
Sang Dewa Phoenix Emas sangat terkejut mendengar penjelasan dari gadis itu, mengapa ia tau banyak hal mengenai aturan yang berlaku di alam para dewa? apakah gadis itu pernah pergi ke alam para dewa sebelumnya ataukah ia salah satu anak dewa yang lahir setelah Dewa Phoenix Emas tak berkunjung ke sana lagi.
"Kau putri seorang dewa?." tebak Dewa Phoenix Emas.
"Saya berasal dari dunia bawah." jawab Xiao Ziya dengan singkat mengenai asal usulnya.
"Lalu bagaimana kau tau banyak hal mengenai alam dewa?." tanya sang Dewa Phoenix Emas dengan ragu ragu, mereka yang tinggal di dunia bawah merupakan golongan kultivator tingkat rendah. Mungkin saja gadis itu belajar mengenai aturan aturan yang ada di alam dewa saat ia masih sekolah.
"Berkunjunglah ke alam dewa dan tanyakan siapa saya pada beberapa dewa yang kau jumpai." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memberitahukan statusnya sebagai Dewi Agung ada pria itu. Biarlah sang Dewa Phoenix Emas berkunjung ke alam dewa demi kebaikannya sendiri.
"Jangan main main denganku, meski kau tampak kuat namun tak ada manusia dari dunia bawah yang berhasil naik sampai ke alam dewa." ucap Dewa Phoenix Emas, nada bicaranya seperti orang yang sedang marah karna merasa dipermainkan oleh orang yang tak ia kenal.
"Seorang dewa yang sudah lama tak pulang ke kampung halamannya tak akan tau kejadian apa yang terjadi di sana." jawab Xiao Ziya dengan tepat dan membuat dewa itu terdiam.
Ratusan tahun Dewa Phoenix Emas meninggalkan alam dewa demi melindungi para elf yang setia mengikutinya, Dewa Phoenix Emas berbeda dengan dewa yang lain ia selalu ingin mendapat pengikut yang lebih banyak akan tetapi para manusia yang tinggal di beberapa lapisan dunia enggan mengikuti Dewa Phoenix Emas. Saat para manusia tak ada yang menjadi pengikutnya, bangsa elf dengan senang hati menyembah sang dewa sebagai pelindung mereka.
"Saya tak akan kembali ke alam dewa hanya untuk menanyakan siapa dirimu pada dewa yang lain, saya akan tetap berada di sini dan melindungi mereka." ucap Dewa Phoenix Emas dengan tegas dan tak ingin dibantah oleh siapapun. Prinsip sang Phoenix Emas memang bagus namun dengan sisa kekuatan yang ia miliki sekarang tak akan cukup untuk melindungi para elf dari penyihir jahat.
"Anda hanya akan mati konyol bila tak pergi ke alam dewa sekarang juga, anda fikir kekuatan anda saat ini cukup untuk melawan penyihir jahat yang berlatih setiap hari untuk meningkatkan kemampuannya?." tanya Xiao Ziya pada sang dewa, apapun yang dikatakan oleh gadis itu memang menyakitkan bagi orang lain akan tetapi perkataan Xiao Ziya selalu benar adanya.
"Jika saya pergi siapa yang akan menjaga mereka di sini?." tanya Dewa Phoenix Emas dengan raut wajah cemas, tak mungkin ia menitipkan para pengikutnya itu pada gadis yang baru mereka kenal.
"Jauhkan fikiran anda, saya tak punya waktu untuk menjaga mereka." ucap Xiao Ziya yang dapat membaca situasi dan ekspresi sang dewa Phoenix Emas.
Di saat Xiao Ziya sedang sibuk dengan para elf dan Dewa Phoenix Emas, teman teman Xiao Ziya sedang mencari gadis itu karna hari sudah malam dan Xiao Ziya tak kunjung pulang ke rumah. Xiao Yuna, Xiao Bin, Xiao Feng, dan Xiao Xinzo pergi ke gedung tempat adik sepupu mereka menyewa rumah. Mereka ingat bahwa Xiao Ziya ingin menyewa tempat untuk dijadikan sekolah seni bela diri, mungkin gadis itu sedang ada di sana untuk memilih beberapa tempat yang cocok.
"Permisi ada yang bisa saya bantu?." ucap Yiana Jung yang langsung menyambut saudara dari pelanggan vvipnya.
"Apakah adik Ziya ada di sini?." tanya Xiao Yuna sembari melihat kesekitar untuk memastikan apakah Xiao Ziya ada di sana.
