
Jamuan makan malam di Istana Kerajaan Bintang Timur akan segera dimulai, para pelayan mulai menata rapi semua hidangan yang mereka buat di meja makan utama. Ruang makan Kerajaan Bintang Timur juga sudah ditata dengan rapi, ada beberapa hiasan tambahan di sudut sudut ruangan. Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu sudah berada di dalam ruang makan beberapa saat yang lalu, sebagai tuan rumah dari jamuan makan malam hari ini tentu mereka harus mempersiapkan diri dengan baik. Ratu Junyi Zu merasa heran karna sedari tadi jantungnya berdetak dengan cepat, ada luapan rasa bahagia yang muncul secara tiba tiba. Sang ratu tak mengerti mengapa hal ini terjadi padanya, ia yakin perasaan bahagia kali ini bukan karna Raja Yongling Zu melainkan ada hal lain.
"Selir Mue Zu dan kedua anaknya masuk kedalam ruang makan utama." ucap salah seorang prajurit yang mengumumkan kedatangan setiap tamu jamuan makan malam kali ini.
Selir Mue Zu dan kedua anaknya masuk ke dalam dengan tatapan angkuh, sang selir merasa kesal saat melihat Raja Yongling Zu duduk di sebelah Ratu Junyi Zu.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu." ucap mereka bertiga secara bersamaan.
"Silahkan duduk di tempat yang telah disediakan." ucap Raja Yongling Zu, pria itu dengan terpaksa tersenyum ramah pada istri keduanya.
"Putra Mahkota beserta saudaranya yang lain memasuki ruang makan utama." ucap seorang prajurit yang mengumumkan kedatangan anak anak dari Ratu Junyi Zu. Empat orang pangeran dan seorang putri masuk kedalam ruang makan utama, mereka berlima melihat ke arah ibu mereka dengan senyuman senang.
"Salam hormat kami pada Yang Mulia Raja Yongling Zu dan Yang Mulia Ratu Junyi Zu." ucap mereka berlima secara bersamaan, setelahnya mereka langsung duduk di tempat masing masing.
Kini tinggal Xiao Ziya yang belum datang ke ruang makan utama Kerajaan Bintang Timur, gadis itu masih sibuk memasang hiasan rambut berbentuk burung phoenix dan memakai kalung berliontin kunci yang ditinggalkan oleh sang ibu. Baru kali ini Xiao Ziya benar benar fokus mendandani dirinya secantik mungkin, hal itu sengaja ia lakukan di pertemuan pertama dengan ibu kandungnya secara langsung.
Tok tok tok, suara pintu kamar Xiao Ziya yang diketuk oleh seorang prajurit.
"Permisi nona Ziya, jika anda sudah selesai bersiap segera pergi ke ruang makan utama karna yang lain sedang menunggu anda." ucap prajurit itu dengan nada sopan.
"Baiklah saya akan segera kesana, trimakasih informasinya." ucap Xiao Ziya yang baru saja selesai memasang kalung di lehernya.
Gadis itu keluar dari kamar dan langsung memancarkan aura pemimpin yang sangat kuat, kecantikan serta keanggunan Xiao Ziya membuat para prajurit dan pelayan yang sedang berlalu lalang di sekitarnya langsung berhenti dan melihat ke arah gadis itu. Di sisi lain Selir Mue Zu sudah cukup kesal karna tamu dari suaminya tak kunjung datang, ia ingin melihat seberapa buruk wajah anak lain dari Ratu Junyi Zu dengan seorang pria rendahan dari dunia bawah.
"Apa yang gadis itu lakukan mengapa ia sangat lama." gerutu Selir Mue Zu yang dapat di dengar oleh semua orang.
"Gadis itu baru mendapat kamar beberapa saat yang lalu, jadi saat anda sudah mulai bersiap untuk datang ia baru mandi. Wajar saja jika gadis itu memerlukan waktu yang lebih lama dari kita semua." jawab Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan dingin.
"Dia tak akan bertambah cantik hanya karna berdandan sangat lama." ucap Putri Ming Zu, gadis ini memang cukup menyebalkan.
