RATU IBLIS

RATU IBLIS
Membuka


__ADS_3

Karna tak bisa tidur kembali akhirnya Xiao Ziya memilih untuk keluar dari kamarnya. Gadis itu melihat kesekitar, tampaknya semua penghuni Kerajaan telah tertidur kecuali beberapa prajurit yang sedang berjaga. Xiao Ziya berjalan melewati gerbang depan Istana Kerajaan Hitam gadis itu pergi sesuai keinginan langkah kakinya ingin berjalan keman.


Akhirnya ia terhenti disebuah tempat yang gelap dan sunyi, Xiao Ziya merasa ia telah berjalan cukup jauh dan saat ini ada di luar wilayah Kerajaan Hitam. Ia merasakan sebuah gejolak yang aneh di dalam tubuhnya aura panas dan dingin yang saling bertabrakan membuat gadis itu merasakan kesakitan yang teramat sangat. Xiao Ziya ingat bahwa rasa sakit itu pernah ia rasakan sebelumnya.


"Apa yang terjadi mengapa rasanya lebih sakit dari sebelumnya." ucap Xiao Ziya yang kemudian menyandarkan tubuhnya di sebuah batang pohon yang cukup besar, ia sedang berusaha menetralkan rasa sakit yang ia rasakan.


Aura panas dan aura dingin itu semakin menjadi jadi, lautan spiritual milik Xiao Ziya setengahnya menjadi lahar api dan setengahnya lagi menjadi hamparan es yang sangat dingin. Bunga mawar es dan mawar api yang tumbuh di sekitar lautan spiritual milik Xiao Ziya tumbuh dengan sangat tinggi dan mekar dengan sangat besar.


"Aaaa ini sungguh menyakitkan." ucap Xiao Ziya yang berteriak sejadi jadinya, ia tak pernah kesakitan meskipun terluka parah dalam medan peperangan namun kali ini rasanya sangat berbeda.


Keringat dingin bercucuran dan membasahi tubuh Xiao Ziya, gadis itu mati matian menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya. Buku tengkorak yang ada di dalam cincin penguasa mutlak milik Xiao Ziya tiba tiba keluar dengan sendirinya. Buku itu muncul di hadapan Xiao Ziya, kalung yang berliontinkan kunci itu juga melayang dan meletakkan pada tangan Xiao Ziya. Gadis itu menatap pada kunci yang diberikan oleh sang ayah, apakah ini waktu yang tepat untuk membuka buku bersampul tengkorak itu.


Xiao Ziya berusaha untuk berdiri dan mendekati buku bersampul tengkorak itu, Xiao Ziya mengambil buku yang melayang itu dan membukanya menggunakan kunci yang ada di tangan sebelah kirinya. Sebuah cahaya berwarna putih yang sangat cerah keluar setelah buku bersampul tengkorak itu berhasil di buka, tanpa Xiao Ziya sadari cahaya putih itu menembus dari dunia bawah hingga alam neraka. Raja Artur yang sedang ada di dalam kamarnya merasa terkejut melihat cahaya yang sangat terang itu dengan segera ia segera pergi dari kamarnya.


"Cahaya apa ini, darimana cahaya yang menyilukan ini datang." ucap Raja Artur yang kini sudah berda di halaman depan Istana Kerajaan Neraka.


Raja Artur sangat ingin mencari dari mana asal cahaya itu namun ia ingat bahwa saat ini ia sedang dalam masa hukuman sehingga tidak diizinkan untuk keluar dari wilayah Istana Kerajaan Neraka. Lee Wungzo juga ikut keluar dan melihat cahaya putih itu selama ia hidup selama satu juta tahun baru kali ini ia melihat cahaya seterang itu.


"Sepertinya akan ada ha besar yang akan terjadi." ucap Lee Wungzo yang merasa akan terjadi sesuatu yang besar nantinya.


"Apa kau tau apa yang akan terjadi?." tanya Raja Artur yang penasaran.


"Mungkin lahirnya seorang penguasa baru." ucap Lee Wungzo yang sedang menebak apa yang sedang terjadi.


Saat ini Xiao Ziya sedang menatap ke arah buku bersampul tengkorak yang sudah terbuka itu, entah mengapa di lembaran buku itu tak ada tulisan apapun. Xiao Ziya membolak balik buku itu hingga halaman terakhir hingga buku itu tiba tiba mengecil dan masuk ke dalam dantian gadis itu.


