
Mendapati Wi Xume yang diperlakukan kasar oleh Kaisar Zue, Xiao Yan hanya diam tanpa ada pembelaan pemuda itu masih belum bisa menerima apa yang terjadi padanya. Jika posisinya sebagai kaisar digantikan oleh orang lain maka semua kekayaan dan fasilitas yang ia miliki akan hilang begitu saja.
"Adik cobalah untuk memikirkan hal ini sekali lagi, walau banyak kesalahan yang telah saya buat namun saya tetap kakak laki laki mu." ucap Xiao Yan ia berusaha meyakinkan Xiao Ziya bahwa ia masih pantas untuk duduk di kursi kaisar.
Xiao Ziya melihat kakak pertamanya itu dengan tatapan bertanya tanya, dari sisi mana Xiao Yan masih pantas menjadi seorang kaisar? dan hal ini tak ada hubungannya dengan status keluarga ataupun hubungan darah. Menjadi seorang kaisar artinya ia harus siap menghabiskan hidupnya untuk mengabdi pada penduduk kekaisaran.
"Renungkan saja kesalahan apa yang telah anda lakukan. Dan jangan bermimpi untuk duduk di tahta kekaisaran ini lagi." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah datarnya.
Pangeran Zeeling dan Pangeran Anz menarik Xiao Yan dan Wi Xume untuk turun dan bergabung dengan tamu lain di bawah. Xiao Yan melihat kesekeliling, matanya bertemu dengan mata sang ayah. Sempat terbersit di fikiran pemuda itu bahwa sang ayah pasti akan membelanya. Xiao Yan berjalan mendekat ke arah Xiao Cunyu kemudian bersujud di hadapan sang ayah, Xiao Cunyu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh putra pertamanya.
"Apa yang sedang kau lakuka ?." tanya Xiao Cunyu yang merasa kebingungan.
"Saya mohon pada ayah untuk membujuk adik Ziya agar tak menurunkan saya dari tahta." ucap Xiao Yan dengan wajah memelas. Xiao Cunyu merasa kasihan pada anak pertamanya itu namun ia sadar bahwa ini adalah jalan yang terbaik untuk Xiao Yan.
"Bukankah kau lebih memilih gadis itu daripada keluargamu? lalu mengapa kau datang padaku?." tanya Xiao Cunyu dengan wajah datarnya.
Xiao Yan melihat wajah sang ayah kemudian berdiri, ia berjalan menjauh dari sang ayah dan mendekat ke arah Wi Xume.
"Baiklah jika saya diusir dari istana Kekaisaran Qiyu maka saya akan kembali ke Klan Xiao." ucap Xiao Yan yang ingin mengajak Wi Xume untuk pergi ke Klan Xiao dan tinggal di sana. Anehnya saat akan membuka pintu aula, pintu itu tak bisa dibuka sama sekali.
"Siapa yang mengunci pintu?." tanya Wi Xume dengan wajah marah, ia tak bisa menahan rasa malu lebih lama lagi. Impiannya untuk menjadi seorang ratu sudah hancur.
"Memangnya siapa yang mengizinkan kalian berdua untuk pergi?." ucap Kaisar Zue dengan seringai yang menakutkan.
Xiao Ziya berjalan mendekat ke arah para kakak laki lakinya yang lain ia berdiri tepat di sebelah kiri Wi Algi.
"Ada sesuatu yang akan disampaikan oleh pemimpin klan pada kalian." ucap Xiao Ziya.
"Sebagai pemimpin Klan Xiao saya menyatakan bahwa Xiao Yan secara resmi dikeluarkan dari anggota klan dan tidak diizinkan untuk masuk ataupun tinggal di sana. Kami para ketua sudah mempertimbangkan hal ini." ucap Xiao Ciyun yang membuat Xiao Yan semakin tertekan.
Apakah semua ini sudah mereka rencanakan sebelumnya? mengapa ia diizinkan menikah dengan Wi Xume namun tak diizinkan untuk tinggal di istana Kekaisaran Qiyu maupun Klan Xiao tempatnya dibesarkan. Jika tak ada yang menerimanya dan juga istrinya mereka harus pergi kemana lagi.
"Mangapa kalian sangat jahat pada kami." ucap Wi Xume yang tak siap hidup sengsara bersama dengan Xiao Yan, semua keinginannya hancur hanya karna seorang gadis yang tak merestui hubungan mereka.
