RATU IBLIS

RATU IBLIS
Memperebutkan


__ADS_3

Semua petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu sudah berkumpul di aula pertemuan, dengan raut wajah tengang mereka duduk di tempat yang telah disediakan. Kali ini kandidat yang akan menjadi kepala akademi baru adalah Min Xinyi ia merupakan salah satu guru murid dalam dan Sin Bian ia merupakan dewan keamanan yang bertanggung jawab atas keamanan Akademi Kekaisaran Qiyu. Mereka berdua adalah dua kandidat yang dipilih langsung oleh panatua pertama dan panatua kedua. Sebenarnya ada beberapa pihak yang tak setuju jika mereka berdua menjadi kandidat calon kepala akademi yang baru dalam hal ini beberapa petinggi lebih memilih untuk menunggu keputusan dari Xiao Ziya karna gadis itu memiliki jabatan tertinggi diantara yang lain.


"Baiklah apakah semua pentinggi Akademi Kekaisaran Qiyu sudah hadir?." tanya Yin Feling yang melihat ke arah beberapa kursi yang masih kosong sepertinya ada perpecahan kelompok dalam pemilihan kali ini.


"Ada beberapa petinggi akademi yang memilih untuk tidak hadir karna mereka ingin menunggu keputusan dari Master Ziya." ucap Yin Siyi sebagai wakil Kepala Akademi. Wanita ini memilih untuk menjadi pihak netral, ia datang ke rapat kali ini bukan untuk memberikan dukungan pada salah satu calon Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu yang baru melainkan untuk melihat bagaimana hasil dari rapat kali ini, ia juga akan melaporkan hasil rapat pada Xiao Ziya karna gadis itu memang berhak untuk tau.


"Baiklah biarkan saja jika mereka tak ingin hadir, dalam rapat kali ini saya meminta pada kalian untuk memberikan dukungan pada salah satu calon Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu yang baru, siapapun kandidat yang mendapatkan dukungan terbanyak maka ia akan diresmikan menjadi kepala akademi esok pagi." ucap panatua pertama yang memberitaukan bagaimana sistem dalam memilih Kepala Akademi yang baru.


Sebenarnya sistem yang dipilih oleh para panatua memiliki banyak kelemahan, akan ada pro dan kontra setelah kepala akademi yang baru terpilih. Bisa saja beberapa petinggi akademi mendapatkan uang suap dari salah satu calon kepala akademi bila hal ini terjadi bisa dipastikan masa depan Akademi Kekaisaran Qiyu akan hancur.


"Baiklah silahkan berdiri di belakang calon kepala akademi yang kalian dukung." ucap panatua pertama, para petinggi akademi mulai memilih calon mana yang mereka beri dukungan.


Setelah beberapa saat berlalu para petinggi yang hadir dalam rapat tersebut sudah berdiri di belakang calon kepala akademi yang mereka dukung, lalu beberapa panatua menghitung siapa calon kepala akademi yang mendapatkan dukungan terbanyak, dan hasilnya Min Xinyilah yang mendapat dukungan paling banyak dari para petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu. Dengan begitu besok pagi akan diadakan upacara persemian kepala akademi yang baru.


Sedangkan di sisi lain saat ini Xiao Ziya, Xiao Xun, dan Ling Fuen baru saja sampak di depan gerbang masuk Istana Kekaisaran Qiyu. Para prajurit menyambut kedatangan mereka dengan baik mereka bertiga masuk kedalam istana dan pergi menuju aula utama istana Kekaisaran Qiyu.


"Salam hormat kami pada Kaisar Yan." ucap Xiao Xun dan Ling Fuen secara bersamaan.


"Salam saya pada Kaisar Yan." ucap Xiao Ziya dengan senyuman ramahnya.


Setelah itu Xiao Ziya menjelaskan maskut dari ia mengumpulkan mereka di aula Istana Kekaisaran Qiyu. Xiao Ziya meminta pada Xiao Xun untuk memilih apakah ia ingin menjadi Kaisar dari Kekaisaran Lungzo ataukah ia ingin menjadi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu. Mendapati pertanyaan seperti itu tentu Xiao Xun membutuhkan waktu untuk berfikir.


"Gege juga bisa menolak kedua pilihan itu jika memang tak berminat." ucap Xiao Ziya yang tak ingin memaksa Xiao Xun.


