
Hermione terbangun dari tidurnya, dia baru ingat kalau dirinya belum pindah kamar. Hermione ingin beranjak dari ranjang tapi Reno menarik tangan Hermione lalu memeluk Hermione erat.
"Udah pagi Reno" ucap Hermione.
"Bentar lagi" ucap Reno. Hermione membiarkan Reno seperti itu terlebih dahulu.
Tok...
...Tok......
^^^Tok...^^^
Hermione dan Reno saling pandang.
"Reno bangun kita mau cari Sarah sama temennya lagi" ucap Dimas dari luar kamar.
"Mampus" ucap Hermione, dia langsung mengambil handuk kimono dan masuk kedalam kamar mandi.
"Iya bang mau mandi" teriak Reno mengambil handuk lalu lari masuk kedalam kamar mandi.
"Ngapain ikut masuk?" tanya Hermione.
"Biar cepet" jawab Reno.
"Udah ayo cepet mandi" ucap Reno menarik Hermione masuk kedalam buthtub.
Mereka berdua mandi bersama, setelah itu Hermione menggunakan pakaian yang kemarin dikarenakan tidak ada pakaian dirinya disana.
"Kamu keluar duluan ntar aku nyusul" ucap Hermione.
"Hmm ok" ucap Reno berjalan kearah pintu, dia membuka pintu perlahan lalu keluar, Reno melihat sekeliling tidak ada orang.
"Gak ada orang" ucap Reno berbalik badan.
"Lah kak Dara ilang" ucap Reno, matanya melihat jendela yang terbuka, dia lalu tersenyum.
"Pasti lewat jendela aja tadi belum sempat dibuka dan ini sekarang udah kebuka aja" ucap Reno pelan.
Reno menutup pintu kamarnya, dia berjalan mencari yang lain ternyata mereka semua ada diruang makan bersama Hermione. Reno sempat heran karena pakaian Hermione sudah berbeda, secepat itukah kak Dara berganti baju pikir Reno tapi dia tak memperdulikan masalah itu lagi.
__ADS_1
"Setelah selesai sarapan kita bakal cari Sarah, Wawa, dan Santi" ucap Dimas.
"Ok" jawab mereka.
Mereka sarapan dengan tenang, tapi ntah kenapa tiba-tiba Reno menjadi pucat dan berhenti sarapan.
"No kenapa?" tanya Dimas, Reno hanya diam saja. Dimas lalu melihat kearah Hermione yang ada disebelahnya Hermione ikut melihat Dimas, Hermione seperti memberikan memberitahu sesuatu lewat matanya.
Saat Dimas melihat lekat mata Hermione, dia melihat ada sosok putih berambut panjang tubuh dan rambutnya basah semua sosok itu berada dibawah meja makan sambil memegang kaki Reno.
Dimas menggenggam tangan Hermione, dia lalu melihat kearah Reno yang masih saja pucat.
"Kenapa kalian?" tanya Fadil.
"Reno ngapa pucat gitu sakit ya?" tanya Ariel. Hermione melihat kearah bawah diikuti sahabat iblisnya itu.
"Hehe hai cantik" sapa mereka kepada sosok tersebut.
Fadil dan Ariel dkk heran dengan tingkah mereka, Dimas gemetar dan semakin menggenggam tangan Hermione erat.
"Hihihihi" tawa sosok tersebut, seketika itu juga para manusia itu teriak dan langsung kabur kecuali Reno dan Dimas. Reno dikarenakan kakinya dipegang sedangkan Dimas memilih disitu saja karena takut nanti sosok itu pindah ketempat persembunyian, jadi dia memilih untuk bersama istri gaib dan juga teman-teman iblisnya.
"Eh malah ketawa lepas gak tu tangannya" ucap Hermione.
"Gaaakkk maaauuuu hihihihi" ucap sosoknya berirama.
"Eh anj1ng jangan ketawa gue takut" ucap Dimas memeluk lengan Hermione.
"Akuuu hantuuuu bukan anjing hihihi" ucap sosoknya.
