RATU IBLIS

RATU IBLIS
78


__ADS_3

Mereka semua menunggu diteras villa, sedangkan para petugas berada dipos mereka sendiri. Kelompok yang diketuai Drew sudah pulang juga.


"Kenapa cepet banget pulangnya baru juga pergi?" tanya Sani.


"Tadi ada kunca sama keluarganya nampakin wujud kekami" jawab Ariel.


"Hah apaan tuh?" tanya Fadil, Dani dan Sani.


"Mbak kun" jawab Andre.


"Nampakin kekalian aduh serem banget" ucap Dani.


"Katanya Sarah dkk dibawa sama arwah pendaki" ucap Ariel.


"Terus gimana kalau gini?" tanya Fadil.


"Pak Komar lagi diperjalanan pulang kesini, nanti dia bakal bantu kita" jawab Reno.


"Gimana keadaan Sarah dkk ya?" tanya Dani.


"Ntahlah" jawab Sani.


Hermione sibuk makan wafer tapi pikirannya fokus kepada Sarah dkk yang sedang bersama Bayu dkk membuat dia terlihat seperti orang termenung. Evan, Julio dan Drew sibuk pacaran bersama pasangan masing-masing. Andre termenung ntah apa yang dia pikirkan, tiba-tiba terlintas kejadian yang sama kejadian dimana ada seorang gadis disiksa oleh seorang pria wajah mereka masih saja samar. Dimas juga sama termenung ntah apa yang dia pikirkan membuat dia termenung.


"Siapa sih tu orang kenapa ada dipikiran gue lagi" batin Andre yang tidak didengar siapa-siapa.


"Yang ini pacaran yang ini termenung, lah kita ngapain nih" ucap Fadil melihat para iblis dan Dimas.


"Ngerumpi aja dah" ucap Sani.


"Ngerumpi apa coba gak ada yang mau dirumpiin" ucap Fadil.


"Ngerumpi anak kelas 11 ipa aja" ucap Sani.


"Apa yang mau dirumpiin dianak kelas 11 ipa?" tanya Dani.


"Ceweknya cakep-cakep coba aja gue lahirnya gak kecepetan pasti bisa sekelas sama mereka" ucap Sani.

__ADS_1


"Beda 1 tahum aja, malah bagus dong kepala keluarga itu harus lebih tua dari ibu rumah tangganya" ucap Fadil.


"Harus cowok ya yang lebih berumur" ucap Sani.


"Yaiyalah bego, kalau misal cowok yang lebih muda dari cewek nanti pasti cowoknya dibilang brondong sama temen cewek yang jadi pasangan lo" ucap Dani.


"Nah iya tuh, kebanyakan pasangan juga cowoknya yang lebih tua dari ceweknya jarang tuh ceweknya yang lebih tua" ucap Fadil. Reno dan Ariel hanya menyimak mereka memikirkan sesuatu hal.


"Walaupun cinta itu gak memandang umur ya, tapi tetep aja kalau misal kita sebagai cowok lebih muda dari cewek takutnya pemikiran kita itu masih kanak-kanak mikirinnya kayak nongkrong ini itu gak mikir pasangan hidup kita, paham gak sih? Intinya pikirannya gak dewasa gitu" ucap Dani.


"Nah ini nih udah cocok dapat pasangan hidup nih" ucap Fadil.


"Hmm iya sih, kalau misal kayak bang Dimas sama kak Dara boleh gak?" tanya Sani.


"Seumuran maksudnya ya, ya bolehlah masa nggak, masa kita harus ngelarang yang seumuran gak boleh harus cowoknya yang lebih tua. Mau seumuran, ceweknya yang lebih tua, cowoknya lebih tua gak masalah itu terserah pasangan masing-masing, tapi kalau gue nih ya maunya sih gue yang lebih berumur dari ceweknya" ucap Dani.


"Gue juga sama" ucap Fadil.


"Malu gitu rasanya kalau cewek lebih tua dari kita, nanti mau manggil bang rasanya aneh, manggil mas makin aneh, manggil sayang aja dah, tapi tetep aja sih rasanya beda gitu" ucap Sani.


"Nah itu tuh" ucap Dani.


"Eh iya ya gak jelas banget malah bahas beginian" ucap Sani.


"Jadi dikelas 11 ipa banyak cewek........" ucap Dani bercerita diikuti Sani, Fadil hanya menyimak dan sesekali ikut mengeluarkan suara. Reno dan Ariel kepikiran perkataan mereka bertiga.


"Eh bagi" ucap Dimas melihat Hermione fokus makan wafer. Hermione melihat kearah Dimas, Hermione mengambil 1 wafer lalu seperti ingin menyuapi Dimas tapi dengan cepat dia balikkan arah tangannya dan langsung melahap wafer tersebut, Hermione memakan wafernya dan seperti mengejek Dimas yang cemberut.