Xiao Xun melihat ke arah Kaisar Yan, sang kaisar yang mengetahui hal itu langsung menunjukkan senyum jahilnya pada Xiao Xun. Jika Xiao Xun memilih untuk menjadi kaisar di Kekaisaran Lugzo maka kedudukan yang ia miliki akan sama dengan kakak laki lakinya yang menyebalkan itu, permasalahannya adalah Kekaisaran Lungzo sangat jauh dari Kekaisaran Xiao sehingga akan sulit bagi Xiao Xun untuk bertemu dengan keluarganya maka menjadi Kaisar dari Kekaisaran Lungzo bukanlah pilihan yang baik, Xiao Xun tak akan membiarkan Xiao Yan mendapat kasih sayang lebih dari adik perempuannya itu. Dan jika ia memilih untuk menjadi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu maka kedudukannya akan beberapa tingkat dibawah kakak laki lakinya, hal baik yang akan Xiao Xun dapatkan ia tak akan jauh dari keluarganya, mungkin ia akan sering bertemu dengan Xiao Ziya, dan juga bisa merubah beberapa sistem akademi yang kurang efisien.


"Baiklah saya sudah memilih." ucap Xiao Xun dengan nada bicara penuh dengan keyakinan.


"Jadi apa yang kau pilih Xun gege?." tanya Xiao Ziya yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari kakak laki lakinya itu.


"Pergilah ke Kekaisaran Lungzo dan jadilah kaisar di sana." ucap Kaisar Yan dengan wajah yang sedang menahan senyum.


"Saya akan menjadi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Xiao Xun dengan tegas, ia sudah memikirkan semuanya dengan matang. Xiao Ziya sudah menebaknya ia tau bahwa kakak keduanya itu tak ingin berpisah jauh darinya dan keluarga yang lain.


"Baiklah jika begitu saya akan kembali ke akademi bersama mereka berdua." ucap Xiao Ziya yang berpamitan pada Kaisar Yan dan juga Jenderal Zue.


Mereka bertigapun pergi meninggalkan istana Kekaisaran Qiyu, saat sampai di luar ternyata hari sudah lumayan malam. Xiao Ziya mengajak Xiao Xun dan Ling Fuen untuk mampir kesebuah kedai yang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Ada yang bisa saya bantu nona Ziya?." tanya pemilik kedai itu yang langsung melayani Xiao Ziya.


"Saya ingin memesan empat porsi mie saus asam manis dan tiga minuman seger." ucap Xiao Ziya yang memesan makanan, pemilik restoran itupun pergi untuk membuatkan makanan.


"Mengapa kau memesan empat porsi mie asam manis bukankah kita hanya bertiga saja?." tanya Ling Fuen yang belum mengetahui bahwa gadis yang duduk di depannya itu selalu makan dalam porsi yang besar.


"Adik Ziya akan makan dua mangkuk mie." jawab Xiao Xun dengan singkat, ia juga tak mengerti kemana larinya semua makanan yang adiknya itu makan.

__ADS_1


"Apa kalian juga ingin makan dua porsi atau menambah menu lain? katakan saja tak perlu sungkan seperti itu." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis yang ia paksakan. Mengapa semua orang merasa keheranan ataupun terkejut jika ia makan dalam porsi banyak.


"Sudahlah adikku teman gege ini tak tau bahwa seberapa banyakpun kau makan yang bertambah tebal hanya pipimu saja." ucap Xiao Xun yang meledek adiknya itu, Xiao Ziya memasang wajah cemberut memangnya kenapa jika pipinya itu tebal ia rasa itu buka sebuah masalah.


Beberapa saat kemudian pemilik kedai datang bersama dua orang pelayan yang membawakan nampan, mereka meletakkan pesanan Xiao Ziya dengan hati hati. Setelah itu Xiao Ziya meletakkan beberapa koin emas di atas meja sebagai bayaran atas makanan yang ia pesan, pemilik kedai mengambil koin emas itu kemudian pamit untuk kembali ke tempatnya.


"Bukankah ini seperti pelayanan tamu vip?." ucap Ling Fuen yang masih melihat ke arah pemilik kedai.


"Ya beginilah jika kita makan dengan gadis terhormat." ucap Xiao Xun yang kembali meledek adik perempuannya. Namun kali ini Xiao Ziya mengacuhkan ledekan dari Xiao Xun dan memilih untuk menikmati dua mangkuk mie asam manis yang ada di hadapannya.


"Dia benar benar bisa menghabiskannya sendirian?." ucap Ling Fuen yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Karna satu mangkuk mie asam manis berisikan beraneka ragam isian yang membuat siapa saja akan kenyang walau hanya makan satu porsi. Mie asam manis yang dipesan Xiao Ziya memiliki isian yang lengkap seperti daging tumis, buncis, sawi, tahu putih, telur ayam, bawang goreng, baso ikan, dan telur ikan. Memakan isiannya saja tanpa mie orang lain pasti sudah merasa kenyang namun Xiao Ziya memerlukan dua mangkok untuk itu.


"Bukankah adikku ini memang hebat dalam segala hal termasuk makan." ucap Xiao Xun yang tak meragukan kehebatan dari adik perempuannya itu sepertinya tak ada yang tak bisa dilakukan oleh Xiao Ziya.


