RATU IBLIS

RATU IBLIS
Bantuan Dari Lee Brian


__ADS_3

Zu Aoai berusaha mencabut salah satu jarum emas miliknya yang menancap di tubuh Xiao Ziya, aura suci milik Xiao Ziya meledakkan energinya dan menimbulkan getaran yang sangat kuat di Istana Kerajaan Bulan. Semua orang yang berada di dalam Istana Kerajaan Bulan merasakan getaran itu dan sempat panik karna mengira guncangan tersebut diakibatkan oleh bencana alam, Yie Munha yang berada di dalam istana berusaha untuk menenangkan para pelayan dan juga prajurit yang merasa panik.


Sebuah cahaya berwarna putih terang keluar dari tubuh Xiao Ziya, Zu Aoai memberikan jarum emas yang menyimpan energi suci tersebut pada Dewa Hiloz dan sang dewa memegang jarum emas itu dengan kuat. Energi suci yang ada di dalam jarum emas itu berusaha untuk kembali ke dalam tubuh Xiao Ziya namun Dewa Hiloz berusaha keras untuk menahan jarum emas itu menggunakan kekuatan suci miliknya yang tak sekuat energi suci milik Xiao Ziya.


"Tahan itu, saya akan mengeluarkan satu energi lagi dari tubuh Nona Muda Xiao Ziya. Yang Mulia Raja Artur tolong bersiaplah." ucap Zu Aoai dengan dengan tatapan serius, wanita itu kembali mencoba untuk mencabut satu jarum emas lagi dari tubuh Xiao Ziya.


Kali ini jarum emas itu sangat sulit untuk dicabut dari tubuh Xiao Ziya, seperti beberapa api spiritual milik Xiao Ziya menyatu menjadi satu dan berusaha untuk memberontak. Zu Aoai memejamkan mata dan mulai membacakan mantra, sebuah kilatan cahaya berwarna biru muda masuk ke dalam tubuh Zu Aoai, energi langit milik wanita itu berusaha untuk menarik keluar energi milik Xiao Ziya dari sebagai penerus Alam Neraka. Gabungan dari beberapa api spiritual milik Xiao Ziya berhasil ditarik keluar dari dari tubuh gadis itu, tiba tiba saja terjadi semburan api berwarna hitam, putih, dan merah yang menjulang tinggi ke langit. Beberapa orang yang ada di sekitar Istana Kerajaan Bulan melihat semburan api itu dengan tatapan bingung, mengapa tiba tiba ada api yang keluar dari Istana Kerajaan Bulan? dan yang lebih anehnya ruang kesehatan masih baik baik saja tanpa ada bekas terbakar.


"Cepat pegang ini Yang Mulia Raja Artur, energi milik Nona Xiao Ziya dari Alam Neraka sangatlah kuat. Pastikan api spiritual ini tak meloncat kembali ke dalam tubuh Nona Xiao Ziya." ucap Zu Aoai yang langsung memberikan jarum emas berisikan kumpulan api spiritual pada Yang Mulia Raja Artur.


Raja Artur dapat merasakan aura panas yang sangat besar tersimpan di dalam jarum emas itu, Raja Artur yang biasanya kebal pada api apapun merasakan sakit saat tangannya menggenggam erat jari emas yang berusaha melepas genggaman tangan Raja Artur. Saat Zu Aoai telah berhasil mengeluarkan dua jenis energi dari dalam tubuh Xiao Ziya, wanita itu meminta Xiao Ziya untuk keluar dari tepatnya sekarang dan berusaha masuk ke dalam tubuhnya lagi. Xiao Ziya berusaha keluar dari alam spiritualnya dan kembali pada alam sadarnya, gadis itu hampir berhasil namun ada sebuah cahaya berwarna hitam pekat menabrak dinding pembatas antara alam spiritual dengan alam sadarnya.


