
Mendengar perkataan panatua ketiga membuat teman teman Xiao Ziya dan para murid akademi yang mengenal baik gadis itu tertawa dengan keras, bisa bisanya panatua ketiga meragukan Xiao Ziya dalam tiga aspek itu. Xiao Yuna, Xiao Feng, Xiao Bin, dan Xiao Xinzo meminta murid murid lain membukakan jalan untuk mereka agar mereka berempat bisa maju kedepan. Tanpa keberatan para murid akademi membukakan jalan, mereka berempat maju kedepan dengan gelak tawa yang masih terdengar. Keempat murid yang merupakan anggota Klan Xiao itu berdiri di samping kanan dan samping kiri Xiao Ziya.
"Mengapa kalian tertawa seperti itu." ucap panatua ketiga yang merasa sangat kesal karna ditertawakan oleh beberapa murid.
"Ahaha maaf namun kami tak menyangka bisa bisanya anda meremehkan saudari kami ini, apa anda tidak mengenalnya dengan cukup baik?." ucap Xiao Bin yang berusaha untuk mengontor tawanya itu.
Panatua ketiga tak menjawab pertanyaan dari Xiao Bin, ia hanya menatap kesal ke arah mereka saja. Ia tau bahwa Xiao Ziya sangatlah kuat namun tak mungkin jika gadis itu memenuhi ketiga syarat yang ia sebutkan sekaligus.
"Ah rupanya para panatua memang tak mengenal saudariku ini dingan baik." ucap Xiao Yuna yang merangkul pundak Xiao Ziya. Xiao Yuna melihat kearah Xiao Ziya kemudian tersenyum seperti memberikan sebuah isyarat biar mereka saja yang memberi penjelasan pada para panatua bodoh itu.
"Pertama tak perlu diragukan lagi kekuatan yang dimiliki adik Ziya sudah diakui hingga ia bisa tinggal di dunia atas, ia juga bisa bepergian kesana kapanpun yang ia inginkan. Apakah salah satu dari panatua Akademi Kekaisaran Qiyu ada yang pernah pergi ke dunia atas? jika tidak maka saudari kami ini sudah memenuhi salah satu syarat yaitu memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi pendukung satu satunya dari Saudara Xiao Xun." ucap Xiao Xinzo yang memberikan penjelasan secara singkat kekuatan yang dimiliki oleh Xiao Ziya, beberapa murid akademi bersorak membenarkan perkataan itu.
"Kedua saudari Ziya memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada seorang kaisar, ada beberapa kekaisaran dan kerajaan yang ada di bawah kekuasaanya, adik Ziya juga memiliki pasukan khusus dengan jumlah ribuan orang. Selain itu ada beberapa kerajaan dari dunia atas yang ada di pihak saudari Ziya. Jika kalian ingin menentang kekuasaan dari saudari kami ini berarti para panatua dan beberapa petinggi sudah siap untuk mati." ucap Xiao Feng yang memberi penjelasan tantang seberapa besar kekuasaan yang dimiliki oleh Xiao Ziya. Beberapa petinggi yang menentang kehendak Xiao Ziya mulai berkeringat dingin karna mereka tak siap mati.
"Ketiga dengan kekuasaan yang begitu besar tentu saudari Ziya memiliki kekayaan yang melimpah melebihi kekayaan yang dimiliki oleh Kekaisaran Qiyu saat ini." ucap Xiao Bin yang menjelaskan seberapa kayanya Xiao Ziya dengan singkat padat dan jelas.
"Jadi sudah sangat jelas bahwa hanya dengan dukungan Saudari Ziya saja sudah cukup bagi Xun gege untuk menempati posisi sebagai kepala akademi yang baru." ucap Xiao Yuna dengan suara lantang dan didengar oleh seluruh murid.
Para panatua dan beberapa petinggi mulai khawatir karna mereka tak dapat mempertahankan pendapat mereka untuk menolak Xiao Xun diangkat menjadi kepala akademi. Para murid juga lebih setuju jika Xiao Xun lah yang akan memimpin akademi ini kedepannya.
"Kami semua tau bahwa Master Ziya memang sangat kuat dan juga berkuasa, namun apakah benar ia memiliki kekuatan yang cukup untuk menyokong akademi ini kedepannya. Bagaimana jika setengah dari petinggi yang ada mengundurkan diri dan tak memberikan dana lagi?." ucap panatua pertama yang memberikan ancaman pada Xiao Ziya anehnya gadis itu malah tersenyum dengan ceria.