"Bukankah kau sangat mencintai pemuda yang kini menjadi suamimu itu? maka mulailah hidup baru bersama dengannya." ucap Xiao Yuna dengan senyum meremehkan. Gadis seperti Wi Xume tak akan mempertahankan sebuah hubungan jika ia tak mendapat keuntungan apapun.
"Argh sialan kalian semua." teriak Wi Xume yang semakin menjadi jadi.
Hadiah pernikahan yang pasangan itu dapatkan sungguh spesial, Xiao Yan kehilangan semua yang ia miliki bahkan tak ada keluarga yang mendukungnya sekarang. Sedangkan Wi Xume tak bisa meraih mimpinya untuk menjadi seorang Ratu.
Pemuda di samping Xiao Ziya membuka topeng yang ia gunakan. Wi Xume terkejut karna melihat kakak laki lakinya ada di sana dan menyaksikan semua yang terjadi. Bagaimana kakak laki lakinya itu tau saat ini ia berada di Kekaisaran Qiyu.
"Apa yang gege lakukan di sini?." tanya Wi Xume dengan nada gemetaran.
"Saya bukan kakak laki laki dari gadis jahat seperti anda." ucap Wi Algi dengan sorot mata tajam dan tangan yang ia kepal dengan keras.
__ADS_1
"Apa yang gege katakan? bukankah gege sangat menyayangiku." ucap Wi Xume dengan air mata yang berlinang di pipinya..
"Setelah apa yang sudah kau lakukan, jangan pernah berharap aku akan menganggap mu sebagai adik lagi." teriak Wi Algi dengan keras.
Wi Xume tak tau hal apa yang sudah terjadi hingga kakak laki lakinya begitu membenci dirinya. Wi Xume memberanikan diri untuk bertanya kesalahan apa yang telah ia lakukan. Wi Algi menjelaskan semua kesalahan yang sudah gadis itu lakukan termasuk membunuh ibu kandungnya sendiri, sontak Wi Xume jatuh kelantai ia sangat terkejut mendengar penjelasan itu. Wi Xume ingat dengan jelas bahwa ia tak pernah pergi ke Kerajaan Barat selama berada di Kekaisaran Qiyu, lalu siapa yang telah mencemarkan nama baiknya dan membuatnya dibenci?.
Wi Xume melihat ke arah Xiao Ziya, sebuah senyuman licik yang Xiao Ziya berikan membuat Wi Xume sangat marah. Ternyata gadis itu yang telah menghancurkan kehidupannya dan di benci oleh keluarganya sendiri. Wi Xume berdiri dan berlari ke arah Xiao Ziya, ia ingin melayangkan satu tamparan namun tangannya ditahan oleh Wi Algi.
"Lepaskan, semua ini pasti ulah gadis ini." ucap Wi Xume dengan suara keras, ia menyalahkan Xiao Ziya untuk semua hal buruk yang terjadi dalam hidupnya.
"Jangan menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri. Aku melihat dengan jelas wajahmu saat membunuh ibu." ucap Wi Algi yang tak bisa menerima pembelaan dari Wi Xume.
"Percayalah padaku gege, aku tak pernah melakukan hal itu. Aku sangat mencintai ibu jadi aku tak akan tega membunuhnya." ucap Wi Xume dengan tubuh lemahnya,ia tak menyangka pembalasan dari Xiao Ziya akan sekejam ini. Sekarang hanya Wi Algi satu satunya keluarga yang ia miliki, akan tetapi saat ini pemuda itu sangat membencinya.
"Jika bukan karna adik Ziya aku pasti tak selamat." ucap Wi Algi yang membela Xiao Ziya di hadapan adik kandungnya sendiri.
"Apa yang saya lakukan hingga anda menyalahkan saya? bukankah Algi gege mengatakan bahwa ia melihat wajahmu saat membunuh ibumu sendiri." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedihnya seolah olah ia sudah dituduh melakukan sesuatu yang tak ia lakukan. Semua kakak laki laki Xiao Ziya menatap tajam ke arah Wi Xume, mereka semua mengeluarkan aura membunuh yang diarahkan pada Wi Xume.
"Sialan jangan berani mengganggu istriku." ucap Xiao Yan dengan kesal, ia tak terima jika gadis yang telah menjadi istrinya itu di hina di hadapan banyak orang.
"Pergilah jika tak bisa menerima perlakuan seperti ini." ucap Xiao Bin yang sudah sangat geram, Xiao Yan benar benar sudah gila karna cinta.