"Aish apa ini sebenarnya, mengapa saya merasa sangat kehelahan." ucap Xiao Ziya yang tiba tiba jatuh ke tanah dan tertidur dengan sendirinya.


Setelah itu Xiao Ziya masuk kedalam alam bawah sadarnya ia melihat buku itu sedang melayang layang di sekitarnya.


"Sebenarnya siapa kau?." tanya Xiao Ziya yang penasaran dengan asal usul buku bersampul tengkorak itu.


"Salam hormat saya pada tuan saya yang baru, saya akan menuntun nona menuju jalan yang sesungguhnya." ucap buku bersampul tengkorak itu yang ternyata bisa berbicara. Xiao Ziya menatap ke arah buku itu dengan keheranan.


"Apakah setelah ini saya bisa bertemu dengan ibu saya?." ucap Xiao Ziya yang sangat ingin bertemu dengan ibunya, ia ingin melihat bagaimana wajah wanita yang telah melahirkannya itu. Apakah sang ibu masih inga dengannya ataukah tidak.


"Apapun yang nona inginkan maka akan saya kabulkan, setelah berhasil membuka saya anda akan mendapatkan beberapa kekuatan dan item baru." ucap buku bersampul tengkorak yang mengatakan bahwa Xiao Ziya akan mendapatkan kekuatan dan beberapa item baru.


"Baiklah saya akan menggunakan kekuatan dan item itu saat dibutuhkan, jadi setelah saya berhasil membuka buku ini saya bisa kembali ke dunia bawah." ucap Xiao Ziya yang merasa sangat senang karna setelah sekian lama akhirnya ia bisa kembali ke dunia bawah dan bertemu dengan teman teman dan keluarganya.


"Sekarang nonaku bisa kembali ke alam sadarmu." ucap buku bersampul tengkorak itu, setelahnya Xiao Ziya kembali membuka matanya. Gadis itu langsung bangun dan membersihkan gaunnya yang sedikit kotor karna tertidur beralaskan tanah.


"Setelah ini saya akan pamit dan kembali ke dunia bawah, semuanya saya akan pulang." ucap Xiao Ziya dengan perasaan senang, ia segera melesat ke istana Kerajaan Hitam.


Setelah sampai Xiao Ziya langsung mandi untuk membersihkan dirinya, ia menggunakan gaun emas yang ia beli dari sebuah toko yang ada di wilayah kekuasaan Raja Artur. Xiao Ziya berjalan mengusuri lorong yang ada di Istana Kerajaan Hitam ia sedang mencari keberadaan ayahnya.


"Apakah ayah ada di dalam?." tanya Xiao Ziya pada seorang prajurit yang berjaga di depan kamar Raja Zeus.


"Yang Mulia Raja Zeus sudah keluar dari kamarnya beberapa saat yang lalu." ucap sang prajurit yang memberitaukan bahwa Raja Zeus sudah tak berada di kamarnya.

__ADS_1


"Trimakasih informasinya paman." ucap Xiao Ziya yang akan mencari Raja Zeus ke ruang kerjanya.


Xiao Ziya mengetuk pintu ruang kerja Raja Zeus beberapa kali namun tak ada jawaban dari dalam, akhirnya Xiao Ziya masuk kedalam walau ia belum mendapatkan izin. Ternyata Raja Zeus tak ada di dalam ruang kerjanya kemana ia pergi sepagi ini apakah ada urusan penting. Setelah mengelilingi seluruh bagian Istan Kerajaan Hitam Xiao Ziya tak menemukan keberadaan ayah angkatnya itu.


"Kemana Raja Zeus pergi mengapa tak ada seorang prajurit ataupun pelayan yang melihatnya." ucap Xiao Ziya yang merasa heran karna ia sudah menanyakan keberadaan Raja Zeus pada para pelayan dan juga prajurit namun tak ada yang melihatnya keluar dari istana Kerajaan Hitam.


Akhirnya Xiao Ziya memilih pergi menuju kamar Pangeran Zeeling untuk bertanya padanya, Xiao Ziya sedang menhetuk pintu kamar sang pangeran. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Pangeran Zeeling membuka pintu dengan raut wajah mengantuknya.


"Ada apa adikku mengapa kau mengetuk pintuku sepagi ini?." ucap Pangeran Zeeling yang menatap adiknya dengan mata yang setengah tertutup.


