RATU IBLIS

RATU IBLIS
Yu Wangzo


__ADS_3

Saat ini Xiao Ziya masih tertidur di atas punggung Zier sepertinya gadis itu terlalu nyaman dan enggan terbangun dari tidurnya, karna tak ingin membangunkan tuannya Zierpun memilih untuk berteduh di sebuah pohon yang rindang, kota kecil milik Xiao Ziya bisa dibilang sangat indah dan juga nyaman selain banyak bangunan yang menjulang tinggi di sana juga ada banyak pohon dan juga bunga, Xiao Ziya membuat tata letak kota kecil miliknya begitu indah.


Setelah beberapa saat berlalu akhirnya Xiao Ziya terbangun dari tidurnya saat membuka mata gadis itu langsung menengok kesana kemari dan ia baru menyadari jika sudah berada di kota kecil miliknya.


"Zier mengapa kau tak membangunkanku ketika kita sudah sampai?." tanya Xiao Ziya pada harimau kesayangannya itu.


"Nona tertidur sangat pulas sehingga saya memilih untuk membiarkan nona untuk tidur." jawab Zier yang memang tak tega membangunkan Xiao Ziya karna ia tau gadis itu jarang tertidur dengan nyenyak karna banyak sekali yang mengganggu waktu istirahatnya.


"Baiklah jika begitu, Zier ingin masuk ke dalam cincin semesta atau berjalan jalan di sekitar sini?." tanya Xiao Ziya pada harimau kesayangannya.


Zier memilih untuk tetap ada di kota itu karna ia ingin menikmati pemandangan kota kecil milik nona mudanya yang sangat indah. Sedangkan Xiao Ziya pergi ke tempat para pasukan khususnya berlatih ia ingin melihat sejauh mana perkembangan mereka dan mengucapkan trimakasih pada mereka karna telah membantu menyelamatkan ayah dan kedua kakak laki lakinya.


"Salam hormat kami pada nona muda." ucap pasukan khusus milik Xiao Ziya secara serempak, mereka terlihat begitu senang ketika nona mereka datang untuk berkunjung.


"Selamat sore semuanya, saya merasa senang karna biasa datang dan melihat perkembangan kalian yang begitu pesat, saya ingin mengucapkan trimakasih pada kalian yang sudah berkonstribusi menyelamatkan ayah dan kedua kakak laki laki saya, saya ingin memberikan hadiah namun saya tak tau hadiah apa yang harus saya beri." ucap Xiao Ziya yang memang sedang kebingungan memilihkan hadiah untuk para pasukan khususnya karna mereka sudah memiliki banyak koin emas dan memegang senjata spiritual tingkat tinggi di setiap orangnya.


"Kami ini pasukan milik nona Xiao Ziya dan kami akan mematuhi perintah nona dan melindungi orang orang yang nona cintai. Apa yang nona berikan pada kami selama ini sudah lebih dari cukup sehingga kami tidak mengharapkan hadiah dari nona." ucap mereka semua dengan semangat yang membara, ternyata semua anggota khusus milik Xiao Ziya sudah sepenuhnya setia pada nona muda mereka.


"Baiklah namun apakah kalian menyukai minuman anggur?." tanya Xiao Ziya pada mereka karna ia memang harus mengurangi tumpukan tong anggur yang ada di dalam cincin semestanya, walau banyak yang bilang anggur putih adalah minuman terbaik namun Xiao Ziya tak berminat untuk meminumnya bukan karna ia takut mabuk namun saat ini ia masih sangat kecil.


Para anggota pasukan khusus milik Xiao Ziya saling memandangi satu sama lain, pria atau pemuda mana yang tak menyukai minuman anggur namun mereka juga bingung mengapa nona muda menanyakan hal seperti itu.


"Iya kami semua menyukainya." ucap Wei Rou salah satu anggota pasukan khusus yang memberanikan diri untuk mengatakan pada Xiao Ziya bahwa ia dan yang lainnya menyukai minuman anggur.


Mendengar jawaban dari salah seorang pasukan khususnya membuat Xiao Ziya tersenyum tipis kemudian ia mengeluarkan tong tong yang berisikan minuman anggur putih ratusan tahun, bau dari anggur putih itu membuat para pria dan pemuda yang ada di sana tak sabar untuk menikmatinya.