Dimas menyingkirkan tangan Hermione yang sedang memegang wafer dan membiarkan wafer itu menempel dibibir Hermione bukan menempel tapi baru masuk sedikit kemulut Hermione (paham gak sih gitu deh pokoknya), Dimas lalu memegang tengkuk Hermione dan mendekatkan wajahnya kewajah Hermione, dia langsung menggigit wafer yang ada didekat bibir Hermione. Bibir mereka berdua sudah dekat, mata mereka berdua saling tatap.


Hermione terkejut dengan serangan Dimas yang sangat mendadak itu. Dimas mengunyah wafer itu sambil menatap mata Hermione dari jarak dekat.


Reno, Fadil dan Ariel dkk melihat itu, para iblis juga melihat itu tapi mereka cuek saja. Reno, Fadil dan Ariel dkk saling pandang.


"Ingat jomblo" ucap Fadil pelan.


Dimas menjauhkan wajahnya dari wajah Hermione, tapi Hermione masih diam mematung menatap Dimas. Dimas memukul pelan kepala Hermione sambil terkekeh.

__ADS_1


"Liatinnya gitu banget kayak liatin apa aja" ucap Dimas.


"Eh astoge" ucap Hermione baru tersadar dari lamunannya karena pukulan pelan dari Dimas.


"Kalau mau wafer ambil aja kali jangan begitu kan jadi mengkejut" ucap Hermione mengalihkan pandangan.


"Anjir jantung gue kenapa begini ya, eh emangnya gue punya jantung" batin Hermione yang tak didengar siapa-siapa.


"Punyalah kan lagi jadi manusia Dara, lo kenapa jadi bego sih Ra aduh masa gue salting karena digituin aja" batin Hermione lagi.


Dimas tersenyum melihat Hermione, dia lalu mengambil wafer yang ada didekatnya dan memakannya. Dimas memegang dadanya yang dag dig dug ser karena tadi setelah itu dia bersikap seperti tak terjadi apa-apa, dia lalu memainkan ponselnya.


Reno dan Ariel mengalihkan pandangan dari Hermione dan Dimas. Andre tak memperdulikan kejadian tadi walaupun sebenarnya dia juga sakit hati, dia sedang fokus untuk melihat siapa sebenarnya seorang gadis dan pria itu tapi semakin dia paksa semakin buram semuanya.


Jiwa Hermione pergi ke pak Komar tapi raganya tetap disana, dia sudah lelah menunggu pak Komar jadi memilih mendatanginya tanpa memperlihatkan wujudnya. Dan itu membuat raganya pingsan seketika, para manusia menjadi panik sedangkan yang iblis santai saja.


"Dara, Dara kamu kenapa?" Dimas menangkap tubuh Hermione.


"Kecapean kayaknya" ucap Evan mencari alasan. Dimas langsung menganggat tubuh Hermione masuk kedalam.


"Masuk aja yok sambil nunggu pak Komar" ucap Julio mengajak para manusia yang disana. Mereka semua masuk kedalam, Dimas membaringkan Hermione disofa dia mengusap tangan Hermione untuk memberikan kehangatan karena sangat dingin.


Hermione sedang melihat mobil yang digunakan pak Komar dari atas langit, jalannya sangat macet. Pak Komar sudah diberitahu oleh para petugas tentang ada 3 gadis hilang dan dia baru dikabarkan kembali tadi ternyata mereka dibawa arwah pendaki, dia langsung melihat dari mata batin alasan kenapa mereka bertiga dibawa oleh para pendaki dan jawabannya karena mereka berbicara hal kotor.


Pak komar juga sudah merasakan kalau Sarah dkk sudah hamil, dia bisa merasakan dimana Sarah dkk sekarang. Pak Komar ingin segera pulang tapi karena macet dia menjadi telat untuk sampai kerumahnya. Istri pak Komar masih berada ditempat asal mereka dia tak ikut pulang.


"Macetnya karena kecelakaan ternyata para polisi belum datang lagi" ucap Hermione yang menjadi iblis biasa bukan sebagai ratu iblis.


Hermione langsung menjentikkan jarinya, tiba-tiba banyak mobil polisi yang datang, suara sirine dan klakson terdengar dari mobil para polisi supaya para mobil yang lain memberikan jalan kepada para polisi itu. Hermione menjentikkan jarinya lagi, seketikan mobil yang menghalang jalan para mobil polisi memberikan jalan.


"Alhamdulillah akhirnya para polisi datang" ucap pak Komar dari dalam mobil, dia mengendarai mobilnya sendiri.


Tak lama setelah mengurus masalah kecelakaan, kemacetan sedikit berkurang. Mobil-mobil akhirnya bisa bergerak seperti biasa, pak Komar langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Jika mereka sudah hamil antara ibu dan anaknya yang dibawa kealam gaib atau bisa aja dua-duanya" ucap pak Komar.


"Aku harus segera pulang untuk membantu mereka, walaupun 3 wanita yang dibawa oleh Bayu, Riki dan Sen suka berzina tapi mereka tetap manusia harus ditolong, kasian" ucap pak Komar.

__ADS_1


"Aku akan membiarkan kau menolong mereka, tapi nanti jika sudah waktunya aku akan membawa mereka keneraka" ucap Hermione terbang diatas mobil pak Komar.


Bersambung...


__ADS_2