"Nona Xiao Ziya memasuki ruang makan utama Kerajaan Bintang Timur, selamat datang Nona Ziya dan terimakasih telah memenuhi undangan Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap seorang prajurit yang mengumumkan kedatangan Xiao Ziya dengan suara yang cukup keras, prajurit itu tersenyum pada Ziya dan mempersilahkannya masuk ke dalam.
Saat Xiao Ziya mulai melangkahkan kakinya ke dalam ruang makan ia bisa melihat para pangeran dan dua orang putri sedang menatapnya dengan tatapan tak biasa, sedangkan Xiao Ziya sendiri fokus melihat kearah sang ibu. Ratu Junyi Zu merasakan suasana yang aneh di dalam hatinya, ia merasa senang sekaligus sedih melihat gadis asing itu. Tiba tiba saja air mata sang ratu menetes tanpa alasan yang jelas, hatinya memberikan isyarat agar Ratu Junyi Zu memeluk tamu dari suaminya itu.
"Salam hormat saya pada Yang Mulia Raja Yongling Zu dan Yang Mulia Ratu Junyi Zu, saya merasa tersanjung mendapatkan undangan jamuan makan malam di Kerajaan Bintang Timur." ucap Xiao Ziya dengan nada lembut dan senyuman cantiknya.
Pangeran Jongsu Zu kembali mimisan karna tak sanggup melihat kecantikan dan keanggunan dari adik tirinya itu, mengapa ia memiliki adik tiri yang sangat cantik seperti Xiao Ziya, akan sangat memalukan jika setiap bertemu dengan Xiao Ziya hidungnya akan mengeluarkan darah.
__ADS_1
"Tenangkan dirimu Pangeran Jongsu Zu." ucap Raja Yongling Zu yang sedang menegur putra keduanya. Ia tau Xiao Ziya sangat cantik bahkan lebih cantik dari Ratu Junyi Zu saat masih muda, berapa banyak pemuda yang telah dipatahkan hatinya oleh gadis cantik itu.
"Silahkan duduk adik Ziya." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu yang mempersilahkan Xiao Ziya untuk duduk di kursi yang ada di sebelahnya.
Xiao Ziya hanya menganggukkan kepala kemudian duduk di kursi yang tersisa, gadis itu tak henti hentinya menatap ke arah Ratu Junyi Zu hingga sang ratu merasa malu. Baru kali ini Ratu Junyi Zu merasa ada seorang gadis yang sangat cantik melebihi kecantikannya di masa muda, Putri Beiling Zu saja tak secantik itu.
"Mengapa anda melihat saya seperti itu nona?." tanya Ratu Junyi Zu dengan malu malu.
"Saya terkesan dengan kecantikan yang dimiliki Ratu." jawab Xiao Ziya dengan sangat tenang, ia tak ingin suasana jamuan makan malam kali ini menjadi hancur hanya karna ia tak bisa menahan diri.
"Anda jauh lebih cantik daripada saya, pasti ibu anda adalah seorang wanita yang sangat beruntung." ucap Ratu Junyi Zu dengan senyuman hangat.
"Ya ibu saya adalah wanita paling cantik yang pernah saya lihat." jawab Xiao Ziya diiringi dengan senyuman manis.
Raja Yongling Zu sangat ingin memberitahukan pada istrinya bahwa gadis yang istrinya puji sedari tadi adalan anak kandungnya sendiri. Para pangeran juga tau bahwa saat ini Xiao Ziya sedang menahan diri agar tak meluapkan emosinya si hadapan Ratu Junyi Zu, selama ini tak ada yang tau bagaimana reaksi dari sihir yang ada di otak Ratu Junyi Zu saat ia mulai mengingat kejadian di masa lalu.
"Saya mewakili seluruh anggota keluarga Kerajaan Bintang Timur mengucapkan terimakasih atas kehadiran nona Xiao Ziya, saya harap hubungan Kerajaan Bintang Timur dan Kerajaan Bulan bisa membaik. Selain itu kami semua menyambut kedatangan anda di istana ini, anda bisa tinggal kapanpun anda mau." ucap Raja Yongling Zu, ia sangat senang jika hubungan di antara Xiao Ziya dan saudara tirinya mulai membaik.
