
Mereka semua berjalan menuju ruang kesehatan dengan langkah pelan, Dewi Yunjin melihat ke arah para pelayan yang serang membersihkan beberapa ruangan yang ada di Istana Kerajaan Bulan dan ada sebuah ruangan yang sedang mereka tata dengan begitu rapi dan cantik. Di dalam ruangan itu terdapat lukisan Xiao Ziya menggunakan pakaian berwarna merah dengan tatapan tajam yang terkesan elegan, Dewi Yunjin sangat kagum dengan kerajinan para pelayan di Istana Kerajaan Bulan ini.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka semua sampai di depan pintu masuk ruang kesehatan, dari luar Dewa Hiloz dan Dewa Agni merasakan aura dingin yang sangat luar biasa. Ratu Min Xunzi membuka pintu ruangan itu, nampak lah Xiao Ziya yang sedang terbaring lemah di sebuah ranjang dengan aura dingin yang terus menerus keluar dari tubuhnya, para dewa dan dewi masuk ke dalam untuk melihat lebih jelas bagaimana kondisi Dewi Agung mereka.
Hiloz menatap ke arah wajah cantik Xiao Ziya yang saat ini sedang terpejam, kulit gadis itu lebih putih dari biasanya dan rambutnya juga berwarna putih. Ziloz menyentuh pipi Xiao Ziya dan merasakan betapa dinginnya tubuh gadis itu, Ziloz ingin melihat apakah detak jantung Xiao Ziya masih ada ataukan tidak namun itu seperti sedikit kurang sopan.
"Dewi Yunjin bisakah Anda membantu saya untuk melihat detak jantung Nona Ziya, sangat tidak sopan jika saya yang melakukannya." ucap Ziloz yang meminta Dewi Yunjin untuk melakukan hal itu.
"Baiklah saya mengerti." ucap Dewi Yunjin yang tersenyum manis ke arah Ziloz, putra dari Dewa Hiloz sudah bertambah dewasa dan sudah mengerti hal hal yang boleh ia lakukan ataupun tidak.
Dewi Yunjin mencari letak jantung Xiao Ziya di dada sebelah kiri gadis itu, sang dewi dapat merasakan detak jantung yang sangat lemah. Wajah Dewi Yunjin terlihat semakin khawatir, mungkinkah jantung Xiao Ziya juga ikut membeku? atau ada hal lain yang sedang terjadi di dalam tubuh gadis itu?.
"Saya dapat merasakan detak jantung Nona Ziya namun sangat lemah." ucap Dewi Yunjin dengan tatapan sedih, sebaiknya mereka segera menemukan sebuah cara untuk mengatasi kondisi Xiao Ziya saat ini.
"Kondisinya memang sudah seperti itu sejak kemarin, saat ini seluruh tabib yang ada di wilayah Kerajaan Bulan sedang mencari cara untuk memulihkan kondisi Nona Xiao Ziya." jawab Ratu Min Xunzi dengan pandangan mata yang tak bisa lepas dari keponakan kesayangannya.
"Apakah tak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk Nona Ziya? mungkin kita memang tak bisa membantu penyembuhannya, pasti ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuknya." ucap Meizu yang tak tahan melihat betapa lemahnya kondisi Xiao Ziya saat ini. Banyak pengorbanan yang telah gadis itu lakukan untuk semua orang, tanpanya mungkin keseimbangan telah hancur beberapa tahun yang lalu.
"Apakah kalian bisa pergi ke dunia bawah untuk mengajak ayah Xiao Ziya serta beberapa saudaranya kesini? saya ingin melakukan hal itu namun pelindung di sekitar Lapisan Dunia Manusia Abadi terlalu kuat dan selalu menolak kedatangan orang asing." ucap Ratu Min Xunzi dengan sedikit rasa kecewa pada dirinya sendiri.
Para dewa dan juga Dewi Yunjin saling bertatapan satu sama lain, mereka bisa keluar masuk dunia manusia abadi dengan bebas tanpa terhalang oleh pelindung yang ada dan kemungkinan besar mereka juga bisa membawa orang luar untuk masuk ke dalam. Akan lebih baik saat dalam situasi seperti ini Xiao Ziya ditemani oleh keluarganya.
"Baiklah jika begitu kami akan pergi untuk menjemput beberapa orang, Ziloz dan Meizu kalian berdua tunggulah di sini." ucap Dewa Yengmu yang menyanggupi permintaan Ratu Min Xunzi.