"Eh mbak kun mohon pergi dari sini atau kami panggil hantu yang umurnya udah beribu-ribu tahun" ucap Andre.
"Matanya besar kayak tutup botol, lidahnya panjang menjulur keluar dari mulut kira-kira tu lidah 1 meter bayangin aja lidah panjangnya 1 meter tetangga yang mulutnya pedas suka gosipin orang saat beli sayuran kemas-mas yang keliling komplek aja kalah cuy, lengannya beh kayak tubuh badak ditambah kukunya tajam bet dah kalau buat potong daging sapi bisa tuh, kakinya gila kayak tubuh gajah besarnya buset gak kebayang kalau nginjak kita yang seukuran biji jagung bagi dia, kaki sama lengannya aja sebesar itu apa lagi badannya, badannya bolong banyak belatung lagi, wajahnya anjur bisa dibilang setengah wajahnya gepeng tambah banyak ulat lagi ihhh ngeri jirrr, dan aku denger-denger tu sosok hantunya suka makan mbak kun kayak mbak gini" ucap Evan, para hantu yang bukan pengikut mereka tak tau kalau mereka itu iblis dan sebaliknya jika para hantu pengikut mereka pasti kalau kalau mereka iblis.
Sosok itu bergidig ngeri mendengar perkataan Evan.
"Masa aku yang cantik kayak gini harus berhadapan yang kayak gitu ihhh serem" ucap sosoknya.
"Mendingan aku pergi aja deh, aku pergi dulu ya ganteng jangan lupain aku nanti aku balik lagi hihihihi" sosok itu langsung menghilang entah kemana. Reno masih diam mematung dengan wajah pucat dan tubuh gemetar.
__ADS_1
"Wah tremor ni anak" ucap Drew.
"Woi sadar sadar" ucap Andre menggoyangkan tubuh Reno, seketika Reno langsung sadar dia tak diam mematung lagi tapi Tubuhny malah semakin gemetar.
"Dimas udah gak ada" ucap Hermione mengusap punggung Dimas, Dimas masih memeluk lengan Hermione.
"2 kali lho Ra, tapi bedanya sekarang sama Reno gak sama aku" ucap Dimas.
"Masih ada gak hantunya?" tanya Ariel yang datang kesana lagi dengan napas tak beraturan.
"Udah pergi" jawab Dela.
"Yang lain mana?" tanya Julio.
"Gak tau" jawab Ariel lalu duduk.
Fadil, Dani dan Sani datang dari arah ruang tamu. Fadil berada dipunggung Dani, sedangkan Sani digendong dari depan oleh Dani. Dani berjalan perlahan karena berat membawa 2 manusia sekaligus. Yang lain melihat kearah mereka bertiga, tiba-tiba mereka bertiga jatuh kelantai.
Bruk...
"Aduh aduh aduh abaaaang sakit kali" ucap Fadil yang ditimpa oleh Dani dan Sani.
"Lo pikir gue gak sakit, kalian berat banget sih gue lemes ngangkat kalian" ucap Dani.
"Ini ih enak-enakan aja diatas tubuh gue" Dani mendorong tubuh Sani lalu dia beranjak karena kasian kepada Fadil.
"Gepeng dah gue" ucap Fadil beranjak perlahan.
"Gila suara tantenya merdu banget, gak liat lho mukanya udah bikin orang kabur apa lagi liat bisa-bisa pingsan" ucap Sani.
Mereka bertiga lalu dusuk kembali, Dimas masih memeluk lengan Hermione tapi matanya mengarah kemereka semua, Reno sedikit tak takut lagi perasaan takutnya berganti menjadi cemburu.
"Masih mau meluk lengan aku nih?" goda Hermione.
"Eh" Dimas melepaskan pelukannya.
"Jangan pikirin yang tadi anggap aja angin lalu, sekarang lebih baik kita sarapan abis itu nyari Sarah dkk" ucap Evan.
"Iya" mereka semua lalu melanjutkan sarapan yang sempat terhenti karena kedatangan sosok mbak kun.
__ADS_1
Bersambung...