
Saat ini Xiao Ziya masih ada di perpustakaan namun beberapa temannya sudah pergi seperti Muyen dan Xiao Yuna yang entah pergi kemana, pasangan muda itu benar benar menggunakan waktu bersama mereka dengan baik.
"Kapan pendaftaran murid yang akan ikut turnamen dunia bawah akan dibuka." tanya Xiao Ziya sambil membolak balik buku sejarah yang ada di hadapannya namun gadis itu tak berniat membacanya sama sekali karna isinya sama dengan pelajaran sejarah saat ia masih duduk di sekolah menengah pertama.
"Menjawab pertanyaan dari nona, pendaftaran akan dibuka besok." ucap Xu Yuan yang masih setia berdiri di samping Xiao Ziya.
"Apakah kau berniat untuk mengikuti turnamen itu adikku?." tanya Xiao Xun yang sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh gurunya sebagai kandidat resmi murid yang akan ikut turnamen seluruh akademi yang ada di dunia bawah.
"Sepertinya begitu gege, dan kau duduklah mengapa sedari tadi hanya berdiri seperti pengawal saja." ucap Xiao Ziya sambil menepuk jidatnya. Ternyata Xu Yuan adalah seorang pemuda yang cukup kaku dan menyebalkan.
"Maafkan saya nona." ucap Xu Yuan yang kemudian duduk disamping Xiao Ziya.
"Aku akan ikut turnemen itu, sepertinya tahun ini akan ada yang menarik." ucap Xiao Ziya dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
Sedangkan ditempat lain saat ini tepatnya dunia dewa ada seorang pemuda yang sedang duduk di atas pohon sakura yang sedang mekar. Ya pemuda itu adalah Ziloz entah mengapa ia sangat merindukan seorang gadis yang ia temui di dunia bawah siapa lagi jika bukan Xiao Ziya. Gadis yang berhasil membuatnya jatuh cinta, namun menaklukkan Xiao Ziya bukanlah perkara yang mudah.
"Hah sekarang aku tak bisa pergi kemanapun, bagaimana aku bisa menemui gadis itu." ucap Ziloz sembari menghela nafad panjang.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang cukup berat sepertinya Dewa Hiloz sedang mencari putranya.
"Apa yang sedang kau lakukan di atas sana anakku?." tanya Dewa Hiloz yang mendapati anaknya sedang duduk di salah satu pohon sakura yang tumbuh dibelakang kediaman mereka.
"Aku hanya sedang merindukan seseorang." ucap Ziloz yang langsung loncat kebawah lalu memberikan salam pada ayahnya.
"Xiao Ziya maksutmu? lebih baik kau tak jatuh cinta pada gadis itu." ucap Dewa Hiloz yang memperingatkan anaknya.
Bagaimanapun Xiao Ziya adalah keturunan Raja Artur yang merupakan penguasa dari wilayah neraka tentu saja itu akan bertentangan dengan mereka yang tinggal diwilayah dewa. Tidak bisa dipungkiri Xiao Ziya sangatlah cantik dan manis mungkin itu yang membuat putranya jatuh hati pada gadis itu.
"Ayah akan mencarikan pasangan yang cocok untukmu." ucap Dewa Hiloz yang sepertinya ingin menjodohkan putranya.
"Maksut ayah dengan putri Dewa Agni itu? tentu saja aku tak ingin memiliki wanita seperti dia." ucao Ziloz dengan kesal kemudian meninggalkan ayahnya begitu saja.
Dewa Hiloz hanya bisa menatap punggung putranya yang semakin menjauh itu. Cinta memang bisa membuat seseorang menjadi begitu sangat keras kepala.
"Tapi nak gadis itu bukan takdirmu." ucap Dewa Hiloz sambil memengang kepalanya yang sedikit pusing melihat tingkah putranya yang begitu keras kepala.
