RATU IBLIS

RATU IBLIS
Kondisi Dunia Bawah


__ADS_3

Saat Xiao Ziya dan keempat saudaranya sedang menuju Akademi Kekaisaran Qiyu, para prajurit iblis milik Xiao Ziya sudah sampai di berbagai tempat, sebagian dari mereka bertemu dengan pasukan khusus milik Xiao Ziya yang sedang melawan orang ataupun pasukan yang berasal dari dunia manusia abadi. Melihat beberapa kelompok pasukan khusus Xiao Ziya yang sedang kesulitan, salah seorang jenderal iblis dengan sigap langsung membantu.


"Bukankah anda jenderal milik Nona Ziya?." ucap Yang Linho, ia terkejut mendapatkan bantuan dari prajurit khusus milik nonanya. Bukankah saat ini nona mereka sedang tak berada di dunia bawah??.


"Junjungan sudah kembali, semua akan baik baik saja. Fokuskan serangan kalian pada jantung mereka, itu pesan khusus dari Nona Xiao Ziya." ucap sang Jenderal Iblis dengan sorot mata tajam, semua pasukan khusus milik Xiao Ziya yang ada di sana langsung melakukan perintah dari Xiao Ziya.


Serangan yang mereka lakukan lebih efektif berkali kali lipat daripada sebelumnya, para anggota pasukan khusus yang ada di sana beranggapan bahwa Xiao Ziya pernah melawan orang orang aneh ini sebelum kembali ke dunia bawah.


"Bagaimana kondisi nona saat ini?." tanya Yangzi, ia sangat khawatir semenjak Xiao Ziya pergi.


"Nona baik baik saja." jawab salah seorang prajurit iblis yang ada di sebelah Yangzi.


Sedangkan di sisi lain Xiao Ziya dan keempat saudaranya telah tiba di Akademi Kekaisaran Qiyu, kondisi di sana lebih buruk daripada Klan Xiao. Xiao Ziya melihat kesekeliling untuk menemukan dimana Xiao Xun berada, ia melihat kakak laki lakinya sedang terpojok. Dengan cepat Xiao Ziya melesat ke arah Xiao Xun ia menghadang serangan seorang pria yang ingin membunuh kakaknya itu. Pedang mereka saling bertabrakan dan membuat sebuah gesekan yang terdengar sangat nyaring.


"Sialan, dari mana datangnya anak ini." ucap pria itu yang menatap Xiao Ziya penuh dengan kekesalan. Pria itu bukanlah bagian dari orang yang dikirim oleh dunia manusia abadi untuk menguasai dunia bawah. Sepertinya ada beberapa pihak yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan mereka sendiri.


"Siapa yang memberimu keberanian untuk membunuh Xun Gege." ucap Xiao Ziya dengan ekspresi marah.


"Minggirlah gadis antah berantah, jangan mengganggu kami." ucap pria itu yang bertingkah seolah olah dia bagian dari dunia manusia abadi.


Melihat betapa keras kepalanya pria tersebut membuat Xiao Ziya tak bisa menahan tawanya, seketika tawa gadis itu pecah di hadapan semua orang yang ada di sana. Tawa Xiao Ziya tak terdengar seperti tawa bahagia, ataupun tawa meremehkan, tawa itu sangat menyeramkan hingga membuat semua orang yang ada di sana merinding.


"Anda kira saya tak tau pihak mana yang datang menyerang dunia bawah? semut seperti anda ingin mengaku sebagai bagian dari kelompok tersebut?." ucap Xiao Ziya dengan senyuman jahatnya, tanpa basa basi lagi ia menebas kedua kaki pria tersebut. Terdengar suara jeritan kesakitan dari sang pria, bukankah ini sudah membuktikan bahwa pria itu manusia biasa.


"Mereka akan datang untuk membalas perbuatan mu." ucap pria keras kepala itu yang ingin mengancam Xiao Ziya.


