RATU IBLIS

RATU IBLIS
Jeinza Lee


__ADS_3

Yanze Xu meminta pada Xiao Ziya dan kakak laki lakinya untuk beristirahat di istana hingga pagi datang karna sangat berbahaya menyusuri Hutan Pasir Hitam ketika di malam hari. Selain ditempati oleh sekelompok kalajengking iblis, hutan tersebut juga menjadi tempat tinggal binatang iblis yang kabur dari Alam Neraka. Xiao Ziya menerima saran dari pemuda itu karna ia memang perlu beristirahat sebentar dan mengisi tenaga, Yanze Xu meminta seorang pelayan untuk mengantar junjungan mudanya itu menuju kamar tamu yang telah disediakan. Seorang wanita dengan paras yang cukup cantik mengabdikan dirinya sebagai pelayan di istana itu, ia adalah salah satu kelompok Kalajengking Iblis yang pergi dari Alam Neraka. Ada banyak kalajengking iblis wanita yang tinggal di dalam istana sebagai pelayan ataupun di luar istana sebagai penduduk biasa. Pelayan itu terus menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik, ia ingin tau mengapa Rajanya menerima seorang manusia di istana mereka bahkan memberikan pelayanan terbaik untuk gadis manusia itu karna biasanya Raja Yanze Xu akan langsung membunuh ataupun mengusir manusia yang datang ke wilayah kekuasaannya.


"Apa ada yang salah dengan wajah saya?." tanya Xiao Ziya pada pelayan tersebut dengan tatapan bingung.


"Ah bukan begitu nona, saya hanya penasaran mengapa Raja Yanze Xu menerima manusia biasa untuk tinggal di istananya." ucap pelayan itu dengan jujur pada Xiao Ziya meski ia tak enak hati ketika menjawabnya.


"Karna saya berbeda dengan manusia yang pernah mengunjungi tempat ini, jika kau penasaran maka tanyakan secara langsung pada Raja mu." jawab Xiao Ziya dengan santai. Akhirnya gadis itu sampai di depan pintu kamar tamu, gadis itu masuk ke dalam tanpa mengucapkan apapun pada pelayan wanita yang telah mengantarnya.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Raka gila itu, ini tak bagus sama sekali." ucap sang pelayan wanita yang langsung pergi meninggalkan lorong tersebut menuju tempatnya bekerja.


Xiao Ziya yang sudah berada di dalam kamar tamu hanya tersenyum miring setelah mendengar perkataan pelayan tersebut, sedari awal Xiao Ziya sudah merasa ada yang aneh dengan pelayan wanita itu dan sekarang sudah terbukti bahwa si pelayan memiliki niat tersembunyi pada Yanze Xu.


"Semua akan terbongkar esok pagi, saya harus menyelesaikannya dengan cepat." ucap Xiao Ziya yang langsung merubah penampilannya menjadi Yanze Xu dalam waktu beberapa detik saja. Setelahnya gadis itu keluar dari kamar tamu menuju tempat pelayan tersebut biasa bertugas.


Saat ini sang pelayan sedang membuatkan secangkir minuman hangat untuk rajanya, ada sesuatu yang ia campurkan kedalam minuman tersebut namun bukan sebuah racun. Pelayan itu bernama Jeinza Lee salah satu keluarga bangsawan Kalajengking Iblis yang memilih untuk berpihak pada Yanze Xu dan pergi mengembara bersama dengan pria itu sedangkan keluarganya yang lain masih menetap di Alam Neraka bersama dengan pemimpin kelompok Kalajengking Iblis yang baru. Pelayan bermana Jeinza Lee itu sedikit terkejut ketika melihat Rajanya masuk ke dalam dapur dengan wajah polos yang tampan.


"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yanze Xu, apakah ada sesuatu yang Anda perlukan?." tanya Jeinza Lee dengan senyuman serta tutur kata yang sangat lembut jauh berbeda ketika ia berbicara pada Xiao Ziya tadi.


"Tolong antar beberapa makanan ke ruangan Nona Xiao Ziya, pastikan setiap makanan aman dan memiliki rasa yang sesuai dengan selera manusia biasa." ucap Yanze Xu palsu dengan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya.


Jeinza Lee menatap keheranan ke arah Rajanya itu, untuk apa ia harus repot repot memasak untuk seorang manusia biasa seperti gadis bernama Xiao Ziya itu? mungkinkah sang raja jatuh cinta pada gadis manusia biasa.


"Saya rasa Yang Mulia Raja Yanze Xu begitu perhatian dengan Nona Xiao Ziya." ucap Jeinza Lee yang berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan rajanya.