"Saya tak bisa melakukannya Nyonya, ada energi lain yang mendorong saya masuk kembali ke dalam tempat ini." ucap Xiao Ziya dengan raut wajah panik, sebenernya energi apa yang masih tersisa di dalam tubuhnya? mengapa energi itu terasa lebih kuat daripada energi suci dari Alam Dewa Dewi dan energi gabungan dari beberapa api spiritual yang berasal dari Alam Neraka.


"Apakah Anda memiliki kekuatan lain Nona Muda Xiao Ziya?." jawab Zu Aoai dalam batinnya, mengapa energi itu tak bisa ia rasakan sebelumnya.


Zu Aoai menatap bingung ke arah tubuh Xiao Ziya, mengapa tubuh ini mampu menampung banyak energi dalam satu wadah? hal semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Zu Aoai pernah mengobati seorang kultivator tingkat tinggi seperti Nona Muda Xiao Ziya namun saat itu sang Kultivator hanya memiliki empat energi yang berbeda di dalam tubuhnya. Dari keempat energi itu hanya ada dua energi dengan kekuatan besar yang sangat mendominasi namun kasus Nona Muda Xiao Ziya sangatlah berbeda.


"Cepatlah Nyonya Zu Aoai, kami sudah bisa menahan energi ini lebih lama lagi." ucap Dewa Hiloz, energi suci milik Xiao Ziya berusaha untuk meledakkan energi lagi agar bisa kembali masuk ke dalam tubuh Xiao Ziya.


"Tangan saya hampir saja terbakar." gerutu Raja Artur yang merasa kesal. Beberapa macam api spiritual yang berada di dalam tangannya memancarkan aura panas yang sangat luar biasa sampai telapak tangan Raja Artur berwarna merah karna berusaha menahan panas.


"Ada energi lain di dalam tubuh Nona Xiao Ziya, energi yang lebih besar dari kedua energi yang sedang kalian pegang. Sepertinya cara ini tak bisa membantu mengembalikan jiwa Nona Muda Xiao Ziya ke dalam tubuhnya secara sempurna." ucap Zu Aoai, wanita itu berfikir dengan keras dan berusaha mencari sebuah jalan keluar untuk menyelamatkan nona muda itu.


Tiba tiba saja tubuh Xiao Ziya terguncang dengan hebat, jarum emas yang dipegang oleh Dewa Hiloz dan Raja Artur meledak dan membuat energi yang seharusnya mereka tahan kini telah masuk kembali ke dalam tubuh Xiao Ziya. Setelah kedua energi itu masuk kembali, muncul cahaya berwarna hitam pekat yang keluar dari tubuh Xiao Ziya.


"Apa yang terjadi pada keponakan saya Nyonya Zu Aoai?." tanya Ratu Min Xunzi dengan raut wajah khawatir.


"Sepertinya saya tak mampu untuk membantu Nona Muda Xiao Ziya, apakah kalian benar benar tak tau energi apa yang ada di dalam tubuh Nona Xiao Ziya?." tanya Zu Aoai yang berusaha untuk memastikan sekali lagi. Ratu Min Xunzi dan Raja Min Lunxi menggelengkan kepalanya sebagai pertanda mereka tak mengetahui apapun mengenai energi dengan pancaran cahaya berwarna hitam itu.


Sabit kematian yang Xiao Ziya simpan di dalam cincin penguasa mutlak tiba tiba saja keluar dengan sendirinya karna merasakan tubuh pemiliknya saat ini sedang dalam bahaya. Sabit kematian itu melayang di atas tubuh Xiao Ziya dan berusaha untuk menghisap energi kematian yang ada di dalam tubuh pemiliknya itu. Lee Brian yang saat itu sedang berada di Alam Kematian dan sedang bermeditasi untuk meminta jalan keluar pada Penguasa Alam Semesta mengenai masalah yang terjadi pada Xiao Ziya tiba tiba merasakan sabit kematian yang ia berikan pada Xiao Ziya memancarkan energi yang sangat kuat.

