
Hermione keluar kamar, Sarah dkk juga baru keluar dari kamarnya. Hermione duduk disofa bersama yang lain lalu Sarah dkk ikut bergabung dengan wajah ceria.
"Apa kita tidak jadi mendaki?" tanya Sarah, para manusia disana terkejut.
"Kenapa kita malah menginap disini tidak mendaki?" tanya Wawa.
"Ayo kita mendaki tenang saja kami tidak akan manja lagi" ucap Santi.
"Hah kalian kenapa nanya itu?" heran Ariel.
"Kitakan sudah mendaki waktu itu tapi kalian tersesat dan baru malam tadi ditemukan" ucap Dani.
"Apa kalian tidak ingat?" tanya Sani.
"Mereka hilang ingatan" bisik Hermione kepada Dimas. Dimas langsung melihat kearah Hermione dengan mata yang sedikit terbelalak.
"Yang benar?" bisik Dimas yang dapat anggukan dari Hermione.
"Bukannya waktu ada suara petir kami langsung pingsan" ucap Sarah.
"Pingsan?" ucap mereka semua heran yang dapat anggukan dari Sarah dkk.
Para manusia selain Sarah dkk saling pandang sama seperti para iblis juga.
"Ohh hehehe iyayah kok kita bisa lupa sih" ucap Dimas menggaruk tengkuknya canggung.
"Kayaknya kerena capek deh hehe" ucap Fadil.
"Kalian istirahat aja lagi kita gak jadi mendaki" ucap Evan.
"Serius?" tanya Sarah dkk kompak yang dapat anggukan dari mereka, Sarah dkk langsung pergi dari sana dan masuk kedalam kamar.
"Mereka kenapa?" tanya Reno.
"Hilang ingatan kayaknya" jawab Dela.
"Terus gimana dong?" tanya Ariel.
"Antara bagus dan nggak nih" ucap Dani.
"Kita pulang aja gimana?" usul Dimas.
"Setuju" ucap Reno, Fadil dan Ariel dkk.
"Kalau kita lama disini takutnya masih banyak masalah lagi ih amit amit" ucap Iliana.
"Dari sini langsung kembali kekota asal atau kevilla dulu?" tanya Dimas.
"Langsung pulang kekota asal" jawab mereka.
"Kapan?" tanya Dimas yang lain langsung saling pandang.
"Malam ini atau besok serah sih" ucap Hermione.
"Malam ini aja" ucap Sani.
"Sore aja gimana biar sampainya gak kemaleman" ucap Drew.
"Ok sore ya, setuju gak?" ucap Dimas.
"Setuju" jawab mereka kompak.
"Siap-siap sana kalau udah istirahat" ucap Hermione.
__ADS_1
"Ok kak" jawab Reno, Fadil, dan Ariel dkk kompak.
"Siap nyonya bos sikucing cantik, imut, sexy, montok, molek, bohay aduhay kami akan melaksanakan perintah anda" jawab Andre dan sahabat iblisnya langsung berdiri dan hormat menatap Hermione seperti hormat saat upacara bendera.
Hermione langsung melempar bantal sofa kearah mereka tapi mereka langsung menghindar dan kabur dari Hermione.
"Jangan lari dasar tikus kecil aku akan memakan kalian" Hermione mengejar mereka semua.
"Ampun kucing besar" ucap mereka semua berkumpul langsung mausk kedalam kamar yang ditempati Andre, mereka menutup pintunya lalu menguncinya.
"Buka pintunya, kalian akan jadi sarapan terenakku" ucap Hermione lembut menggedor pintunya.
"Makan aja Ra kalau bisa tulang-tulangnya juga" ucap Dimas.
"Siap" ucap Hermione mengacungkan jempol kearah Dimas.
"Ayolah sayang buka pintunya" ucap Hermione lembut dia berjalan kearah dapur yang tak jauh dari kamar itu lalu mengambil pisau, setelah itu dia berjalan kearah kamar kembali.
"Kak" panggil Reno tak percaya, Hermione hanya menyimpan jari telunjuk dibibir dirinya sendiri mengisyaratkan untuk diam.
"Nggak mau, nanti kau memakan kami" teriak Mona dari dalam kamar.
"Tidak akan" ucap Hermione, dia menyimpan pisau itu dibelakang tubuhnya.
"Yakin?" tanya Mona.
"Sangat yakin" jawab Hermione. Mona membuka pintunya perlahan, Hermione tersenyum manis Mona mengeluarkan kepalanya melihat kanan dan kiri lalu melihat Hermione, yang lain menunggu didalam.