"Nona Ziya sudah pulang sejak pagi tadi, ia berkunjung pagi pagi buta." ucap Yiana Jung dengan senyuman ramah, wanita itu juga kebingungan mengapa saudara dari pelanggannya mencari ke sini.
"Adik Ziya belum kembali sedari tadi dan kami semua merasa khawatir." ucap Xiao Xinzo dengan nada dingin, ia curiga ada masalah yang sedang dihadapi oleh adik sepupu tercintanya itu.
"Tempat mana yang di pilih oleh adik Ziya untuk dijadikan sekolah seni bela diri?." tanya Xiao Bin, mungkin saja saat ini adik sepupunya masih ada di sana.
"Sebuah bangunan tua yang ada di pusat kota, bangunan itu memiliki dua lantai dengan halaman belakang yang sangat luas. Kalian hanya perlu berjalan beberapa kilo meter dari sini untuk sampai di tempat itu. Jika kalian kesulitan menemukannya kalian bisa melihat gambar bangunan ini." ucap Yiana Jung yang menunjukkan gambar sebuah bangunan yang sudah di pilih oleh Xiao Ziya.
"Baiklah, terimakasih atas informasinya." ucap Xiao Feng, ia mengajak saudaranya yang lain untuk segera pergi ke sana jangan sampai ada hal buruk yang menimpa adik sepupu mereka.
Setelah saudara saudara Xiao Ziya pergi dari gedung jasa sewa, Yiana Jung merasa khawatir pada pelanggannya itu. Mungkinkah bangunan yang di sewa oleh sang pelanggan memiliki masalah seperti rumah yang disewanya? jika iya maka Yiana Jung akan bertanya pada atasannya secara detail agar bisa membantu sang pelanggan menyelesaikan masalah.
Xiao Feng dan yang lain terus melesat menuju tempat dimana Xiao Ziya berada, jika benar ada hal buruk yang menimpa adik mereka siapapun pelakunya maka mereka akan membalas dengan lebih sadis. Tak perlu waktu lama akhirnya mereka berempat sampai di gedung tua, Xiao Xinzo berada di barisan paling depan untuk berjaga jaga jika ada penyerangan secara tiba tiba.
"Aku merasakan aura dari adik Ziya ada di sini." ucap Xiao Yuna yang mengenali aura dari Xiao Ziya dengan baik karna ia pernah dilumpuhkan dan disembuhkan oleh gadis itu.
"Baiklah kita masuk kedalam, tetap waspada." ucap Xiao Feng yang memberi arahan pada saudaranya yang lain.
Mereka semua masuk kedalam bangunan tua itu dengan sangat hati hati. Di sisi lain Xiao Ziya yang masih berselisih faham dengan para elf dan Dewa Phoenix Emas merasakan kehadiran saudara saudaranya di tempat itu. Ia tak menyangka bahwa masalah ini memakan waktu yang lama dan membuat saudaranya khawatir.
"Kami tak akan pergi apapun yang kau lakukan kami akan tetap di sini." ucap kakek tua dengan keras, ia sudah muak mendengar semua perkataan dari gadis asing yang ada di hadapannya itu.
"Ini sudah malam dan saya ingin pulang ke rumah, tapi kalian sangat keras kepala dan membuat saya berada di sini dalam jangka waktu yang sangat lama." ucap Xiao Ziya dengan kesal, ia bisa saja membunuh para elf itu namun Ziya memerlukan informasi mengenai tempat tinggal bangsa elf dan apa yang dilakukan oleh penyihir jahat pada bangsa mereka.
"Kau tak memiliki solusi atas masalah yang kami alami, lebih baik kau tak perlu ikut campur terlalu banyak nak." ucap kakek tua itu, ia sedang menasehati seorang Xiao Ziya yang sangat keras kepala ketika sudah memutuskan apa yang akan ia lakukan.
__ADS_1
"Yah bagaimana lagi kalian akan mendapat tamu lain karna terlalu lama menahan saya di sini." ucap Xiao Ziya dengan senyuman sinisnya. Dalam hitungan detik pintu ruangan tempat persembunyian para elf terbuka, terlihat Xiao Yuna dan yang lain sedang menatap bingung ke arah adik sepupu mereka.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?." tanya Xiao Bin sembari melihat ke arah orang orang dengan penampilan aneh yang ada di belakang Xiao Ziya.
"Membersihkan tempat ini dari tamu tak diundang tentunya." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.
"Siapa mereka?." tanya Xiao Xinzo dengan sorot mata tajam seolah oleh ingin mencincang pada elf itu.