"Mari kita berangkat sekarang." ucap Dewa Hiloz yang langsung menghilang dari pandangan semua orang kemudian di susul oleh Dewa Agni, Dewa Yengmu, dan Dewi Yunjin.
Di sisi lain saat ini Zu Junyang dan Zu Genzi telah sampai di gerbang masuk Klan Zu, beberapa penjaga gerbang menatap ke arah sua tuan muda itu. Mereka melihat bahwa Zu Junyang dan Zu Genzi bertambah tinggi dengan tubuh yang mulai terbentuk, selama beberapa bulan pergi meninggalkan Klan Zu akhirnya kedua pemuda itu kembali.
"Salam hormat kami pada Tuan Muda Zu Junyang dan Tuan Muda Zu Genzi, kami merasa sangat senang karna kalian telah kembali." ucap para penjaga gerbang masuk Klan Zu dengan membungkukkan badan mereka.
"Terimakasih atas sambutan ramahnya, kami kembali karna ada urusan dengan orang tua Zu Genzi setelah itu kami akan kembali lagi." jawab Zu Junyang dengan sangat ramah.
"Kami permisi terlebih dahulu paman, sampai jumpa." ucap Zu Genzi yang langsung masuk ke dalam Klan Zu.
Para penjaga gerbang masuk Klan Zu semakin dibuat bingung karna karakter kedua tuan muda itu benar benar berubah. Dulu Zu Junyang, Zu Minze, dan Zu Genzi adalah tiga tuan muda yang sering melakukan tindakan kasar pada para prajurit ataupun pelayan yang bekerja untuk Klan Zu selain itu mereka juga sering menindas penduduk Klan Zu dengan cukup kejam. Saat ini terlihat perubahan yang sangat banyak pada Zu Junyang dan Zu Genzi, mungkin hanya Zu Minze saja yang tak akan pernah berubah diantara ketiga tuan muda pembuat onar itu.
Zu Junyang dan Zu Genzi berjalan menuju halaman depan Klan Zu dan bertemu dengan panatua Yungming Zu yang sedang menatap ke arah mereka.
"Salam hormat kami pada Panatua Yungming Zu." ucap Zu Junyang dan Zu Genzi secara bersamaan. Mereka yang tak pernah mengucapkan salam sebelumnya kini mengucapkan salam dengan sangat sopan.
__ADS_1
"Apa yang telah terjadi hingga kalian mengalami perubahan sebanyak ini?." tanya Panatua Yungming Zu yang merasa keheranan.
"Nona kami mengajarkan banyak hal termasuk menghargai dan menghormati orang lain." jawab Zu Junyang dengan nada bicara yang terkesan sangat hangat.
"Baguslah jika Nona Muda yang kalian ikuti memiliki hati yang baik. Kalian berdua ingin mencari siapa hingga terburu buru pulang ke Klan Zu?." tanya Panatua Yungming Zu.
"Kami ingin bertemu dengan orang tua saya, saat ini kondisi Nona Muda kami sedang tidak baik." ucap Zu Genzi dengan raut wajah khawatir, Zu Genzi ingin segera bertemu dengan orang tuanya dan menemukan cara untuk menyembuhkan Nona Xiao Ziya.
"Saat ini para Ketua Klan Zu sedang mengadakan rapat di aula utama, mari ikut dengan saya." ucap Panatua Yungming Zu yang mengajak kedua pemuda itu pergi menuju aula utama Klan Zu.
Zu Junyang dan Zu Genzi mengikuti pria tua itu dari belakang, saat melintas di beberapa lorong Klan Zu terlihat suasana begitu ramai karna para murid Klan Zu sedang berlatih dengan guru mereka. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka bertiga sampai di depan pintu masuk aula utama, Panatua Yungming Zu masuk ke dalam terlebih dahulu dan meminta Zu Junyang dan Zu Genzi untuk menunggu di luar sebentar.
"Akhirnya panatua datang." ucap Zu Xien ketua pertama Klan Zu.
"Maaf karna saya harus mengantarkan tamu terlebih dahulu." ucap Panatua Yungming Zu dengan senyuman yang mencurigakan.