"Kau fikir mereka buta hingga tak bisa membedakan mana orang asing dan mana anggota kelompok mereka?." ucap Xiao Ziya yang kini memotong kedua tangan pria tersebut. Kondisi pria itu sangatlah malang, padahal satu langkah lagi ia akan berhasil membunuh Xiao Xun dan menjadi Kepala Akademi Kekaisaran Qiyu seperti mimpinya selama ini.


"Ampuni saya nona besar, saya buta hingga tak mengenal siapa anda." ucap pria itu, beberapa saat yang lalu ia mengingat bahwa kepala akademi yang sekarang adalah kakak dari Xiao Ziya yang menguasai banyak wilayah di dunia bawah.


"Anggota tubuhmu sudah tak lengkap lagi, akan lebih baik kau mati agar tak merasa kesakitan." setelah mengucapkan hal itu kepala dari pria malang tersebut lepas dari badannya. Xiao Ziya tak pernah bermain main dengan perkataan yang keluar dari mulutnya.


Xiao Xun menatap ke arah adik perempuannya itu dengan tatapan penuh kekaguman, adik perempuannya itu selalu datang kapanpun saat ia sedang dalam bahaya. Jika Xiao Ziya tak datang tepat waktu mungkin nyawa Xiao Xun sudah melayang.


"Kau pulang adikku?." tanya Xiao Xun dengan senyumannya yang sangat tampan.


"Ya, adik perempuan mu ini pulang Gege." ucap Xiao Ziya, ia sangat rindu dengan kakak laki lakinya.


"Bagaimana cara kita mengatasi orang orang ini?." tanya Xiao Xun yang sudah siap untuk kembali melawan orang orang dari dunia manusia abadi.


"Semuanya dengarkan saya, pusatkan setiap serangan kalian pada jantung mereka!." triak Xiao Ziya yang memberikan perintah pada semua murid Akademi Kekaisaran Qiyu maupun para guru yang sedang membantu.


Sekarang kondisinya sudah berbalik, beberapa tempat yang di datangi oleh prajurit iblis milik Xiao Ziya mendapat kemenangan dalam melawan orang orang dari dunia manusia abadi, banyak pihak yang tak menyangka Xiao Ziya akan pulang di saat saat genting seperti ini. Beberapa kerajaan dan kekaisaran mengucapkan terimakasih pada Xiao Ziya melewati para pasukan iblis ataupun pasukan khusus milik gadis itu yang ada di wilayah mereka.

__ADS_1


"Sudah ku katakan berkali kali gadis itu akan datang, dan dia benar benar datang." ucap Ruo Yogi salah satu murid Akademi Kekaisaran Qiyu yang sudah mengenal Xiao Ziya dengan cukup baik.


"Ku akui kau benar senior." ucap salah satu murid luar baru yang belum mengetahui fakta bahwa akademi berada di bawah perlindungan Xiao Ziya.


Semua murid Akademi Kekaisaran Qiyu membungkukkan badan mereka di hadapan Xiao Ziya sambil mengucapkan terimakasih pada gadis itu. Xiao Ziya tersenyum dan mengatakan keselamatan kalian adalah tanggung jawab kalian sendiri, namun saat kalian semua sedang dalam masalah yang tak bisa kalian atasi maka saya akan datang bagaimanapun caranya. Perkataan Xiao Ziya membuat para murid luar yang belum mengenal Xiao Ziya merasa sangat kagum pada gadis itu.


"Gadis itu tak pernah berubah." ucap salah satu guru Akademi Kekaisaran Qiyu yang pernah mengajar Xiao Ziya saat masih menjadi murid luar.


"Kami akan mengadakan jamuan sebagai tanda trimakasih padamu." ucap Xiao Xun secara formal, kali ini ia berbicara sebagai seorang kepala akademi yang menghargai tindakan dari Xiao Ziya.


