani membuka topik pembicaraan terlebih dahulu.
"Baiklah apa yang sedang terjadi di sini? mengapa kalian semua diam saja?." tanya Xiao Ziya yang baru saja memasuki aula utama.
__ADS_1
"Maaf nona Ziya, kami tidak menyambut tamu anda dengan baik." ucap Xiao Ciyun yang menyesal atas apa yang sedang terjadi.
"Baiklah perkenalkan mereka adalah keluarga angkatku, ini adalah ayah angkatku yaitu Raja Zeus dari Kerajaan Hitam yang ada di dunia atas, dan ini adalah kedua putranya yaitu Pangeran Zeeling dan juga Pangeran Anz." ucap Xiao Ziya yang memperkenalkan keluarga angkatnya agar suasana tak hening lagi.
"Salam kenal dari kami semua." ucap anggota Klan Xiao secara bersamaan.
"Baiklah kurasa ayah angkatku dan kedua kakak laki lakiku sangat lelah, aku akan mengantar mereka ke paviliun timur." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum ke arah Raja Zeus dan kedua putranya. Akhirnya mereka berempat pergi meninggalkan aula.
"Aku merasa pernah bertemu dengan ayah angkat putriku." ucap Xiao Cunyu yang berusaha untuk mengingat ingat.
"Dia pernah datang kesini." ucap Xiao Xiling yang merasa pria tadi sedikit familiar.
"Nona Xiao Ziya sangat luar biasa, dia memiliki keluarga angkat yang berasal dari dunia atas." ucap Muyen yang semakin kagum dengan Xiao Ziya, gadis kecil itu memang diluar batas akal sehat manusia.
"Ya saudariku itu memang luar biasa." ucap Xiao Yuna sambil tersenyum manis ke arah Muyen. Entah mengapa tiba tiba atmosfer yang ada di dalam aula utama berubah. Xiao Yuza yang menydari tatapan putrinya berbeda pada pemuda bernama Muyen itu.
"Ekem sebaiknya kita membubarkan diri terlebih dahulu." ucap Xiao Ciyun.
Sedangkan di Kerajaan Neraka, Raja Zeus sedang mondar mandir di depan singgasananya, entah apa yang membuat pria tua itu merasa khawatir.
"Mungkin aku hanya perlu datang dengan membawa 1000 pasukan iblis nerakaku, namun aku akan datang esok saat pertempuran terjadi." ucap Raja Artur yang sudah membuat sebuah keputusan.
Suasana di wilayah Kekaisaran Qiyu semakin panas, pihak kekaisaran mulai mempersiapkan dirinya untung menghadapi Klan Xiao.
"Sebentar lagi sekutu kita akan datang, sambutlah dengan baik." ucap kaisar.
"Baiklah kaisar, kami akan melayani mereka dengan baik." ucap anggota kerajaan yang sedang berkunpul.
Tak lama kemudian datang 10 orang yang menggunakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi wajah mereka.
"Salam kami pada kaisar, kami datang dengan membawa sepuluh ribu pasukan manusia dan juga lima ribu pasukan hewan buas." ucap salah satu dari mereka, walau perkataan yang diucapkan sangat sopan namun tak ada seorangpun yang membungkuk di hadapan kaisar.
__ADS_1
"Bagus sekali, sebuah kehormatan bagi kami bisa menjadi sekutu dari Sekte iblis." ucap kaisar diselingi tawa bahagianya, dia sangat yakin bahwa pihaknya bisa mengalahkan Klan Xiao beserta sekutunya.
Aron yang merupakan mata mata kepercayaan Xiao Ziya berusaha menyelinap ke Istana Kekaisaran untuk melihat bagaimana kondisi disana. Saat Aron berhasil menyusup dia melihat sang kaisar dan juga sepuluh orang misterius sedang membicarakan sesuatu di taman belakang istana.
"Seperti kesepakatan kita, kalian harus menyiapkan 100 gadis yang masih suci untuk dijadikan persembahan pada Raja Iblis kami." ucap salah seorang berjubah hitam.
"Baik saya akan menyiapkan apa yang kalian minta dengan segera." ucap sang kaisar kemudian sepuluh orang itu tiba tiba pergi begitu saja.
Aron merasa ada yang tidak beres di sini, dan dia berusaha mencari kemana sepuluh orang misterius tadi. Dan saat Aron memasuki sebuah hutan yang tak jauh dari istana kekaisaran ia menemukan ada lautan manusia di sana.
"Apakah mereka adalah sekutu dari pihak kekaisaran, dan mengapa ada juga hewan buas di sini? aku harus segera melaporkannya pada nona Ziya." ucap Aron kemudian pergi dengan secepat mungkin dia tak ingin tertangkap.
Apakah kau merasakan bahwa ada manusia yang sedang mengawasi kita tadi?" tanya salah seorang berjubah.
"Aku tak merasakan auranya mungkin saja kau salah." jawab yang lain.
Sedangkan saat ini Aron sudah berada di atap paviliun Xiao Ziya, dia melihat bahwa gadis kecil itu sedang makan dan Aron tak ingin menggangunya.
"Aron Gege, mengapa kau sangat suka ada di atas sana." ucap Xiao Ziya sambil menikmati makananya. Aron merasa sedikit terkejut, gadis itu selalu bisa menemukan keberadaanya.
Akhirnya Aron masuk ke paviliun Xiao Ziya melewati jendel, entah mengapa banyak yang datang menemui Ziya dengan cara cara yang tak wajar, padahal paviliun Ziya memiliki banyak pintu.
"Lainkali masuklah lewat pintu gege, jika ada penjaga yang melihatmu masuk lewat jendela maka kau akan dikira pencuri." ucap Ziya yang sedang menasehati gegenya.
"Baik nona, maaf jika sikap saya membuat anda tak nyaman." ucap Aron yang merasa bersalah karna membuat adiknya kesal.
"Hal apa yang ingin kau laporkan padaku gege?." tanya Ziya.
Lalu Aron menceritakan semua yang ia lihat saat menyusup ke istana kelaisaran dan mengikuti orang orang misterius tadi. Mendengar itu Xiao Ziya merasa sangat geram, apa yang dilakukan pihak kekaisaran terutama sang kaisar sangat menjijikkan.
"Aku yang akan memenggal kepala kaisar dengan tanganku." ucap Xiao Ziya sambil menggenggam tangannya.
__ADS_1
**Hai hai semuaa akhirnya aku bisa up lagi walau kondisiku masih belum sepenuhnya sembuh, aku harap kalian ga marah ya karna aku lama ga update.
Jangan lupa like, vote, komen, rate, share**.