Saat ini Xiao Ziya sedang berlatih seperti biasanya bersama dengan teman teman sekelasnya yang lain, ini cukup menyenangkan bagi gadis itu walau banyak pelatihan dasar yang sudah ia ketahui sejak dulu.
__ADS_1
Setelah melakukan latihan mereka akan kembali ke kelas untuk mendapatkan pelajaran mengenai teori teori ilmu bela diri dan juga sihir, saat pelajaran teori biasanya Xiao Ziya akan mendengarkan sambil memejamkan matanya.
"Apakan nona itu tertidur?." ucap Migumi yang ada di bangku belakang Xiao Ziya.
"Tidak nona itu sedang mendengarkan dengan baik sambil memejamkan mata." jawab Feng Yuer yang juga ada di bangku belakang Xiao Ziya.
Sang guru hanya bisa pasrah saat melihat tingkah Xiao Ziya karna bagaimanapun saat ia meminta gadis itu untuk maju kedepan dan mengulang apa yang sedang ia ajarkan Xiao Ziya selalu mengulangnya dengan baik tanpa ada kesalahan sedikitpun. Mungkin muridnya yang satu itu memiliki cara yang sedikig berbeda untuk menyerap ilmu.
Setelah beberapa saat akhirnya kelas berakhir, Xiao Ziya langsung membuka matanya dan berlari menuju paviliunnya tentu saja gadis itu akan menjemput bayi kesayangannya yang masih berada di paviliun.
"Dia sangat tergesa gesa saat kelas berakhir." ucap Felix sambil menahan tawanya.
"Ya begitulah saudari Ziya." ucap Su Miji yang menatap kepergian Xiao Ziya.
"Bukankah itu lucu?." ucap seorang pemuda yang tiba tiba duduk di bangku milik Xiao Ziya.
Ternyata pemuda itu adalah Luo Muzi seorang murid yang mewakili Sekte Elang Putih, sepertinya kali ini Xiao Ziya mendapatkan pengemar baru entah akan seperti apa respon dari gadis itu. Sedangkan gadis yang dibicarakan sedang menggendong bayi laki laki lucu. Zoe begitu senang ketika ada dalam pelukan Xiao Ziya karna itu terasa nyaman dan juga hangat.
"Apa Zoeku yang manis ini lapar, mari kita pergi ke kantin untuk membeli bubur." ucap Xiao Ziya dengan begitu antusias.
"Bukankah gadis itu kenalammu?." tanya Sin Bia pada Rou Yogi.
Kemudian pemuda itu menoleh dan melihat Xiao Ziya yang sedang bersenda gurau dengan seorang bayi laki laki.
"Iya dia nona Ziya, adiknya senior Xiao Xun." ucap Ruo Yogi yang tersenyum saat melihat tingkah Xiao Ziya yang begitu menggemaskan.
Pantas saja Xiao Xun menjaga adiknya dengan sangat baik, karna adiknya itu begitu manis dan cantik jika tidak maka akan banyak pemuda yang mendekati adik kesayangannya itu.
"Apakah kau tak akan menyapanya?." tanya Mue Along pada Ruo Yogi yang sepertinya ragu ragu untuk menyapa Xiao Ziya.
"Aku tak ingin berkelahi dengan senior Xun." ucap Ruo Yogi yang langsung mengalihkan pandangannya karna tak ingin semakin terpesona dengan wajah milik Xiao Ziya.
Disatu sisi saat ini Xu Yuan tengah berlari menghampiri Xiao Ziya, namun teman temannya terus saja mengikuti dari belakang mereka sangat takut jika Xu Yuan akan dibunuh oleh Xiao Ziya atas kecerobohan pemuda itu tadi pagi.
"Selamat siang nona, maaf saya terlambat. Teman teman saya selalu mengikutu saya." ucao Xu Yuan yang membungkuk memberi hormat pada Xiao Ziya, jelas saja itu membuat teman teman pemuda itu merasa tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Tidak apa apa Yuan gege, bukankah akan sangat baik memiliki teman yang sangat setia seperti mereka. Aku akan pergi ke kantin dengan adikku yang manis ini jika kalian semua ingin ikut silahkan." ucap Xiao Ziya yang langsung melanjutkan perjalananya yang sempat terhenti sebentar.