"Karna saya tak tau ingin memberikan apa maka anggur anggur putih ini menjadi milik kalian, kalau begitu saya pamit karna ada urusan di akademi." ucap Xiao Ziya yang langsung berpamitan pada yang lainnya karna ia juga harus memberikan hadiah pada murid murid akademi yang sudah membantu menolong ayah dan kedua kakak laki lakinya.


"Zier mari kita berangkat ke Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Ziya yang kembali naik ke atas punggung Zier.


Dengan segera Zier pergi menuju akademi, saat melihat Zier akan melewati gerbang masuk para penjaga gerbang langsung membuka gerbang masuk wilayah Kekaisaran Qiyi dengan lebar agar harimau itu tak kesulitan. Mereka sudah sangat mengenal Zier karna beberapa kali bertemu dengan harimau itu, Xiao Ziya yang sedang asyik memandangi langit sore hanya tersenyum saja ketika melihat mereka memperlakukan Zier dengan baik.


Saat melintasi desa dan pasar para penduduk yang melihat harimau besar itu melihat hanya terkagum kagum dengan pengikut Xiao Ziya itu, mereka juga tak merasa takut karna mereka tau harimau yang sedang melintas adalah milik Master Ziya karna hanya gadis itu yang memiliki berbagai jenis binatang yang bersedia menjadi pengikutnya.


Hingga akhirnya mereka sampai di Akademi Kekaisaran Qiyu, Xiao Ziya turun dari punggung Zier dan meminta harimaunya untuk menyusutkan badan dengan senang hati Zier menuruti apa yang diperintahkan oleh nona mudanya.


"Baiklah mari kita ke paviliun terlebih dahulu karna ada seseorang yang harua ku temui." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju paviliunnya yang berada di akademi Kekaisaran Qiyu.


Sesampainya di paviliun sudah ada seorang pemuda yang menunggu kepulangan Xiao Ziya, pemuda itu adalah Aron ia ingin menyerahkan daftar nama murid akademi yang bersedia membantu ayah dan kakak laki laki Xiao Ziya tempo lalu.


"Salam hormat saya pada nona, saya sudah menemukan apa yang nona perintahkan." ucap Aron yang menyerahkan gulungan kertas yang berisi nama nama murid akademi.


Xiao Ziya membaca daftar nama itu, dan lucunya rata rata murid akademi yang membantu keluarganya adalah murid laki laki dan sebagian besar adalah kenalan dari Xiao Ziya.


"Ah baiklah trimakasih gege." ucap Xiao Ziya yang bertrimakasih pada Aron.


"Baiklah kalau begitu saya pamit untuk menjalankan tugas nona yang lain." ucap Aron yang langsung melesat pergi entah kemana, melihat tingkah gegenya itu membuat Xiao Ziya tersenyum karna rata rata orang yang dekat dengannya sangat suka datang dan pergi tanpa di duga duga.


Tiba tiba terdengar lonceng peringatan agar semua anggota Akademi Kekaisaran Qiyu berkumpul, Xiao Ziya yang tak tau apa yang sedang terjadi segera melesat menuju lapangan utama diikuti Zier di belakangnya. Harimau itu tak ingin tinggal sendirian di paviliun milik Xiao Ziya walau hanya sesaat saja tanpa ada nonanya. Saat Xiao Ziya sampai di lapangan utama terlihat sudah banyak murid dan para petinggi Akademi Yang datang dengan segera Xiao Ziya menghampiri Ling An dan berdiri di sampingnya bersama dengan Zier yang sedang dalam wujud kecilnya.


Xiao Ziya menatap kw arah lima pemuda dan seorang wanita yang sedang berdiri berhadap hadapan dengannya entahlah siapa mereka karna selama ada di Akademi Kekaisaran Qiyu Xiao Ziya tak pernah melihat wajah mereka.


"Baiklah saya mengumpulkan kalian semua di lapangan utama karna kita akan menyambut kepulangan murid lencana emas dari Akademi Kekaisaran Qiyu. Mereka telah kembali setelah menjalankan misi selama dua tahun di bagian timur dan selatan dunia bawah." ucap Ling An yang merasa senang karna keenam murid lencana emas dari Akademi Kekaisaran Qiyu telah kembali dan kabarnya mereka berhasil menjalankan semua misi yang di berikan.