"Apa kau membawa senjata?" tanya Mona dengan kepala yang keluar dari kamarnya saja sedangkan tubuhnya masih didalam kamar.
"Tidak, hanya membawa ini saja" jawab Hermione mengeluarkan pisau daro belakang tubuhnya.
"Itu juga senjata sayang" ucap Mona yang ingin menutup pintu tapi langsung ditahan oleh Hermione. Mona terus mendorong pintunya supaya tertutup tapi Hermione langsung menendang pintunya setelah itu dia masuk kedalam dan menutup pintunya.
Dimas, Reno, Fadil dan Ariel dkk saling pandang.
"Itu beneran mau dimakan?" tanya Fadil.
"Nggaklah paling hanya bercanda aja" ucap Dimas. "Kayaknya" sambungnya.
"Akhhh hus hus" teriak dari dalam kamar.
"Megang pisaunya yang bener Ra kalau gak bener nanti mengnusuk lalu mengsakit dan mengdarah setelah itu mengmati" ucap Evan.
"Meng semua ya" ucap Andre.
"Aduh gue lupa cara mengnapas nih" ucap Drew.
"Diem gue mau nusuk dia dulu" ucap Hermione.
"Nusuknya hati-hati Ra" ucap Iliana.
Sret...
"Akhhh" teriak mereka dari dalam kamar.
"Wih beneran tuh" ucap Sani.
"Kayak bunyi gimana gitu" ucap Dani.
Andre muncul dari pintu masuk membuat mereka yang melihatnya heran, Andre langsung duduk disofa dengan nafas tak beraturan.
"Kok lo bisa disini?" tanya Ariel.
__ADS_1
"Kabur dari jendela" jawab Andre mengatur nafasnya.
"Yang terjadi didalam apa sih?" tanya Fadil penasaran.
"Masuk aja sana mereka lagi senang-senang" ucap Andre.
"Nggak deh" ucap Fadil.
Beberapa menit kemudian Hermione keluar dari kamar dengan pisau yang ada noda seperti warna merah, yang lain terbelalak melihatnya.
"Udah selesai?" tanya Andre.
"Udah" jawab Hermione melempar pisau kewastafel lalu masuk kedalam kamarnya.
"Saatnya makan" ucap Andre lalu berdiri.
"Hah lo mau makan mereka?" tanya Reno.
"Mereka mati?" tanya Dimas.
"Lo kanibal?" tanya Ariel.
"Sembarangan, gue mau makan buah naga dikamar apaan sih lebay" ucap Andre.
"Hah buah naga?" ucap mereka.
"Yaiyalah tadikan kakak gue bawa pisau buat ngupas buah naga" ucap Andre.
"Terus kenapa kalian teriak?" tanya Dani.
"Kenapa lo kabur dari sana?" tanya Sani.
"Oh tadi ada kecoa makanya kami teriak dan gue kabur" jawab Andre santai.
"Suara goresan itu?" tanya Ariel.
"Itu tadi kak Dara mau nusuk kecoanya tapi kecoanya langsung kabur makanya kedengar suara goresan lalu kami teriak karena kecoanya jalan kearah kami" jelas Andre.
"Ohhh" yang lain hanya membalas oh mendengar penjelasan Andre.
"Udahlah bye" Andre langsung pergi dari sana lalu masuk kedalam kamarnya untuk bergabung sama yang lain.
Benar saja didalam kamar sedang pesta buah naga, saat zaman mereka masih menjadi manusia belum ada buah naga, makanya mereka sangat suka memakan buah naga saat sedang menyamar menjadi manusia zaman sekarang.
"Iblis takut kecoa" batin Dimas.
"Bukan takut jijik" terdengar suara sangat keras para iblis ditelinga Dimas kecuali Hermione.
"Sama aja" batin Dimas sambil mengusap telinganya.
"Beda" suara kembali terdengar tapi sekarang lebih keras ditambah sedikit penekanan.
"Iya iya tapi jangan teriak dong" batin Dimas.
"Kenapa bang kok megang telinganya?" tanya Reno.
"Merah lagi telinganya" ucap Fadil.
"Nggak tau nih panas aja gitu" ucap Dimas asal.
"Mau beres-beres dulu" Dimas langsung pergi dari sana.
Yang lain juga ikut pergi kekamar masing-masing untuk membereskan barang-barangnya. Sarah dkk tidak membereskan barang karena barang mereka tertinggal dialam gaib.
__ADS_1
Bersambung...