__ADS_1


Lee Brian membuka matanya, mata tajam pria itu mengeluarkan asap berwarna hitam pekat. Lee Brian membentangkan sayapnya dengan lebar kemudian ia segera terbang menuju Lapisan Dunia Manusia Abadi untuk melihat apa yang sedang terjadi pada keponakan kesayangannya itu. Beberapa malaikat kematian yang lain hanya melihat kepergian pemimpin mereka, sepertinya gadis manusia bernama Xiao Ziya itu bukan sekedar seorang keponakan bagi Lee Brian.


"Anehnya gadis itu memiliki aura kematian yang lebih kuat daripada milik kita." ucap salah satu malaikat kematian yang penasaran dengan identitas tertinggi yang dimiliki oleh gadis itu.


"Mungkin dia salah satu yang terpilih. Kita tak pernah tau takdir yang diberikan Penguasa Alam Semesta pada setiap ciptaannya." jawab malaikat kematian yang lain. Ia tak ingin terlalu memikirkan mengenai identitas Xiao Ziya, yang terpenting gadis manusia itu berhasil menggerakkan hati dingin dari pemimpin mereka.


Sabit kematian milik Xiao Ziya terus berusaha untuk menyerap habis energi kematian yang ingin menguasai tubuh pemiliknya, sabit kematian itu tak akan membiarkan pemiliknya yang memiliki keseimbangan yin dan yang sempurna menjadi sosok jahat. Aura kematian milik Xiao Ziya sangatlah besar hingga membuat sabit kematian itu hampir mencapai batasnya, tiba tiba muncul sesosok pria yang turun menembus atap ruang kesehatan dan muncul dengan kedua sayap hitam yang terbuka lebar. Lee Brian menatap ke arah cahaya hitam yang terus menerus menekan tubuh Xiao Ziya, seketika cahaya itu menghilang karna merasa takut dengan kehadiran sang malaikat kematian.


"Kembalikan saja energi itu pada pemiliknya." ucap Lee Brian pada sabit kematian yang masih melayang di atas tubuh Xiao Ziya. Sabit kematian itu memasukkan kembali setengah energi kematian milik Xiao Ziya yang berhasil ia serap.


Zu Aoai menatap ke arah Lee Brian dengan tatapan bingung, siapa pria tampan yang mampu menundukkan energi berwarna hitam pekat itu?. Zu Aoai juga merasakan aura yang sangat besar menyelimuti tubuh pria yang saat ini berada di sampingnya.


"Kau datang adik?." tanya Ratu Min Xunzi sembari menatap ke arah Lee Brian.


"Saya pasti datang jika hal itu menyangkut keponakan kesayangan saya." jawab Lee Brian dengan nada datar. Lee Brian menatap ke arah wajah Xiao Ziya yang semakin memucat, jika jiwanya tak segera dikembalikan maka jiwa milik Xiao Ziya akan terkurung selamanya di dalam alam spiritual.


"Tolong tancapkan dua jarum baru pada titik yang sama seperti sebelumnya." ucap Lee Brian yang meminta pada wanita yang ada di sampingnya untuk menancapkan kembali jarum emas miliknya.


Dengan ragu ragi Zu Aoai mundur ke belakang, semoga saja pria tampan itu bisa membantu proses pengembalian jiwa Nona Muda Xiao Ziya ke dalam tubuhnya. Setelah Zu Aoai berada dalam jarak aman, Lee Brian langsung mengeluarkan benang benang berwarna hitam dari ujung ujung jarinya. Benang berwarna hitam itu mengikat setiap ujung jarum emas, setelah semuanya siap Lee Brian langsung menarik semua jarum emas itu secara bersamaan. Belasan energi keluar secara bersamaan dari tubuh Xiao Ziya dan mereka meledakkan energi dengan cukup kuat, guncangan kembali terjadi dan kini bukan hanya berdampak pada area Istana Kerajaan Bulan melainkan seluruh wilayah Kerajaan Bulan.