"Apakah Zeeling gege tau kemana Raja Zeus pergi?." tanya Xiao Ziya, siapa tau kakak laki lakinya itu tau kemana Raja Zeus akan pergi ataukah sang raja memiliki tugas untuk pergi ke kerajaan tetangga untuk menjalin hubungan persahabatan.


"Seingatku hari ini ayah hanya memiliki jadwal untuk rapat bersama para perdana mentri untuk membahas alokasi pajak yang kerajaan dapatkan dari rakyat." ucap Pangeran Zeeling yang biasanya membantu Raja Zeus mengerjakan tugas tugas kerajaan yang menumpuk.


"Ah jadi begitu, gege lanjutkan saja tidurmu." ucap Xiao Ziya yang kemudian pergi dan meminta Pangeran Zeeling untuk kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu karna ulah Xiao Ziya.


Xiao Ziya merasa aneh jika tugas Raja Zeus hari ini hanyalah rapat bersama dengan para mentrinya saja lalu pergi kemana ia sekarang, Xiao Ziya melesat keluar dari Istana Kerajaan Hitam ia berusaha mencari Raja Zeus di seluruh wilayah Kerajaan Hitam. Setelah cukup lama mencari Xiao Ziya tak menemukan apapun, dan saat ia bertanya pada beberapa orang yang berlalu lalang tak ada yang melihat Raja Zeus.


"Kemana lagi saya harus mencarinya." ucap Xiao Ziya yang mencoba untuk tenang agar bisa berfikir dengan jernih.


Tiba tiba saja ada sesuatu di dalam dirinya yang mengajaknya berbicara ternyata itu adalah buku bersampul tengkorak yang ada di dalam titik dantian inti milik Xiao Ziya.


"Raja yang sedang kau cari saat ini sedang ditahan oleh beberapa orang." ucap buku bersampul tengkorak yang ada di dalam dantian Xiao Ziya.


"Bagaimana kau bisa tau jika Raja Zeus sedang ditahan?." tanya Xiao Ziya yang tak mengerti bagaimana buku bersampul tengkorak yang ada di dalam dantiannya tau apa yang terjadi pada Raja Zeus.


Xiao Ziya berusaha berfikir dengan keras siapa yang akan menculik Raja Zeus apakah ini ada hubungannya dengan dirinya. Setelah berfikir cukup lama akhirnya Xiao Ziya ingat bahwa ia masih memiliki masalah dengan Aliansi Hitam Wunzo, mungkin saja saat ini pemipin aliansi hitam itu sudah mulai menampakkan dirinya.


"Sepertinya saya harus mencari di mana markas besar Aliansi Hitam Wungzo." ucap Xiao Ziya yang langsung melesat menuju wilayah Kerajaan Zu Long karna jika Xiao Ziya tidak salah pertama kali ia bertemu dengan anggota Aliansi Hitam Wunzo di wilayah Kerajaan Zu Long.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya Xiao Ziya sampai di depan perbatasan Kerajaan Zu Long, para prajurit penjaga perbatasan mempersilahkan Xiao Ziya untuk masuk kedalam sebelum itu Xiao Ziya sempat menanyakan sesuatu.


"Apakah diantara kalian ada yang tau dimana markas utama Aliansi Hitam Wunzo?." tanya Xiao Ziya dengan suara yang lirih agar tak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.


Beberapa prajurit penjaga perbatasan tampak terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Xiao Ziya, dari sorot mata mereka Xiao Ziya bisa menebak bahwa beberapa prajurit perbatasan tau tentang hal itu namun mereka ragu ragu saat akan mengatakannya.


"Ini sangat penting jika ada yang tau saya harap kalian memberitaukannya pada saya sebelum saya bertindak lebih jauh." ucap Xiao Ziya yang terpaksa mengancam para prajurit penjaga gerbatasan itu agar ada di antara mereka yang berani mengatakannya.


Akhirnya ada seorang prajurit perbatasan yang memberitaukan pada Xiao Ziya dimana letak markas utama Aliansi Hitam Wunzo, setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan Xiao Ziya segera pergi menuju tempat yang diberitaukan oleh prajurit itu.


Sedangkan saat ini para anggota Aliansi Wunzo sedang berkumpul di markas utama mereka, pemimpin mereka yaitu Wungzo Yu telah berhasil menculik Raja Zeus tanpa ada satu orangpun yang menyadarinya. Kini ia akan menunggu gadis yang telah membuatnya kehilangan banyak anggota itu datang untuk mencari ayah angkatnya. Setelah gadis itu datang ke markas utama mereka maka Wungzo Yu akan menghabisinya untuk membalaskan dendam.


