
"Andre" panggil Hermione yang sudah ada disana bersama guru. Siswa/siswi langsung fokus melihat Hermione dari atas kebawah tanpa berkedip. Andre dan 3 cowok itu berhenti.
Andre langsung mendekati Hermione, Hermione meninju perut Andre saat dia sudah dihapadannya.
"Punya otak gak lo hah? Pas SMP kelahi sama Fadil sekarang kelahi lagi sama kakak kelas, dan kelahinya pada saat lo masih jadi murid baru bego" ucap Hermione.
"Otak ya, ntar gue cek ada gak gue otak kayaknya sih gak ada" ucap Andre.
"Eh tunggu dulu kok lo bisa ada disini sama guru lagi datangnya?" tanya Andre.
"Gue ditelepon sama Reno, ngapa gak suka?" ucap Hermione.
"Wah sialan lo" ucap Andre kepada Reno yang menonton.
"Santai bos" ucap Reno.
"Jangan sekali ninjunya kak berkali-kali gitu biar seru" ucap Fadil.
"Dia gak bakal mau mukul gue berkali-kali karena dia sayang sama gue abis ini juga gue diobatin sama dia" ucap Andre sombong.
"Diam aja deh pasti kalah gue" ucap Fadil.
"Pak hukum aja Andre" ucap Hermione.
"Eh eh eh jangan dong" ucap Andre.
"Mereka duluan yang bikin masalah masa gue yang dihukum, lo tega sama gue" ucap Andre.
"Mau guru yang ngehukum lo atau gue?" pertanyaan Hermione membuat Andre berfikir.
"Gak usah main sama gue 1 bulan" bisik Hermione tepat ditelinga Andre
"Guru aja, pak kasih hukuman buruan" ucap Andre cepat.
"Kalian berempat keliling lapangan 10 kali" ucap gurunya.
"20 kali mulai dari sekarang" ucap Hermione.
"Laksanakan komandan" Andre memberi hormat lalu lari pergi keluar kelas menuju lapangan.
Reno dan Fadil saling pandang, siswa/siswi penasaran ada hubungan apa Hermione dan Andre sampai-sampai Andre mau dihukum.
"Kalian dengar tidak disuruh apa?" tanya guru.
"Eh i iya pak" ucap salah satu cowoknya, ketiga cowok tersebut pergi menuju lapangan.
Hermione keluar kelas diikuti Reno dan Fadil yang menyusul dibelakangnya.
"Siapanya Andre ya?"
"Pacar kali"
"Pacar panggil lo gue gak salah tuh"
"Aaa terserah mau status mereka apa"
Hermione duduk dikursi yang ada ditepi lapangan dia mengawasi Andre yang sedang berlari mengelilingi lapangan, tujuan sebenarnya Hermione adalah ingin merasakan aura para siswa/siswi disekolah itu dan menguji mereka makanya dia berpakaian seperti itu.
"Andre jadi penurut ya" ucap Fadil melihat Andre berlari bersama 3 cowok.
"Biasanya keras kepala disuruh apa-apa gak mau" ucap Reno.
"Miripkan sifatnya" ucap Hermione sambil menghirup vapenya.
"Mirip sama siapa kak?" tanya Reno, Hermione menunjuk Reno dengan ekspresi datar.
"Lah kok aku" ucap Reno.
"Memang, gak inget pas sakit" ucap Hermione matanya fokus kearah lapangan, mulutnya terus mengeluarkan asap.
"Itukan pas lagi sakit beda lagi kalau gak sakit" ucap Reno.
"Pembohongan publik lo, semua orang udah tau kali kalau lo itu keras kepala" ucap Fadil.
"Lo juga sama kali" ucap Reno.
"Hah hah hah" Andre langsung berbaring dengan kepala disimpan dipaha Hermione.
"Capek?" tanya Hermione menghembuskan asapnya kewajah Andre.
"Capeklah lo gila ya disuruh guru 10 malah jadi 20" ucap Andre.
"Anggap aja hadiah dari gue" ucap Hermione.
__ADS_1
"Hadiahnya gak gitu juga Munaroh" ucap Andre.
