
Tak terasa hari sudah sangat malam ini waktunya Xiao Ziya dan yang lain untuk kembali ke akademi seperti apa yang mereka rencanakan sebelumnya. Saat ini Xiao Ziya sedang menggendong Zoe dan teman temannya yang lain sudah berada di gerbang luar istana kekaisaran.
"Gege jaga diri baik baik ya, jangan terlalu memaksakan diri saat mengerjakan berkas berkas itu." ucap Xiao Ziya yang kemudian mencium pipi Xiao Yan hingga pipi pemuda itu berwarna merah muda karna malu.
"Baiklah gege akan melakukan apa yang kau katakan, apakah kau akan membawa Zoe ke akademi?" tanya Xiao Yan yang melihat sedari tadi Zoe ada dalam pelukan adiknya.
"Ayah sedang bertugas dan menitipkan bayi manis ini padaku." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum senang.
Akhirnya Xiao Ziya dan yang lain selesai berpamitan dengan kaisar muda, setelah itu mereka mulai melesat menuju akademi. Melihat kepergian mereka membuat Xiao Yan menghela nafasnya karna dia akan sendirian tak ada yang menemaninya mengobrol ataupun melakukan apapun.
Namun tiba tiba ada seseorang yang menepuk pundak Xiao Yan hingga pemuda itu terkejut.
"Kaisar tidak sendirian, nona Ziya pasti akan segera kembali saya harap Yang Mulia Kaisar bisa sedikit bersabar." ucap Yume yang entah mengapa tiba tiba datang. Wanita itu sudah tak terlihat beberapa waktu yang lalu karna Xiao Ziya memberinya tugas untuk membersihkan paviliun Ziya yang ada di Klan Xiao.
"Bukankah kau wanita yang dibawa oleh adikku?." ucap Xiao Yan yang sedikit merasa bingung karna hingga saat ini Yume masih berada di istana kekaisaran ia kira wanita itu sudah pulang kerumahnya.
"Sekarang saya menjadi pelayan pribadi nona Ziya." ucap Yume dengan jujur, ia bersyukur bisa mengenal Xiao Ziya.
Sedangkan saat ini Xiao Ziya dan yang lain hampir sampai di gerbang masuk Akademi Kekaisaran. Disana terlihat beberapa orang yang sedang berjaga. Seperti biasa mereka akan menunduk hormat saat melihat Xiao Xun.
"Silahkan tuan muda Xun untuk masuk." ucap para penjaga gerbang masuk itu dengan sangat sopan.
Xiao Xun menoleh kebelakang melihat adik perempuannya dan juga teman teman adiknya yang lain. Namun ia melihat Xiao Ziya menganggukkan kepala tandanya Xiao Xun bisa masuk kedalam terlebih dahulu. Akhirnya Xiao Xun pasrah dan masuk kedalam akademi. Sedangkan yang lain masih diperiksa oleh para penjaga gerbang masuk.
"Maaf mengapa anda membawa seorang bayi? apakah anda menculiknya?." ucap penjaga gerbang masuk akademi itu pada Xiao Ziya, tatapan penjaga itu juga penuh dengan rasa curiga.
"Dia adikku apakah masalah membawanya? ayahku sedang ada tugas klan sehingga dia menitipkannya padaku." ucap Xiao Ziya yang menjawab dengan nada dingin.
Apa apaan ini bisa bisanya para penjaga itu menculik seorang bayi? ya dia akan membunuh orang yang mengganggunya namun ia tak akan menyulik seorang bayi seperti itu.
"Mengapa kau tak menitipkan bayi itu pada anggota keluargamu yang lain?." tanya penjaga itu.
"Hei apakah kau meragukan adikku." ucap Xiao Yuna yang kesal mendengar pertanyaan para penjaga gerbang itu.
__ADS_1
"Kalian masuklah terlebih dahulu biarkan aku yang mengurus semuanya sendiri." ucap Xiao Ziya yang tak ingin membuat saudaranya yang lain menunggu lama.
"Tapi bagaimana bisa kita meninggalkanmu." ucap Xiao Xinzo yang tak setuju dengan rencana Xiao Ziya.
"Iya kami akan disini menemanimu." ucap Xiao Feng yang juga tak ingin meninggalkan Xiao Ziya sendirian.
Mereka adalah saudara saudara yang baik, namun Xiao Ziya tetap memaksa agar mereka masuk kedalam akademi terlebih dahulu. Karna mereka tak bisa mengelak akhirnya mereka pasrah dan masuk kedalam akademi terlebih dahulu.
"Jika mereka membuatmu kesal maka pukul saja adikku." ucap Xiao Yuna sambil masuk kedalam akademi setelah menunjukkan kartu identitas.
"Nah nak, kau bisa menitipkan bayi itu pada keluargamu yang lain terlebih dahulu sebelum masuk kedalam akademi." ucap penjaga itu yang sepertinya tak menghendaki Xiao Ziya untuk masuk membawa Xiao Zoe masuk kedalam akademi.
"Kesiapa aku harus menitipkannya? ke ketua klan Xiao? kepala registrasi Akademi Kekaisaran? kepala misi Akademi Kekaisaran? ataukah aku harus menitipkannya pada kakak laki laki tertuaku Kaisar Yan?." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada penjaga gerbang itu seperti orang bingung namun gadis itu sebenarnya sedang menunjukkan identitasnya.