Xiao Yan semakin kesal karna dihina oleh banyak orang, ia menendang pintu aula utama Kekaisaran Qiyu hingga terbuka dengan lebar kemudian menarik tangan Wi Xume untuk pergi dari tempat itu. Wi Xume masih ingin berbicara dengan kakak laki lakinya jika ia tak pernah melakukan hal yang dituduhkan, namun semuanya percuma karna Wi Algi tak akan percaya padanya lagi.
"Berhentilah menangis kita akan memikirkan rencana untuk membalas semua ini." ucap Xiao Yan dengan matanya yang sudah memerah karna merasa sangat marah, Wi Xume berhenti menangis dan mencoba untuk menenangkan dirinya.
Setelah Xiao Yan dan Wi Xume pergi pesta itu tetap berlangsung namun dengan konsep yang berbeda, bukan untuk merayakan pesta pernikahan namun merayakan diangkatnya Kaisar baru yang akan memimpin wilayah Kekaisaran Qiyu. Semua tamu undangan sudah mulai tenang setelah dikagetkan oleh beberapa kejadian yang tak pernah mereka duga.
Para pemuda yang berasal dari Akademi Wunyeng sedang menikmati makanan yang disajikan dalam pesta. Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sudah berada di halaman belakang Istana Kekaisaran Qiyu ia bertemu dengan Aron yang sedang menunggunya di sana.
"Salam saya pada nona muda." ucap Aron sambil membungkukkan badannya.
"Saya ingin memberikan sebuah tugas padamu, tolong awasi dan laporkan semua gerak gerik dari Xiao Yan dan Wi Xume karna saya yakin mereka akan segera melakukan sesuatu." ucap Xiao Ziya yang tak akan bisa tenang sebelum masalah ini benar benar usai. Jika saja ia bisa membunuh Xiao Yan maka semuanya akan berakhir dengan mudah, Xiao Ziya sudah berjanji pada sang ayah bahwa ia tak akan melakukan hal itu.
" Baiklah saya akan pergi dan mengawasi mereka." ucap Aron yang langsung menghilang dari hadapan Xiao Ziya.
Xiao Ziya menghela nafas panjang kemudian masuk kembali kedalam aula untuk bergabung dengan yang lainnya. Xiao Xun tau bahwa saat ini suasana hati adik perempuannya sedang tidak baik, ia meminta pada semua pemuda yang ada di pesta itu agar tak mengganggu Xiao Ziya.
"Adik Ziya sedang sedih sekarang, jadi apa kita tak bisa melakukan sesuatu untuk menghiburnya?." tanya Pangeran Anz yang sangat cemas pada Ziya.
"Sebaiknya kita biarkan adik Ziya tenang terlebih dahulu." ucap Pangeran Zeeling yang memberikan saran.
"Bagaimanapun Xiao Yan tetap kakak laki laki gadis itu. Ini hanya sebuah rencana untuk membuat pemuda itu jera." ucap Min Ronje yang menatap Xiao Ziya dengan sayu. Banyak beban yang harus ditanggung oleh gadis muda itu sendirian, dan mungkin tak ada yang tau seberapa lelah batin gadis itu.
Malam pun tiba dan pesta sudah berakhir, yang tersisa para pelayan yang sedang membersihkan aula utama. Kaisar Zue sudah berada di kamarnya untuk beristirahat, para tamu Xiao Ziya sudah pergi ke Klan Xiao dan tinggal di paviliun yang telah disiapkan untuk mereka.
__ADS_1
"Bagaimana caraku meyakinkan Gege bahwa gadis itu tak baik untuknya?." ucap Xiao Ziya yang saat ini berada di hutan perbatasan wilayah Kekaisaran Qiyu.
Saat Xiao Ziya sedang menenangkan dirinya tiba tiba muncul beberapa orang berjubah hitam di hadapan gadis itu. Lalu tiba tiba seseorang dari mereka memberikan perintah pada yang lain untuk bersujud di hadapan Xiao Ziya, mendapat perlakuan yang sangat aneh tentu membuat Ziya kebingungan.
"Apa yang sedang kalian lakukan?." tanya Xiao Ziya dengan wajah datar.
"Salam hormat kami pada nona, saya Ye Yunsang meminta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu yang sempat menimpa anda karna ulah beberapa anggota saya." ucap Ye Yunsang yang menyampaikan permintaan maafnya atas percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh anggota kultivator aliran hitam pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya berfikir sejenak, ia mencoba mengingat kejadian buruk apa yang ia alami akhir akhir ini. Setelah melihat wajah dari beberapa orang yang menggunakan jubah hitam itu akhirnya Xiao Ziya mengerti jika mereka anggota kultivator aliran hitam.