"Apakah kau tak melihat paras cantik dari gadis itu, sepertinya saya telah jatuh cinta padanya." ucap Yanze Xu palsu yang berusaha untuk memanas manasi pelayan yang ada di hadapannya itu.


Jeinza Lee menggenggam kedua telapak tangannya dengan erat, ia bahkan menggeretak giginya karna sangat kesal. Sepertinya Jeinza Lee memiliki perasaan khusus pada Yanze Xu namun wanita itu enggan untuk mengungkapkan perasaannya pada sang raja, Jeinza Lee hanya ingin memastikan tak ada wanita yang akan mendekati rajanya atau membuat sang raja jatuh hati padanya.


"Baiklah saya akan membuatkan makanan khusus untuk Nona Ziya, ini minuman untuk Anda Yang Mulia Raja Yanze Xu." ucap pelayan itu sembari memberikan secangkir minuman hangat pada Yanze Xu palsu.


Setelah misinya selsai Xiao Ziya yang tengah menyamar menjadi Yanze Xu keluar dari dapur menuju halaman belakang istana itu, Xiao Ziya merubah wujudnya menjadi dirinya lagi kemudian ia naik ke atas atap untuk melihat apa yang akan dimasak pelayan itu. Sembari melihat kegiatan yang dilakukan oleh sang pelayan, Ziya mencium aroma dari minuman hangat yang ada di tangannya dan gadis itu merasa ada sesuatu yang tak beres di minuman tersebut.


"Pelayan yang sangat licik, ia meletakkan bubuk seperti ini agar Yanze Xu bisa ia kendalikan dengan mudah suatu hari nanti. Cinta macam apa yang kau berikan pada Raja mu itu pelayan sialan." gerutu Xiao Ziya dengan kesal, jika si pelayan menyukai Yanze Xu seharusnya ia menyampaikan perasaan itu secara terang terangan ataupun memendam nya agar tak diketahui oleh orang lain.


"Mungkin saya akan menamparnya sepuluh kali." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Jeinza Lee yang sedang memasak.

__ADS_1


Jeinza Lee mengusap bahunya beberapa kali karna ia merasakan bulu kuduknya merinding, saat menoleh kebelakang tak ada siapapun di dapur kecuali dirinya. Akhirnya Jeinza Lee fokus memasak dan menambahkan beberapa bahan masakan yang memiliki efek buruk pada tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak, Xiao Ziya menyaksikan semua yang dilakukan oleh Jeinza Lee dan gadis itu memilih turun dari atap kemudian pergi menuju ruang kerja Yanze Xu.


Tok tok tok.


Suara ruang kerja Yanze Xu yang diketuk dengan cukup kencang oleh Xiao Ziya, pemuda itu sedang melihat lihat beberapa dokumen yang baru ia dapatkan dari laporan para jenderal mengenai keamanan wilayah kekuasaan mereka. Ada beberapa hal yang membuat Yanze Xu merasa cemas, di dalam laporan tersebut tertulis bahwa beberapa binatang iblis mencoba untuk menghancurkan dinding pembatas antara wilayah Hutan Pasir Hitam yang menjadi kekuasaan Yanze Xu dengan wilayah Hutan Pasir Hitam yang menjadi tempat tinggal para binatang iblis secara menyeluruh.


"Apa yang sedang ia lakukan hingga tak mendengar jika pintu ruang kerjanya sedang diketuk oleh seseorang." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan, gadis itu mencoba mengetuk pintu ruang kerja Yanze Xu dengan lebih keras lagi dan akhirnya pemuda itu mendengarnya.


Dengan langkah tak bersemangat Yanze Xu membukakan pintu lalu ia melihat siapa orang yang mencarinya malam malam seperti ini, Yanze Xu langsung membungkukkan badan setelah mengetahui bahwa junjungan mudanya datang untuk menemuinya.


"Apa ada sesuatu yang sedang mengganggu fikiran Anda saat ini?." tanya Xiao Ziya dengan tatapan penuh selidik.


"Ini bukan masalah besar dan saya bisa menyelesaikannya sendiri. Junjungan muda tak perlu khawatir, ada keperluan apa hingga Anda datang menemui saya?." tanya Yanze Xu dengan tatapan bingung.


Sedangkan dari kejauhan Xiao Ziya melihat pelayan itu sedang berjalan ke arah mereka, seperti sang pelayan telah datang ke kamar yang ditempati oleh Xiao Ziya namun karna tak menemukan siapapun di sana ia pergi ke ruang kerja Yanze Xu untuk menanyakan tentang makanan yang telah ia buat. Setelah pelayan bernama Jeinza Lee itu cukup dekat, Xiao Ziya dengan sengaja menjatuhkan dirinya dan tubuhnya langsung ditangkap oleh Yanze Xu. Akhirnya mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, di satu sisi Xiao Ziya merasa geli karna harus melakukan adegan mengerikan seperti ini sedangkan di sisi lain Yanze Xu khawatir jika Junjungan mudanya terluka akibat terjatuh ke lantai.