"Hari ini saya memiliki janji untuk makan dengan kenyang di Klan Xiao. Jangan lupakan fakta bahwa saya master di Akademi Kekaisaran Qiyu jadi jangan terbebani dengan hal ini. Saya pamit karna ada tempat lain yang membutuhkan bantuan saya." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat pergi di susul Xiao Yuna, Xiao Bin, Xiao Feng, dan Xiao Xinzo.


Kali ini Xiao Ziya ingin pergi menuju Istana Kekaisaran Qiyu, mungkin Kaisar Zue membutuhkan bantuannya untuk membunuh orang dari dunia manusia abadi. Meskipun Kaisar Zue dulunya seorang Pangeran Kegelapan yang memiliki kekuatan di atas rata rata penduduk asli dunia bawah namun belum tentu Kaisar Zue mengetahui kelemahan dari sekelompok orang yang sedang menyerang istana.


Saat tiba di gerbang masuk Xiao Ziya melihat beberapa prajurit penjaga gerbang mati karna tak bisa menahan serangan yang datang secara tiba tiba, dengan cepat Xiao Ziya dan yang lain masuk kedalam Istana. Benar seperti dugaan gadis itu saat ini Kaisar Zue sedang mati matian membunuh beberapa orang yang sedang menyerangnya.


"Kau butuh bantuan ku kaisar?." tanya Xiao Ziya yang bertanya pada Kaisar Zue untuk membuat pemuda itu kesal.


Kaisar Zue melihat sekilas ke arah Xiao Ziya, ia ingin sekali menjewer telinga gadis itu. Dalam situasi genting seperti ini, bisa bisanya Xiao Ziya masih menjahilinya.


"Tentu saja nona Xiao Ziya." ucap Kaisar Zue dengan nada kesalnya, ia sudah cukup kewalahan menghadapi ratusan orang yang datang untuk menyerang Istana Kekaisaran.


Xiao Ziya tersenyum dan memberikan isyarat pada keempat saudaranya untuk mulai membantu, keempat saudara Xiao Ziya maju terlebih dahulu mereka mengelilingi Kaisar Zue agar sang kaisar bisa beristirahat dan menyerahkan masalah ini pada mereka. Xiao Ziya mulai menunjukkan niat membunuhnya, dalam dua serangan seorang pemimpin kelompok dari pihak dunia manusia abadi mati. Melihat kematian pemimpin mereka membuat nyali orang orang dari dunia manusia abadi mulai melemah, mereka kehilangan fokus sehingga mudah dikalahkan oleh saudara Xiao Ziya.


"Ah sepertinya saya telah melakukan kesalahan." ucap Xiao Ziya dengan wajah sedih yang dibuat buat.


"Nyawa harus dibalas dengan nyawa." teriak gadis itu yang tak bisa menerima kematian kakak laki lakinya. Xiao Ziya tersenyum miring mendengar perkataan sang gadis, jika nyawa harus di balas dengan nyawa artinya mereka semua harus mati karna telah membunuh ratusan prajurit kekaisaran.


"Baiklah nyawa dibalas dengan nyawa!!." teriak Xiao Ziya dengan keras, teriakannya membuat orang sakit telinga.


Xiao Ziya semakin menjadi jadi ia menancapkan pedangnya pada jantung gadis itu dalam hitungan detik, seketika sang gadis tumbang ke lantai istana. Darah segar keluar dari mulut sang gadis, ia sedang berfikir bagaimana caranya agar lepas dalam situasi yang mengancam nyawanya itu.


"Kau telah membunuh kakak laki laki ku, sebagai gantinya kau harus mengampuni nyawaku." ucap gadis itu yang tak ingin mati di tangan seorang gadis yang lahir di wilayah terbelakang seperti ini, harga diri gadis itu bisa hancur.