Saat mendengat keenam mirid lencana emas itu pergi ke selatan untuk menjalankan misi membuat Xiao Ziya merasa keheranan misi apa yang mereka jalankan dan mengapa ia tak bertemu dengan mereka berenam saat ada di perjalanan, apakah mereka berenam benar benar menjalankan dan menyelesaikan misi mereka atau sekedar membual saja.


"Trimakasih atas sambutan hangat dari kalian semua saya sebagai pemimpin dari kelompok murid lencana emas merasa sangat bangga kepada anggota saya yang lain karna mereka sudah bekerja keras untuk menyelesaikan setiap misi." ucap seorang pemuda yang bernama Yu Wangzo, pemuda itu merupakan pemimpin dari kelompok murid lencana emas.


Semua murid akademi yang ada di sana bertepuk tangan dengan meriah karna mereka merasa sangat kagum dengan keenam murid lencana emas itu dan hebatnya lagi hanya ada satu wanita diantara mereka berenam artinya wanita itu sangatlah kuat. Namun walaupun wanita itu kuat tapi ia tak akan sebanding dengan master mereka yang sangat manis dan cantik itu.


"Lihatlah tatapan master kita pada keenam murid lencana khusus sepertinya master tak suka pada mereka." ucap Yin Cungha yang merupakan murid luar kelas dua, ia tau tatapan yang diberikan master Xiao Ziya adalah tatapan curiga.


"Jika saudariku sudah melihat seseorang seperti itu berarti ia tau bahwa ada sesuatu yang tak benar." ucap Xiao Yuna yang kebetulan berbaris di samping Yin Cungha.

__ADS_1


Ling An dan para petinggi akademi merasakan aura tak bersahabat yang keluar dari tubuh master mereka, namun mereka tak tau apa yang membuat master Ziya begitu kesal pada murid lencana emas yang baru pertama kali ia temui.


"Master apakah ada masalah dengan keenam murid lencana emas kita?." ucap Ling An yang mengatakannya dengan pelan agar tak menimbulkan kericuhan.


"Saya tak akan mengatakan apapun sebelum memiliki bukti." ucap Xiao Ziya dengan pelan juga, ia sangat curiga jika keenam murid lencana emas itu tak pergi ke wilayah selatan karna saat perjalanan ke selatan ia tak melihat bahwa hutan hutan yang ada di sana telah dilewati oleh orang lain selain dirinya.


"Bolehkah saya meminta waktu kalian sebentar." ucap Xiao Ziya yang merasa ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan hadiah pada para murid yang telah membantu ayah dan kakak laki lakinya.


"Silahkan jika ada yang ingin disampaikan oleh master." ucap Ling An yang mempersilahkan Xiao Ziya menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.


Xiao Ziya mulai membacakan lima ratus nama murid akademi yang membantu keluarganya ketika ia sedang tak ada di Wilayah Kekaisaran Qiyu. Kelima ratus murid akademi itu membentuk sebuah kelompok baru dan Xiao Ziya meminta mereka untuk melangkah kedepan.


Kelompok murid lencana emas merasa tak terima karna kelompok mereka berjajar dengan para murid biasa, mereka berenam merasa apa yang dilakukan oleh gadis itu adalah sebuah penghinaan.


"Hey gadis kecil siapa kau sebenarnya berani beraninya kau mensejajarkan kami dengan mereka." ucap Liu Yungha ia adalah satu satunya wanita yang tergabung dalam kelompok murid lencana emas. Ia bisa masuk ke kelompok itu bukan karna bakat yang ia miliki ataupun ia sangat kuat melainkan ia adalah kekasih dari Yu Wongzo yang merupakan ketua kelompok murid lencana emas.


Dan berani beraninya wanita seperti Liu Yungha meneriaki Xiao Ziya yang merupakan satu satunya master yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu, jika Xiao Ziya mau maka ia sudah memenggal kepala mereka berenam sedari tadi.


"Jika kalian tak ingin sejajar dengan lima ratus murid ini kalian bisa mundur beberapa langkah." ucap Xiao Ziya dengan tegas dan tak ingin mengambil pusing apa yang mereka katakan.


"Lancang sekali kau berbicara seperti itu pada kami." triak Yu Wungzo yang merasa tak terima saat kelompoknya di rendahkan oleh seorang gadis yang tak mereka kenali.


"Saya mempunyai hak untuk mengatur apapun yang saya inginkan di sini." ucap Xiao Ziya dengan tatapan tajam yang diselimuti dengan aura membunuh yang sangat kuat.


