
Mungkin statusnya yang kini sudah menjadi seorang kaisar dari wilayah yang cukup besar membuat Xiao Yang menjadi gelap hati dan menjadi lupa diri. Kekuasaan terkadang memang bisa menghancurkan seseorang jika orang itu tak bisa teguh dalam pendiriannya.
"Apa benar kau yang telah melenyapkan semua orang yang berasal dari Klan Yin." tanya Xiao Yan sambil menatap tajam ke arah Xiao Ziya.
"Iya, aku yang telah memusnahkan para ******** itu." ucap Xiao Ziya dengan nada santainya.
Semua yang ada di sana terkejut dengan pengakuan gadis itu, bagaimana dia bisa membantai semua orang dari Klan Yin hanya dalam waktu semalam. Satu satunya orang yang tak terkejut mendengar pengakuan dari Ziya adalah Pangeran Kegelapan karna ia sudah menduganya dari awal.
"Mengapa kau melakukan hal seperti itu tanpa seizinku." ucap Xiao Yan yang marah pada adiknya sendiri.
"Memang kau siapa hingga aku harus meminta izin padamu? jika kau memintaku karna statusmu sebagai kaisar maka lupakan saja." ucap Xiao Ziya yang benar benar tak peduli. Dia hanya tak menyangka kakak yang ia sayangi akan berubah menjadi seperti ini.
"Aku sekarang adalah kaisar dari wilayah Kekaisaran Qiyu, sebagai rakyat biasa kau harus menaruh rasa hormat padaku." ucap Xiao Yan dengan sangat angkuh, mungkin ia lupa bahwa tahta yang ia duduki sekarang adalah pemberian dari Xiao Ziya.
Pangeran Kegelapan terlihat sangat marah dan hendak memukul Xiao Yan, namun Ziya menghentikannya, Xiao Ziya berbicara dengan Pangeran Kegelapan menggunakan telepati.
"Apa kau mendapatkan singgasanamu dengan usahamu sendiri?." ucap Xiao Ziya dengan senyum meremehkan, gadis itu sudah muak melihat sikap kakaknya yang menjadi angkuh.
Xiao Ziyapun memutuskan untuk pergi dari ruang rapat, tanpa memberi hormat ataupun meminta izin pada Xiao Yan. Xiao Yanpun merasa sangat terhina dengan ucapan Xiao Ziya tadi.
"Gadis itu menjadi semakin kurang ajar, aku akan memberinya pelajaran nanti agar dia sadar." ucap Xiao Yan yang belum menyadari bahwa ialah yang sebenarnya bersalah.
Pangeran Kegelapan yang sudah tak tahanpun akhirnya memilih pergi daripada ia harus mengabisi Xiao Yan dan membuat adik tercintanya merasa sedih.
Saat ini Xiao Ziya sudah ada di dalam kamarnya, dia masih merasa kesal dan tak terima atas sikap kakak laki lakinya tadi.
"Bagaimanapun dia adalah kakakku, dan aku harus membuatnya sadar." ucap Xiao Ziya yang tak ingin kakaknya terus terusan termakan oleh omongan para mentri tak tau diri itu.
Xiao Ziya memanggil Zier untuk keluar dari cincin semestanya, lalu Xiao Ziya meminta Zier untuk menjaga pintu depan kamarnya agar tak ada lagi yang mengganggu waktu tidur gadis itu. Dan dengan patuh Zierpun menuruti perintah Xiao Ziya.
Selain harimau kesayangannya itu, Xiao Ziya juga meminta piton salju untuk menjaga kamarnya, karna ada kemungkinan kakaknya yang menjadi gila itu akan menyuruh seseorang untuk menyusup kedalam kamar.
"Hah lebih baik aku istirahat terlebih dahulu, nanti aku akan menceritakan semua pada ayah." ucap Xiao Ziya yang berbaring di atas tempat tidurnya lalu gadis itu memejamkan matanya.
Sedangkan saat ini Xiao Yan masih duduk di atas singgasana dengan tatapan matanya yang tajam, ia sedang berfikir apakah ada yang salah dengannya hari ini? mengapa adiknya sangat marah padanya.