"Jika begitu silahkan kalian pergi dari akademi ini, saya tak merasa keberatan." ucap Xiao Ziya dengan senyum manis di bibirnya, para panatua dan beberapa petinggi sangat terkejut dengan respon gadis itu.
"Cih tanpa kami kau bukan siapa siapa." ucap beberapa panatua secara bersamaan.
Xiao Ziya melihat ke arah panatua pertama dari bawah hingga ke atas kemudian menatap remeh orang tua menyebalkan itu. Xiao Ziya meminta mereka yang ada di dekat arena untuk mundur beberapa lngkah dan menyisakan tempat yang cukup besar. Xiao Ziya menghempaskan tangannya seketika arena yang digunakan untuk pertandingan tadi dipenuhi oleh koin emas dan permata yang berkilauan, harta yang Xiao Ziya keluarkan hanya lima persen dari yang ia miliki. Semua orang yang ada di sana menatap dengan binar mata penuh minat, harta milik Xiao Ziya benar benar sangat banyak.
"Wah inikah kekayaan yang dimiliki oleh Master Ziya." ucap salah satu guru murid luar yang terkagum kagum dengan kekayaan yang dimiliki oleh Xiao Ziya.
__ADS_1
"Ini sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan saya selama seratus keturunan." ucap Yin Siyi yang melihat gunungan koin emas dan berlian.
Xiao Ziya memasukan semua hartanya itu kedalam cincin semestanya lagi, semua petinggi yang menentang keinginan Xiao Ziya untuk menjadikan Xiao Xun menjadi terdiam, tanpa adanya pasokan dana dari mereka Xiao Ziya sanggup menseponsori akademi ini sendirian.
"Kalian yang menentang saya silahkan pergi dari sini, saya tidak membutuhkan para pembangkang seperti kalian." ucap Xiao Ziya yang mengusir para panatua dan beberapa petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu secara halus karna tak ingin memancing keributan yang lebih besar.
Para panatua dan beberapa petinggi pergi dari lapangan utama akademi, mereka pergi dengan raut wajah kesal dan diselimuti dendam. Xiao Ziya tau bahwa mereka akan merencanakan pembunuhkan yang mungkin ditujukan padanya ataupun Xiao Xun karna itu Xiao Ziya akan menyiapkan keamanan terbaik untuk kakak laki lakinya.
"Baiklah hasil pertandingan sudah ditentukan dan yang akan menempati posisi sebagai Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu yang baru adalah Xiao Xun. Pesta penyambutan kepala akademi yang baru saya harap semua murid, guru, serta beberapa petinggi bisa hadir dalam pesta penyambutan tersebut." ucap Yin Siyi yang mengakhiri pertandingan tersebut, semua murid kembali ke asrama mereka masing masing sedangkan para petinggi kembali ketempat mereka.
Xiao Ziya, Xiao Xun, dan wakil kepala akademi pergi menuju ruang kerja yang dulunya menjadi ruang kerja milik Ling An. Setelah masuk keruangan tersebut Xiao Ziya menutup pintu dengan rapat dan melapisinya dengan sihir kedap suara agar tak ada yang bisa menguping pembicaraan mereka.
"Sepertinya ini belum berakhir, bukankah begitu Master Ziya?." ucap wakil kepala akademi yang mempunyai firasat buruk karna para panatua tak akan diam begitu saja mereka pasti merencanakan sesuatu.
"Kita perlu keamanan yang sangat ketat saat perta penyambutan dilangsungkan." ucap Xiao Xun yang memberikan sebuah saran karna bisa jadi sasaran dari para panatua bukan hanya dirinya dan adik perempuannya itu.
Setelah menyusun rencana pesta penyambutan dengan baik, Xiao Ziya meminta pada Xiao Xun dan wakil kepala akademi untuk kembali ke tempat mereka. Setelah mereka berdua pergi Xiao Ziya mulai memejamkan matanya perlahan kemudian membuka matanya kembali, kini mata Xiao Ziya berubah warna menjadi biru cerah.