Mendengar nama nama yang disebutkan oleh gadis yang ada di hadapan mereka membuat para penjaga gerbang masuk Akademi Kekaisaran hanya bisa terkejut. Jadi gadis yang ada di hadapannya itu adalah Xiao Ziya? murid yanh memiliki hak istimewa yang diberikan oleh kepala akademi.
"Ah maafkan kami nona Ziya karna tak sopan pada anda, silahkan masuk anda bisa membawa siapapun." ucap penjaga gerbang masuk akademi itu dengan keringat yang bercucuran di keningnya.
Saat Xiao Ziya masuk kedalam akademi semua mata tertuju padanya, walaupun hari sudah mulai larut namun ada beberapa murid yang belum tidur dan beberapa murid yang lain memang sedang berjaga.
"Hei hei lihatlah siapa yang kembali dan bayi siapa yang kau bawa ini." ucap Xu Yuan dengan nada yang meledek.
Xiao Ziya hanya menatap pemuda itu dengan malas, mengapa masih saja ada orang bodoh yang tak memiliki otak seperti pemuda yang ada dihadapannya. Bukankah Akademi Kekaisaran adalah salah satu akademi terbaik yang ada di dunia bawah.
"Itu bukan urusanmu." ucap Xiao Ziya dengan nada dingin karna ia sedang lelah dan enggan untuk berdebat.
"Wah wah sepertinya nona kita ini sudah menculik seorang bayi." ucap Xu Yuan dengan sangat sembrono sedangkan teman teman Xu Yuan hanya tersenyum.
"Minggirlah aku sedang lelah tak ingin berdebat denganmu." ucap Xiao Ziya yang benar benar ingin segera kembali ke paviliunnya, namun ada saja yang mengganggu gadis itu.
"Hahaha kau kira aku akan mendengar apa yang kau katakan? jawab aku siapa bayi malang itu." ucap Xu Yuan yang bersikeras ingin mengetahui bayi laki laki yang sedang digendong oleh Xiao Ziya.
"Dia adikku apakah kau puas." ucap Xiao Ziya yang sedang menekan emosinya
__ADS_1
Xiao Ziya yang sudah sangat malas itu akhirnya memilih untuk melesat pergi dengan ilmu meringankan tubuhnya, Xu Yuan hanya mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya melihat Xiao Ziya yang pergi begitu saja.
"Cih gadis sialan, jika kau saat ini berada di luar akademi maka aku akan menghabisimu." ucap Xu Yuan yang juga langsung pergi menuju asramanya.
Setelah sampai di paviliun Xiao Ziya melihat kesekeliling, pohon persik dan pohon buah lainnya yang ada di halaman paviliun sudah tumbuh, rumput liarpun tak ada yang terlihat. Sepertinya Aron menjaga paviliunnya dengan sangat baik.
"Salam ku pada nona, akhirnya nona kembali sanggat membosankan ada di paviliun ini saja selama beberapa hari." ucap Aron yang menyambut kedatangan Xiao Ziya dengan segudang keluhan yang ada dikepalanya itu.
"Hahaha maaf telah merepotkan Aron gege." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum.
"Wah lihatlah Zoe datang kesini, hai adik kecil yang manis." ucap Aron yang mencubit gemas pipi Xiao Zoe.
Karna sudah larut dan Zoe sepertinya sudah mengantuk akhirnya Xiao Ziya pamit untuk masuk kedalam paviliunnya untuk beristirahat. Aronpun juga harus kembali ke rumahnya sebentar karna ibu dan juga adik perempuannya pasti mencemaskannya sekarang.
Xiao Ziya berbaring di atas ranjang dan menidurkan Zoe di sampingnya, baru saja gadis itu akan memejamkan matanya namun ia mendengar suara seseorang yang memanggilnya.
"Gadis nakal cepatlah kesini aku menunggumu." itu adalah suara Raja Artur yang sedang bertelepati dengan Xiao Ziya.
"Mengapa kau menggangu tidurku kakek tua." ucap Xiao Ziya dengan nada kesal.
"Cepatlah ini tak akan lama, aku akan menunggumu." ucap Raja Artur yang tetap memaksa Xiao Ziya untuk datang.
Gadis itu mengendus kesal, ia mengganti pakaiannya sejenak kemudian Xiao Ziya pergi menuju wilayah neraka dengan cara terbang menembuas langit dengan sayap garuda emas yang ia miliki.
"Hah kakek tua itu sangat suka mengganggu waktuku." ucap Xiao Ziya yang masih terbang menembus langit.
Hal yang dilakukan Xiao Ziya ini benar benar membuat alaram beberapa lapisan dunia berbunyi. Alaram itu biasanya menandakan adanya serangan ataupun seseorang dengan kualivitasi yang tinggi sedang melintas. Hal itu pula yang sedang terjadi di dunia atas beberapa penduduknya terbangun dari tidur pulas mereka karna mendengar suara alaram yang berbunyi.
"Ada apa ini? apakah ada bagian dari dunia atas yang diserang." ucap salah seorang warga yang sedang membuka jendela kamarnya.
"Tidak sepertinya ada seorang master yang lewat." jawab dari rumah sebelah.
Hai semuanya aku update lagi, jangan lupa Vote, like, komen, rate, and share ya
__ADS_1