Setelah beberapa waktu berlalu Xiao Ziya sudah menghabiskan dua porsi mie asam manis miliknya sedangkan Xiao Xun dan Ling Fuen baru memakan setengah mangkuk mie karna mereka terlalu lama mengobrol saat makan.


"Apakah kalian masih lama?." tanya Xiao Ziya pada kedua pemuda yang ada di hadapannya itu.


Xiao Xun dan Ling Fuen langsung melihat ke arah Xiao Ziya, walaupun gadis itu makan dalam porsi yang besar bagaimana ia bisa makan dengan cepat seperti itu.


"Apa kau tak tersedak jika makan terlalu cepat seperti itu?." ucap Xiao Xun dengan mata melototnya entah mengapa adik perempuan kesayangannya bisa seperti itu.


"Karna saya merasa lapar, jadi kalian masih lama?." tanya Xiao Ziya sekali lagi yang ingin memastikan apakah Xiao Xun dan Ling Fuen masih lama atau tidak.


Setelah selesai makan mereka melanjutkan perjalanan menuju Akademi Kekaisaran Qiyu, setelah sampai di sana Xiao Ziya melihat wakil kepala akademi yang sedang menunggu seseorang.


"Akhirnya Master Ziya datang juga." ucap Yin Siyi dengan perasaan leganya karna Xiao Ziya sudah datang.


"Ada apa wakil kepala akademi mengapa kau terlihat sangat khawatir?." tanya Xiao Ziya yang merasa bingung karna ia baru saja datang dan tiba tiba wakil kepala akademi menemuinya dengan raut wajah seperti itu.


"Sore tadi para panatua mengadakan rapat yang dihadiri oleh beberapa petinggi, mereka memilih kepala akademi yang baru. Ada beberapa petinggi akademi yang memilih untuk menunggu keputusan dari anda. Saya harap anda segera menyelesaikan permasalahan ini." ucap Yin Siyi yang menceritakan sebagian kejadian yang terjadi di akademi saat Xiao Ziya pergi.


"Kumpulkan semua petinggi serta panatua. Saya akan menunggu di aula utama." ucap Xiao Ziya yang meminta wakil kepala akademi untuk meminta semua panatua dan petinggu untuk berkumpul.


"Baiklah Master Ziya." ucap wakil kepala akademi yang langsung melesat pergi.


"Sepertinya akan ada perselisihan dalam pencalonan kepala akademi yang baru." ucap Xiao Xun yang merasa tak enak, mungkin lebih baik ia tak memilih apapun agar tak merepotkan adik perempuannya.


"Fuen gege saya harap kau mengerti dalam rapat ini kau tak bisa ikut." ucap Xiao Ziya yang melarang Ling Fuen untuk ikut karna ini rapat yang hanya dihadiri oleh orang orang penting dari Akademi Kekaisaran Qiyu saja.


"Saya mengerti adik Ziya, saya akan kembali ke asrama. Trimakasih atas traktirannya." ucap Ling Fuen yang langsung pergi menuju asrama murid laki laki, pemuda itu juga mengerti bahwa masalah ini jangan sampai bocor ke murid lain.


"Maaf karna gege telah merepotkanmu, jika saja gege tak memilih apapun maka masalah ini tak akan terjadi." ucap Xiao Xun yang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ini bukan salah gege, mari kita selesaikan masalah ini bersama sama. Dan saya yakin gege bisa menjadi kepala akademi yang baik dan bijaksana." ucap Xiao Ziya yang memberikan semangat pada kakak laki lakinya itu. Xiao Xun adalah kandidat yang baik untuk dijadikan sebagai kepala akademi, daripada Xiao Ziya harus memberikan posisi ini pada orang lain yang berkemungkinan besar akan berhianat lagi.


"Baiklah saya tak akan mengecewakan adik Ziya." ucap Xiao Xun.


Mereka berdua berjalan menuju aula utama Akademi Kekaisaran Qiyu, saat sampai di sana sudah ada beberapa petinggi yang datang mereka adalah para petinggi yang lebih memilih untuk menunggu keputusan dari Xiao Ziya.


"Dimana para panatua dan petinggi yang lain." ucap Xiao Ziya dengan sorot mata tajamnya. Sebagai Master dari Akademi Kekaisara Qiyu gadis itu memiliki otoritas tertinggi diatas para panatua sehingga hal hal seperti ini sebaiknya diputuskan langsung oleh Xiao Ziya.


"Maaf master para panatua dan petinggi akademi yang lain menolak untuk hadir." ucap wakil kepala akademi dengan raut wajah murungnya. Ia gagal meyakinkan mereka untuk datang dalam rapat kali ini.