Xiao Ziya merasakan tekanan yang sangat kuat, namun anehnya Xiao Ziya belum pernah merasakan tekanan sekuat ini sebelumnya. Karna merasa sedikit khawatir akhirnya Xiao Ziya melesat pergi dan mencari dimana pusat tekanan yang kuat itu.
"Dimana orang orang itu berasal." ucap Xiao Ziya yang terus melesat mencari asal tekanan hebat itu.
Setelah mencari kebeberapa tempat yang ada di dunia bawah akhirnya Xiao Ziya ssmpai di sebuah hutan lebat, hutan itu lumayan dekat dengan perbatasan Kerajaan Utara. Xiao Ziya menghentikan langkahnya kemudian mencoba untuk merasakan tekanan kuat itu lagi.
"Benar mereka ada di sini." ucap Xiao Ziya yang berjalan penuh dengan rasa waspada, mungkin saya kekuatan orang orang yang sekarang ada di hutan itu setara dengan Raja Artur.
Ternyata orang orang yang sedang berada di hutan itu adalah mereka yang berasal dari dunia misterius dan ingin menjadikan Xiao Ziya sebagai bahan percobaan mereka.
"Sepertinya gadis itu datang karna merasakan kehadiran kita di sini." ucap salah satu pemuda yang sedang bersembunyi di sebuah pohon yang sangat tinggi.
__ADS_1
"Apakah ia memang sekuat itu hingga bisa merasakan kehadiran kita di sini?." ucap pemuda yang lain karna tak banyak yang bisa merasakan aura atau tekanan yang mereka keluarkan.
Xiao Ziya berjalan dan berhenti di tengah tengah hutan yang ditumbuhi pohon rindang, ia sedang berdiskusi dengan buku bersampul tengkorak yang ada di dalam dantiannya.
"Mereka ada di sini." ucap Kenzo nama dari buku bersampul tengkorak yang ada di dantian Xiao Ziya.
"Saya juga merasakannya." ucap Xiao Ziya dengan pelan.
"Kau harus berhati hati nona mudaku karna mereka berasal dari sebuah lapisan dunia yang sangat misterius." ucap Kenzo yang memberi peringatan pada Xiao Ziya.
Xiao Ziya mengambil tiga jarum emas yang ada di dalam cincin semestanya kemudian melemparnya keatas, ketiga jarum emas itu melesat dengan cepat dan menancap di kaki sebelah kanan para pemuda yang sedang bersembunyi di atas pohon itu. Akhirnya ketiga pemuda itu jatu kebawah.
"Apa yang sedang terjadi?." ucap salah satu pemuda yang merasakan sskit di punggungnya karna jatuh dengan keras.
"Siapa kalian, dan apa yang ingin kalian lakukan di dunia bawah?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajamnya, Xiao Ziya merasa sangat curiga dengan ketiga pemuda itu.
Ketiga pemuda itu saling bertatapan satu sama lain kemudian mereka tersenyum secara bersamaan, tiba tiba saja muncul sebuah rantai berwarna emas yang mengikat tubuh Xiao Ziya. Xiao Ziya merasa terkejut karna serangan mereka sangatlah cepat. Ketiga pemuda itu mencabut jarum emas yang menancap di kaki mereka kemudian berjalan mendekati Xiao Ziya.
"Bukankah sangat disayangkan jika gadis secantik dia dijadikan bahan percobaan?." ucap salah seorang pemuda yang mengusap pipi Xiao Ziya. Mendapat perlakuan menjijikan seperti itu tentu membuat Xiao Ziya merasa marah.
"Apa yang kau lakukan, jauhkan tangan kotormu itu dari wajah saya." ucap Xiao Ziya penuh dengan amarah, ia sedang mengumpulkan energinya untuk menghancurkan rantai emas yang sedang mengikat tubuhnya itu.
"Ah maaf kami lupa memperkenalkan diri." ucap salah satu pemuda dengan mengedipkan sebelah matanya seperti sedang menggoda Xiao Ziya.
Xiao Ziya sudah muak dengan apa yang ketiga pemuda itu lakukan kemarahannya meledak kemudian rantai emas yang mengikat tubuhnya hancur berkeping keping karna energi yang meluap dari tubuh Xiao Ziya.
"Kalian benar benar memuakkan." ucap Xiao Ziya yang berdecak kesal.
Hai hai semuanya jangan lupa jaga kesehatan ya guys. follow buat yang belum, vote ya, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
__ADS_1