Mata Jeinza Lee memanas, tangannya gemetaran dan dia ingin menumpahkan makanan tersebut ke wajah Xiao Ziya agar wajah gadis itu menjadi rusak. Saat Jeinza Lee ingin pergi, Xiao Ziya langsung memanggilnya agar Yanze Xu menyadari keberadaan wanita itu.


"Bukankah kau ingin bertemu dengan kami? mengapa kau pergi begitu saja pelayan." ucap Xiao Ziya dengan suara yang cukup keras, akhirnya Yanze Xu menolehkan wajahnya ke arah lain dan menemukan seorang pelayan bernama Jeinza Lee yang ingin pergi tanpa menemuinya terlebih dahulu.


Dengan segera Xiao Ziya membernarkan posisi berdirinya dan meminta Yanze Xu untuk melepas tangannya itu dari pinggang Xiao Ziya.


"Apa yang kau bicarakan? Tuan Yanze Xu hanya membantu karna saya hampir saja terjatuh. Jangan salah faham atas apa yang terjadi pada kami berdua." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedih karna dituduh dekat dengan Raja dari Kerajaan Kalajengking Iblis.


"Jangan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya, saya tak akan berani menyentuh Nona Besar Xiao Ziya secara sengaja." balas Yanze Xu dengan tegas pada pelayan wanita yang ada di hadapannya itu.


"Maaf jika perkiraan saya salah, bagaimanapun juga kalian terlihat seperti seseorang yang saling jatuh cinta. Saya datang untuk memberi makanan pada Nona Ziya seperti perintah Anda namun saat datang ke kamar tamu Nona Ziya tak ada di sana. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya pada Yang Mulia Yanze Xu harus dikemanakan makanan ini." ucap Jeinza Lee yang menjelaskan maksud kedatangannya menemui Yanze Xu.


Yanze Xu menunjukkan ekspresi bingung pada pelayan wanita itu karna sedari tadi ia berada di dalam ruang kerja dan belum keluar untuk mengunjungi tempat tempat yang ada di istananya, lalu kapan ia meminta pada pelayan itu memasak makanan untuk Xiao Ziya? bukankah di istananya tak ada bahan makanan yang cocok dengan selera manusia biasa dan jika ia ingin membeli bahan bahan dari pasar terdekat maka ia akan meminta pelayan itu untuk berbelanja terlebih dahulu.


"Apa yang kau katakan? sedari tadi saya berada di dalam ruang kerja dan baru saja keluar untuk bertemu dengan Nona Besar Xiao Ziya." ucap Yanze Xu, mungkinkah pelayanan itu sedang mengada ngada untuk mencari perhatian padanya?.


"Saya mengatakan yang sebenarnya, beberapa saat yang lalu Anda datang ke dapur dan meminta saya untuk memasakkan makanan yang cocok dengan selera manusia biasa kemudian memberikannya pada Nona Ziya, karna itu saya datang kesini dengan membawa satu nampan penuh dengan makanan." ucap Jeinza Lee, pelayan wanita itu juga tampak bingung karna Rajanya tak mengakui bahwa telah memintanya untuk memasak makanan.


"Saya benar benar tak memberikan perintah apapun." ucap Yanze Xu yang mulai kesal pada pelayan wanita itu.

__ADS_1


"Kalian jangan bertengkar seperti ini, mungkin pelayan ini salah melihat seseorang sehingga mirip dengan Anda." ucap Xiao Ziya yang sedang menengahi pertengkaran antara sang pelayan dengan Tuannya.


"Jangan ikut campur dalam masalah ini." ucap Jeinza Lee yang merasa tak suka dengan keberadaan Xiao Ziya, gadis itu sangat mengganggu.


"Bersikaplah sopan pada Nona Ziya." ucap Yanze Xu yang membentak pelayannya.


Karna Jeinza Lee merasa kesal akhirnya ia berencana untuk menyiramkan semua makanan panas yang ada di dalam nampan yang sedang ia bawa ke wajah Xiao Ziya. Jeinza Lee berpura pura tersandung sesuatu hingga nampan yang ia bawa melayang ke arah Xiao Ziya, dengan cepat Xiao Ziya menangkis nampan itu yang kini berbalik mengenai Jeinza Lee.


"Arggh dasar gadis manusia sialan, beraninya kau melukai wajah cantikku ini!!!." bentak Jeinza Lee pada Xiao Ziya dengan suara yang sangat kencang, wanita itu memegangi wajahnya yang sedang terbakar itu. Jeinza Lee ingin menampar Xiao Ziya namun tangannya di tahan oleh Yanze Xu.