Liu Yungha yang tak kuat dengan tekanan Xiao Ziya hampir saja pingsan namun untungnya Yu Wongzo menahan badannya agar wanita itu tak tersungkur kebelakang. Melihat Xiao Ziya yang semakin berani dengan kelompoknya apalagi gadis itu telah menyakiti kekasihnya tentu saja membuat amarah Yu Wungzo memuncak.


"Kepala akademi mengapa anda diam saja cepat usir gadis itu dari sini jika kau menghargai konstribusi kami." ucap So Min salah satu anggota murid lencana emas.


Ling An yang tadinya hanya diam karna ia tak ingin ikut campur dengan masalah Xiao Ziya kini malah dipaksa untuk mengusir Xiao Ziya. Jika Ling An berani melakukan hal itu maka kepalanya akan lepas dari tempatnya tentu saja itu akan sangat mengerikan. Apalagi Xiao Ziya bukanlah murid biasa yang bisa ia usir kapan saja ketika membuat masalah dengan kelompok murid lencana emas, Xiao Ziya adalah satu satunya master yang tak terikat hukum yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu, apapun yang ia inginkan dan apapun yang ia katakan adalah hal yang mutlak bahkan Ling An yang memiliki jabatan seorang kepala akademipun tak bisa melakukan apapun.


"Maaf namun saya tak memiliki wewenang untuk mengusirnya." ucap Ling An yang meminta maaf pada kelompok murid lencana emas karna ia memang tak bisa melakukan apapun.


"Mengapa anda tidak memiliki hak bukankah anda adalah kepala akademi di sini." ucap Yu Wungzo yang merasa apa yang dikatakan oleh kepala akademi mereka adalah hal yang tak wajar.


"Karna dia adalah satu satunya master yang ada di Akademi Kekaisaran Qiyu." ucap Ling An dengan pasrah, keenam anggota murid lencana emas sangat terkejut mengetahui gadis muda yang ada di hadapan mereka adalah seorang master akademi.


"Kepala akademi jangan bercanda, jabatan seorang master akademi adalah jabatan yang tinggi bagaimana bisa gadis itu menjadi seorang master." ucap Yu Wungzo dan Liu Yungha secara bersamaan, mereka sama sekali tak percaya dengan apa yang baru mereka dengar.


"Baiklah saya tak peduli dengan tanggapan kalian beernam karna saya memang tak ada urusan dengan kalia. Saya ucapkan trimakasih pada kalian lima ratus murid akademi yang telah bersedia membantu keluarga saya ketika saya sedang tak ada di wilayah Kekaisaran Qiyu. Saya memiliki sedikit hadiah sebagai tanda trimakasih saya pada kalian semua." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan setumpuk pedang yang ada di tingkat langit akhir.


Lima ratus murid akademi dan ribuan murid lainnya merasa terkejut apalagi keenam murit yang merupakan kelompok dari murid lencana emas.


"Kelima ratus murid yang telah membantu saya masing masing dapat mengambil sebuah senjata." ucap Xiao Ziya. Kelimaratus murid itu dengan sangat antusias memilih senjata spiritual yang mereka inginkan, rata rata dari mereka memilih sebuah pedang.


Terlihat keenam orang yang tergabung dalam kelompok murid lencana emas akademi juga ingin mengambil sebuah senjata namun dengan sigap Xiao Ziya menghadang mereka karna mereka tak memiliki hak untuk mengambilnya.


"Kalian dilarang mengambil senjata itu karna saya tak berniat memberikannya pada kalian." ucap Xiao Ziya ya


Yang jaraknya sangat dekat dengan keenam orang itu.


"Kami adalah murid lencana emas jadi kami memiliki hak." triak Xu Menji yang sangat ingin memiliki senjata spiritual dengan tingkatan yang tinggi seperti itu.


"Senjata senjata itu milik saya bukan milik akademi." ucap Xiao Ziya dengan dingin.


Tiba tiba Yu Wungzo menyerang Xiao Ziya dengan pedang yang ia pegang sedari tadi dengan cepat Xiao Ziya mengambil sebuah pedang berwarna merah dari cincin penguasa mutlak miliknya.