"Untuk apa kalian meminta maaf pada saya? bukankah sudah tugas kalian membunuh siapapun setelah mendapatkan bayaran?." ucap Xiao Ziya dengan santai karna ia tau bahwa kelompok kultivator aliran hitam adalah kelompok yang beranggotakan para pembunuh bayaran.
"Kami benar benar meminta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu, saya harap nona dapat memaafkan kesalahan kami semua." ucap Ye Yunsang yang terus meminta maaf pada Xiao Ziya hingga membuat gadis itu terganggu. Entah setan apa yang telah menempel pada mereka hingga bersikap sangat baik dan sopan padanya.
"Baiklah saya akan memaafkan kalian, saat ini saya ingin sendirian." ucap Xiao Ziya yang mengusir kelompok kultivator aliran hitam secara halus.
"Baik, jika nona membutuhkan bantuan maka kami siap membantu kapanpun." ucap Ye Yunsang dan anggota yang lain. Setelah mendapatkan permintaan maaf dari Xiao Ziya mereka langsung pergi karna tak ingin membuat nona besar terganggu.
"Mengapa banyak hal aneh yang terjadi akhir akhir ini." ucap Xiao Ziya yang mengerutkan keningnya. Terkadang ia tak mengerti dengan sikap orang orang yang ada di sekitarnya.
Xiao Ziya naik kesebuah pohon yang cukup tinggi, ia memilih dahan yang kuat kemudian meluruskan kakinya. Gadis itu memejamkan matanya sejenak untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah, esok hari akan ada hal yang harus gadis itu hadapi.
Ditempat lain saat ini Xiao Yan dan Wi Xume sedang berada di sebuah penginapan. Mereka berdua masih berada di wilayah Kekaisaran Qiyu.
"Kita harus segera membalas dendam." ucap Wi Xume yang tak sabar membalas penghinaan yang ia dapatkan hari ini.
"Sebaiknya kita pergi ke pasar yang ada di dekat Klan Xiao untuk bertemu seseorang." ucap Xiao Yan dengan senyum jahatnya, entah hal buruk apa yang pasangan suami istri itu ingin lakukan.
Xiao Yan dan Wi Xume keluar dari kamar penginapan, mereka berjalan dengan santai menuju pasar yang ada di dekat Klan Xiao agar tak ada yang curiga. Setelah sampai di pasar, Xiao Yan masuk kedalam gang sempit yang ada di pojok pasar di sana sudah ada wanita paruh baya dengan baju pelayan yang sedang menunggu mereka berdua.
"Salam pada tuan muda Xiao Yan." ucap pelayan itu dengan sopan.
"Saya ada tugas untukmu." ucap Xiao Yan, ia memberikan sekantung koin emas pada pelayan wanita itu agar bisa menjalankan tugas dengan baik.
"Saya siap menerima tugas yang tuan muda berikan." ucap pelayan wanita itu.
Pelayan wanita yang itu bernama Lien Yang, ia bekerja di paviliun milik Xiao Cunyu selama lima belas tahun. Lien Yan memiliki tugas untuk menjaga Xiao Yan semenjak ibu dari pemuda itu meninggal, oleh karena itu Lien Yan selalu menganggap Xiao Yan sebagai putranya sendiri. Mendapati kabat bahwa Xiao Yan turun dari tahta kekaisaran dan di usir dari Klan Xiao tentu membuat Lien Yang merasa sedih, ia akan melakukan apapun untuk membantu pemuda itu.
"Bawa Zoe pergi dari Klan Xiao, kita akan bertemu di hutan perbatasan esok pagi." ucap Xiao Yan yang memberikan perintah pada pelayan wanita itu.
Dengan segera Lien Yang kembali masuk kedalam Klan Xiao agar tak ada penjaga gerbang yang curiga padanya karna ia hanya izin keluar sebentar untuk membeli sayuran. Sedangkan Xiao Yan dan Wi Xume berjalan kembali menuju penginapan, esok pagi mereka akan pergi ke hutan perbatasan untuk menemui pelayan itu.
"Kau ingin menculik anak bernama Zoe itu?." tanya Wi Xume yang belum sepenuhnya mengerti dengan rencana yang dibuat oleh Xiao Yan.
"Ziya sangat menyayangi anak laki laki itu, jika kita menculiknya dan meminta tebusan maka ia akan memberikan apapun." ucap Xiao Yan dengan ekspresi dinginnya. Mendengar rencana dari sang suami membuat Wi Xume merasa senang.
__ADS_1
Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu. Jangan lupa follow buat yang belum, vote ya karna wajib, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.