"Mereka orang asing yang ingin tinggal di tempat yang sudah saya sewa, tentu saya tak akan membiarkan uang sewa itu lenyap begitu saja." jawab Xiao Ziya yang membuat saudara saudaranya semakin bingung.
"Mereka elf." ucap Xiao Yuna secara tiba tiba, gadis itu langsung mengenali para elf dari telinga runcing mereka.
"Mengapa kau membawa saudaramu kesini? bukankah kau mengatakan tak akan pernah memberitahukan keberadaan kami pada siapapun." ucap beberapa elf yang marah pada Xiao Ziya.
"Saya hanya mengatakan tak akan memberitahukan keberadaan kalian pada penduduk dunia semesta tingkat rendah, sedangkan saudara saudara saya berasal dari dunia bawah." jawab Xiao Ziya dengan wajah tak bersalah miliknya, gadis itu tak akan mengingkari apa yang telah ia katakan.
"Jadi kalian menahan adik sepupu kami di tempat ini? apakah kalian tak tau jika adik kami belum makan dari pagi tadi!!." triak Xiao Yuna dengan sangat marah, ia tak ingin Xiao Ziya sakit hanya karna tak makan seharian lagipula adik sepupunya itu memiliki nafsu makan yang tinggi.
"Jika sampai adik kami jatuh sakit akan ku bakar kalian semua." ucap Xiao Feng yang ikut kesal.
Para elf tak tau harus mengatakan hal apa pada mereka karna gadis itu sendiri yang tak ingin pergi, mengapa mereka yang di salahkan jika gadis itu jatuh sakit karna tak makan seharian?.
"Adik kalianlah yang tak ingin pulang." ucap Dewa Phoenix Emas, ia mencoba menjelaskan apa yang talah terjadi selama beberapa jam ini.
"Saya ingin pulang namun mereka tak ingin pergi dari tempat yang sudah saya sewa." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah sedihnya.
Xiao Yuna meremas tangannya dengan sangat kuat kemudian melesat ke arah pria aneh berambut emas yang berdiri tak jauh dari Xiao Ziya. Xiao Yuna melayangkan sebuah tinju maut pada Dewa Phoenix Emas hingga sang dewa mundur beberapa langkah dan memegangi perutnya.
"Berani sekali kau memukul seorang dewa." ucap Dewa Phoenix Emas, ia tak terima diperlakukan seperti itu oleh manusia biasa.
"Sudahlah Yuna jiejie, mereka tak akan pergi sebelum saya melakukan sebuah tindakan tegas." ucap Xiao Ziya yang sudah memikirkan sebuah rencana.
"Bisakah kalian membelikan saya makanan? saya sangat lapar." ucap Xiao Ziya, ia berusaha membuat keempat saudaranya pergi dari tempat itu saat agar tak melihat sekejam apa dirinya nanti.
"Bagaimana denganmu nanti?." ucap Xiao Feng yang tak yakin meninggalkan adik sepupunya sendiri bersama para elf yang aneh itu.
"Saya akan baik baik saja, namun tanpa makanan saya akan pingsan." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedih, ia memang sangat lapar karna belum makan sama sekali.
"Baiklah kami akan pergi membeli makanan kesukaan mu, berjanjilah untuk segera pulang." ucap Xiao Yuna yang mengerti isyarat dari adiknya itu.
Akhirnya mereka berempat pergi dari bangunan tua tersebut menuju sebuah restoran yang ada di pusat kota untuk membeli makanan dan di bawa pulang. Setelah saudara saudaranya pergi Xiao Ziya mulai melancarkan aksinya, gadis itu mengambil pedang hitam dari dalam cincin semesta. Pedang hitam milik Xiao Ziya memancarkan aura membunuh yang sangat kuat hingga Dewa Phoenix Emas gemetaran, beberapa elf pingsan karna tak mampu melawan rasa takut mereka.
"Saya sudah memberi kalian waktu hingga larut malam, sepertinya kalian tak akan mengerti apa yang saya katakan sebelum mendapat pukulan keras." ucap Xiao Ziya sembari tersenyum layaknya seorang pembunuh sadis.
"Tolong ampuni nyawa kami, kami tak bisa pergi karna tak memiliki tempat tinggal lain." ucap sang kakek tua, ia rasa perkataan gadis itu bukanlah candaan belaka.
Dewa Phoenix Emas tak bisa tinggal diam, sang dewa mengeluarkan kekuatan sihir yang sangat besar. Sebuah bola sihir berwarna emas muncul di depan pria itu dan melesat ke arah Xiao Ziya, bola sihir itu menghantam tubuh Xiao Ziya dengan sangat keras.
