RATU IBLIS

RATU IBLIS
Akses Masuk Ke Dalam Istana


__ADS_3

Xiao Ziya masuk dengan mudah menembus pelindung yang ia buat, gadis itu berjalan dengan santai memasuki halaman depan Kerajaan Binglin. Suasana di halaman depan tampak sepi karna tak ada satupun pelayan atau prajurit dari luar yang dapat masuk ke dalam istana.


saat Ziya sedang berjalan menuju pintu masuk tiba-tiba pintu tersebut terbuka dengan lebar, terlihat Putri Zo Ruhi yang sedang menatap ke arahnya dengan mata berkaca-kaca.


"Ziya Jiejie!!!." triak Putri Zo Ruhi dengan suara yang sangat kencang hingga mengejutkan Tuan Xiao Cunyu dan Xiao Yuza yang masih berada di dalam istana.


Putri Zo Ruhi berlari sekencang mungkin ke arah Xiao Ziya kemudian memeluk sang nona muda dengan sangat erat. Putri Ruhi bersyukur karna nona mudanya dalam kondisi baik-baik saja setelah dibawa oleh seorang pria misterius yang mengaku sebagai paman dari nonanya itu.


"Apa kabar Tuan Putri? bagaimana keadaan Anda saat ini?" tanya Ziya yang sempat mendapatkan kabar bahwa Putri Zo Ruhi terluka karna dirinya.


"Saya sudah sembuh dan bisa berlarian kesana kemari. Mari masuk ke dalam karna semua orang sedang menunggu kedatangan Anda." ajak Putri Ruhi.


Xiao Ziya dan Putri Zo Ruhi bergandengan tangan masuk ke dalam Istana Kerajaan Binglin. saat sampai di ruang tengah gadis itu melihat beberapa anggota Klan Xiao berada di sana termasuk ayah dan kakak laki-lakinya.


"Kau sudah kembali adik? kami semua sangat mengkhawatirkan keadaan mu. Raja Artur mengatakan bahwa kau di bawa oleh adik laki-laki dari pihak ibu, apakah itu benar?." tanya Xiao Yan untuk memastikan adik perempuannya baik-baik saja.


"Pada hari itu saya kehilangan kendali atas kekuatan yang saya miliki. Sebenarnya Raja Artur sudah datang dan berusaha menahan saya yang ingin menyerang semua orang namun kekuatan itu terlalu besar hingga Raja Artur tidak sanggup. Untung saja Paman Lee Brian datang untuk membantu." penjelasan singkat dari Xiao Ziya mengenai peristiwa beberapa hari lalu yang sempat menimpa dirinya.


"Ayah merasa lega setelah melihat mu kembali dalam kondisi selamat." ucap Xiao Cunyu. Pria itu berjalan ke arah putrinya kemudian memeluk putrinya itu dengan sangat erat.


"Lalu dimana Raja Artur? mengapa saya tidak melihatnya diantara kalian?." tanya Xiao Ziya sembari menoleh ke kanan dan ke kiri untuk menemukan keberadaan Raja Artur.


"Dia baru saja pergi beberapa waktu yang lalu karna memiliki pekerjaan penting yang harus diselesaikan. Raja Artur mengatakan ia akan kembali nanti setelah semua pekerjaannya selesai." jawab Xiao Yan.


"Saya kira kakek tua itu melarikan diri karena merasa malu tidak bisa menghancurkan pembatas yang sengaja saya pasang di seluruh Istana Kerajaan Binglin." gumam Ziya dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh yang lain.


"Jangan mengatai Raja Artur seperti itu putriku." tegur Xiao Cunyu agar putrinya dapat berbicara dengan kata-kata yang lebih baik.


Xiao Ziya melepaskan pelukan sang ayah kemudian berjalan mengelilingi bagian dalam istana untuk memastikan semuanya dalam kondisi baik-baik saja dan tidak ada yang rusak. Setelah selesai gadis itu berjalan menuju gerbang utama bersama dengan sang ayah dan juga kakak laki-lakinya.


"Selamat siang semuanya, maaf membuat kalian semua harus tinggal di tenda darurat untuk sementara waktu dan harus menunggu saya kembali dan melepas sihir pembatas yang ada di atas Istana Kerajaan. Saya harap kalian tidak menyimpan kekesalan ataupun dendam pada saya karna masalah ini." ucap Xiao Ziya dengan nada bicara yang terdengar sangat tegas.


