
Mungkin bagi mereka tindakan yang dilakukan Xiao Ziya benar benar ceroboh karna hal itu bisa memicu kemarahan pihak kekaisaran lebih awal, namun jika Xiao Ziya membiarkan pangeran kedua hidup bukankah nyawanya akan terancam dan besar kemungkinan pangeran kedua sudah mendapatkan informasi tentang penyerangan yang akan dilakukan oleh Klan Xiao.
"Sudahlah jangan meributkannya lagi, yang penting adikku baik baik saja. Biarkan dia tidur dengan nyaman." ucap Pangeran Kegelapan sambil melirik ke arah Xiao Ziya sejenak.
Akhirnya beberapa waktupun berlalu matahari sudah tepat di atas kepala. Xiao Ziya juga baru selesai membersihkan diri, kali ini dia harus pergi ke aula utama Klan Xiao lagi karna para sekutu yang setuju dengan rencananya sudah berkumpul di aula.
"Adikku cepatlah sedikit jangan biarkan mereka menunggu lama." ucap Xiao Xun yang sedari tadi menunggu Xiao Ziya diluar kamarnya.
"Aku sudah selesai." ucap Xiao Ziya yang baru saja keluar dari kamar.
Sedangkan saat ini kondisi aula utama Klan Xiao masih sangat kondusif, para tamu yang datang masih sabar menunggu kedatangan Xiao Ziya. Tak lama kemudian terdengar suara langkah, mungkin itu Xiao Ziya dan kakaknya.
"Salam semua maaf telah membuat kalian menunggu lama." ucap Xiao Ziya yang baru saja datang.
"Tak apa apa nona Ziya, kami sangat senang bisa bertemu dengan anda." ucap Ling Anhi yang merupakan Pemimpin Klan Ling. Saat Xiao Ziya mengedarkan matanya kesekeliling ia menyadari bahwa yang datang ke klannya adalah para pemimpin klan.
"Baiklah karna kalian semua sudah berkumpul aku tak akan menunda nunda lagi, pertama aku ucapkan trimakasih karna telah setuju menjadi sekutu Klan Xiao, saat penyerangan nanti kalian bisa membawa sebagian murid dari masing masing Klan. Kalian tak akan berada di garis yang paling depan karna itu akan sangat mengancam, aku ingin kalian ada di garis tengah dan siap membantu saat kelompok garis depan memerlukan bantuan. Jika penyerangan ini berhasil maka ambil kembali apa yang sudah kekaisaran renggut dari kalian. Dan untuk siapa yang akan menggangikan silsilah kekaisaran semoga kalian setuju jika Klan Xiao kami yang akan melakukan itu." Jelas Xiao Ziya pada para tamunya, penjelasan Xiao Ziya bisa dibilang singkat.
Sepertinya mereka sedang berfikir tentang kata kata terakhir yang di ucapkan Xiao Ziya tadi, gadis itu benar benar cerdas dalam menyusun berbagai rencana.
"Baiklah kami akan setuju sengan semua yang nona katakan, namun apakah klan kalian layak menggantikan silsilah kekaisaran?" ucap Yuan Hizi yang sepertinya menginginkan sisilah kekaisaran jatuh pada klan miliknya.
"Jadi apakah Klan Yuan siap menghadapi serangan yang akan terjadi setelah peperangan ini selesai?" ucap Xiao Ziya sambil menunjukkan senyum liciknya. Yuan Hizi merasakan sebuah aura membunuh yang kuat tertuju padanya, seorang pemuda sedang menatapnya dengan tajam pemuda itu tak lain dan tak bukan adalah Pangeran Kegelapan.
"Baiklah aku setuju jika Klanmu yang mengambil alih silsilah." ucap Yuan Hizi dengan pasrah, tak bisa dipungkiri banyak jenius yang terlahir di Klan Xiao dan itu akan berdampak buruk jika Klan Xiao memusuhi Klan Yuan.
Akhirnya mereka semua sepakat dengan saran yang diberikan Xiao Ziya, diskusi kali ini sudah selesai besok mereka akan mengumpulkan semua pasukan dan bersiap berangkat menuju benteng utama kekaisaran.
__ADS_1
Sedangkan saat ini di kekaisaran sedang terjadi sedikit kekacauan karna pangeran kedua tiba tiba saja menghilang, dan tak ada yang tau kemana perginya pangeran kedua semalam.