"Terimakasih atas sambutan luar biasa dari anggota keluarga Kerajaan Bintang Timur, saya bisa berada di tempat ini tanpa mencemaskan apapun karna Kerajaan Bulan sedang dijaga oleh paman dan bibi saya. Mungkin saya akan tinggal di sini sedikit lebih lama karna itu saya minta maaf telah membuat kalian repot beberapa hari kedepan." ucap Xiao Ziya yang tanpa ragu mengutarakan keinginannya untuk tinggal di Istana Kerajaan Bintang Timur dalam waktu yang cukup lama, mungkin akan lebih dari satu minggu.
"Cih merepotkan saja." ucap Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu secara bersamaan. Sepertinya kedua anak selir itu tetap tak menyukai keberadaan Xiao Ziya di sana.
"Jangan membuat keributan di ruang makan." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tegas pada kedua anak selir itu.
Setelah suasana aman dan terkendali, Raja Yongling Zu mempersilahkan semua orang untuk menikmati makanan yang telah disediakan. Xiao Ziya mengambil beberapa potong daging bakar serta sayuran yang ada di hadapannya, Pangeran Honzi Zu menambahkan dua potong ayam asam manis pada piring gadis itu.
"Anda harus makan yang banyak agar tumbuh tinggi." ucap Pangeran Honzi Zu yang sedang meledek Xiao Ziya. Gadis itu memang lebih pendek dari para pangeran namun ia lebih tinggi dari kedua putri Kerajaan Bintang Timur.
"Mengapa malah saya yang merasa tersinggung." ucap Putri Beiling Zu yang menatap tajam ke arah adik laki lakinya. Sang putri sadar bahwa ia lebih pendek dari saudari tirinya itu.
"Pangeran Honzi Zu memang menyebalkan seperti itu Tuan Putri." jawab Xiao Ziya dengan senyuman yang ia tahan.
Acara jamuan makan malam kali ini berjalan dengan sangat baik, Ratu Junyi Zu harus kembali ke kamar terlebih dahulu karna ia perlu banyak beristirahat. Setelah kepergian sang ratu susana di ruang makan menjadi sedikit tegang, hal ini dikarenakan Selir Mue Zu yang terus menatap ke arah Xiao Ziya dengan tatapan yang menyebalkan.
"Sangat mengejutkan karna anak haram dari Ratu Junyi Zu sangat mirip dengannya." ucap Selir Mue Zu yang sedang menilai bagaimana wajah Xiao Ziya.
"Semua putri yang lahir dari rahim ibu saya memang memiliki kecantikan di atas rata rata, anda jangan iri seperti itu." jawab Xiao Ziya dengan tenang disertai senyum mengejek.
__ADS_1
Selir Mue Zu merasa kesal dengan keberanian yang dimiliki oleh gadis itu, perkataan dari gadis itu juga membuatnya tersinggung.
"Jadi kau mengatakan bahwa putriku tak lebih cantik dari anak haram sepertimu!." bentak Selir Mue Zu dengan kesal.
"Jaga ucapan mu." bentak Raja Yongling Zu yang sudah tak tahan dengan perkataan sang selir.
"Saya mohon agar Yang Mulia Raja Yongling Zu tak ikut campur dalam perselisihan antara saya dengan selir Anda." ucap Xiao Ziya yang meminta Raja Yongling Zu untuk menyaksikan bagaimana gadis itu membungkam mulut Raja Yongling Zu.
"Baiklah saya serahkan semua pada Nona Ziya." ucap Raja Yongling Zu dengan senyuman puas, anak tirinya bukanlah gadis lemah yang mudah ditindas.
"Ya, saya memang jauh lebih baik dari segi apapun daripada putri anda." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah datar.
"Apa yang membuatmu lebih baik dari putri ku, status mu saja tak jelas di Kerajaan Bintang Timur ini!." ucap Selir Mue Zu dengan emosi yang meluap luap.