"Apakah sebuah kesalahan jika saya memaksa mereka untuk hadir?." tanya Xiao Ziya yang akan melakukan sebuah cara agar para panatua dan petinggi akademi yang lain hadir dalam rapat kali ini.


"Anda adalah master kami apapun yang anda lakukan adalah benar." ucap semua petinggi yang menjawab pertanyaan dari Xiao Ziya.


Xiao Ziya memejamkan matanya kemudian menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya perlahan, tiba tiba saja banyak sulur yang tumbuh di lantai aula utama Akademi Kekaisaran Qiyu. Sulur sulur itu tumbuh dan merambat dengan cepat hingga ke luar aula ternyata sulur itu pergi ketempat para panatua dan petinggi akademi yang tak hadir dalam rapat. Sulur sulur itu mengikat badan mereka dengan cukup kuat kemudian menyusut dan kembali menju aula utama akademi kekaisaran.


Setelah semua orang berkumpul di sana Xiao Ziya membuat dinding pembatas agar tak ada yang tiba tiba pergi saat rapat masih berlangsung. Xiao Ziya melepaskan ikatan sulur sulur itu dan menyeringai ke arah para panatua yang sedang merasa kesal.


"Mengapa anda melakukan hal ini Master Ziya?." tanya panatua pertama yang tak suka dengan cara Xiao Ziya memaksa mereka untuk datang.


"Ini adalah sebuah pemaksaan, kami memang tak ingin hadir dalam rapat ini." ucap Panatua kedua dengan wajah marahnya karna ia sedang makan saat dibawa paksa menuju aula utama akademi.


"Mengapa gadis kasar sepertimu bisa menjadi master di akademi ini." ucap salah satu petinggi Akademi Kekaisaran Qiyu yang ingin sekali menurunkan Xiao Ziya dari jabatannya.


"Jawabannnya sangat mudah mengapa diantara kalian tak ada yang mampu menyaingi kekuatanku?." jawab Xiao Ziya dengan wajah meledek, Xiao Xun sebisa mungkin menahan tawanya karna dalam kondisi seperti itu tak mungkin ia sembarangan tertawa.


"Mana calon kepala akademi baru yang kalian pilih?." tanya Xiao Ziya pada para panatua dan petinggi akademi yang tak ada di pihaknya.


Mereka semua menunjuk ke arah Min Xinyi yang ada di belakang para panatua, Xiao Ziya meminta pada pria itu untuk maju kedepan. Dengan ragu ragu Min Xinyi maju dan berdiri di hadapan Xiao Ziya, meski ia adalaj seorang guru murid dalam namun jumlah energi Qi yang ada di dalam tubuhnya tak lebih dari setengah milik Xiao Xun.


"Pria ini tak layak mendapatkan posisi sebagai kepala akademi." ucap Xiao Ziya dengan nada datar dan tanpa ekspresi apapun.


"Apa maksutmu, apakah kau memiliki calon yang lebih baik daripada pilihan kami?." tanya panatua pertama yang yakin bahwa saat ini Xiao Ziya belum memiliki calon untuk dijadikan kepala akademi yang baru.


Tiba tiba saja Xiao Xun yang tadinya ada di sampinh Xiao Ziya langsung maju kedepan dan menatap tajam ke arah Min Xinyi lalu pemuda itu mengatakan bahwa ia adalah calon kepala akademi yang dipilih lngsung oleh Xiao Ziya. Semua yang ada di sana menatap Xiao Xun dengan ekspresi terkejut mereka.


"Bukankah ia salah satu murid yang akan lulus tahun ini?." ucap salah satu petinggi akademi.


"Namun ia gagal menjalankan misinya itu." jawab petinggi akademi yang lain.


"Jika kalian diberikan misi yang sama apa kalian yakin dapat menyelesaikannya? jika tida untuk apa posisi petinggi akademi yang kalian miliki itu." ucap Xiao Ziya yang langsung membalas perkataan orang orang menyebalkan.


"Saya tidak setuju dengan pilihan anda." ucap panatua pertama yang keberatan dengan pilihan Xiao Ziya.


"Bagaimana jika Xiao Xun bertarung melawan Min Xinyi, siapapun yang menang maka ia akan menjadi kepala akademi. Dan para pendukung bisa memberikan suport berupa senjata, pil, ataupun energi qi saat pertandingan berlangsung." ucap Xiao Ziya dengan senyuman menawannya. Para panatua pada petinggi yang lain menyetujui hal itu namun mereka memiliki satu syarat yaitu yang menjadi suport Xiao Xun hanya Xiao Ziya aja tak ada pihak lain yang boleh ikut campur dan Xiao Ziya menyetujui syarat itu.

__ADS_1


Hai hai semua jangan lupa follow buat yang belum, vote, gift, like, komen, share.


__ADS_2