"Perdana mentri, apakah sikapku tadi salah?." tanya Xiao Yan pada perdana mentrinya.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, sebagai seorang kaisar sikap anda memang harus tegas pada siapapun." ucap sang perdana mentri yang sepertinya memiliki niatan yang tidak baik.
"Baiklah jika begitu, karna Xiao Ziya telah melakukan kesalahan aku akan menghukumnya." ucap Xiao Yan yang kemudian mengutus beberapa prajurit untuk menangkap Xiao Ziya dan memasukkannya kedalam penjara.
Setibanya di depan kamar Xiao Ziya, para prajurit itu diam mematung karna ada seekor harimau yang menjaga pintu kamar Xiao Ziya. Para prajurit langsung kembali dan melaporkannya pada Xiao Yan.
"Maaf kaisar, pintu kamar nona Ziya dijaga oleh seekor harimau yang besar kami tak berani." ucap sang prajurit.
"Beraninya gadis itu melakukan trik semacam itu di istanaku." ucap Xiao Yan yang seperti orang kerasukan. Dia bisa bertindak seperti itu pada adiknya sendiri, bahkan jika bukan karna Xiao Ziya mungkin dia sudah mati mengenaskan karna menjadi incaran Klan Yin.
Xiao Ziya memusnahkan orang orang yang tinggal di Klan Yin karna ia tau mereka akan mengincar Xiao Yan untuk merebut kembali tahta kekaisaran, apalagi Xiao Ziya dan yang lainnya harus segera kembali ke Akademi Kekaisaran untuk mengikuti beberapa kelas yang sudah tertinggal, maka mudah bagi Klan Yin untuk merebut singgasana itu kembali.
Saat ini Xiao Yan dan beberapa prajurit sudah berada di depan kamar Xiao Ziya, namun mereka tak bisa masuk karna Zier menghalangi pintunya.
"Menyingkirlah aku datang kesini untuk mencari adikku." ucap Xiao Yan yang mencoba untuk mengelabui Zier.
"Nona Ziya berkata jangan biarkan siapapun masuk sekalipun itu dewa, kecuali ayahku." ucap Zier yang menyampaikan pesan yang diberikan oleh Tuannya padanya.
"Aku adalah kaisar, kau hanyalah binatang cepat menyingkir." ucap Xiao Yan yang semakin menjadi jadi, apa mau dari kaisar baru ini. Xiao Ziya bisa saja menghancurkannya namun ia adalah kakak Ziya sendiri.
"Prajurit tangkap Xiao Ziya gadis itu sudah melakukan kejahatan dengan membunuh seluruh orang Klan Yin." ucap Xiao Yan, yang mengutus prajurit untuk menangkap adiknya.
Entahlah Xiao Ziya tak tau apa yang terjadi dengan kakaknya itu. Setau Ziya kakaknya tak akan mudah terpengaruh dengan ucapan orang lain. Apa mungkin ada seseorang yang menanamkan iblis hati pada kakaknya itu.
"Kau tak bisa menangkapku." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan sebuah token berwarna emas dengan garis biru dipinggirnya.
Token itu adalah token resmi dari Kekaisaran Qiyu, siapapun orang yang memiliki token tersebut tidak akan terpengaruh oleh aturan kekaisaran sehingga dia tak bisa ditangkap, dihukum, ataupun dipenjarakan.
"Darimana kau mendapat token itu pasti kau mencurinya." ucap Xiao Yan yang menuduh Xiao Ziya mencuri token itu dari ruang harta kekaisaran.
"Aku mendapatkannya dari kaisar yang lama." jawab Xiao Ziya dengan dingin. Untung saja ia masih menyimpan token tersebut dengan baik jika tidak ia harus menyerang kakaknya sendiri.
Akibat kegaduhan yang terjadi Xiao Cunyu, Xiao Yuna, Xiao Xun, Raja Artur, dan juga Yuan Zie datang menghampiri mereka.
"Apa yang sedang terjadi, mengapa kalian berdua membuat kegaduhan?." tanya Xiao Cunyu pada kedua anaknya itu.
"Aku memusnahkan orang orang Klan Yin, dan kaisar baru ini ingin menangkapku." ucap Xiao Ziya dengan nada datarnya sembari menatap Xiao Yan tajam.
__ADS_1
"Dia melakukan kejahatan, sebagai kaisar saya harus menghukumnya." ucap Xiao Yan yang ingin menghukum Xiao Ziya atas nama keadilan.
