
Yie Guonze yang saat itu berada di dekat Xiao Ziya langsung terjungkal saat merasakan energi membunuh milik Xiao Ziya, dengan segera pemuda itu berusaha untuk berdiri kemudian berlari ke sisi sang ayah. Xiao Ziya menunjukkan senyum remeh saat orang orang yang tadinya bersikeras menolak keputusannya untuk menjadikan Yie Munha sebagai pemimpin yang baru kini malah menunjukkan ekspresi yang sangat lucu.
"Saya yakin para pemimpin Klan Yie setuju dengan kepuasan yang saya ambil, bukankah begitu?." tanya Xiao Ziya sembari menatap satu persatu pemimpin Klan Yie dengan mata merah darahnya. Tak ada yang berani menatap mata Xiao Ziya secara langsung, mereka tau saat ini Xiao Ziya tak akan mendengar bantahan dari orang lain.
"Kami setuju dengan keputusannya Nona Xiao Ziya karna dialah cucu dari Nyonya Yie Linyia." ucap Yie Jungmin yang masih menyayangi nyawanya.
"Saya dan yang lain juga setuju, bagaimana bisa kami menentang keputusan seseorang yang memegang ahli waris atas seluruh wilayah Klan Yie." ucap Yie Bixen dengan senyuman lebar.
"Kalian benar benar memuakkan, apakah kalian semua buta hingga tak bisa melihat bahwa Yie Munha hanyalah gadis biasa!. Apa yang bisa ia lakukan jika Nona Muda itu kembali ke Dunia Bawah, apakah dia sanggup memimpin Klan Yie dengan benar. Jangan sampai menyesal hanya karna merasa takut dengan ancaman dari Xiao Ziya." bentak Yie Angli pada seluruh ketua Klan Yie yang memilih untuk setuju dengan keputusan Xiao Ziya.
"Pria itu sedang merendahkan martabat Anda Nona Yie Munha, Anda pasti tau apa yang harus dilakukan untuk membungkam mulut busuknya itu." ucap Xiao Ziya sembari tersenyum miring ke arah Yie Munha, selama gadis itu memilih untuk setia pada Xiao Ziya maka kekejamannya akan sama dengan Ziya.
Yie Munha tersenyum lebar dengan sebuah senyuman yang tampak menyeramkan, gadis itu memegang pedangnya dengan erat kemudian berlari ke arah Yie Angli. Semua orang terpaku saat melihat kejadian itu secara langsung, Yie Munha memenggal kepala Yie Angli dalam satu ayunan pedang. Sungguh tragis saat kepala dari pria itu jatuh dari tubuhnya kemudian menggelinding dan berhenti tepat di bawah kaki Yie Mungi, gadis itu berteriak histeris saat melihat kepala dari ayahnya.
"Kau.... Argh bagaimana biasa kau membunuh pamanmu sendiri hanya karna ucapan seorang gadis asing. Akan ku bunuh kau gadis sialan!!!." murka Yie Guonze, ledakan energi api yang sangat besar terjadi pada tubuh pemuda itu. Kini seluruh tubuh Yie Guonze habis termakan api kemarahannya sendiri namun ia masih bisa mengendalikan jiwanya.
Yie Guonze berjalan dengan cepat ke arah Yie Munha, ia menciptakan ribuan tombak api dan mengarahkan semua tombak api itu pada Yie Munha. Serangan yang sangat cepat hingga Yie Munha tak sempat menghindar, satu satunya cara yang bisa ia lakukan adalah memberikan serangan balik.
Yie Munha memejamkan matanya kemudian memusatkan semua energi qi yang ia miliki pada tato bunga mawar merah yang ada di keningnya itu. Sebuah cahaya berwarna merah muncul menyinari kening gadis itu dan tatonya menghilang digantikan sebuah bunga mawar api yang mekar dengan sempurna mengambang tepat dihadapan Yie Munha.
"Atas izin Nona Xiao Ziya berilah saya kekuatan untuk menahan panah panah api itu." ucap Yie Munha sembari menatap ke arah bunga mawar api pemberian dari Xiao Ziya.
