RATU IBLIS

RATU IBLIS
Xia


__ADS_3

Malampun pergi kini pagi telah tiba, sepertinya Xiao Ziya masih terlelap dalam tidurnya sedangkan saat ini di paviliun milik Xiao Cunyu sudah berkumpul beberapa pemuda lainnya seperti Aron, Xiao Bin, Xiao Feng, Xiao Xinzo, Muyen, Ling Zoho dan Felix tak lupa juga ada Xiao Yuna.


Mereka datang bukan karna tau bahwa Xiao Ziya akan berangkat ke dunia atas kecuali Aron. Para murid Akademi Kekaisaran Qiyu itu datang untuk meminta cap stampel sebagai tanda mereka akan naik ke kelas berikutnya, dari semua cap stampel yang terlumpul tinggal stampel milik master Akademi Kekaisaran Qiyu saja yang belum ada. Mereka mendapat berita bahwa saat ini Xiao Ziya sedang berada di Klan Xiao tepatnya di paviliun ketua kelima.


"Apakah master Ziya ada di dalam?." tanya Ling Zoho yang mewakili teman temannya yang lain.


"Ada keperluan apa hingga kalian datang beramai ramai seperti ini?." tanya Xiao Cunyu yang keheranan, tak mungkin mereka tau tentang keberangkatan Xiao Ziya kecuali pemuda bernama Aron yang ada di barisan paling belakang. Xiao Cunyu sudah sering bertemu dengan pemuda itu dan ia tau Aron adalah pengikut setia dari putrinya.


"Kami datang atas perintah kepala akademi untuk meminta cap stampel pada Master Xiao Ziya." ucap Xiao Bin yang tak ingin bertele tele lagi karna mereka harus segera mendapatkan cap stampel kemudian kembali ke Akademi Kelaisaran Qiyu untuk memberikan berkas berkas yang lainnya.


"Baiklah kalian silahkan masuk saya akan panggilkan putri saya." ucap Xiao Cunyu yang mempersilahkan mereka untuk masuk.


Xiao Cunyu berjalan hingga sampai di depan pintu kamar Xiao Ziya, ia ingin mengetok pintu kamar putrinya namun merasa ragu karna ia tak mau menggangu putrinya yang sedang tidur, tak ada pilihan lain karna banyak sekali murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang mencari keberadaan Xiao Ziya.


Xiao Cunyu mengetuk kamar putrinya berkali kali hingga Xiao Ziya membukakan pintu dengan wajah khas orang yang baru saja bangun tidur.


"Ada apa hingga ayah membangunkanku sepagi ini?." tanya Xiao Ziya yang merasa ini masih sangat pagi untuknya bangun dari tidur.


"Ada beberapa murid akademi yang ingin meminta cap stampel darimu untuk kenaikan kelas mereka." ucap Xiao Cunyu yang membuat Xiao Ziya menepuk jidatnya ia lupa bahwa saat murid luar kelas satu akan memerlukan cap stampel darinya sebelum naik ke kelas selanjutnya.


"Baiklah, katakan pada mereka untuk menunggu sebentar." ucap Xiao Ziya yang kembali masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti gaunnya dengan seragam resmi sebagai master dari Akademi Kekaisaran Qiyu.


Xiao Cunyu kembali ke ruang utama yang ada di paviliunnya, ia mengatakan pada para murid akademi untuk menunggu sebantar karna Xiao Ziya sedang mengganti pakaian. Tak lama kemudian yang mereka tunggu tunggu akhirnya datang. Xiao Ziya datang dengan membawa sebuah stampel yang hanya dimiliki oleh seorang master. Stampel milik Xiao Ziya adalah buatannya sendiri, dengan ukiran naga kembar sebagai lambang dari stampel khusus miliknya.

__ADS_1


"Salam hormat kami pada master." ucap mereka semua yang langsung berdiri dan memberikan salam hormat pada Xiao Ziya.


"Saya terima salam hormat kalian, silahkan duduk kembali." ucap Xiao Ziya yang terlihat sangat anggun dan juga berwibawa. Sebagai master dari sebuah klan tentu saja ia memiliki aura yang sangat mendominasi.


"Saya dengat kalian datang kesini unguk meminta cap stampel dari saya." ucap Xiao Ziya .


"Benar master, kami sangat kesulitan mencari master. Untung saja kemarin salah satu dari kami mendapat kabar bahwa master sedang berada di Klan Xiao." ucap Xiao Feng yang mewakili teman temannya yang lain. Walaupun mereka adalah saudara satu klan dan saat ini sedang berada di Klan Xiao namun mereka datang sebagai murid Akademi Kekaisaran Qiyu sehingga harus berbicara dengan hormat pada master mereka.


"Baiklah kumpulkan semua berkas berkas yang ingin diberi cap stampel." ucap Xiao Ziya yang duduk di sebuah kursi dan juga meja terpisah. Semua murid Akademi Kekaisaran Qiyu mengumpulkan berkas mereka masing masing dan menaruhnya di hadapan Xiao Ziya.


Xiao Ziya mulai memberikan cap stampel pada masing masing berkas tersebut, untung saja semua teman satu kelasnya naik ke kelas selanjutnya. Xiao Ziya membaca beberapa berkas dengan teliti agar tak ada yang memalsukan data agar mendapatkan cap darinya.


Benar saja Xiao Ziya menemukan sebuah berkas yang sangat aneh, di kertas itu tertulis bahwa Xiao Ziya memberikan semua wilayah yang ada di bawah kekuasaanya pada Xia salah satu murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang berasal dari Sekte rambut emas.