"Anda jangan pernah lupa dengan cara yang telah anda lakukan agar bisa menjadi seorang selir, ibu saya jauh lebih terhormat daripada anda. Lagipula kedua anak anda tak memiliki kemiripan dengan Yang Mulia Raja Yongling Zu." ucap Xiao Ziya yang baru menyadari kedua anak Selir Mue Zu tak mirip dengan yang mulia raja. Mendengar perkataan dari Xiao Ziya seketika wajah Selir Mue Zu berubah menjadi pucat, selama ini tak ada orang yang menyadari tentang hal itu.
Raja Yongling Zu dan beberapa pangeran melihat ke arah Pangeran Xilian Zu dan Putri Ming Zu untuk memastikan apakah yang diucapkan oleh Xiao Ziya itu benar. Sang raja menaikkan sebelah alisnya, mengapa ia baru menyadari bahwa kedua anak dari sang selir memang tak mirip sama sekali dengannya.
"Jangan sembarangan menuduh ibu kami seperti itu, anak haram sepertimu tak pantas berada di tempat ini." ucap Putri Ming Zu dengan sangat marah, ia tak terima saat ibunya dihina oleh gadis asing itu.
"Ah saya tak pantas di sini? mengapa anda bisa memutuskan hal itu. Anda bahkan bukan seorang Putri Mahkota ataupun anak dari seorang ratu. Satu hal yang perlu anda ketahui Putri Ming Zu, seorang wanita yang rela naik ke ranjang pria yang sudah menikah hanya untuk mendapatkan posisi sebagai selir memiliki kemungkinan besar telah naik ke ranjang pria lain." ucap Xiao Ziya dengan suara pelan namun terdengar begitu menyakitkan. Gadis itu tersenyum kemudian meminum segelas air yang ada di hadapannya.
Selir Mue Zu semakin panik, ia tak tau harus melakukan apa untuk meyakinkan Raja Yongling Zu bahwa perkataan Xiao Ziya hanyalah omong kosong belaka. Jangan sampai usahanya selama ini untuk menjadi selir kemudian menyingkirkan Ratu Junyi Zu menjadi kacau hanya karna gadis sialan itu.
"Semua yang gadis itu katakan hanya untuk membuat hubungan kami menjadi renggang dengan ayah, dia ingin membalas dendam padamu ayah." ucap Pangeran Xilian Zu yang kini berbalik menyalahkan Xiao Ziya.
"Jangan bodoh seperti itu, jika adik Ziya ingin membalas dendam seharusnya ia mengincar kami bukan kalian yang tak ada hubungan darah dengan sang ratu." ucap Putra Mahkota Yunzo Zu dengan tatapan dingin.
"Saya datang ke tempat ini hanya untuk memastikan bahwa ibu saya baik baik saja, lagipula saya tau mereka semua memperlakukan ibu saya dengan baik dan itu sudah lebih dari cukup untuk saya. Masalah ibu akan mengingat saya ataupun tidak biarlah takdir yang menentukannya dan saya hanya bisa berusaha. Ah saya melupakan satu hal, saya memiliki sebuah buku sihir kuno yang dapat melihat hubungan darah antara keluarga." ucap Xiao Ziya dengan senyuman puas, ia merasa senang saat melihat Selir Mue Zu semakin ketakutan dan wajahnya menjadi pucat pasi.
"Benarkah? apa kau bisa merapalkan mantra itu?." tanya Raja Yongling Zu penuh dengan semangat.
"Saya perlu waktu beberapa hari untuk mempelajari sihir itu, setelah saya berhasil mempelajarinya mari kita lakukan tes." jawab Xiao Ziya dengan ekspresi tenang, dalam situasi seperti ini ia akan menang melawan Selir Mue Zu.
Selir Mue Zu mengajak kedua anaknya untuk pergi dari ruang makan utama, ia tak bisa mengalahkan Xiao Ziya dalam hal beradu argumen karna gadis itu sangatlah pandai dalam berbicara dan meyakinkan orang lain. Jika Selir Mue Zu terlalu lama berada di sana maka semua akan terbongkar tanpa perlu melakukan tes hubungan darah.
Hai hai semua author balik lagi nih, gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya. Jangan lupa mampir ke novel Putri Amerilya dan novel baruku yang berjudul Ling Huo ya.
__ADS_1