"Siap kami semua mengerti kondisi Nona Muda Xiao Ziya. Kami tidak keberatan tinggal di luar istana karna mendapat perlakuan yang sangat baik oleh anggota istana." jawab seluruh prajurit dan para pelayan yang sedang berbaris dengan rapi.


"Kalian semua pasti tau Kerajaan Binglin baru saja saya bentuk beberapa hari yang lalu, karna itu kerajaan ini masih terlihat kosong dan jarang ada aktivitas di dalam istana. Sebelum membuka akses agar kalian dapat masuk kedalam saya ingin mengumumkan bahwa dua hari lagi akan ada pemilihan Jenderal untuk kerajaan ini serta beberapa panglima perang sebagai garda terdepan. Karna itulah saya berharap kalian yang merasa pantas untuk menempati posisi sebagai seorang Jenderal ataupun Panglima perang lakukanlah persiapan dengan matang. Apakah ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Xiao Ziya dengan suara lantang.


"Kriteria seperti apa yang Anda inginkan untuk calon Jenderal dan Panglima Perang Kerajaan Binglin?." tanya salah seorang prajurit.


"Seorang pria ataupun wanita yang tangguh, kuat, pekerja keras, memiliki kepribadian yang baik, memiliki etika dan sopan santun, yang paling penting mereka harus siap mengabdikan diri untuk menjaga keamanan wilayah Kerajaan Binglin." jawab Xiao Ziya.


"Seorang wanita juga bisa mendaftar?. Apakah Anda yakin akan hal itu Nona Muda?. Bukan maksud saya untuk merendahkan derajat para wanita yang ada di dunia ini, akan tetapi pekerjaan yang akan mereka ambil terlalu beresiko." tanya salah seorang prajurit yang merasa ragu dengan keputusan nona mudanya.


"Mungkin saja ada wanita yang merasa dirinya tangguh dan siap untuk menjadi Jenderal ataupun Panglima Perang. Tidak ada yang tau untuk apa dia dilahirkan ke dunia ini, karna itulah manusia harus terus berusaha dan mencoba menjadi yang terbaik. Terkadang kita perlu menentang garis takdir untuk melihat sesuatu yang lebih bermakna." pesan Xiao Ziya pada seluruh prajurit yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Baik kami mengerti Nona Muda Xiao Ziya. Wanita dan pria memiliki kesetaraan dalam memperoleh haknya, karna itu kami akan menerima setiap keputusan yang Anda katakan." jawab seluruh prajurit.


Setelah mengumumkan sedikit informasi serta pesan pada para prajurit dan pelayan baru yang siap bekerja untuk Istana Kerajaan Binglin, Xiao Ziya sudah siap menghancurkan sihir pembatas serta sihir pelindung yang telah ia pasang.


Duar.....


Suara ledakan terdengar sangat kencang ketika Xiao Ziya menghantamkan tangannya pada kedua lapisan sihir itu. Beberapa orang hanya dapat tertegun ketika menyaksikan kejadian itu secara langsung, pantas saja tidak ada yang berani menentang keputusan Xiao Ziya karna kekuatan yang ia miliki sangatlah mengerikan.


"Kalian bisa masuk ke dalam untuk membereskan pakaian dan barang-barang lain. Kamar para pelayan berada di bangun istana bagian belakang sedangkan untuk para prajurit akan tinggal di bangunan khusus yang terpisah dari istana utama, bangunan itu berada di dekat lapangan tempat berlatih." ucap Xiao Ziya yang mempersilahkan seluruh prajurit dan pelayan untuk masuk ke dalam istana.


ribuan orang berdesak-desakan masuk ke dalam sedangkan Xiao Ziya hanya memperhatikan apa yang sedang mereka lakukan. Gadis itu tersenyum tipis ketika menyamai antusias serta semangat dari para prajurit dan pelayan.


"Ah iya ada yang ingin disampaikannya oleh paman mu Xiao Yuza dan beberapa Ketua Klan Xiao yang lain. Bisakah kau pergi ke klan untuk menemui mereka?" tanya Xiao Cunyu yang saat itu menempatkan dirinya sebagai Pemimpin Klan Xiao.


"Saya akan pergi nanti malam untuk menemui mereka semua." jawab Xiao Ziya.


"Sebaiknya adik istirahat saja, pasti sangat melelahkan melewati perjalanan yang sangat jauh." ucap Xiao Yan.