"Mau naruh apa Dre?" tanya Fadil.
"Bukan gitu konsepnya Fadil" ucap Andre.
"Kirain" ucap Fadil.
"Ni minum dulu" ucap Hermione memberikan 1 air mineral yang sudah disiapkan.
"Makasih" ucap Andre langsung duduk dan mengambil minumnya.
"Woi udah lebih berhenti" ucap Hermione.
"Baru hah 12" ucap salah satu cowoknya.
"Kan disuruh 10" ucap Hermione.
"Lah tadikan katanya 20" ucap salah satunya.
"Itu untuk Andre" ucap Hermione.
"Jadi cuman gue yang 20 mereka 10 wah gak adil lo" ucap Andre.
Hermione melempar 3 botol air mineral kepada 3 cowok itu yang sudah dekat dengannya. 3 cowok itu dengan sigap menangkapnya.
"Makasih" ucap mereka bertiga. Nama ketiga cowoknya adalah Ariel, Dani, dan Sani. Dani dan Sani adalah saudara kembar.
"Hmm" jawab Hermione.
Buka topeng lo supaya sifat lo yang asli keliatan dasar anj1ng...
Tiba-tiba ada yang menelpon Hermione, dia melihat lalu mengangkatnya.
"Halo" ucap Hermione.
"Halo gimana hari ini jadi gak?" tanya Aroon.
"Hmm jadi" jawab Hermione.
"Aku jemput" ucap Aroon.
"Eh jangan jemput aku bisa sendiri kita ketemu ditempatnya langsung aja" ucap Hermione.
"Yaudah, jam berapa?" tanya Aroon.
"Oh iya yah lupa, sampai bertemu nanti malam" ucap Aroon mematikan telponnya. Hermione menyimpan ponselnya Andre hanya melirik Hermione.
"Andre nih aku bawain minum pasti kamu haus" ucap cewek yang datang menyodorkan minum kepada Andre, dia adalah cewek incaran satu sekolah karena cantik menurut mereka.
"Gue udah punya gak perlu" ucap Andre cuek.
"Mending buat gue aja kak" Fadil merebut minumannya.
"Itukan buat Andre" ucap ceweknya yang bernama Sarah.
"Dia gak mau" ucap Fadil santai.
Kau manusia munafik lebih baik kau mati ditanganku...
Hermione mengambil ponselnya lagi dan melihat siapa yang menelpon, dia lalu berdiri dan menjauh dari mereka.
"Halo Mas kenapa?" tanya Hermione setelah telponnya terhubung.
"Apa kamu bisa mengurus restoran yang ada dikota a?" ucap Dimas. Kota a adalah kota yang ditinggali Bram.
"Emang ada masalah apa?" tanya Hermione.
"Ada yang mengobrak abrik restoran kata manajer restoran disana" jawab Dimas.
"Ok aku akan mengurusnya dan mencari orang yang berani mengacaukan restoranmu" ucap Hermione.
"Terima kasih Hera maaf merepotkanmu" ucap Dimas.
"Tak merepotkan" ucap Hermione.
"Yaudah aku matiin dulu ya Sasa datang" ucap Dimas.
"Iya" ucap Hermione, Hermione lalu berjalan kearah yang lain sebelum itu dia simpan dulu ponselnya.
"Siapa sampai menjauh gitu gak kayak tadi?" tanya Andre datar, Hermione duduk kembali, menghisap vapenya dan menghembuskannya lalu melihat kearah Andre.
"Kepo" jawab Hermione membuka topi dari kepala Andre.
"Iss suka bener buka topi gue buka celana gue gak pernah tuh, harus gue duluan yang mulai ngebuka, hmm emang anying lo" Andre membenarkan topinya lagi.
__ADS_1
"B4ngsat kau" ucap Hermione.
"Dia siapa kamu?" tanya Sarah.
"Kenalin dia Dara, calon gue" jawab Andre, Reno dan Fadil langsung melihat kearah Andre, Andre mengode sama supaya diam dan mereka menurut.
"Calon apa?" tanya Sarah.
"Dia udah sebut calon kak masa gak tau" ucap Fadil.
