RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kembali Ke Wilayah Kekaisaran Qiyu


__ADS_3

Raja Yuan Zie menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan bingung, jadi penduduk desa yang dimaksud oleh Kaisar Yuzang Yanglang adalah Nona Xiao Ziya? gadis itu bahkan menguasai hampir seluruh wilayah Dunia Bawah. Xiao Ziya tersenyum lebar ke arah Raja Yuan Zie seperti ia tak melakukan kesalahan apapun, lagipula wilayah yang ditempati Klan Yuzang adalah miliknya.


"Apakah Yang Mulia Raja Yuan Zie akan memberikan hukuman pada saya? apa yang dikatakan Kaisar Yuzang Yanglang memang benar adanya, saya telah memukul salah seorang pangeran dengan kencang dan saya rasa itu belum cukup. Jika saat ini saya sedang tidak berada di wilayah Kerajaan Daun Perak kemungkinan besar ketiga orang itu akan kehilangan anggota tubuh mereka." ucap Xiao Ziya dengan tatapan sinis yang ia berikan pada Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya.


"Sungguh tidak sopan! jaga ucapan Anda, saat ini Nona sedang berada di Istana Kerajaan Daun Perak dan orang yang sedang Anda ajak bicara itu sang raja." tegur Kaisar Yuzang Yanglang pada Xiao Ziya.


"Ya saya bukan gadis bodoh yang tidak mengetahui hal itu, tanyakan sendiri pada Raja Yuan Zie siapa saya ini dan apakah saya berhak berkata demikian padanya." jawab Xiao Ziya.


Xiao Ziya menarik pelan tangan Nyonya Mo Anhi, gadis itu ingin beristirahat setelah melakukan tugas yang melelahkan, ia tak perlu menanggapi teriakan dari kedua pangeran yang sedang mengumpat padanya. Setelah kepergian Xiao Ziya kini Raja Yuan Zie menatap ke arah Kaisar Yuzang Yanglang dengan tatapan serius, masalah yang dibuat oleh kaisar baru itu sangatlah besar. Ia telah mengusik Xiao Ziya, orang yang memiliki kekuasaan penuh atas wilayah Kekaisaran Binzo dan gadis itu dapat merebutnya kapanpun juga.


"Siapa gadis itu sebenarnya, mengapa ia lebih angkuh daripada anak anak bangsawan ataupun ketua klan yang pernah saya temui sebelumnya." gerutu Pangeran Yuzang Xin. Ia sangat tidak menyukai sikap sombong yang dimiliki oleh gadis yang baru ia temui.


"Sebaiknya Raja Yuan Zie memberikan hukuman pada gadis itu agar ia bisa bersikap lebih sopan kedepannya, Anda adalah pemilik wilayah kerajaan ini." saran Kaisar Yuzang Yanglang pada sang raja.


"Saya memberikan hukuman padanya? saya rasa itu hal yang mustahil untuk dilakukan." ucap Raja Yuan Zie sembari menghela nafas berat.


"Mengapa Anda berkata demikian! Kerajaan Daun Perak berada di bawah kekuasaan Anda." ucap Pangeran Yuzang Zuno yang sedang protes pada Raja Yuan Zie.


"Sebelum membuat masalah dengannya, mengapa kalian tidak mencari tau terlebih dahulu identitas gadis itu. Maaf sepertinya kali ini saya tidak bisa membantu kalian, gadis itu adalah Xiao Ziya." ucap Raja Yuan Zie. Sang raja merasa kasihan dengan nasib Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya.


"Xiao Ziya? maksudnya Anda gadis itu adalah Nona Muda Xiao Ziya pemilik sebagian wilayah yang ada di Dunia Bawah?!. Jangan bercanda, bukankah saat ini Nona Ziya sedang berada di Lapisan Dunia Manusia Abadi." bantah Kaisar Yuzang Yanglang yang tak percaya dengan perkataan Raja Yuan Zie.


"Saya sedang tidak bercanda, gadis itu benar benar Nona Muda Xiao Ziya." jawab Raja Yuan Zie.


Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya terdiam untuk beberapa saat, sepertinya mereka bertiga berusaha untuk mencerna perkataan Raja Yuan Zie. Jika di fikir secara baik baik kemungkinan besar gadis itu adalah Nona Xiao Ziya karna ia berhasil membuat ramuan penawar untuk wabah yang telah meresahkan penduduk Dunia Bawah. Selama berbulan bulan para tabib dan alkemis berusaha untuk membuat obat ataupun penawar untuk wabah itu namun tidak ada yang berhasil. Kini Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya sedang kebingungan cara meminta maaf pada Nona Xiao Ziya.