"Apakah sedang terjadi gempa." ucap salah seorang penduduk Kerajaan Bulan yang sedang melakukan aktivitas di luar rumahnya.


"Sebaiknya kita segera kembali ke rumah dan memastikan semua anggota keluarga dalam kondisi aman." ucap penduduk lain, ia berusaha untuk berlari menuju rumahnya meski harus terombang-ambing ke kanan dan ke kiri akibat dari guncangan itu.


Xiao Yan dan Xiao Xun yang saat itu sedang merendam tubuh ayah mereka di sebuah bak kayu besar berisikan air panas dan juga obat yang diberikan oleh Nyonya Zu Aoai sedang berusaha untuk menahan air yang mulai tumpah dari bak kayu itu. Beberapa orang yang ada dalam Istana Kerajaan Bulan menjadi panik, Ratu Junyi Zu dan Raja Yongling Zu langsung keluar dari kamar mereka untuk mencari tau sumber dari guncang kuat tersebut.


"Apakah ini gempa bumi?." tanya Ratu Junyi Zu dengan tatapan bingung, wanita itu mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya.


"Sepertinya ini bukan gempa bumi, mari kita pergi ke ruang kesehatan untuk melihat apa yang sedang terjadi pada tubuh putrimu." ucap Raja Yongling Zu yang sangat yakin bahwa guncangan besar ini berasal dari energi yang ada di dalam tubuh Xiao Ziya.


Saat keduanya ingin pergi ke sana Yie Munha dengan segera mencegat mereka, proses pengobatan Nona Muda Xiao Ziya tak boleh diganggu oleh siapapun meski wanita itu adalah ibu kandung dari Nona Muda Xiao Ziya sekalipun. Raja Yongling Zu menatap ke arah Yie Munha dengan tatapan kesal, mengapa tiba tiba gadis asing itu menghalangi jalan mereka?.

__ADS_1


"Yang Mulia Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu diharapkan untuk tetap berada di sini dan jangan pergi ke ruang kesehatan. Saat ini Nona Muda Xiao Ziya sedang dalam pengobatan, sang tabib yang mengobati Nona Muda Xiao Ziya memberitahu pada saya akan banyak ledekan energi yang terjadi pada saat proses pengobatan berlangsung. Ratu Min Xunzi juga berpesan pada saya untuk melarang orang lain mendekat ke ruang kesehatan apalagi masuk ke dalam sana." ucap Yie Munha, gadis itu memberikan penjelasan pada Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu agar keduanya bisa mengerti.


"Ah ternyata begitu, maaf karna kami tak mengetahui saat ini Nona Muda Xiao Ziya sedang dalam masa pengobatan. Kalau begitu saya dan Ratu Junyi Zu akan kembali masuk ke dalam kamar, jika proses pengobatan susah selesai dilakukan bisakah Anda memberitahu kami?." tanya Raja Yongling Zu dengan senyuman tipis, ia merasa sedikit canggung pada gadis yang ada di hadapannya itu karna sempat berfikir yang tidak tidak.


"Saya akan mengabari kalian jika proses pengobatannya susah selesai." jawab Yie Munha dengan senyuman ramah.


Raja Yongling Zu dan Ratu Junyi Zu kembali masuk ke dalam kamar mereka, saat itu guncangan yang tejadi susah mulai mereda. Zu Aoai dengan segera meminta pada jiwa Xiao Ziya untuk keluar dari tempatnya terkurung dan berusaha untuk kembali ke alam sadarnya.


"Lakukan sekarang Nona Xiao Ziya!." triak Zu Aoai dengan sangat kencang hingga dapat di dengar oleh semua orang yang berada di ruang kesehatan maupun jiwa milik Xiao Ziya yang masih terjebak di dalam alam spiritualnya.