"Tamu? memangnya siapa yang datang berkunjung ke Klan Zu?." tanya Jiangling Zu dengan tatapan bingung, seingatnya Klan Zu tak memiliki jadwal untuk bertemu dengan orang luar hari ini.
"Kalian berdua masuklah." ucap Panatua Yungming Zu yang mempersilahkan kedua pemuda itu masuk ke dalam.
Zu Junyang dan Zu Genzi masuk ke dalam aula utama Klan Zu, beberapa ketua menatap mereka dengan tatapan bingung. Bukankah saat ini mereka sedang pergi untuk mengikuti seorang nona muda? namun mengapa mereka sudah kembali dalam beberapa bulan saja.
Zu Minze yang saat itu juga berada di aula utama bersama dengan kedua orang tuanya menatap ke arah Zu Genzi dan Zu Junyang dengan tatapan tak percaya, apa yang telah terjadi pada dua orang yang pernah menjadi teman baiknya itu? mengapa sekarang mereka bersikap sangat sopan seperti ini.
"Kalian berhentilah berpura pura bersikap seperti itu." tegur Zu Minze dengan tatapan tak senang.
"Kami tak sedang berpura pura, jangan berbicara sembarangan mengenai orang lain." jawab Zu Junyang dengan tatapan tenang.
"Cih, bukankah kalian sudah terbiasa bersikap kasar dan tak pernah menghormati orang lain? lalu apa yang saya lihat sekarang ini. Mungkinkah gadis bernama Xiao Ziya itu telah mencuci otak kalian berdua?." tanya Zu Minze dengan suara tawa mengejek yang membuat Zu Junyang dan Zu Genzi merasa kesal.
"Nona Ziya mengajarkan kami untuk bersikap seperti manusia karna kami adalah manusia, beberapa orang memang layak untuk dihormati dan beberapa orang memang harus diinjak kepalanya agar bisa mengerti arti dari kesopanan." jawab Zu Genzi dengan senyuman lebar.
Zu Yangha dan Zu Aoai menatap ke arah Zu Genzi dengan tatapan tak percaya, putra mereka yang biasanya hanya berdiam diri dan tak berani mengutarakan isi hatinya kini telah berubah menjadi seorang pemuda yang berani, sepertinya Nona Muda Xiao Ziya berhasil mendidik putra mereka untuk menjadi manusia yang lebih baik.
"Beraninya kau!!." ucap Zu Minze yang terlihat sangat kesal dan ingin menyerang Zu Genzi namun dihentikan oleh ayahnya.
"Jangan membuat keributan, aula ini bukanlah tempat untuk saling menunjukkan kekuatan." ucap Zu Wungyan yang sedang menasehati putranya itu.
"Maaf sebelumnya kami datang untuk membicarakan beberapa hal dengan Paman Zu Yangha dan Bibi Zu Aoai, apakah rapat ini belum selesai?." tanya Zu Junyang yang langsung mengatakan maksud kedatangan mereka berdua ke Klan Zu.
__ADS_1
"Kalian berdua bisa duduk terlebih dahulu sambil menunggu rapat ini selesai." ucap Zu Jiangling yang memberikan arahkan kepada kedua pemuda itu.
Zu Junyang menghampiri kedua orang tuanya kemudian duduk di samping mereka begitupun dengan Zu Genzi, keduanya tampak senang karna bisa kembali ke Klan Zu meskipun dalam waktu yang singkat. Dalam rapat kali ini panatua dan pemimpin Klan Zu membahas tentang beberapa kejadian yang terjadi kemarin lusa, munculnya ribuan energi pedang di atas langit mungkin menandakan ada pihak luar yang ingin menyerang Lapisan Dunia Manusia Abadi, karna itulah Panatua Yungming Zu dan Pemimpin Jiangling Zu mengumpulkan semua ketua di sini. Zu Junyang dan Zu Genzi saling bertatapan satu sama lain, mereka tak menyangka energi pedang milik Nona Xiao Ziya yang ia gunakan untuk melawan Penguasa Agung sampai ke wilayah Klan Zu yang jaraknya cukup jauh dari wilayah Kerajaan Bulan.
"Bolehkah saya memberitahukan sesuatu?." tanya Zu Junyang dengan sangat sopan, ia bertanya sebelum mengatakan sesuatu yang ingin ia katakan.