Suara dentingan pedang terdengar sangat jelas, karna pedang dan kemampuan Xiao Ziya lebih tinggi dari Yu Wungzo akhirnya pemuda itu terluka di beberapa bagian dan pedangnya patah menjadi dua bagian.


"Pedangku, kau sudah merusak sejata berhargaku cepat ganti." ucap Yu Wongzo yang sangat marah tiba tiba seekor singa hitam keluar dari tubuh pemuda itu sepertinya singa hitam itu adalah binatang yang mengikuti Yu Wungzo.


Singa itu menatap Xiao Ziya tajam namun Xiao Ziya hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Beberapa binatang yang mengikuti Xiao Ziya merasa sangat marah ketika ada orang yang menyombongkan diri di depan nona muda mereka.


Xiao Ziya mendengar auman dari kedua srigalanya, banteng hitam besar milik Xiao Ziya juga tampak sangat marah. Kali ini gadis itu berniat melepaskan mereka begitupun dengan Zier yang sudah mengirim pesan pada Ziya lewat batin bahwa ia ingin kembali dalam wujudnya yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Ahahaha pasti kau tak memiliki binatang yang sekuat ini kan." ucap Yu Wungzo yang tengah membanga banggakan dirinya karna ia memiliki seekor singa hitam yang merupakan binatang iblis tingkat tinggi.


"Saya minta kalian semua minggir ke tepi lapangan." ucap Xiao Ziya yang meminta para murid dan petinggi akademi untuk minggir.


Lima ratua murid yang selesai memilih senjata mereka langsung menyingkir, Xiao Ziya memasukkan sisa senjata itu kedalam cincin semestanya. Para petinggi akademi meminta murid murid yang lain untuk menepi di pinggir lapangan karna mereka merasakan akan ada pertarungan yang sengit di sana nantinya.


"Ahahaha lihatlah kau sangat ketakutan bukan." ucap Yu Wungzo yang masih saja menyombongkan dirinya.


Yu Wongzo meminta pada singa hitamnya untuk menyerang Xiao Ziya, namun gadis itu tak akan tinggal diam.


"Keluarlah kalian." ucap Xiao Ziya yang mengizinkan binatang yang menjadi pengikutnya untuk menunjukkan diri mereka.


Dua ekor srigala sihir tingkatan tak bisa dideteksi, seekor banteng besar tingkatan dewa awal, dan juga Zier yang kini berubah dalam wujud aslinya. Empat binatang hebat melindungi nona mereka dari seekor singa hitam bau yang sok kuat itu.


Singa hitam yang tadinya ingin menerkam Xiao Ziya kini badannya menjadi gemetaran, ia tak menyangka bahwa gadis yang menjadi musuh dari tuannya bukanlah gadis biasa.


"Hey singa hitam bau beraninya kau mengganggu nona kami." ucap banteng hitam besar yang menatap tajam ke arah harimau itu dengan mata merahnya.


Yu Wungzo juga hampir pingsan saat tau bahwa gadis yang ia tantang memiliki binatang pengikut yang sangat banyak dan lebih kuat daripada miliknya.


"Jadi bagaimana?." tanya Xiao Ziya dengan senyum jahat andalannya. Yu Wungzo merasa tak terima kalah dari seorang gadis kecil sehingga pemuda itu mengeluarkan kartu ASnya.


Yu Wungzo mengeluarkan seekor naga putih yang hampir mirip dengan naga putih yang dimiliki oleh Xiao Ziya hanya saja naga putih milik Xiao Ziya lebih kuat dan memancarkan aura suci sedangkan naga putih milik Yu Wunzo hanya berada di tingakat spiritual kaisar langit akhir.


"Lihatlah ini adalah naga yang kutemukan di wilayah selatan dan ia adalah naga putih ilahi yang dicari cari oleh orang dari dunia atas dan aku berhasil menyelamatkannya." ucap Yu Wungzo yang sangat bangga dengan naga putihnya itu.


Xiao Ziya yang mendengar cerita dari Yu Wungzo hanya bisa tertawa karna naga ilahi yang pemuda itu maksut ada bersama dengannya.


"Naga milik Yu Wongzo terlihat hebat." ucap Bi Zoer salah satu murid luar.


"Hey binatang pengikut saudara kami jauh lebih habat." ucap Xiao Feng yang membela Xiao Ziya karna bagaimanapun binatang binatang yang dimiliki adik sepupunya itu sangatlah hebat dan naga putih milik Yu Wungzo tak akan bisa menandinginya.