"Master apa ada sebuah kesalahan sehingga anda terlihat marah?." tanya Xiao Yuna yang sedang menggunakan bahasa formal walau ia merasa tak nyaman namun itu adalah suatu keharusan.


"Apakah dikelas kalian ada seorang murid perempuan bernama Xia?." tanya Xiao Ziya yang membuat sang pemilik nama gemetaran ia tak menyangka bahwa Xiao Ziya akan membaca semua berkas dengan teliti tadinya ia berfikir Xiao Ziya hanya akan memberikan cap stampel tanpa memeriksanya terlebih dahulu.


Semua murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang ada di sana menatap kearah seorang gadis berambut emas.


"Ada apa dengan teman sebangku saya yang bernama Xia?." tanya seorang murid perempuan bernama Moli yang ingin tau kenapa Master Ziya tiba tiba saja marah pada temannya itu.


"Tangkap murid bernama Xia itu dan bawa kesini." perintah Xiao Ziya yang langsung dipatuhi oleh beberapa murid laki laki yang ada di samping Xia.

__ADS_1


Mereka mencekal tangan dan bahu gadis itu kemudian membawanya ke hadapan Xiao Ziya, beberapa muris yang mengenal Xia dengan baik ingin membebaskan gadis itu namun mereka dihalangi oleh murid yang lain.


"Apa yang master ingin lakukan pada sahabat kami, dia adalah gadis polos yang baik." ucap Sangi salah satu sahabat baik Xia yang sepertinya tak terlalu mengenal sifat asli dari gadis itu.


"Ah benarkah dia baik dan polos lalu mengapa ia membuat berkas tentang pengalihan kekuasaan atas semua wilayah yang kupunya akan menjadi miliknya. Apakah gadis licik sepertinya adalah gadis polos atau kalian yang telah tertipu oleh wajahnya ini?." ucap Xiao Ziya yang tersenyum kearah sahabat sahabat Xia.


Tadinya mereka tak percaya dengan apa yang Xiao Ziya katakan, namun setelah melihat tulisan yang tertera di kertas itu ternyata itu adalah tulisan tangan Xia. Mereka masih tak percaya dengan apa yang terjadi.


Xiao Ziya menatap ke arah Aron dan memberikan isyaray agar pemuda itu mendekat ke arahnya, Aron berjalan ke arah Xiao Ziya kemudian berdiri di samping kananya.


"Coba ceritakan informasi apa saja yang kau dapatkan tentang gadis ini." ucap Xiao Ziya yang bertanya pada Aron. Pemuda itu mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan mulai membaca apa yang ditulis di sana.


"Xia LinXia, atau biasa dipanggil Xia seorang gadis keturunan bangsawan yang selalu dimanja oleh orang tuanya, Xia sangat ingin menjadi kultivator namun sang ayah selalu melarangnya sehingga gadis itu kabur dari rumah dan sampai di Sekte Rambut Emas. Xia menyadari bahwa rambut yang ia miliki berwarna hitam sehingga tak bisa masuk kesana namun saat ingin pergi gadis itu bertemu dengan salah satu ketua Sekte Rambut Emas bernama Yingunho, agar bisa menjadi murid di Sekte Rambut Emas Xia bersedia menjadi wanita simpanan dari ketua Yingunho. Setelah satu tahun menjadi murid sekte itu Xia merasa muak dan berencana membunuh ketua Yingunho, dan gadis itu berhasil membunuhnya. Selain itu saat menjadi murid Akademi Kekaisaran Qiyu gadis ini sering kali iri dengan teman temannya yang lain. Dengan wajah polosnya itu Xia memanfaatakn para sahabatnya. Kekasih dari nona Moli salah satu murid luar kelas dua memutuskan nona Moli tiga minggu yang lalu karna pemuda itu digoda oleh Xia dan telah tidur dengannya. Peringkat kesepuluh kali ini seharusnya diterima oleh nona Sangi namun dengan liciknya Xia menukar kertas jawaban mereka." ucap Aron yang menceritakan dengan singkat apa saja yang pernah dilakukan oleh gadis bernama Xia itu.


Sang pelaku hanya bisa diam seribu bahasa setelah semua kebusukannya terungkap di sana, ia juga tak menyangka Xiao Ziya miliki seorang pengikut yang sangat handal. Murid lain terutama sahabat Xia merasa tak percaya dengan apa yanh mereka dengar.


"Jadi kau adalah selingkuhan dari mantan kekasihku? dasar wanita rendahan." ucap Moli yang tak terima kemudian menampar Xia beberapa kali.


"Maaf karna aku telah mengecewakan kalian." ucap Xia dengan wajah polosnya yang berusaha menarik simpati dari murid lain. Namun melihat Xiao Ziya menggelengkan kepalanya membuat semua murid sadar bahwa Xia hanya berpura pura.


Setelah itu Xiao Ziya melanjutkan pemberian cap stampel, setelah selesai para murid kembali ke Akademi Kekaisaran Qiyu dengan membawa Xia ikut serta bersama mereka. Setelah sampai di Akademi Kekaisaran Qiyu mereka akan menyerahkan Xia pada kepala akademi agar diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


Hai hai semuanya gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya, ah iya jangan lupa suport author terus oke. Follow buat yang belum follow, vote ya guys, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share ke temen temen kalian, tips juga ya.

__ADS_1


__ADS_2