"Saya harus pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan beberapa urusan. Kalian tetaplah di sini untuk mengawasi para pelayan dan prajurit yang baru saja masuk ke dalam istana, pastikan tidak ada penyusup yang membuat kekacauan." pesan Xiao Ziya sebelum gadis itu melesat pergi meninggalkan ayah dan juga kakak Pertamanya.


Xiao Ziya melesat dengan kecepatan penuh hingga hanya butuh beberapa detik saja untuk sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Binzo yang saat itu terlihat cukup kacau. Beberapa prajurit tergeletak di samping dinding dengan kondisi berlumuran darah seperti baru saja terjadi pertarungan yang sangat sengit.


"Ada apa ini? mengapa kalian bisa terluka parah?." tanya Xiao Ziya dengan sorot mata tajam.


"Ck siapa lagi yang berani mengganggu ketenangan saya." decak kesal Xiao Ziya. Mata gadis itu mengeluarkan cahaya berwarna hitam keemasan.


Xiao Ziya berlari masuk ke dalam Istana Kerajaan Binzo untuk memastikan bagaimana kondisi di dalam saat ini. Mata Xiao Ziya menajam ketika melihat puluhan orang bersenjata tajam sedang menghadang Pangeran Yuzang Xin dan Yuzang Zuno.


"Dari mana datangnya lalat-lalat kecil pengganggu ini." ucap Xiao Ziya dengan sindiran yang langsung membuat pemimpin kelompok tersebut menoleh dan menatapnya dengan tajam.


"Siapa gadis menyebalkan ini, sangat disayangkan dia akan mati hari ini juga padahal wajahnya sangat cantik." ucap sang pemimpi kelompok pemberontak dari wilayah lain yang datang untuk merebut Istana Kerajaan Binzo.


"Kita bisa bermain-main dengan gadis muda itu terlebih dahulu Tuan sebelum menghabisi nyawanya. Sangat disayangkan jika seorang gadis cantik mati begitu saja." saran salah satu anggota kelompok pemberontak.


Tanpa mengatakan apapun Xiao Ziya mengeluarkan ratusan sulur hitam dari kedua tangannya. Sulur sulur hitam itu melilit tubuh seluruh anggota kelompok pemberontak hingga mereka merasa sesak.


"Ternyata Nona Xiao Ziya sudah datang. Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga istana ini agar tidak jatuh ke tangan yang salah seperti perintah Anda." ucap Pangeran Yuzang Xin dengan nafas tersengal-sengal.


"Kami merasa kelelahan Nona Muda. Tolong bereskan masalah ini kami ingin beristirahat terlebih dahulu." ucap Pangeran Yuzang Zuno.


Kedua pangeran langsung ambruk ke lantai Istana dalam kondisi tidak sadarkan diri. Xiao Ziya menatap dingin ke arah pemimpin kelompok pemberontak, karna ulah mereka Kerajaan Binzo menjadi kacau. Jika hari ini Xiao Ziya tidak datang tepat waktu entah apa yang akan terjadi.


"Orang-orang seperti kalian tidak pantas tetap hidup di dunia ini. Matilah karna Alam Neraka siap menerima bahan bakar baru." setelah mengucapkan kalimat tersebut Xiao Ziya langsung mengencangkan lilitan sulur hitamnya pada seluruh anggota kelompok pemberontak. Dalam hitungan beberapa detik satu persatu tubuh mereka hancur dan memercikkan darah ke seluruh dinding istana.

__ADS_1


"Untung saja gaun yang saya kenakan tidak terkena cipratan darah." gumam Xiao Ziya dengan ekspresi datar.


Xiao Ziya meminta beberapa prajurit untuk datang dan membopong kedua pangeran untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan mendapatkan perawatan dari tabib istana. Sembari menunggu kondisi kedua pangeran pulih Xiao Ziya ingin melihat bagaimana kondisi Permaisuri Yuzang Lui saat ini.


"Tolong tunjukkan pada saya kamar mana yang ditempati oleh Permaisuri Yuzang Lui. Saya dengar wanita itu masih hidup hingga saat ini." tanya Xiao Ziya pada salah seorang pelayan dengan nada dingin.


"Maaf Nona Muda Xiao Ziya, saya tidak bisa memberitahukan dimana kamar sang permaisuri karna hal itu adalah privasi anggota keluarga kerajaan." jawab si pelayan dengan tubuh gemetaran.


"Ah apakah kau ingin mati seperti para anggota pemberontakan tadi?." tanya Xiao Ziya dengan sebuah ancaman yang cukup menyeramkan.