Jiwa milik Xiao Ziya dengan mudah keluar dari alam spiritual dan kembali ke alam sadarnya, semua energi yang ditarik keluar oleh Lee Brian masuk kembali ke dalam tubuh gadis itu dan berputar di sekitar dantian milik Xiao Ziya sama seperti sebelumnya Xiao Ziya mengalami kejadian ini. Setelah semua energi itu terkendali, Xiao Ziya langsung membuka matanya dengan lebar kemudian memuntahkan darah berwarna keunguan.


"Berikan obat ini pada Nona Xiao Ziya." ucap Zu Aoai yang memberikan sebuah pil berwarna hitam keemasan dengan tiga garis berwarna perak pada Lee Brian. Jika Zu Aoai tak salah dengar pria tampan tadi menyebut Nona Xiao Ziya sebagai keponakannya, artinya ia pria itu masih memiliki hubungan darah dengan Nona Xiao Ziya.


Setelah memuntahkan darah dalam jumlah yang cukup banyak tubuh Xiao Ziya menjadi lemas, ia mengedipkan matanya beberapa kali dan menatap semua orang yang sedang mengelilinginya saat itu.


"Minumlah pil ini." ucap Lee Brian dengan senyuman hangat, ia membantu Xiao Ziya untuk duduk kemudian meletakkan pil tersebut ke dalam mulut Xiao Ziya. Dengan susah payah Xiao Ziya berusaha untuk menelan pil yang saat itu sedang tersangkut di tenggorokannya, setelah perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya pil itu tertelan sepenuhnya.


"Syukurlah kau sudah sadar." ucap Ratu Min Xunzi dengan senyuman bahagia. Selama Xiao Ziya dalam masa kritis Ratu Min Xunzi tak bisa tidur ataupun memakan sesuap makanan.


"Maaf karna telah merepotkan kalian semua." ucap Xiao Ziya dengan tatapan polosnya. Tak ada seorangpun yang merasa kerepotan saat harus menjaga dan mencoba mencari solusi untuk mengobati gadis itu, Xiao Ziya terlalu berharga untuk semua orang yang menyayanginya.


"Tak ada yang merasa direpotkan, Nona Muda Xiao Ziya memiliki banyak orang yang mencintai Anda. Saya harap untuk kedepannya Anda jangan memaksakan diri seperti ini, saat kondisi tubuh Anda sudah mencapai batasnya saya harap Anda langsung menghentikan pertarungan dan beristirahat beberapa hari." ucap Zu Aoai yang memberikan sedikit nasehat untuk kebaikan Xiao Ziya.


"Sepertinya saya tak bisa melakukan hal itu bibi, terkadang menyelamatkan orang lain itu lebih penting daripada memikirkan kondisi tubuh saya sendiri." jawab Xiao Ziya dengan jujur pada ibu Zu Genzi.


"Kalau begitu Anda harus menjadi lebih kuat lagi dari hari ini agar bisa menyelamatkan orang lain dan juga diri Anda sendiri." ucap Zu Aoai dengan senyuman hangat. Manusia dengan prinsip seperti Nona Xiao Ziya biasanya sangat keras kepala, terkadang mereka sampai lupa untuk mementingkan keselamatan diri sendiri dibandingkan orang lain.


"Tentu saja, bolehkah saya tidur? mata saya terasa sangat berat." ucap Xiao Ziya yang langsung tertidur dengan pulas. Setelah itu semua orang menghela nafas lega, akhirnya Xiao Ziya berhasil melewati masa kritisnya dan bisa kembali berkumpul dengan orang orang yang ia sayangi.


Hai hai semua author balik lagi nih gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya. Jangan lupa follow buat yang belum, vote karna wajib, gift hadiah apapun, like like like, komen buat ninggalin jejak, rate bintang lima, share juga ya.

__ADS_1


__ADS_2