"Apa yang harus kami lakukan? sepertinya Nona Xiao Ziya benar benar marah." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang meminta saran pada Raja Yuan Zie agar ia dan kedua putranya dimaafkan oleh Xiao Ziya.


"Untuk masalah ini saya sama sekali tidak bisa membantu kalian, Nona Xiao Ziya sangat tidak suka saat ketenangan di usik namun kalian bertiga malah mengganggunya." jawab Raja Yuan Zie. Pria itu tidak ingin berurusan lagi dengan Xiao Ziya karna ada konsekuensi besar yang harus diterima.


"Saya mohon bantuannya Yang Mulia Raja Yuan Zie, saya lihat Anda cukup dekat dengan Nona Muda." ucap Kaisar Yuzang Yanglang yang sedang memohon.


"Kalian pikirkan saja sendiri bagaimana cara meminta maaf pada Nona Xiao Ziya." ucap Raja Yuan Zie yang langsung pergi menuju ruangannya untuk menyelesaikan beberapa tugas yang terbengkalai selama ia sakit.


Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya saling berpandangan satu sama lain, mereka benar benar kebingungan saat ini. Kaisar Yuzang Yanglang memiliki rencana setelah Nona Muda Xiao Ziya kembali ke Dunia Bawah ia akan meminta izin untuk memimpin wilayah Kekaisaran Binzo namun semuanya menjadi kacau seperti ini. Xiao Ziya adalah orang yang berhasil meruntuhkan kepemimpinan sebelumnya dari wilayah Kekaisaran Binzo karna itulah Xiao Ziya yang memegang penuh kekuasaan wilayah tersebut meski dibiarkan begitu saja.

__ADS_1


Kaisar Yuzang Yanglang mengepalkan tangannya, ia memukul tembok Istana Kerajaan Daun Perak dengan cukup kencang hingga menimbulkan lubang yang cukup besar di sana.


"Merusak properti milik orang lain adalah sebuah pelanggaran, selain itu Anda mengganggu saya yang sedang beristirahat." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba muncul dari belakang Kaisar Yuzang Yanglang, sang kaisar yang terkejut langsung mundur beberapa langkah dan mengambil jarak aman dari Xiao Ziya.


"Salam hormat saya pada Nona Muda Xiao Ziya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang sembari membungkukkan badannya dihadapan gadis itu, beberapa saat kemudian kedua pangeran mengikuti apa yang dilakukan ayah mereka.


Xiao Ziya tersenyum miring saat melihat perubahan sikap ketiga orang itu saat mengetahui identitasnya, sebelumnya mereka bertiga bersikap sangat kasar namun sekarang sang kaisar rela membungkukkan badan.


"Bangunlah, saya tidak bersedia menerima salam dari kalian bertiga." ucap Xiao Ziya sembari mennyilangkan tangannya di dada kemudian menatap tajam ke arah Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya.


Kaki sang kaisar terasa sangat lemas saat ditatap seperti itu oleh Xiao Ziya, tubuhnya gemetaran tanpa alasan yang jelas.


"Pergilah dan bersiap siap pergi dari wilayah Kekaisaran Binzo, setelah ini saya akan datang ke sana dan mengambil semua yang seharusnya menjadi milik saya." ucap Xiao Ziya, ia menyuruh Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua pangeran untuk bergegas pergi dari wilayah Kerajaan Daun Perak agar bersiap untuk meninggalkan Kekaisaran Binzo.


"Tolong ampuni kesalahan yang telah kami bertiga lakukan. Saya benar benar tidak mengetahui identitas Anda sebelumnya." ucap Kaisar Yuzang Yanglang dengan mata berkaca-kaca.


"Anda fikir saya peduli? hingga saat ini Kekaisaran Binzo masihlah milik saya dan kalian tidak memiliki hak untuk menempatinya. Pergilah!!." bentak Xiao Ziya menggunakan sebagian energi qi miliknya hingga Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya itu terpental sangat jauh hingga keluar dari pintu utama Istana Kerajaan Daun Perak.