"Tidak Nona Xiao Ziya. Tolong ampuni kelancangan saya yang telah berani menantang perintah dari Anda." ucap si pelayan yang langsung merasakan aura membunuh keluar dari tubuh Xiao Ziya.


"Cepat tunjukkan sekarang karna saya tidak memiliki banyak waktu untuk mengurusi masalah ini." desak Xiao Ziya.


Akhirnya dengan sangat terpaksa pelayan tersebut menjadi pemandu Xiao Ziya menuju kamar khusus yang ditempati oleh Permaisuri Yuzang Lui. Kamar tersebut bukanlah kamar utama yang pernah ditempati dengan mendiang Raja Yuzang Yanglang melainkan sebuah kamar yang berada di paling ujung lorong utama istana kerajaan.


"Disinilah Permaisuri Yuzang Lui berada. Saya permisi karna masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan." izin si pelayan yang harus segera pergi untuk menyelamatkan nyawanya.


"Pergilah dan ingat baik-baik jika kau berbohong hukumannya akan sangat berat." jawab Xiao Ziya.


Tanpa basa-basi si pelayan berlari menjauh dari Xiao Ziya dengan ekspresi wajah ketakutan. Pelayan yang lain hanya bisa menghela nafas lega karna bukan mereka yang menjadi sasaran sang nona muda..


"Saya tau Anda ada di dalam Permaisuri Yuzang Lui, saya akan masuk meskipun Anda tidak memberikan izin." ucap Xiao Ziya sebagai pemberitahuan bahwa ia akan masuk ke dalam kamar tersebut.


Pintu kamar mulai terbuka secara perlahan hingga akhirnya terbuka dengan lebar. Xiao Ziya menatap ke arah seorang wanita yang sedang duduk di atas tempat tidur sembari menatap tajam ke arahnya.


"Wah wah wah mengapa Anda masih bisa bertahan hingga saat ini?. Bukankah Anda sangat mencintai Raja Yuzang Yanglang, seharusnya Anda sudah menyusulnya permaisuri." ucap Xiao Ziya bersamaan dengan suara tawa pelan.


"Untuk apa gadis parasit seperti mu datang ke sini. Apakah kau tidak punya rasa malu setelah membunuh suami saya?." ucap Permaisuri Yuzang Lui yang terlihat sangat marah.


"Bukan saya yang berniat untuk membunuh suami Anda. Akan tetapi Raja Yuzang Yanglang yang mengantarkan nyawanya pada saya dengan sukarela." jawab Xiao Ziya tanpa ada rasa bersalah di hatinya.


Permaisuri Yuzang Lui meremas ujung tempat tidurnya dengan sangat kuat. Andai saja ia sudah memiliki energi untuk bangun dari tempat tidur maka sudah dipastikan sebuah tamparan keras melayang pada pipi Xiao Ziya.


"Jika tangan kotor Anda berani menyentuh bagian wajah saya maka akan saya pastikan Anda akan kehilangan keduanya." ucap Xiao Ziya yang dapat membaca fikiran Permaisuri Yuzang Lui.


"Pergilah dari sini dan biarkan saya hidup dengan tenang. Apakah belum cukup dengan membunuh serta menghancurkan kebahagiaan saya!." bentak sang permaisuri yang mulai merasa muak.


"Tentu saja belum. Bagaimanapun juga Istana Kerajaan Binzo adalah milik saya, entah kalian ingin mengakuinya ataupun tidak." tegas Xiao Ziya. Tatapan tajam dari gadis itu membuat nyali Permaisuri Yuzang Lui seketika menjadi ciut.


Mungkin selama ini sang permaisuri mengira Xiao Ziya sudah puas dengan sebidang tanah yang diberikan atas nama dirinya di wilayah bagian selatan, sangat disayangkan perkiraan tersebut salah besar. Xiao Ziya akan merebut kembali apa yang seharusnya ia miliki, karna orang lain tidak berhak untuk mengambilnya secara paksa.


Hai hai semua author balik lagi setalah seratus purnama dan jutaan detik yang telah terlewati. Gimana kabar kalian semoga sehat selalu ya Guys. Jadi author ada sedikit informasi untuk perjalanan Xiao Ziya di lapisan dunia misterius akan author tulis dalam season dua. Nah buat kalian yang nanya bakal di up di aplikasi mana, tenang aja tetap ada do Mangatoon dan Noveltoon kesayangan kalian semua.

__ADS_1


__ADS_2