"Tuh liat dijari manis mereka ada apa" ucap Reno. Sarah, Ariel, Dani dan Sani refleks melihat kearah jari Hermione dan Andre. Dijari manis mereka ada cincin yang model dan bentuknya sama, sebenarnya itu cincin tanda mereka adalah kakak dan adik saja tapi suka dikira itu cincin tunangan bahkan cincin nikah.
"Kalian" ucap Sarah menunjuk Hermione dan Andre. "Tunangan" Sarah melanjutkan perkataannya.
"Mungkin" ucap Andre.
"Gue pergi dulu ya, lo sekolah yang bener" ucap Hermione menunjuk Andre.
"Lo aja bolos masa gue disuruh sekolah memang gak ada akhlak lo" ucap Andre.
"Suka-suka gue dong ngapa lo yang ribet" ucap Hermione.
"Sialan lo" ucap Andre.
"Lo berdua juga sekolah yang bener, kalau bikin masalah gue buang kejurang kalian" ucap Hermione menunjuk Reno dan Fadil.
"Jangan dong kak nanti bang Dimas sedih karena adiknya dibuang kejurang" ucap Reno.
"Kalau sama kakak terserah aku ikut aja yang penting kakak bahagia karena bahagia kakak bahagia aku juga" ucap Fadil.
"Bisa aja ni orang" ucap Hermione.
"Gue cabut sekarang ya" ucap Hermione langsung berdiri.
"Mau kemana sih?" tanya Andre.
"Mau nyari sugar daddy" ucap Hermione mengedipkan matanya ke Andre.
"Nanti istri sugar daddy lo buat gue, jangan lupa kirim nomornya sayang" ucap Andre.
"Siap, nomor anaknya juga bakal gue kasih" ucap Hermione.
"Lo tinggal pilih mau istri sugar daddy gue yang mana" ucap Hermione.
"Lo aja banyak masa gue cuman satu, jadi karena gue gak mau serakah semuanya aja" ucap Andre.
"Itu serakah namanya bego" ucap Fadil menjitak kepala Andre.
"Jangan lupa aku juga nitip, kalau bisa tantenya punya anak 6 ya cewek semua jadi 1 tente-tante 6 gadis remaja. Pas tuh 7 hari jadi setiap hari ganti" ucap Fadil.
"Cakep aku juga nitip kak, kalau aku 14 supaya 1 hari ada 2 orang yang main sama aku" ucap Reno.
"Anj1ng lo bertiga, nitip sama gue banyak banget" ucap Hermione lalu berjalan pergi.
"Nanti gue kirim orangnya kerumah kalian" ucap Hermione tanpa melihat kebelakang dia masih berjalan menjauh dari mereka semua.
"Siap kalau bisa sama kamu juga ya" ucap Andre, Reno dan Fadil bersamaan. Hermione mengacungkan jempol saja.
"Eh dia punya gue ya" ucap Andre.
"Bagilah" ucap Fadil.
"Sebelum bendera kuning ada didepan rumah masih bisa ditikung" ucap Reno.
"Mati dong kalau bendera kuning" ucap Fadil.
"Memang, kalau udah mati gimana mau ngerebutnya coba, kalau cuman nikahkan masih bisa cerai" ucap Reno.
"Ohh iya bener" ucap Fadil.
"Gue potong tuh yang ada didalam celana kalian supaya gak bisa bikin anak" ucap Andre lalu pergi.
"Jangan dong, gak mungkin gue sunat 2 kali" ucap Fadil menyusul.
"Gue juga mau keturunan kali masa main potong" ucap Reno ikut menyusul.
Sarah kesal karena mengetahui Andre sudah memiliki pasangan. Dia pergi dari sana sambil cemberut. Ariel, Dani dan Sani pergi dari lapangan.
"Baru kali ini gue dicuekin cewek" batin Ariel.
"Cantik dan sexy, tubuhnya lebih bagus dari pada cewek-cewek yang pernah gue tiduri" batin Ariel.
"Menarik kalau sampai ketemu lagi gue akan bikin dia jadi milik gue" batin Ariel.
"Namanya siapa tadi emm Dara" batin Ariel.
__ADS_1
Bersambung...