"Prajurit seret ketiga orang itu, saya tidak ingin melihat wajah mereka di sekitar wilayah Kerajaan Daun Perak." perintah Xiao Ziya dengan tegas pada para prajurit yang sedang berjaga di pintu masuk utama.


Kaisar Yuzang Yanglang merasa dipermalukan oleh Xiao Ziya, ia mengucapkan beberapa sumpah serapah pada gadis itu namun Xiao Ziya tidak peduli. Saat ini Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya sudah berada di luar gerbang Istana Kerajaan Daun Perak.


"Lihat saja nanti, saya akan membalas dendam karna Anda telah mempermalukan saya dihadapan banyak orang." triak Kaisar Yuzang Yanglang dengan suara yang cukup kencang. Para penduduk yang tinggal di sekitar istana kerajaan langsung mengintip dari jendela rumah mereka masing masing.


"Argh gadis sialan, lihat saja bagaimana Klan Yuzang akan membalas perbuatan mu ini." triak Pangeran Yuzang Lui dengan tatapan penuh kebencian.


Kaisar Yuzang Yanglang dan kedua putranya berjalan menjauh dari Istana Kerajaan Daun Perak, untuk sementara mereka akan kembali ke Kekaisaran Binzo dan memikirkannya cara agar wilayah itu bisa menjadi milik mereka sepenuhnya. Setelah selesai mengusir ketiga orang pengganggu itu Xiao Ziya langsung pergi menuju ruang kerja Raja Yuan Zie, gadis itu harus pamit untuk kembali ke wilayah Kekaisaran Qiyu karna saat ini kemungkinan besar anggota Klan Xiao dan Kaisar Zue sedang menunggu kepulangannya.


Tok tok tok...


Suara pintu ruang kerja Raja Yuan Zie yang diketuk oleh Xiao Ziya, setelah beberapa menit menunggu akhirnya gadis itu mendapatkan izin untuk masuk ke dalam. Raja Yuan Zie langsung berdiri dari kursi kerjanya saat mengetahui yang datang adalah Xiao Ziya.


"Maaf membuat Anda harus menunggu lama di luar, saya harus menyelesaikan beberapa dokumen yang akan di kirim beberapa hari lagi." ucap Raja Yuan Zie, ia meminta maaf dengan tulus pada Xiao Ziya atas kesalahan yang telah dibuat.


"Tidak apa apa saya hanya menunggu sebentar di luar jadi bukan masalah besar, sepertinya saya harus pergi sekarang karna Kaisar Zue sudah menunggu kepulangan saya." ucap Xiao Ziya tanpa basa basi terlebih dahulu.

__ADS_1


"Nona Ziya ingin pergi? saya bahkan belum menjamu Anda dengan baik di sini." ucap Raja Yuan Zie yang merasa tak enak hati jika harus membiarkan Xiao Ziya pergi begitu saja sebelum dijamu dengan baik.


"Sepertinya untuk saat ini saya tidak bisa menunggu hingga Anda mempersiapkan jamuan makan malam, nanti jika masalah wabah ini sudah selesai saya akan kembali lagi." jawab Xiao Ziya dengan senyuman tipis.


"Hah... Sepertinya saya tidak bisa menahan Anda untuk tetap berada di sini. Saya harap masalah wabah mengerikan ini segera berakhir, Nona Ziya juga harus berhati hati karna hingga saat ini tidak ada yang tau dalang di balik kejadian ini." ucap Raja Yuan Zie dengan ekspresi khawatir. Bagaimana jika orang itu memiliki dendam pada Xiao Ziya hingga nekat menyebarkan wabah mengerikan untuk menarik perhatian Xiao Ziya dan membuatnya segera kembali dari Dunia Manusia Abadi.


"Saya akan berhati hati, jaga diri Anda dengan baik dan jangan melakukan tindakan ceroboh lagi. Karna saat ini Nyonya Mo Anhi sedang tidur saya titip pesan untuknya." ucap Xiao Ziya. Gadis itu keluar dari ruang kerja Raja Yuan Zie dan langsung melesat pergi dari sana.


Di sisi lain saat ini suasana di Klan Xiao sangat sunyi karna hampir semua orang sedang beristirahat di paviliun mereka masing masing. Xiao Cunyu dan Xiao Yuza sedang berada di paviliun milik Xiao Yan, keduanya sedang membahas perubahan sikap dari pemimpin klan. Xiao Cunyu khawatir jika saat ini pemimpi Klan Xiao memiliki rencana buruk untuk menyingkirkan putrinya, entah mengapa banyak sekali orang yang mengalami perubahan kepribadian hanya karna sebuah kekuasaan semata.