Bunga mawar api itu langsung membesar kemudian ukurannya berubah menjadi sangat Besar. Panah panah api milik Yie Guonze hancur dengan sendirinya ketika menyentuh bunga mawar api itu. Yie Guonze berdecak kesal karna serangan pertamanya gagal, kini ia melebur seluruh jiwanya bersama dengan api. Bagi Yie Guonze setidaknya ia bisa membunuh Yie Munha meskipun harus mati setelah mengeluarkan jurus terkuat yang ia miliki.
Seekor phoenix api terbentuk setelah seluruh jiwa Yie Guonze melebur bersama sihir api yang ia kuasai, kini aula utama Klan Yie terasa sangat panas sebagian dari ruangan tersebut hampir terbakar untung saja Xiao Ziya segera membuat sebuah dinding pelindung yang mengelilingi ruangan itu.
"Membalaskan dendam mu adalah sebuah kewajiban bagi ku, aku menerima pengorbanan jiwa dari Yie Guonze." ucap Phoenix Api itu dengan sorot mata merah menyala.
"Mundur lah, binatang ilahi ini bukan tandingan Anda Nona Yie Munha." ucap Xiao Ziya yang meminta Yie Munha untuk mundur ke tempat aman dan biarkan phoenix api itu menjadi urusannya.
__ADS_1
"Saya harus menyelesaikan masalah ini dengan tangan saya sendiri Nona Ziya, di masa depan saya akan menjadi pemimpin dari Klan Yie karna itulah saya harus memiliki kemampuan untuk melindungi semua orang." jawab Yie Munha dengan semangat yang membara, setidaknya ia harus mencoba untuk melawan phoenix api itu.
"Saya merasa bangga dengan semangat yang Anda miliki namun jangan memaksakan diri, setelah ini Anda masih harus banyak berlatih agar menjadi lebih kuat dan mampu melindungi Klan Yie dengan tangan Anda sendiri. Untuk sekarang tolong mundur dan jangan membantah, sekuat apapun tekad yang ada di dalam hati setidaknya Anda bisa mengukur sejauh mana kekuatan yang Anda miliki saat ini." ucap Xiao Ziya yang memberikan sedikit nasehat pada Yie Munha agar tak bersikeras untuk melawan phoenix api yang bukan tandingannya itu. Xiao Ziya hanya takut Yie Munha akan mati dengan sia sia dan ia kesulitan mencari calon pemimpin yang baru.
"Baik saya mengerti, maaf atas tindakan saya barusan." jawab Yie Munha yang langsung mundur sesuai dengan perintah Nona Mudanya.
Setelah Yie Munha dan yang lain berada di tempat dan jarak yang aman, kini saatnya Xiao Ziya menunjukkan kekuatannya sebagai pendukung Yie Munha yang akan naik ke posisi pemimpin Klan Yie. Phoenix Api itu menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tak suka, ternyata gadis itulah yang membuat Yie Guonze harus mengorbankan jiwanya demi membalas dendam. Sang phoenix api menyemburkan api yang sangat panas dari mulutnya sedangkan Xiao Ziya hanya berdiri diam di tempat tanpa melakukan apapun.
Semburan api dari sang phoenix tak berdampak apapun pada Xiao Ziya, gadis itu masih berdiri tegak dengan senyuman lebar yang menghiasi wajah cantiknya. Sang phoenix api sangat terkejut, biasanya para kultivator yang berada di tingkat alam dewa pertama akan terbakar hanya dengan satu kali semburan apinya, siapa sebenernya gadis ini? mengapa ia jauh lebih kuat dari orang orang yang pernah phoenix api temui sebelumnya.
"Apa itu api terpanas yang kau miliki? rasanya seperti sedang berjemur di bawah sinar matahari pagi." ucap Xiao Ziya dengan jujur karna ia tak merasakan apapun saat terkena semburan api.
"Argh sialan, aku akan meruntuhkan kesombongan mu itu. Terima api terpanas ku!!." triak sang phoenix api penuh dengan amarah, kini suhu di aula utama Klan Yie semakin memanas. Semua orang yang menyaksikan pertarungan antara Xiao Ziya dengan phoenix api merasa khawatir dengan keselamatan gadis itu.
Phoenix Api kembali menyerang Xiao Ziya menggunakan api yang keluar dari mulutnya, kali ini sang phoenix menggunakan api surgawi untuk menghukum gadis sombong yang ada di hadapannya itu. Xiao Ziya masih berdiri di tempatnya semula tanpa melakukan pergerakan apapun, semburan api dari sang phoenix melewati tubuhnya begitu saja tanpa ada luka bakar sedikitpun.