"Gadis itu pasti sudah mati terkena pukulan telak." ucap Dewa Phoenix Emas, entah apa yang sedang pria itu banggakan.
Setelah asap berwarna putih itu hilang terlihat Xiao Ziya masih berdiri tegak tanpa luka sedikitpun bajunya masih utuh tanpa robekan. Dewa Phoenix Emas dan para elf tak percaya dengan apa yang mereka lihat itu, mungkinkan penerus dari Raja Artur memiliki kekuatan yang luar biasa hingga mampu melawan kekuatan dewa.
"Saya rasa membunuh kalian adalah hukuman yang ringan, bagaimana jika sang dewa saya kirim kembali ke tempat asalnya untuk menerima hukuman." ucap Xiao Ziya, hukuman ini sangat layak untuk bangsa elf. Tanpa kehadiran Dewa Phoenix Emas mereka tak bisa melakukan apapun untuk bertahan lebih lama di dunia semesta tingkat rendah ini dan saat penyihir jahat menyerang yang bisa para elf itu lakukan melakukan perlawanan sekuat tenaga mereka.
"Memanggil seorang dewa untuk datang kesini bukanlah hal yang mudah, dan kami semua yakin gadis manusia sepertimu tak akan mampu melakukannya." ucap para elf dengan sangat percaya diri, mereka pernah melakukan ucapara persembahan untuk memanggil dewa namun tak ada yang datang. Ratusan kali mereka melakukan hal itu hingga ada satu dewa yang bersedia melindungi mereka yaitu Dewa Phoenix Emas.
__ADS_1
"Para Dewa dan Dewi memiliki kesibukan mereka sendiri." ucap Dewa Phoenix Emas, ia menatap Xiao Ziya dengan tatapan remeh.
Xiao Ziya hanya melihat ke arah para elf dengan tatapan tak bersahabat, mereka gagal memanggil dewa itu bukan urusannya namun jika tak ada dewa yang datang saat ia panggil maka ia akan memporak porandakan alam dewa dewi.
"Yah terserah kalian saja." balas Xiao Ziya atas perkataan para elf dan Dewa Phoenix Emas.
"Lakukanlah jika kau mampu aku akan bersujud di hadapanmu." ucap Dewa Phoenix Emas, ia menantang Xiao Ziya untuk memanggil seorang dewa ataupun dewi dengan cara apapun jika saat itu juga ada dewa ataupun dewi yang datang ia akan bersujud di hadapan gadis itu.
Tentu Xiao Ziya tertarik dengan tantangan yang diberikan oleh Dewa Phoenix Emas. Memberinya pelajaran bukanlah hal yang buruk agar Dewa Phoenix Emas bisa lebih hati hati mengucapkan sesuatu di kemudian hari.
"Saya Xiao Ziya meminta para dewa untuk datang kesini, jika kalian tak datang maka akan saya pukul hingga babak belur." teriak Xiao Ziya menggunakan sedikit dari energi qi yang ia simpan di dalam lautan spiritual tak lupa gadis itu menambahkan aura agungnya sebagai seorang Dewi dengan kedudukan tinggi.
Saat ini para Dewa dan Dewi sedang ada di rumah mereka masing masing entah apa yang sedang mereka lakukan, beberapa di antaranya sedang berlatih ada juga yang sedang mengerjakan tugas tugas.
Saat para dewa dan dewi sibuk dengan kegiatan mereka masing masing terdengar suara teriakan yang tak asing, suara gadis yang pernah menggemparkan alam dewa karna membunuh dewa agung dan mendapat pencerahan menjadi Dewi tertinggi yang ada di alam dewa dan Dewi.
"Saya harus segera menemui nona Ziya." ucap Dewa Hiloz yang tak akan pernah berani mengacuhkan panggilan sang Dewi Agung.
"Saya harus segera kesana sebelum gadis itu murka." ucap Dewa Agni yang langsung menghentikan latihannya saat mendengar panggilan dari Xiao Ziya, ia ingat dengan baik semengerikan apa ketika gadis itu marah.
"Saya harus datang agar tak menyinggung perasaan Dewi Agung." ucap Dewa Yengmu, ia langsung melemparkan setumpuk kertas yang ada di genggaman tangan.
"Gadis itu akan membunuhku jika aku terlambat datang." ucap Dewa Bixu, saat itu sang dewa sedang mengadakan rapat dengan beberapa pemimpin wilayah yang ada di alam dewa. Ia lebih takut mengabaikan panggilan dari Xiao Ziya daripada meninggalkan rapat.