__ADS_1
Akhirnya Xu Yuan dan teman temannya mengikuti Xiao Ziya dari belakang. Pemandangan seperti ini bagaikan sebuah fenomena yang langka seorang Xu Yuan yang terkenal begitu keras kepala dan juga merupakan senior yang kejam kini menjadi seorang pelayan dari Xiao Ziya. Namun menjadi pelayan Xiao Ziya bukanlah hal buruk karna gadis itu juga akan membantu mereka yang setia padanya.
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai. Xiao Ziya langsung memilih tempat duduk.
"Baiklah pesan saja aku yang akan membayar." ucap Xiao Ziya yang membuat teman teman Xu Yuan seperti terkena serangan jantung.
Situasi macam apa yang sedang mereka hadapi saat ini jangan bilang ini adalah hari terakhir mereke bisa makan dengan tenang dan juga banyak.
"Maaf nona kami bisa membayarnya sendiri." ucap Yin Yifeng yang merasa tak enak hati ketika seorang wanita harus membayat makanan mereka.
"Aku akan mentraktir kalian makan, bukankah kalian teman Yuan gege." ucap Xiao Ziya sekali lagi. Akhirnya mereka semua tak bisa membantah karna Xu Yuan yang menatap dengan tajam.
Merekapun memesan beberapa hidangan yang terbilang mahal, sedangkan Xiao Ziya sedang sibuk menyuapi Zoe dengan bubur.
"Wah ternyata adik jiejie sedang lapar ya." ucap Xiao Ziya yang tak henti hentinya menggoda Zoe yang sedang makan.
Bayi laki laki itu hanya bisa tersenyum dengan begitu senang, ya walau ia berpisah dengan keluarga aslinya namun ia memiliki keluarga baru yang begitu menjaga dan menyayanginya.
Xu Yuan melihat kedekatan antara Xiao Ziya dengan Zoe, mereka memang terlihat saling menyayangi satu sama lain. Untung wanita sialan yang menipunya saat itu tak membawa Zoe kabur jika ia mungkin saat ini kepalanya sudah terpisah dengan badan.
"Nona tidak makan?." tanya Xu Yuan sambil menyantap pesananya.
"Setelah Zoe kecilku selesai makan." ucap Xiao Ziya sambil tersenyum, sepertinya suasana hatu gadis itu sedang baik.
Hari ini semua berjalan dengan baik baik saja tak banyak hal merepotkan yang harus Xiao Ziya hadapi. Berbeda dengan Raja Artur dan juga temannya yang sedang kebingungan dengan rencana yang akan mereka lakukan.
"Kita benar benar membutuhkan bantuan gadis nakal itu." ucap Raja Artur sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Siapa sangka pola sihir ini begitu rumit dan sulit untuk dipelajari." ucap Xiliu yang hampir frustasi karna ia tak bisa memahami pola sihir yang ada di sebuah buku kuno yang ia bawa.
"Bukankah hari ini kita akan mengunjungi gadis itu?." tanya Yuan Zie yang sedari tadi hanya melihat kekonyolan dua kakek kakek yang ada di hadapannya.
"Tidak, hari ini aku merasakan gelombang amarah yang besar pada gadis itu walau sekarang sudah menghilang namun sebaiknya kita temui besok saja." ucap Raja Artur.
"Apakah kakek takut dipukuli oleh gadis nakal itu." ucap Yuan Zie yang sedang meledek kakeknya sendiri. Memang cucu kurang ajar yang layak dikutuk menjadi prekedel.
Hai hai semua pembaca setiaku akhirnya aku update lagi nih. Jangan lupa Follow aku ya, vote sebanyak banyaknya, like, komen, rate, and share.
__ADS_1