Sebenarnya tindakan Xiao Yan tidaklah salah namun hukum dunia mana yang bisa membuat seorang gadis seperti Xiao Ziya tunduk? tak ada yang bisa menundukkan gadis itu.
"Tapi aku memiliki token ini, dan aku mendapatkannya dari kaisar yang lama." ucap Xiao Ziya yang menunjukkan tokennya sekali lagi.
"Token itu tak berlaku bagiku." ucap Xiao Yan yang masih saja ingin menangkap Ziya apapun caranya.
"Seharusnya aku membiarkan orang orang Klan Yin tetap hidup, agar mereka berhasil menyapkanmu dan menguasai kekaisaran lagi. Aku muak dengan sikap angkuhmu itu." ucap Xiao Ziya yang langsung memasukkan piton saljunya kedalam cincin semestanya lagi.
"Kau tak boleh berucap seperti itu pada kakakmu." ucap Xiao Cunyu yang berusaha menasehati putrinya. Namun Xiao Ziya sudah tidak peduli lagi dengan kata kata siapapun.
"Aku akan pulang ke klan, dan jangan mencariku ketika ada masalah yang bersangkutan dengan kaisar baru ini." ucap Xiao Ziya yang langsung naik ke punggung Zier. Zierpun langsung berjalan keluar dari istana.
Mereka menatap kepergian Xiao Ziya, Xiao Cunyu tak tau siapa yang harus ia bela sekarang.
"Muyen mari kita ikut adik Ziya untuk pulang, aku tak bisa tinggal seatap dengan manusia tak tau diri, Yan gege mungkin kau lupa apa yang kau miliki sekarang adalah pemberian adik Ziya, namun karna kekuasaan semu ini kau tega melukai perasaan adikku. Dan benar adik Ziya memusnahkan Klan Yin karna orang yang berusaha memanahmu adalah salah satu dari mereka, adik Ziya hanya berusaha mengurangi bebanmu di masa depan namun kau tak menghargainya. Tinggallah di istana ini, nikmati saja kekuasaanmu itu." ucap Xiao Yuna yang segera kembali ke kamar untuk mengemasi barang barangnya dan hal itu juga diikuti anggota Klan Xiao Yang lain.
Sekarang semuanya telah pergi yang tersisa hanyalah Raja Artur, Xiao Cunyu, dan juga Yuan Zie. Melihat tiga orang itu masih ada di sana membuat Xiao Yan berfikir bahwa dia tak takut ditinggalkan yang lainnya disaat ada beberapa orang hebat disampingnya.
"Xiao Yan, adikmu itu memiliki wilayah kekuasaan yang jauh lebih luas darimu, ia memiliki derajat yang jauh lebih tinggi darimu namun dia tak akan sejahat kau, yang tega mengorbankan saudarinya sendiri hanya untuk sebuah mahkota. Apa kau fikir kau sudah menang atas wilayah ini? tentu tidak. Rakyat mengakuimu karna seorang Xiao Ziya mengakuimu sebagai kaisar. Dan jika rakyat kekaisaran tau apa yang kau lakukan pada adikmu itu lihat saja apa yang akan terjadi. Cucuku mari kita pergi." ucap Raja Artur yang kemudian pergi bersama Yuan Zie.
Xiao Cunyu menatap putranya itu sebentar lalu menampar pipi Xiao Yan.
"Ayah kecewa padamu." ucap Xiao Cunyu yang juga memilih untuk pergi.
Sekarang tinggal Xiao Yan sendiri yang ada di istana, dia hanya ditamani para pejabat, prajurit, dan para pelayan saja. Namun hati pemuda itu masih sangat angkuh dan tak ingin mengakui kesalahannya.
...**Hai hai pembacaku tercinta, aku update lagi nih. Gimana kabar kalian sehat kan?. Yang udah punya pacar dijaga pacarnya, yang masih jomblo gpp jomblo tidak melanggar hukum negara kok. Semangat jalanin hari harinya, ingat kalau mau keluar rumah pakai masker buat nutupin mulut bukan masker wajah yang buat kecantikan loh ya....
Jangan lupa vote sebanyak banyaknya.
Komen jangabn spam promo.
Like, rate, share.
lope you**.
__ADS_1