"Berani beraninya gadis itu bermain main denganku, saat ia sampai di sini maka malaikat mautnya akan langsung menjemput." ucap Wungzo Yu yang menggertakkan giginya karna ia merasa sangat marah.


Beberapa hari yang lalu Wungzo Yu melihat bagaimana kondisi para anggota dan ketua yang ia tempatkan di markas cabang Aliansi Hitam Wungzo, setelah sampai di sana hanya beberapa anggota elit dan anggota khusus yang menyambut kedatangannya serta ketua keempat dan kelima. Karna hal itu Wungzo Yu mempertanyakan di mana anggota aliansinya yang lain, akhirnya ketua keempat menceritakan apa yang terjadi akhir akhir ini. Anggota Aliansi Hitam Wungzo yang ada di markas cabang telah dihabisi oleh seorang gadis bernama Xiao Ziya saat mereka sedang menjalankan tugas, banyak ketua dan anggota elit yang mati karna gadis itu. Mendengar apa yang dikatakan okeh ketua keempat tentu saja membuat Wungzo Yu marah besar, ia dengan susah payah membangun Aliansi Hitam Wungzo menjadi aliansi hitam yang paling ditakuti oleh semua orang yang tinggal di dunia atas namun tiba tiba saja ada seorang gadis yang membuat derajat aliansinya turun drastis.


Setelah itu Wungzo Yu mencari informasi mengenai Xiao Ziya, namun yang ia dapatkan hanya informasi bahwa gadis itu adalah putri angkat dari Raja Zeus yang kini tinggal di Istana Kerajaan Hitam, untuk melancarkan aksi balas dendamnya Wungzo Yu mempersiakan rencana yang sangat matang agar Xiao Ziya sendiri yang datang ke markas utama Aliansi Hitam Wungzo.


Mendengar putri angkatnya dalam bahaya karena kecerobohannya tentu membuat Raja Zeus merasa sedih ia tak tau apa yang harus ia lakukan, sedari tadi Raja Zeus sedang berusaha membuka ikatan tangan dan kakinya namun hasilnya nihil karna tali yang digunakan untuk mengikat tangan dan kakinya memiliki kemampuan untuk menahan kekuatan sihir, atau kekauatan apapun.

__ADS_1


"Sial tali ini sangatlah kuat." ucap Raja Zeus yang frustasi karna ia tak bisa melakukan apapun.


"Ahahahaha bagaimana rasanya tak bisa melakukan apapun Yang Mulia Raja Zeus." ucap Wungzo Yu yang meledek Raja Zeus karena sang raja tak bisa melepaskan ikatan yang ada di tangan dan kakinya.


Raja Zeus menatap tajam ke arah Wungzo Yu, laki laki itu harusnya sudah ada di alam dewa dan diangkat menjadi seorang dewa namun karna kelakuannya yang sangat buruk hingga para dewa menolak pengangkatannya. Karna itu kekuatan Raja Zeus ada di bawah Wungzo Yu.


"Tunggu saja putri angkat tercintamu itu datang untuk menyelamatkanmu, saat ia tiba di sini maka aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri." ucap Wungzo Yu dengan tawa yang menggema di seluruh ruangan.


"Jangan harap kau bisa membunuh putriku itu karna kau tak layak untuk melakukannya." triak Raja Zeus yang mengenal Xiao Ziya dengan sangat baik, meski Wungzo Yu sangatlah kuat namun putriya itu tak akan menyerah begitu saja.


Sedangkan saat ini Xiao Ziya sedang mencari sebuah bangunan tua yang ada di dekat Istana Kerajaan Zu Long, siapa yang akan menyangka bahwa markas utama Aliansi Hitam Wungzo ada di dekat istana Kerajaan Zu Long. Biasanya sebuah aliansi hitam akan mendirikan markas besar mereka di sebuah wilayah yang terpencil, mungkin ini adalah trik untuk mengecoh semua musuh anggota Aliansi Hitam Wunzo.


