RATU IBLIS

RATU IBLIS
19


__ADS_3

Andre sudah ada didalam kamarnya sendiri dengan perasaan nano-nano, Dara pergi mandi.


"Sialan" ucap Andre mengacak-acak rambutnya frustrasi.


"Akhhh kakak maafin aku" Andre memeluk kakinya sendiri.


"Semua yang kakak jaga selama ini hancur karena aku" ucap Andre.


"Aku benci Papa" ucap Andre.


"Ini semua karena Papa, Papa jahat" ucap Andre lagi.


........


Malam harinya...


Dari pagi tadi Dara hanya diam saja sekarang juga Dara diam tak bicara sama sekali. Saat ditanya Dara hanya mengangguk, menggeleng dan berdehem saja. Andre dan ibunya sedih melihat Dara yang seperti itu, Ayah Dara dan Andre dari kejadian semalam belum pulang sampai sekarang.


"Dara" panggil ibunya, Dara menoleh keibunya tanpa mengeluarkan suara apapun.


"Coba Dara cerita sama Mama supaya lega, jangan diam terus biasanya juga Dara gak kayak gini" ucap ibunya.


"Hmm" jawab Dara. Andre hanya menundukkan kepalanya dia tak mau melihat 2 wanita yang dia cintai selama ini memasang ekspresi sedih. Air mata ibu Dara dan Andre mengalir tapi dengan cepat dia menghapusnya dan tersenyum untuk menutupi rasa sedihnya.


Ibu Dara dan Andre memeluk mereka berdua dan mengusap punggung mereka berdua.


"Kalian berdua adalah anak Mama paling kuat, paling hebat, Mama bangga sama kalian" ucap Ibunya.


"Gak pantas Mama bangga dengan aku" ucap Dara melepas pelukan ibunya lalu pergi masuk kedalam kamar. Ibu dan Andre menatap punggung Dara yang masuk kedalam kamar.


"Ma... ka kakak be begitu gara-gara aku, a aku yang gak pantas bu bukan kakak" ucap Andre terbata-bata. Ibunya langsung memeluk Andre.


"Kalian berdua pantas, jangan kayak gitu nanti Mama jadi sedih. Kalian berdua anak kesayangan Mama, apapun yang terjadi jangan salahkan diri sendiri. Ingat kamu gak salah disini kamu juga korban sama seperti kakak kamu" ucap ibunya.


"Ta tapi Ma hiks a~ku yang hiks ngelakuinnya hiks hiks aku u udah ambil se~mua yang hiks dijaga sama kakak se selama ini hiks" ucap Andre menangis didalam pelukan ibunya.


"Anak jagoan Mama gak boleh nangis, umur kamu udah 18 tahun masa nangis sih ihh cengeng malu dong sama kakak yang umurnya udah 20 tahun, kamu laki-laki gak boleh cengeng gini" ucap ibunya berusaha tegar, bukannya berhenti Andre malah menangis semakin kencang ibunya mengusap punggung Andre untuk menenangkannya.


Sedari tadi Dara mendengarkan pembicaraannya dia menguping dari arah pintu, dia juga ikut menangis sambil memeluk kakinya sendiri.

__ADS_1


.....


Besok malam Dara disuruh ayahnya untuk menggunakan pakaian yang gak sewajarnya dia pakai bisa dibilang pakaian kurang bahan.


"Cepet pakai ini aku tak punya banyak waktu untuk ngurusin anak kayak kau" ucap sang ayah. Dara menuruti kemauan ayahnya, Andre dan ibunya sudah berusaha supaya Dara tak menggunakannya tapi mereka bisa apa dengan perintah suami sekaligus ayah mereka.


Dara keluar dari kamar menggunakan pakaian kurang bahan, didalam kamar Dara mencoba menutup area-area tertentu tapi pakaian yang digunakan Dara tetap saja memperlihatkan bagiam tersebut.


"Cantik, ayo kita pergi" ucap sang ayah.


"Kamu mau bawa kemana anak aku dengan pakaian yang seperti ini?" tanya sang ibu.