"Nyawa harus dibalas dengan nyawa bukankah begitu, sebagai pelindung dari Kekaisaran Qiyu saya akan membalas kematian setiap penduduk kekaisaran. Jangan harap bahwa kau bisa kembali dengan selamat." ucap Xiao Ziya yang menancapkan pedangnya sekali lagi pada gadis itu. Akhirnya sang gadis mati dalam kondisi mata yang terbuka.


"Terus serang dan jangan beri kesempatan mereka untuk kabur." ucap Xiao Ziya yang mengambil alih perintah atas para prajurit maupun jenderal yang ada di sana.


Semua orang dari dunia manusia abadi yang menyerang Istana Kekaisaran Qiyu mati, namun ada dua orang yang berhasil melarikan diri mereka kini bersembunyi di penjara bawah tanah yang ada di Istana Kekaisaran Qiyu.


"Gadis itu sangat menyeramkan." ucap seorang pemuda dengan nafas yang tak beraturan, mereka berdua berhasil kabur karna berada di tempat yang berbeda dengan kelompok yang lain.


Xiao Yan dan Wi Xume yang saat itu berada di dalam penjara bawah tanah melihat kedatangan dua orang asing, Wi Xume awalnya merasa senang karna mengira kedua orang itu mau membebaskannya.

__ADS_1


"Tolong bebaskan saya." triak Wi Xume yang langsung di dengar oleh kedua pemuda itu, kedua pemuda yang berasal dari dunia manusia abadi melihat ke arah Wi Xume. Wajah Wi Xume yang lumayan cantik membuat kedua pemuda itu tertarik padanya.


"Apa yang kami dapatkan jika membebaskan mu nona?." tanya salah seorang pemuda dengan tatapan penuh arti. Mendapat sebuah kesempatan bagus untuk keluar dari penjara yang pengap dan dingin itu memancing semangat Wi Xume.


Wi Xume membuka sedikit gaun bagian atasnya untuk memperlihatkan beberapa bagian yang menggoda dari tubuhnya. Mendapati sang istri melakukan hal yang tak pantas membuat Xiao Yan sangat marah, dengan cepat ia membenarkan gaun Wi Xume agar kembali rapi. Xiao Yan juga menatap tajam ke arah dua pemuda yang ada di depan sel penjaranya.


"Pergilah, kami tak membutuhkan bantuan mu untuk keluar dari sini." ucap Xiao Yan dengan sangat marah, ia akan menjaga istrinya agar tak diganggu oleh pria lain.


"Menyingkirkan dari hadapan ku dasar pria sampah." ucap Wi Xume dengan suara lantang, perkataan wanita itu mengejutkan Xiao Yan. Bagaimana bisa istrinya berkata kasar padanya? bukankah selama ini Wi Xume sangat mencintai dirinya.


Kedua pemuda itu tertawa mendengar pertengkaran antara suami istri itu.


"Kami bisa menyelamatkan mu dengan dua syarat." ucap pemuda itu yang mengajukan dua syarat pada Wi Xume.


"Saya akan memenuhi syarat dari kalian berdua." ucap Wi Xume yang tak akan memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik mungkin.


"Syarat pertama kau harus mau tidur dengan kami berdua, syarat yang kedua serahkan nyawa suami mu itu pada kami. Apakah kau sanggup nona cantik?." tanya kedua pemuda secara bersamaan.


"Saya akan memenuhi syarat itu." ucap Wi Xume yang tak ingin buang buang waktu lagi.


Xiao Yan tak tau harus berkata apa lagi, wanita yang sangat ia cintai rela menukar nyawanya untuk keselamatannya sendiri. Xiao Yan seketika teringat dengan perkataan Xiao Ziya yang selama ini menentang hubungannya dengan Wi Xume, Xiao Ziya selalu berkata bahwa Wi Xume bukanlah wanita yang baik dan Xiao Yan akan menyesali keputusannya suatu hari nanti. Sekarang perkataan Xiao Ziya benar benar terjadi, Xiao Yan melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sikap Wi Xume yang sebenarnya.