Akhirnya keempat dewa itu melesat menuju dunia semesta tingkat rendah, mereka tau dimana Xiao Ziya berada karna suara gadis itu meninggalkan jejak berwarna perak.
Para elf dan Dewa Phoenix Emas sedang melihat ke arah Xiao Ziya, mereka sedang menertawakan gadis itu karna gagal memanggil satu dewa. Padahal ini baru satu menit setelah pemanggilan yang di lakukan oleh gadis itu, bagaimana mereka bisa berasumsi bahwa Xiao Ziya gagal? padahal bangsa elf memerlukan waktu yang sangat lama hanya untuk memanggil dewa tingkat menengah seperti Dewa Phoenix Emas.
"Siapa yang sedang kalian tertawaan." ucap Dewa Hiloz dengan ekspresi marah.
"Mereka sedang menertawakan saya karna kalian datang sangat lama." ucap Xiao Ziya dengan nada datar, ia ingin sekali memenggal kepala para elf itu agar mereka tak bisa mengatakan hal apapun lagi.
Dewa Phoenix Emas gemetaran kakinya lemas dan langsung terduduk di lantai bangunan tua itu, ia melihat empat dewa dengan status yang tinggi sedang berada di hadapannya. Dewa Hiloz, Dewa Agni, Dewa Yengmu, dan Dewa Bixu memiliki status yang lebih tinggi daripada Dewa Phoenix Emas karna mereka melakukan tugas sebagai dewa dengan baik dan tak pernah meninggalkan alam dewa dewi dalam waktu yang lama.
"Hormat saya pada keempat dewa." ucap Dewa Phoenix Emas yang berusaha menetralkan rasa terkejutnya, ia berdiri dan membungkukkan badan di hadapan keempat dewa itu.
Para elf saling berpandangan satu sama lain, mereka sedang berfikir bagaimana bisa seorang gadis dari ras manusia bisa memanggil empat dewa sekaligus dalam waktu yang sangat singkat?. Mungkinkah mereka semua sedang bermimpi atau ini hanyalah rekayasa semata, namun jika semua ini adalah tipuan maka Dewa Phoenix Emas tak akan seterkejut itu.
"Salam hormat kami pada keempat dewa." ucap para elf yang mencoba mengambil hati keempat dewa itu, mungkin mereka bisa membantu saat penyihir jahat datang menyerang.
"Maaf telah membuat nona Ziya menunggu lama." ucap Dewa Hiloz dan yang lain secara bersamaan, mereka membungkukkan badan di hadapan Xiao Ziya sebagai ungkapan rasa bersalah.
"Ini bukan salah kalian, para elf memang suka membuat masalah, mereka juga sangat keras kepala, dan suka mengejek orang lain." jawab Xiao Ziya yang tak mempermasalahkan kapan kempat dewa itu datang hal terpenting mereka tak mengabaikan panggilan darinya.
"Apakah mereka mengganggu nona?." tanya Dewa Agni dengan api yang berkobar di seluruh badannya, Dewa Agni sangat marah karna ras rendah seperti elf berani menghina Dewi Agung yang sudah menyelamatkan nyawa para dewa dan Dewi dari bencana.
"Mohon ampuni para pengikut saya." ucap Dewa Phoenix Emas, ia tak mengerti mengapa situasinya berubah menjadi seperti ini.
"Bukankah kau seorang dewa yang pergi dari alam dewa puluhan tahun lalu? mengapa kau ada di sini." teriak Dewa Hiloz dengan nada bicara ketus, ia tak suka bertemu dengan para pembangkang seperti pria yang ada di hadapannya.
"Bawa Dewa Phoenix Emas kembali ke alam dewa dewi, berikan hukuman yang setimpal gunakan aturan yang ada di alam dewa dewi untuk menghukumnya." ucap Xiao Ziya memberikan perintah pada keempat dewa itu, mungkin sang Dewa Phoenix Emas akan menerima hukuman pengasingan selama seratus tahun dan beberapa hukuman ringan lainnya.
"Jangan dengarkan gadis manusia itu, saya pergi dari alam dewa untuk melindungi pengikut saya." ucap Dewa Phoenix Emas, ia sedang membela dirinya di hadapan keempat dewa.
Hai hai semuanya akhirnya author update lagi setelah wifi rumah sebelah kembali normal karna kuta author abis dan ga ada duit, ada yang mau isiin pulsa kah? wkwkwk bercanda guys. Jangan lupa jaga kesehatan kalian karna sekarang cuaca lagi ekstrem pas lagi panas tiba tiba hujan. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ke temen temen kalian.
__ADS_1