"Saya rasa api tadi adalah api surgawi, ah apakah Anda tak mengetahui perubahan kedudukan di Alam Dewa Dewi?. Sepertinya binatang ilahi yang sudah menghilang selama ribuan tahun tak mengetahui informasi apapun mengenai perkembangan di zaman sekarang. Saya tau apa niatan mu hingga bersedia tingg di dalam tubuh Yie Guonze, saya juga merasakan bahwa tubuh pemuda itu sedikit spesial dari yang lain namun sangat disayangkan ia mati dengan sia sia dan rencana mu gagal begitu saja." ucap Xiao Ziya dengan tatapan kasihan yang ia tunjukkan pada phoenix api itu.
Xiao Ziya tersenyum miring kemudian tubuhnya dilapisi oleh api berwarna hitam, sang phoenix terkejut saat melihat api hitam itu karna ia tau darimana api itu berasal. Jangan bilang bahwa gadis yang ada di hadapannya memiliki hubungan dengan Alam Neraka, siapa gadis itu sebenarnya? mengapa kekuatan yang ia miliki sangat mengerikan.
"Setidaknya binatang ilahi seperti Anda harus mati dengan cara terhormat, bukankah begitu Tuan Phoenix Api." ucap Xiao Ziya. Beberapa detik setelahnya tubuh sang phoenix terbakar oleh api hitam milik Xiao Ziya. Rasa panas yang dirasakan ribuan kali lebih menyakitkan dari semua jenis api yang pernah ia temui selama ini.
"Tolong hentikan, ini sungguh menyakitkan. Panas.....panas, hentikan!!" teriak sang phoenix yang berusaha untuk memadamkan api milik Xiao Ziya menggunakan seluruh esensi api yang ia miliki. Sangat disayangkan usaha sang phoenix api sia sia saja, jiwanya lama kelamaan ikut terbakar dan ia tak bisa melakukan apapun. Satu hal yang ingin phoenix api itu ketahui sebelum musnah dari dunia ini, ia ingin tau identitas gadis yang berhasil mengalahkannya dalam satu serangan.
"Baiklah saya akan mewujudkan keinginan terakhir mu itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis, sepertinya gadis itu dapat menebak ataupun membaca fikiran makhluk lain yang ada di sekitarnya.
"Saya Xiao Ziya seorang gadis dari Dunia Bawah yang berhasil menembus semua batasan untuk mencapai tujuan saya. Saya penerus dari Raja Artur sekaligus Dewi Agung yang baru, setidaknya Anda mati di tanan saya." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh sang phoenix api.
Entah mengapa phoenix api itu tersenyum ke arahnya, seperti ia tak menyesal mati di tangan seorang gadis manusia yang memiliki identitas sangat luar biasa. Saat di alam kematian dan bertemu dengan rekan rekannya yang lain, phoenix api tak akan merasa malu saat menceritakan bagaimana cara ia mati dan siapa orang yang berhasil membunuhnya. Tubuh binatang ilahi itu perlahan lahan mulai menghilang dari pandangan semua orang dan yang tersisa hanyalah kobaran api hitam milik Xiao Ziya, dengan segera gadis itu memasukkan kembali api hitam miliknya ke dalam tubuh. Yie Munha dan yang lain hanya bisa menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan tak percaya, gadis itu sangat mengerikan bahkan lebih mengerikan setelah ia bangun dari tidur panjangnya.
__ADS_1
Kini Yie Angli dan Yie Guonze telah mati dan yang tersisa tinggallah Yie Mungi. Gadis itu menundukkan kepala dan berusaha untuk menahan kebencian yang meluap di dalam hatinya. Gadis itu telah kehilangan ayah dan kakak laki laki yang sangat ia cintai, lalu bagaimana ia bisa melanjutkan hidupnya? semua orang di Klan Yie pasti membencinya sekarang begitupun dengan Yie Munha yang sebentar lagi akan diangkat menjadi pemimpin klan yang baru.
"Persetan dengan semua itu, setidaknya Yie Munha harus merasakan hal yang sama." batin Yie Mungi. Diam diam gadis itu mengambil sebuah belati beracun yang ia sembunyikan di bawah kursinya.