"Jadi apa yang dikatakan Kaisar Zue waktu itu juga sebuah kebenaran?." tanya Xiao Yan, ia menatap Wi Xume penuh dengan amarah. Selama ini akal sehatnya telah ditutupi oleh cintanya pada Wi Xume.


"Tentu saja semuanya benar, saya mendekati anda agar bisa menjadi seorang ratu. Sangat disayangkan anda terlempar dari kursi kekaisaran setelah kita menikah, tak ada lagi yang bisa saya harapkan dari pria sampah seperti anda." ucap Wi Xume yang sangat melukai hati Xiao Yan.


Xiao Yan diam untuk beberapa saat, air matanya juga menetes. Kali ini Xiao Yan tak menangis karna ditinggalkan oleh Wi Xume, ia menangisi semua kebodohan yang telah ia lakukan demi wanita seperti Wi Xume. Xiao Yan merasa sangat bersalah pada Xiao Ziya yang telah ia abaikan selama ini, Xiao Yan juga ingat bahwa dia ingin menukar nyawa adiknya sendiri demi keselamatan Wi Xume.


"Mari ikut dengan kami berdua nona cantik." ucap kedua pemuda itu yang ingin membuka sel penjara, belum sempat sel penjara itu terbuka ada seseorang yang menikam jantung mereka dari belakang.


Seseorang yang telah menikam kedua pemuda itu adalah Xiao Ziya, saat Kaisar Zue dan keempat saudaranya sedang sibuk membereskan mayat mayat orang dari dunia manusia abadi Xiao Ziya malah merasa cemas pada kondisi kakak pertamanya yang ada di penjara bawah tanah. Untunglah Ziya datang dengan cepat dan membunuh kedua pemuda itu menggunakan dua pedang yang ia bawa.


"Kau baik baik saja?." tanya Xiao Ziya sambil menatap ke arah Xiao Yan yang sedang menangis.


"Saya baik baik saja." ucap Xiao Yan dengan canggung, ia tak memiliki keberanian apapun untuk bertanya bagaimana kabar adik perempuannya itu.


"Menangislah jika itu membuat perasaanku lebih baik. Sudahlah kau belajar sesuatu tentang kejadian kali ini Gege?." tanya Xiao Ziya yang memanggil Xiao Yan dengan sebutan Gege.


Dada Xiao Yan terasa sangat sesak, untuk semua kesalahan fatal yang telah ia lakukan tak seharusnya Xiao Ziya memanggilnya dengan sebutan Gege. Xiao Yan terjatuh ke lantai penjara, ia menangis sejadi jadinya di sana. Jika adik perempuannya itu memintanya untuk bunuh diri maka ia akan melakukan dengan senang hati selama Xiao Ziya bisa memaafkan kesalahan kesalahan yang telah ia lakukan. Di sisi lain Wi Xume tak suka dengan kedatangan Xiao Ziya, kini kesempatannya untuk kabur telah lenyap karna gadis itu.


"Wanita yang dengan berani menghianati cintamu apakah dia masih layak untuk hidup Yan Gege?." tanya Xiao Ziya, ia sengaja menanyakan hal ini pada Xiao Yan untuk menguji apakah kewarasan Xiao Yan telah kembali ataukah belum.


"Tentu saja tidak, banyak hal yang sudah ku korbankan untuk wanita semacam dia." ucap Xiao Yan dengan suara Isak tangisnya. Ia masih tak berani melihat ke arah Xiao Ziya karna merasa sangat malu.

__ADS_1


Hai semua gimana kabar kalian? jangan lupa jaga kesehatan ya guys. Jangan lupa follow ya buat yang belum, vote karna wajib guys, gift hadiah apapun juga, komen buat ninggalin jejak, like like like, rate bintang lima, share ke temen kalian ya.


__ADS_2