"Untuk saat ini sebaiknya kita mengawasi pergerakan Xiao Ciyun secara diam diam. Sebagai seorang paman saya juga khawatir dengan keselamatan Xiao Ziya, saya juga tidak ingin munafik di sini. Jika sesuatu terjadi pada Xiao Ziya siapa yang akan menyusul putri saya untuk pulang dari Lapisan Dunia Semesta Tingkat Rendah." ucap Xiao Yuza yang sedang mengutarakan pendapatnya mengenai masalah kali ini.


"Anda benar, jika sesuatu terjadi pada putri saya maka beberapa generasi muda dari Klan Xiao yang saat ini sedang mengembangkan diri di Dunia Semesta Tingkat Rendah tidak akan bisa kembali." ucap Xiao Cunyu yang membernarkan perkataan Xiao Yuza.


"Karna itu saya akan membantu Anda untuk menjaga Xiao Ziya selama berada di dalam klan, namun saya menyarankan agar gadis itu tinggal di Istana Kekaisaran Qiyu untuk sementara waktu." ucap Xiao Yuza dengan tatapan serius.


"Kapan gadis itu akan kembali? saya sangat mencemaskan keadaannya saat ini. Ia baru saja sembuh dan bersikeras membantu para penduduk." ucap Xiao Cunyu dengan sorot mata khawatir.


"Xiao Ziya akan baik baik saja." jawab Xiao Cunyu yang sedang berusaha menenangkan hati saudaranya itu.


Saat Xiao Cunyu dan Xiao Yuza sedang sibuk memikirkan bagaimana cara melindungi Xiao Ziya dari pemimpin klan, saat ini sang pemimpi Klan Xiao sedang berada di dalam kamarnya. Xiao Ciyun sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang sembari menatap ke langit langit kamar, seketika muncul bayangan Xiao Ziya yang membuatnya kesal. Di dalam hati Xiao Ciyun ia tak ingin Klan Xiao diambil alih oleh Ziya karna ia sudah sangat nyaman dengan posisi pemimpin klan, namun apa yang harus ia lakukan jika hal itu benar benar terjadi nantinya?.


"Setelah kembali gadis itu membuat ku tidak bisa tidur dengan tenang." gumam Xiao Ciyun dengan ekspresi yang sulit untuk diartikan.


"Haruskah saya menyingkirkan nya dari dunia ini? tapi bagaimana caranya?. Hingga saat ini belum ada seorang pun yang mampu menandingi gadis itu." gerutu Xiao Ciyun dengan aura membunuh yang perlahan meluap dari tubuhnya.


Xiao Ciyun merasa tak mungkin untuk menyingkirkan Xiao Ziya, mungkin ia bisa melakukan cara lain untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin Klan Xiao. Karna terlalu lelah berfikir tanpa sadar Xiao Ciyun mulai memejamkan mata dan terlelap dalam tidurnya.


Di sisi lain saat ini Xiao Ziya sedang berada di depan gerbang perbatasan Kekaisaran Qiyu, beberapa prajurit penjaga wilayah perbatasan menatap sebentar ke arah gadis itu kemudian membungkukkan badan mereka.


"Buka gerbangnya Nona Muda Xiao Ziya akan masuk ke dalam!." triak salah seorang prajurit penjaga perbatasan dengan suara lantang. Beberapa saat setelahnya gerbang perbatasan terbuka dengan lebar.


"Terimakasih semuanya, saya masuk terlebih dahulu." ucap Xiao Ziya, gadis itu melesat dengan kecepatan penuh. Dalam sekejap mata Xiao Ziya sudah menghilang dari pandangan para prajurit penjaga wilayah perbatasan.


"Kecepatan Nona Muda sudah lebih dari satu kedipan mata, untunglah kita tidak tertabrak saat ia sedang melesat dengan kecepatan tinggi jika tidak kita akan melayang ke atas langit." ucap salah seorang prajurit yang kagum dengan kecepatan milik Xiao Ziya yang sudah di luar nalar manusia.

__ADS_1


Hai semua author balik lagi setelah Hiatus, author ga tau kenapa bisa update normal kayak dulu lagi. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun makasih banget, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.


__ADS_2