Yie Mungi memusatkan seluruh energi qi yang ia miliki pada kedua kakinya yang sudah lumpuh selama beberapa tahun, gadis itu berharap ia biasa berjalan ke arah Yie Laingfu, Yie Junghwa, ataupun Yie Cinling untuk menusuk jantung mereka dari belakang. Setalah itu ia tak akan peduli dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, yang terpenting Yie Munha kehilangan salah satu orang yang berharga di dalam hidupnya.
Yie Mungi berhasil berdiri, dengan secepat mungkin ia berlari ke arah Yie Cinling yang tak terlalu jauh dari tempatnya duduk. Rencana Yie Mungi hampir berhasil namun sebelum belati beracun miliknya itu melukai Yie Cinling, ia merasakan sebuah pedang menembus jantungnya dari belakang.
"Jangan pernah berfikir untuk melukai kakak laki laki saya, Anda hari ini kalian tak melakukan perlawanan maka semua akan baik baik saja." ucap Yie Munha. Ternyata Yie Munha yang menghunuskan pedang saat Yie Mungi berusaha menyakiti kakak laki lakinya.
Yie Mungi tak bisa mengatakan apapun, kaki gadis itu kembali lumpuh seperti semula kemudian ia jatuh tersungkur di lantai. Darah mengalir dengan deras dari punggung Yie Mungi, pemilihan pemimpin baru Klan Yie kali ini memakan tiga korban sungguh tragedi yang cukup membuat orang lain merinding. Setalah tak ada lagi orang yang menentang keputusannya untuk mengangkat Yie Munha menjadi pemimpin Klan Yie, Xiao Ziya pamit pada semua orang yang ada di dalam aula utama karna tugasnya telah selesai.
"Setelah ini saya akan kembali ke Dunia Bawah bersama ayah dan kedua kakak laki laki saya. Suatu hari saya akan datang dan melihat perkembangan Klan Yie, saya menaruh harapan besar pada Nona Yie Munha." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis.
"Nona Ziya tak perlu cemas karna saya akan menjaga Klan Yie dengan sepenuh hati saya. Terimakasih atas kepercayaan yang telah Anda beri dan saya berjanji tak akan pernah mengecewakan Anda." jawab Yie Munha dengan sorot mata tajam sebagai pertanda ia tak akan pernah mengecewakan nona mudanya itu.
"Ada kami berdua di sini yang siap membantu adik kami saat mengatasi masalah masalah yang datang di masa depan." ucap Yie Junghwa. Pemuda itu tak akan membiarkan adik perempuannya merasa sendirian selama menjabat sebagai pemimpin Klan Yie.
"Maaf atas semua kesalahan dan kebodohan yang telah saya lakukan di masa lalu. Terimakasih karna Nona Xiao Ziya menjaga dan mendidik putri saya dengan baik, saya sangat menyesali segala hal yang pernah saya lakukan." ucap Yie Laingfu yang merasa malu karna telah gagal menjadi sosok yang baik untuk anak anaknya ditambah lagi ia gagal menjaga keluarganya sendiri.
"Paman tak perlu meminta maaf pada saya karna orang yang telah paman sakiti adalah putri paman sendiri. Jaga Nona Yie Munha dengan baik selama saya tak ada di sini, Anda adalah ayahnya dan Anda yang bertanggung jawab atas keselamatannya." ucap Xiao Ziya.
"Baik saya akan mengingat hal itu dengan baik." jawab Yie Laingfu.
"Berkunjung lah di lain waktu Nona Xiao Ziya karna kami semua akan merindukan kehadiran Anda. Sebagai ketua Klan Yie kami meminta maaf karna tak sanggup menjadi Nyonya Yie Linyia dengan baik, kali ini kami tak akan mengulang kesalahan yang sama." ucap beberapa Ketua Klan Yie secara bersamaan.
"Saya percayakan klan ini pada kalian semua, selamat tinggal semuanya jaga diri kalian dengan baik." ucap Xiao Ziya kemudian gadis itu menghilang dari aula utama Klan Yie.
Hai hai semua maaf karna bulan kemarin author sering ga update dan insyaallah bulan ini udah update rutin kayak biasanya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1