"Ah jadi kau bangga dengan naga ilahi palsu milikmu itu?." tanya Xiao Ziya yang tersenyum meremehkan pada Yu Wungzo bisa bisanya pemuda itu memamerkan sesuatu yang palsu di hadapan Xiao Ziya.


"Bilang saja kau iri karna tak memiliki seekor naga." ucap Lui Yungha yang sedang membela kekasihnya itu.


"Diamlah kau tak layak berbicara padaku." ucap Xiao Ziya yang tak ingin berbicara pada wanita seperti Liu Yungha.


Perlu diingat Xiao Ziya sangat jijik pada wanita yang mendapatkan kedudukan atau jabatan hanya karna wajah mereka tanpa ada keahlian sama sekali, apalagi jika wanita itu bersedia menyerahkan tubuhnya hanya untuk sebuah gelar, semua itu bisa saja mereka raih jika mau berusaha dengan tekun namun mereka memilih jalan yang instan dan sangat menggelikan.


"Apa yang dikatakan oleh kekasihku adalah sebuah kebenaran." ucap Yu Wungzo yang membela kekasihnya karna bagi semua orang yang ada di dunia bawah naga adalah binatang terhebat dan paling dihormati pada masanya.


"Jadi kau ingin melihat naga milikku maka lihatlah." ucap Xiao Ziya yang mengeluarkan ketiga naga miliknya.


Naga hitam yang merupakan binatang iblis tingkat tinggi, Naga Yang seekor naga dengan tingkatan misterius, dan naga putih yang merupakan naga ilahi yang asli.


"Bagaimana kau bisa memiliki mereka semua!!!." triak keenam murid lencana emas yang merasa bahwa Xiao Ziya memiliki semua hal yang diimpi impikan oleh orangl lain.


"Karna saya adalah Xiao Ziya." ucap gadis itu dengan mudahnya mungkin ia tak sadar bahwa beberapa murid jatuh pingsan karna tak kuat melihat binatang binatang pengikut Xiao Ziya yang begitu kuat dan hebat.


"Gadis itu benar benar mengejutkan." ucap Ling An yang berusaha untuk mempertahamkan kesadarannya.


"Kau bilang naga putih milikmu adalah binatang ilahi? beranikah naga putih ilahi palsumu itu bertarung dengan naga ilahi miliku." ucap Xiao Ziya yang menantang Yu Wangzo. Pemuda itu terlihat gemetaran dan mulai mengeluarkan keringat dingin.


Ia sangat takut jika kebohongannya dengan kelompok murid lencana emasnya akan terbongkar hanya karna ia berurusan dengan Xiao Ziya. Namun tak ada pilihan lain selain menerima tantangan itu.


"Baiklah aku menerimanya, naga ilahiku seranglah naga ilahi palsu milik gadis sialan itu." ucap Yu Wangzo yang meminta naga putih miliknya untuk menyerang naga putih ilahi milik Xiao Ziya.


Baru saja ingin menyerang tiba tiba naga putih milik Yu Wangzo membeku akibat hawa dingin yang dikeluarkan oleh naga putih ilahi milik Xiao Ziya. Setelah membekukan lawannya naga putih milik Xiao Ziya menyerang dengan ekornya hingga naga putih milik Yu Wangzo terpental dan pecah menjadi beberapa bagian kemudian lenyap begitu saja.


Melihat dirinya kalah telak dari Xiao Ziya membuat Yu Wangzo hampir depresi.


"Kalian kelompok murid lencana emas tak pernah pergi ke selatan, saya tau karna saya baru saja berkunjung ke sana dan tak ada jejak orang lain di sana. Jadi kemana kalian sebenarnya pergi? dan apakah salah satu dari kalian mengenal seorang gadis bernama Yuan Ana." ucap Xiao Ziya yang mulai curiga pada mereka, karna ia merasakan tak mungkin murid murid yang ia kenali melakukan hal kejam seperti itu.

__ADS_1


**Hai hai semua aku update lagi hari ini satu chap aja ya tapi panjang kok harusnya ini jadi dua tapi lagi males misah misahin karna lagi sibuk banget akunya. Jangan lupa follow buat yang belum follow, vote yang belum vote ya, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share tips oke.


Like juga 10 kali game ganti2 bajuku ya**


__ADS_2