"Kemana adik Feng pergi mengapa hingga sekarang belum kembali, bagaimana jika sesuatu hal telah menimpanya." ucap Pangeran Yin Rui yang sangat cemas dengan keadaan adiknya.
"Apakah feng gege pergi ke Klan Xiao?" ucap Putri Yin Sui yang sedang menebak nebak apa yang telah dilakukan kakaknya tadi malam.
"Jika benar bukankah dia hanya menyerahkan nyawanya saja, pergi ke Klan Xiao sendirian bukanlah ide yang baik." ucap Pangeran Yin Liu.
Saat pangeran dan para putri sedang sibuk memikirkan kemana perginya pangeran kedua semalam, tiba tiba kaisar masuk kedalam ruangan tersebut karna mendengar keributan.
"Apa yang sedang terjadi.Mengapa wajah kalian terlihat sangat gelisah seperti itu." ucap Kaisar dengan wajah tak senangnya.
"Sepertinya semalam pangeran kedua keluar dari istana dan kini ia belum kembali ayah." jelas Pangeran Yin Cui dengan nada yang sedikit gemetar ia tau bahwa setelah mendengar kabar ini ayahnya pasti akan sangat marah.
"Bagaimana bisa ini terjadi, bukankah aku sudah melarang kalian untuk pergi. Kita harus berjaga jaga karna setiap saat musuh bisa menyerang." ucap Kaisar dengan nada yang angkuh, sepertinya ia tak peduli dengan menghilangnya pangeran kedua toh kaisar masih memiliki banyak anak.
"Kita akan mencarinya nanti setelah kondisi sudah mulai kondusif, sebaiiknya kalian tetap di istana dan jangan membantah titah ayah." ucap Kaisar kemudian pergi dari ruangan itu.
Ditempat lain tepatnya Kerajaan Daun Perak, saat ini Raja Yuan Zie tengah mempersiapkan pasukannya untuk membantu peperangan esok hari ada sekitar 5000 pasukan yang akan ia bawa dengan tiga jenderal terbaiknya.
"Peperangan yang akan terjadi nanti benar benar akan merubah sejarah Kekaisaran Qiyu." ucap Yuan Zie sambil tersenyum senang.
Sedangkan saat ini Kerajaan Hitam telah siap dengan 7000 pasukan dan juga 8 jenderal terbaik yang mereka punya, untuk sampai kedunia bawah memerlukan waktu seharian untuk itu mereka berangkat lebih awal. Jika yang datang hanya raja dan dua pangeran saja mungkin satu jam mereka sudah sampai di Kekaisaran.
"Ayah apakah adik Ziya nanti masih mengenali kita? bukankah sudah cukup lama kita tak bertemu dengannya." ucap Pangeran Zeeling yang sepertinya sangat khawatir bila Xiao Ziya tak dapat lagi mengingatnya.
"Adik perempuanmu itu sangat pintar, walau kita bukan keluarga kandungnya dia pasti akan tetap ingat." ucap Raja Zeus yang sedang menangkan putranya.
__ADS_1
Sepertinya apa yang terjadi nanti akan lebih besar daripada apa yang orang orang perkirakan. Masih banyak bantuan yang akan datang dalam rencana penyerangan esok hari. Apakah pihak kekaisaran siap melawan? ataukah mereka akan kalah telak kita akan mengetuinya nanti.
Saat ini Xiao Ziya sedang ada di bukit belakang paviliunnya, ini adalah saat yang tepat untuk memanggil pasukan yang ia miliki.
"Pasukanku keluarlah." saat Xiao Ziya mengucapkan itu 500 pasukan iblis beserta lima jenderl keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya.
"Salam hormat kami pada Junjungan Yang Agung." ucap mereka secara serempak kemudian bersujud.
"Bangunlah, aku menerima penghormatan dari kalian semua. Apakah kalian sudah tau apa maksudku memanggil kalian semua keluar?" tanya Xiao Ziya dengan nada yang sedikit tinggi.
"Kami siap membantu Junjungan untuk menghancurkan kekaisaran." jawab mereka secara serempak, Xiao Ziya merasa senang karna pasukan yang ia pimpin masih begitu menghormatinya.
...***Hai hai semua maaf ya ga bisa crayz up banyak banyak tanganku capek weh ini aja udah kaya mau copot....
Jangan lupa follow aku.
Dukung author dengan cara:
Vote
Like
Komen
Rate
Share ya***
__ADS_1