"Jika Tuan Muda Zu Junyang mengetahui sesuatu tentang kejadian itu silahkan sampaikan pada kami semua." ucap Pemimpi Jiangling Zu yang tak merasa keberatan karna mereka memang tak tau apapun tentang hal itu.
"Kemarin Nona Xiao Ziya sedang bertarung melawan Penguasa Agung, nona mengeluarkan semua kemampuan yang ia miliki termasuk puluhan ribu energi pedang yang menutupi langit Lapisan Dunia Manusia Abadi. Untunglah Nona Ziya bisa mengalahkan Penguasa Agung sehingga tak ada kehancuran yang terjadi di wilayah Kerajaan Bulan ataupun wilayah lain." jelas Zu Junyang secara singkat mengenai kemunculan energi pedang dalam jumlah yang sangat banyak itu.
"Ahahaha, apakah Anda sedang membual? bagaimana bisa gadis seperti Xiao Ziya mengeluarkan energi pedang sebanyak itu." ucap Zu Minze yang sedang menertawakan kemampuan Xiao Ziya dihadapan kedua murid gadis itu.
"Berhentilah mengejek nona kami seperti itu, ia melakukan banyak hal untuk membantu orang lain dan cobalah berkaca apa yang sudah Anda lakukan selama ini? apakah Anda sudah melakukan satu hal yang berguna entah itu untuk diri Anda sendiri ataupun orang lain!." bentak Zu Genzi dengan kemarahan yang meluap luap, ia bisa menerima jika dirinya yang di hina ataupun direndahkan namun tidak jika sudah menyangkut nona Mudanya.
"Wah Tuan Muda Zu Genzi juga bisa marah seperti itu? saya sangat terkesan melihatnya." ucap Zu Minze dengan senyuman meledek.
"Jika Nona Muda yang kalian ikuti memang sekuat itu, setidaknya saat ini Tuan Muda Zu Genzi yang tak bisa melakukan apapun selain membaca buku pasti memiliki kemampuan lain. Apakah Tuan Muda Zu Genzi bersedia memperlihatkan apa yang telah nona muda itu ajarkan?." tanya Ketua Zu Xiliya ibu dari Zu Minze.
"Saya menantang putra Anda untuk bertarung hidup dan mati dengan saya." ucap Zu Genzi dengan tatapan tajam dan ia sangat serius dengan ucapannya itu.
Semua orang yang ada di aula utama Klan Zu membelalakkan matanya sembari menatap ke arah Zu Genzi, apa yang sedang pemuda itu katakan? meskipun saat ini ia memiliki kemampuan namun melawan Zu Minze dan menantangnya melakukan pertarungan hidup dan mati adalah hal yang berlebihan. Saat semua orang meragukan kemampuan Zu Genzi, hanya Zu Junyang yang percaya pada temannya itu saat ini Zu Genzi bahkan lebih baik dari dirinya.
"Buatlah orang yang sudah menghina Nona Ziya bungkam untuk selamanya, saya percaya padamu." ucap Zu Junyang yang mengacungkan kedua jempol nya pada Zu Genzi.
"Apa kau yakin dengan hal itu putra ku? coba fikiran baik baik." ucap Zu Aoai yang sangat khawatir tentang bagaimana cara putranya mengalahkan Zu Minze.
"Ibu tenang saja, jika bukan karna bantuan Nona Ziya maka saya tak akan pernah kembali ke Klan Zu saat ini. Saya tak akan melupakan pengorbanan yang telah ia lakukan, dan sebagai seorang murid yang baik saya tak akan membiarkan orang lain menginjak harga diri guru saya." ucap Zu Genzi dengan tatapan penuh keyakinan, mengalahkan Zu Minze memang hal yang mustahil jika ia adalah Zu Genzi yang dulu namun saat ini hal itu akan menjadi sangat mudah.
"Baiklah ayah percaya padamu, lakukan yang terbaik dan jangan membuat Nona Muda Xiao Ziya kecewa." ucap Zu Yangha yang mendukung keputusan putranya itu.
"Apakah Tuan Muda Zu Minze menerima tantangan dari saya?." tanya Zu Genzi yang sangat ini menatap Zu Minze dengan tatapan tajam.
"Saya menerima tantangan dari Tuan Muda Zu Genzi." jawab Zu Minze yang tak akan melewatkan kesempatan untuk memberi pelajaran pada Zu Genzi.
**Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.
Buat yang mau follow ig author ini ignya**:
__ADS_1