"Menurutmu?" bukannya menjawab dia malah bertanya balik. Dara hanya di saja tak memperdulikan sekitarnya. Andre yang melihat Dara menggunakan pakaian seperti itu memalingkan wajahnya mau bagai mana pun Andre adalah laki-laki normal yang masih mempunyai hawa nafsu.


"Ayo kita pergi" sang ayah menarik tangan Dara, tak tau kenapa Dara sama sekali tak memberontak atau semacamnya dia hanya menuruti saja.


"Jangan bawa anakku" ucap ibunya menahan tangan Dara.


"Lepaskan tanganmu cepat" ucap ayah.


"Gak jawab dulu kamu mau bawa kemana Dara" ucap ibu.


"Setelah pulang aku akan memberitahumu" sang ayah pergi bersama Dara yang diam menurut saja.


"Mama gak tau nak" jawab sang ibu.


"Kenapa kakak gak memberontak kayak biasanya?" tanya Andre.


"Mungkin kakak kamu lagi capek, lebih baik kamu tidur sana udah malam" ucap sang ibu.


"Tapi Ma kakak dibawa Papa aku gak bisa tidur" ucap Andre.


"Bisa kok belum juga dicoba, udah cepet tidur" ucap ibu.


"Hmm iya" jawab Andre.


Beberapa jam kemudian ayah Dara dan Andre pulang sendirian tanpa membawa Dara. Sang istri yang melihat suaminya datanh tanpa membawa sang anak perempuannya bingung.


"Dara mana kok gak ada?" tanya sang istri kepada suaminya.

__ADS_1


"Aku jual sama ketua mafia terkenal dikota ini untuk melunasi hutangku " jawab sang suami santai.


"Apa?!" ibu yang memiliki dua anak itu syok.


"Udahlah jangan sedih gitu yang penting hutang lunas, dapat duit dan paling penting nyawa aku selamat" ucapnya santai seperti tak ada beban.


"Papa keterlaluan" ucap Andre yang memang belum tidur.


"Terserah" sang ayah pergi masuk kedalam kamarnya. Ibu dari dua anak itu memegang dadanya dan terjatuh.


"Mama" Andre langsung menyimpan kepala sang ibu dipahanya.


"Mama kenapa?" panik Andre.


"Ja jaga... diri... ka kamu ba baik ba..ik sa salam bu buat kakak... kamu Mama sa sayang ka kalian berdua" ucap sang ibu lalu menutup matanya.


"Ma, Mama, Mama bangun, Mama" Andre menggoyangkan tubuh sang ibu, memegang pergelangan tangan Mamanya mencari denyutan disana tapi tak ketemu.


"Mama" Andre langsung memeluk tubuh sang ibu yang melahirkan dan membesarkannya selama ini, tangisannya pecah seketika.


Kejadian sebelumnya....


Sang ayah membawa Dara pergi kerumah yang mewah, disana banyak penjaga, mereka berdua masuk kedalam rumahnya.


"Ini bos anak saya" ucap ayah Dara dan Andre.


"Wihh cantik juga" ucap ketua mafianya melihat Dara dari atas kebawah, Dara yang merasa risih menutup bagian dadanya karena dibagian itu paling terlihat.


"Hutangmu lunas dan ini uang tambahan karena dia sangat cantik dan membuatku ingin cepat-cepat melakukannya" ucap ketua mafia memberikan uangnya.


"Terima kasih bos" ucap sang ayah senang.


"Sana kau pergi" ucap ketua mafia lalu menggendong Dara seperti beras saja.


"Lepasin aku woi lepasin" berontak Dara.


"Diam kau milikku sekarang" ucap ketua mafianya melempar tubuh Dara keatas ranjang saat sudah sampai kedalam kamar.


Ketua mafia itu langsung merangkak naik keatas tubuh Dara.

__ADS_1


"Kau sudah dijual kepadaku jadi kau milikku" ucap ketua mafia.


Bersambung...


__ADS_2