Setelah berhasil menemukan bangunan tua yang dimaksut oleh prajurit berbatasan tadi Xiao Ziya mulai memasangi sihir pembatas di setiap sudut bangunan tua itu karna hari ini akan ada pembantaian secara besar besaran, tak ada yang tau Xiao Ziya akan menggunakan kekuatan apa, apakah gadis itu akan meledakkan bangunan tua itu ataukah tidak yang terpenting dengan sihir pembatas itu tak akan ada penduduk Kerajaan Zu Long yang akan terluka.


"Baiklah mari kita mulai." ucap Xiao Ziya yang langsung menendang pintu bangunan tua itu hingga pintu itu ambruk.


Suara pintu yang dibanting dengan sangat keras tentu saja membuat anggota Aliansi Hitam Wunzo terkejut begitupun dengan Wungzo Yu yang langsung menyeret Raja Zeus untuk mendekat ke arah sumber suara.


"Akhirnya kau datang juga gadis kecil, apakah kau datang untuk menyelamatkan ayah angkatmu ini?." ucap Wungzo Yu, ia menatap Xiao Ziya dengan tatapan meremehkan karna gadis itu tak memancarkan aura apapun, lalu bagaimana bisa banyak anggotanya yang mati ditangan gadis lemah yang ada di hadapannya.


"Lepaskan Raja Zeus, dan mari bertarung denganku." ucap Xiao Ziya yang menantang Wungzo Yu untuk bertarung.


Wungzo Yu bertepuk tangan baru kali ini ada yang berani menantangnya secara terang terangan bahkan para dewa saja tak berani menampakkan diri mereka dihadapannya, mereka hanya menghina pria itu dari dunia dewa saja. Wungzo Yu sangat salut dengan keberanian luar biasa yang dimiliki oleh gadis bernama Xiao Ziya itu.


"Bagus kau adalah gadis yang pemberani akan ku kabulkan permintaanmu." ucap Wungzo Yu yang langsung melemparkan Raja Zeus ke arah Xiao Ziya.


Melihat salah satu orang yang ia sayangi diperlakukan dengan kasar tentu membuat amarah Xiao Ziya tersulut, gadis itu memberikan tatapan dinginnya pada Wungzo Yu.


"Jadi bagaimana jika kit bertarung sekarang?." ucap Wungzo Yu yang sudah tak sabar untuk bertarung dengan Xiao Ziya.


"Zier keluarlah, jaga Raja Zeus selama saya bertarung dengan pria itu. Jangan biarkan siapapun mendekat ke arah Raja Zeus." ucap Xiao Ziya yang meminta Zier untuk keluar dari cincin semestanya.


Seekoe harimau besar dengan Zirah emas yang melapisi tubuhnya keluar dari cincin semesta milik Xiao Ziya, harimau itu berjalan ke arah Raja Zeus dan menjaga sang raja.


"Saya akan menjalankan tugas dari nona muda dengan baik." ucap Zier yang langsung memasang formasi sihir di sekitar Raja Zeua.


Wungzo Yu semakin kagum dengan gadis yang ada di hadapannya itu ternyata ia memiliki hewan pengikut setia yang sangat luar biasa, sesuatu yang Wungzo Yu inginkan selama ini namun ia tak pernah mendapatkannya.


"Baguslah setelah kau mati harimau itu akan menjadi milikku." ucap Wungzo Yu dengan raut wajah senangnya karna salah satu keinginannya akan segera tercapai.


"Jika kau mampu." ucap Xiao Ziya dengan senyumnya yang sangat mengerikan.


Wungzo Yu meledakkan auranya, ia menunjukkan bahwa saat ia ia sudah berada di tingkat kultivasi alam dewa akhir. Xiao Ziya hanya tersenyum melihat tingkatan kultivasi dari musuhnya, gadis itu meledakkan aura membunuh miliknya yang kini sudah lebih tebal daripada sebelumnya. Aura membunuh milik Xiao Ziya membuat anggota Aliansi Hitam Wungzo yang lain merasa tertekan kecuali Wungzo Yu yang tak merasakan apapun. Namun tenang saja karna ini masih seperempat dari keseluruhan aura membunuh yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya.


"Hanya ini saja kemampuanmu, sungguh mengecewakan." ucap Wungzo Yu dengan raut wajahnya yang terlihat sedih.


"Tenanglah paman saya yakin saya bisa membunuh anda." ucap Xiao Ziya dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.


Hai hai semuanya author balik lagi nih gimana kabar kaliab semoga baik baik aja ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ta

__ADS_1


__ADS_2