"Bukankah saya sudah mengatakan agar kau lebih sopan pada Nona Besar Xiao Ziya? mengapa kau tak mendengar dengan baik apa yang telah saya katakan." ucap Yanze Xu dengan tatapan tajam.


"Bukankah Yang Mulia Raja Yanze Xu menyukai gadis ini hingga Anda meminta saya untuk menghormatinya, bagaimana mungkin gadis manusia sepertinya layak menjadi kekasih Anda." ucap Jeinza Lee secara terang terangan.


Karna sudah tak tahan mendengar kata kata yang membuat telinganya menjadi sakit akhirnya Xiao Ziya menampar pipi Jeinza Lee sebanyak sepuluh kali sama seperti yang ia katakan sebelumnya. Yanze Xu hanya bisa menyaksikan hal itu, ia tak bisa melawan ataupun menentang keinginan dari Junjungan Muda. Lagipula pelayannya yang telah salah karna dengan berani merendahkan harga diri dari seorang Junjungan Muda dari Alam Neraka.


"Katakan siapa yang pantas bersanding dengan Tuan Yanze Xu? apa kau sangat mencintai Raja mu itu hingga menaruh bubuk sihir khusus yang membuatnya akan tunduk padamu suatu saat nanti?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam dan senyuman miring.


"Bubuk sihir? apakah itu benar!." bentak Yanze Xu sembari melihat ke arah pelayannya itu dengan tatapan tak suka.


"Saya tak pernah melakukan hal yang dikatakan oleh Nona Ziya, gadis manusia rendahan itu berusaha memfitnah saya." ucap Jeinza Lee dengan raut wajah sedih, wanita itu berakting seolah olah ialah yang menjadi korban dalam kejadian ini.


"Berhenti menyebut Junjungan Muda sebagai gadis manusia rendahan, ia adalah penerus yang ditunjuk langsung oleh Yang Mulia Raja Artur. Jangan sampai saya merobek mulut kotor mu itu!!." bentak Yanze Xu dengan kemarahan yang meluap luap, tak ada seorangpun yang boleh menghina Junjungan Muda di Istana ini.


"Anda sudah dibodohi oleh gadis itu, bagaimana mungkin Yang Mulia Raja Artur memilih seorang manusia sebagai pewaris tahta Alam Neraka." ucap pelayan wanita itu yang mencoba meyakinkan Yanze Xu bahwa gadis bernama Xiao Ziya itu sudah menipunya.


"Dipilih langsung, dipilih langsung, dipilih langsung. Mendengar kalimat itu saja membuat telinga saya terasa sakit, apakah kalian kira saya merasa senang karna dipilih oleh kakek tua itu untuk menjadi pewaris tahtanya!! Lebih baik saya membaringkan tubuh di ranjang yang empuk sembari menikmati hari hari yang santai. Berhenti mengulang kalimat menyebalkan itu!!!." triak Xiao Ziya dengan kesal pada Yanze Xu ataupun pelayan wanita yang telah menyulut emosinya.


Xiao Ziya mengambil sabit kematian dari dalam cincin penguasa mutlak miliknya, gadis itu menghentakkan sabit tersebut sebanyak dua kali hingga tercipta gelombang aura kematian yang sangat besar hingga dirasakan oleh penduduk Kerajaan Kalajengking Iblis yang tinggal di luar istana. Yanze Xu dan pelayan wanita itu gemetaran kemudian terjatuh di lantai, untuk pertama kalinya mereka melihat sabit kematian milik sang malaikat kematian. Yanze Xu tak menyangka bahwa junjungan mudanya itu memiliki identitas yang sangat misterius hingga memiliki sabit tersebut. Yanze Xu sangat yakin bahwa Xiao Ziya bukanlah bagian dari alam Malaikat Kematian karna semua yang tinggal di sana adalah laki laki, lalu darimana gadis itu mendapat sabit kematian yang asli??.


"Tolong ampuni kesalahan kami." ucap Yanze Xu dengan tubuh gemetaran, ia ingin pingsan saat bertatapan langsung dengan Xiao Ziya.


"Singkirkan wanita menyebalkan itu dari hadapan saya." ucap Xiao Ziya sembari menggerakkan sabit kematian miliknya ke arah Jeinza Lee. Wanita itu hampir terkana serangan jantung karna diperlakukan seperti itu.


Hai hai semua, author update dua chaper nih wkwkwkwk. Kalian bisa ngasih tip koin ga guys??. Jangan lupa jaga kesehatan kalian ya. Follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2